Gadis Cheers Pengalih Perhatian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 May 2016

Ratna si gadis cheers selalu mengalihkan perhatian Toni saat ia berkunjung ke SMA-nya pada hari Jumat. Toni selalu ke sana setelah jumatan karena ada kegiatan ekskul breakdance, dia merupakan senior di sana dan harus melatih di almamaternya tersebut. Ekskul breakdance dan cheers selalu jadi andalan di SMA karena itu mereka selalu bersaing sampai kadang sindir-sindiran di sosial media seperti facebook. Toni memang tak pernah terlibat masalah tapi persaingan itu membuatnya sedikit takut untuk mendekati Ratna. Ada hal yang menarik saat kedua ekskul ini latihan di hari yang sama, mereka selalu mengundang perhatian lawan jenis. Begitu juga Ratna yang selalu menarik perhatian cowok-cowok termasuk Toni karena kecantikannya.

Saat pulang Ratna selalu lewat di depan anak-anak breakdance karena semua siswa bahkan guru selalu melewati tempat latihan Toni dan teman-temannya yang mereka sebut basecamp, tetapi tak ada yang mempedulikan Ratna saat dia lewat. Berbeda dengan Toni, dia selalu memperhatikan saat Ratna pulang. Setiap jumat selalu begitu kejadiannya Toni menatap ke arah Ratna yang sedang berjalan menuju parkiran tapi sayang Toni tak berani mengajak Ratna untuk berkenalan. Toni pun mencari akal untuk mendekati Ratna, akhirnya dia meminta bantuan ke Ubay adik angkatan Toni yang kenal dengan Ratna. Ubay memberi banyak informasi tentang Ratna termasuk statusnya yang sedang jomblo sekarang. Ratna pun juga aktif di twitter sosial media yang juga Toni aktif pakai. Tak lama kemudian Toni menfollow Ratna dan beberapa saat kemudian ada tanggapan balik dari Ratna, dia memfollow balik Toni. Mention pertama Toni ke Ratna pun dikirim.

“Makasih ya udah di follback,” Toni mengirim twit pertamanya ke Ratna.
“Iya sama-sama,” mention itu pun dibalas Ratna. Tapi perlu diketahui Toni saat itu masih berstatus pacar Ditta. Toni dan Ditta memang sedang LDR. Ditta yang mengetahui mention Ratna ke Toni melihat gelagat pacarnya itu sedang naksir ke Ratna apalagi Ratna cantik dan anak cheers yang dikenal populer.

“Itu siapa ya Ratna Dwi itu?” tanya Ditta yang sedang menginterogasi Toni lewat telepon saat melihat Toni mengirim mention ke Ratna si gadis cheers.
“Ualah itu temannya anak-anak kok,” Toni di situ mulai menggunakan jurus ngeles untuk menenangkan hati pacarnya yang sedang cemburu tahu cowoknya diberi emotikon senyum dari gadis cheers yang populer.
“Cantik ya. Kamu jangan macem-macem. Gak usah drama lagi,”
“Iya santai aja kok,”

Toni memang bolak-balik main hati di belakang Ditta. Terakhir Novi adik kelas Toni yang naksir diam-diam kepada Toni sampai berani nembak cowok ini dan meminta Toni untuk memutuskan Ditta. Saat itu Ditta marah besar ke Toni dan ia akhirnya menolak Novi dan lebih memilih Ditta karena Novi masih berumur 14 tahun. Beberapa minggu terakhir ekskul cheerleader tidak ada kegiatan latihan saat hari Jumat. Pikir Toni mungkin mereka sedang libur latihan tapi setelah Toni tanya-tanya ke adik kelas ternyata jadwal latihan mereka berubah menjadi setiap hari Kamis. Pantas saja Toni jarang melihat anak cheers di hari jumat mungkin cheers merubah jadwal untuk menghindari anak-anak breakdance juga di situ.

Ekskul breakdance sejatinya latihan setiap Jumat dan Sabtu tapi Toni mencoba untuk mengajak adik-adiknya latihan di hari kamis juga tapi banyak anggota yang menolak ajakan Toni karena sekolah pulang sampai jam 3 sore di hari tersebut. Toni pun mengajak yang mau saja minimal nongkrong dulu di lobi sekolah tempat mereka latihan. Padahal alasan Toni latihan hari kamis agar bisa melihat Ratna latihan juga. Hari kamis yang ditunggu-tunggu Toni akhirnya tiba. Setelah pulang dari kampus Toni berangkat ke sekolah untuk latihan juga dengan tujuan melihat Ratna yang latihan cheers. Meskipun begitu Toni masih belum berani mengajak Ratna ngobrol karena dia ingin menjaga perasaan Ditta. Setiap Ratna pulang, Toni sering menulis catatan-catatan kecil di memo handphone-nya.

Kamis, 3 September 2014
Iya kamu. Yang hari ini pake baju item sama kayak aku. Sweater yang kita pake juga sama-sama warna merah. Kamu hati-hati ya di jalan?
Kamis 10 September 2014
Semesta mempertemukan kita dengan warna (merah) yang sama.
Kamis 16 Oktober 2014.
Hari ini kita sama-sama memakai warna yang sama. Warna merah.

Hampir selalu Toni menulis memo semacam itu setelah melihat Ratna latihan cheers dan pulang melewatinya. Niat Toni untuk mendekati Ratna pun kembali naik. Dia mencoba mengirim pesan pribadi ke twitter Ratna.

“Dek aku Toni seniornya breakdance. salam kenal ya,” Toni mulai memperkenalkan dirinya ke Ratna.
“Iya aku Ratna salam kenal juga,” tak lama Ratna membalas perkenalan dari Toni.
“Dek kamu ada BBM, Line atau WhatsApp? kalau ada aku boleh tahu gak?”
“Ada kok Mas. Lineku ratnadwi,”
“iya entar tak add,” Tetapi Toni masih belum menemukan user id Ratna di aplikasi Line. Saat itu dia kembali mengirim pesan pribadi ke Ratna.
“Dek user id-mu kok gak ada ya? Ini kamu simpen aja No Hp-ku kan entar ke luar profilku di Hp-mu,” Gila Toni. Dia bahkan sudah terang-terangan memberi No HP-nya ke Ratna.

Tak lama Toni mendapat pemberitahuan kalau Ratna sudah menambahkan Toni di Line. Hati Toni bahagia sekali tapi dia tidak sadar kalau dulu Ditta yang membuatkan akun twitter untuk Toni. Diam-diam Ditta membaca pesan pribadi Toni ke Ratna. Ditta sangat kecewa Toni kembali bermain-main dengan perasaannya. Sementara itu Toni sedang asyik chatting dengan Ratna lewat aplikasi Line. Toni mulai melancarkan modus-modus ke Ratna tapi Ratna belum memberikan sinyal tertarik ke Toni. Tak lama setelah membaca pesan-pesan Toni, Ditta mengajak Toni jalan ke Surabaya. Iya Ditta berkunjung ke kota Toni saat hari minggu. Seperti biasa Ditta naik kereta pagi itu dan menelepon Toni saat dia sudah sampai di Stasiun Gubeng. Mereka seperti biasa jalan nonton kemudian nongkrong di foodcourt Mall. Di sana Ditta mulai menginterogasi Toni.

“Eh kamu pas latihan masih sering ketemu anak cheers?” Ditta membuka obrolan tentang Ratna.
“Udah enggak kok mereka sekarang jarang latihan pas Jumat. Gak tahu deh hari apa gantinya kayaknya hari kamis sekarang,” Toni dengan berbohong menjawab cuek pertanyaan Ditta. “Yang namanya Ratna cantik ya?” Tanya Ditta yang mulai bertanya spesifik tentang Ratna.
“Biasa aja kok kenapa emang?” Toni kembali berbohong tentang perasaannya ke Ratna.
“Masak sih? Kamu nanya user id Line-nya gitu,” Toni mulai panik gara-gara Ditta tahu Toni minta id line Ratna di twitter. “Enggak kok,” dengan terbata-bata Toni menjawab pertanyaan Ditta yang tahu kalau Toni mengirim pesan pribadi ke Ratna.

“Beneran Ta? Kamu sebenernya serius gak sih sama aku kok sering modusin cewek lain gitu,” Toni bener-bener mati kutu saat ditanya Ditta.
“Ya aku serius lah. Aku sayangnya cuma sama kamu aja kok,” nada bicara Toni meninggi seolah ingin meyakinkan Ditta soal keseriusannya.
“Ya udah kamu jangan aneh-aneh loh di sini. Apalagi di sini anaknya cantik-cantik,” Ditta menahan semua bukti-bukti perselingkuhan Toni. Bisa saja saat itu Ditta membuka twitter Toni dan melihatkan pesan-pesan Toni ke Ratna atau bisa juga meminjam HP Toni dan membuka chattingan Toni dengan Ratna.

Setelah mengantar Ditta kembali ke stasiun untuk pulang, di rumah Toni menghapus semua chattingan dengan Ratna. Toni mundur untuk mendekati Ratna. Toni tak berani melanjutkan pendekatan dan modus Ratna lagi. Baginya amarah Ditta akan berujung buruk untuk hubungan mereka. Tak lama kemudian saat Toni latihan di hari Sabtu dia melihat Ratna dengan seorang cowok berdua melewati tempat latihan ekskul breakdance. Tampaknya Ratna sudah punya cowok baru. Toni tak mau menanyakannya ke Ratna melalui chatting dan dia cuma menulis catatan kecil di memo untuk Ratna.

Sabtu 25 Oktober 2014, “Kemarin aku ngelihat kamu sama seorang cowok jalan menuju parkiran. Apa dia cowok kamu? kalau iya semoga kamu bahagia dengan cowok itu ya.” Toni pun kembali melanjutkan hubungannya dengan Ditta serta melupakan dan mengikhlaskan Ratna untuk cowok lain. Ditta juga tak pernah membahas soal Ratna lagi. Beberapa bulan setelahnya Ditta melihat Path Toni baru saja menambahkan Ratna sebagai teman. Ditta kembali menanyakannya ke Toni dan Toni menjawab, “Ratna udah punya cowok kok sekarang. Santai aja,”

Pada dasarnya wanita tidak ingin diduakan, mereka selalu ingin menjadi seseorang yang diistimewakan oleh pasangannya, begitu juga Ditta yang ingin hanya menjadi satu-satunya di hati Toni. Hubungan Toni dan Ditta terpaksa berakhir di awal tahun 2016 karena Toni begitu datar ke Ditta seperti memang ingin putus dari Ditta dan Ditta yang merasakan hal itu merespon keinginan Toni yang singgah di hatinya selama enam tahun. Meskipun begitu Toni masih sering chattingan dengan Ditta setelah mereka putus.

“Ditta kamu gimana kabar? Skripsimu gimana? Lancar?” tanya Toni dengan basa-basi.
“Alhamdulillah baik Mas. Iya lancar kok doain ya bulan depan udah bisa maju proposal. Eiya Mas sekarang aku udah punya cowok baru. Tak doain kamu juga cepet dapet pacar baru. Fokus juga cari kerjaan,” Jawab Ditta yang sudah memiliki kekasih baru dan Toni sudah tahu sebelumnya.
“Iya gak apa-apa kok. Kemarin juga aku udah deketin cewek adik kelas juga kok di SMA tapi dia udah punya cowok gitu. Gak jadi deh deketinnya. Hehe,” canda Toni yang sekarang masih jomblo setelah putus dengan Ditta.

“Ya kamu cari yang single aja lah jangan yang udah punya cowok,”
“Ya aku gak tahu dia udah punya cowok,”
“Emang siapa sih? Ratna ta Mas?” Ditta penasaran dengan siapa gadis yang Toni maksud.
“Bukan kok. Ratna juga masih punya cowok sekarang,” jawab Toni.
“Oh. Pokoknya cari yang single aja lah,”

“Dulu sih dia single. Tapi aku yang enggak,” jawab Toni dengan canda seolah dia mengakui memang pernah memendam rasa ke Ratna dan memang kenyataannya seperti itu.
“Hehe. Dasar,” Ditta hanya membalas santai dengan canda. Toni kini sedang jomblo dan berusaha mengikhlaskan Ditta. Toni memang pernah bermain hati di belakang Ditta dan tak hanya sekali dia lakukan. Sekarang dia hanya fokus untuk memperbaiki sikapnya ke wanita.

Cerpen Karangan: Susanto P S
Facebook: Susanto Panji Satrio

Cerpen Gadis Cheers Pengalih Perhatian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Angka, Wanita Dan Kebahagiaan

Oleh:
Tampak jingga-jingga senja terpancar dari sudut barat. Berbagai kesibukan berhenti pada sore itu, mulai dari kuli, penjual cireng, tukang jajanan, maupun pekerja-pekerja kelas kakap lainnya. Begitu juga dengan salah

Perempuan Di Seberang Taman

Oleh:
Bagaimana jika aku bisa memandangi dia dengan jarak hanya 30 cm? Apakah aku bisa menatap matanya? Wahai hati, apakah kau mampu memberanikannya? “Hey, ngelamun aja ga?” “kayanya tadi kekenyangan

Pupus

Oleh:
23 Januari 2013 Siswa siswi SMA Merah Putih yang mengikuti ekstrakulikuler Marching Band dan anggota Paskibra pulang secara bersamaan. Setelah semua berpencar meninggalkan lapangan sekolah, aku dan Rechal, teman

Destiny

Oleh:
Namaku Amala, aku adalah anak kelas 3 di SMA. Semua teman-temanku memanggilku “Si Macan Jones” Hei!!! Siapa yang mirip macan?!!! Walaupun aku tidak suka sebutan itu, tapi aku harus

Karena Kamu

Oleh:
Masih terdengar canda tawa dari teman temanku. oh iya namaku rifki aku murid kelas 7 di Smp kota solo. Hidupku sangat beruntung karena aku mempunyai sahabat seperti mereka, namun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *