Gadis di Tebing Dekat Pantai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 17 February 2017

Suatu hari, aku dan keluargaku pindah ke rumah baru. Rumah itu berada di dekat pantai yang indah. Kami memerlukan waktu 3 jam untuk sampai di sana.

Saat aku tiba, aku sangat terkagum-kagum karena dapat tinggal di tempat yang indah ini. Kami langsung memasukkan barang-barang kami ke dalam rumah. Kamarku berada di lantai dua. Setelah selesai aku melihat keluar jendela dan melihat seorang gadis di tebing. Aku terkejut karena sepertinya ia ingin bunuh diri. Jadi, aku langsung berlari ke bawah untuk mengambil sendalku dan langsung berlari ke tempat gadis itu berada.

Setelah aku sampai, aku berteriak kepada gadis itu “Hey!!! Menjauh dari situ!!! Tenangkanlah dirimu.” Lalu, gadis itu menoleh ke belakang dan tertawa. Lalu, berteriak “Aku tidak ingin bunuh diri!!! Aku hanya ingin menikmati pemandangan yang indah ini!!!.” Mendengar hal itu mukaku langsung memerah dan aku langsung mendekatinya. Lalu, aku meminta maaf atas kesalahpahamanku. Setelah itu, aku dan gadis itu berbincang-bincang hingga malam. Sebelum pergi aku berkata “Mari kita bertemu lagi besok.” dan ia menjawab “Baiklah!!!.” Aku melihat senyumnya yang indah dengan wajahnya yang putih pucat itu. Setelah senyum itu berlalu entah mengapa aku melihat kesedihan di wajahnya itu.

Lalu, aku bertemu dengannya setiap hari hingga hari itu tiba. Aku mengungkapkan cinta kepadanya. Bukannya senang yang terlihat di wajahnya melainkan kesedihan yang terlihat. Lalu, ia berkata “Aku senang mendengar hal itu. Tapi, aku tidak bisa menerima cintamu karena aku…” Tiba-tiba ia terdiam. Aku bertanya “Aku.. Apa? Dan yang lebih penting kenapa kau tidak bisa menerima cintaku?.” Ia menangis dan sebelum ia menjawab pertanyaanku ia sudah menghilang. Aku terkejut dan penasaran tentang kata yang ingin ia katakan. Tetapi, rasa suntukku mengalahkan rasa penasaranku dan aku melupakannya.

Keesokkan harinya. Aku pergi ke tebing itu untuk menagih jawaban dari dia tetapi aku tidak melihat siapapun di sana. Akhirnya, aku menunggu hingga malam tetapi ia tak kunjung datang juga. Lalu, aku pulang ke rumah dan langsung pergi ke kamarku untuk tidur. Keesokkan harinya aku pergi ke tebing itu lagi dan ia tak juga terlihat.

Sampai 2 minggu berlalu setelah hari itu. Seperti biasa aku pergi ke tebing itu. Lalu, aku melihatnya berada di tebing itu. Aku menghampirinya dan bertanya “Hei, ke mana saja kamu? Apakah kau baik-baik saja? kenapa kau tak terlihat selama dua minggu ini?.” Ia menundukkan kepalanya dan berkata “Aku… Tidak bisa menerima cintamu. Karena, aku…” Ia terdiam sebelum menyelesaikan kalimat itu. Aku kesal karena sudah 2 kali ia tidak memberiku jawaban yang pasti dan aku membentaknya “Aku… Apa? Oi, aku… Apa?! WOI, AKU… APA?.” Lalu, air mata keluar dari matanya dan ia berteriak “AKU ADALAH HANTU!!!.” Lalu, kami terdiam dan ia kembali berkata “9 tahun yang lalu, aku… Mati karena saat aku melihat pemandangan di sini. Aku terjatuh dan jasadku tidak dapat ditemukan.” Aku terdiam dan tak percaya akan hal itu. Lalu, aku mencoba menyentuhnya dan kata-kata itu terbukti. tanganku menembus tubuhnya dan aku ingat saat ia menghilang secara tiba-tiba. Ia berkata “Maaf, karena aku tidak bisa menerimamu dan waktuku sebentar lagi habis. Jadi, kau harus menjaga dirimu. Jangan mandi malam-malam setelah aku menghilang, makan 3 hari sekali, rapikan tempat tidurmu setelah tidur, dan jaga kesehatanmu.“ Dan aku melihat tubuhnya memudar. Air mataku tak dapat terbendung lagi. “Terima… kasih… telah… mene… ma… ni… k… u…” Memudar, dan memudar aku berusaha meraihnya tetapi tetap saja tidak bisa. Lalu, ia menghilang. Hal terakhir yang kulihat adalah senyuman yang sangat indah daripada senyumannya yang sebelumnya.

Setelah itu, setiap hari Aku selalu datang ke tebing itu untuk meletakan bunga untuknya. 3 tahun berlalu, aku tamat SMA dan aku berhasil diterima di perguruan tinggi di ibukota. karena itu, aku dan keluargaku pindah. Setelah aku lulus, aku mencari pekerjaan dan mendapat perkerjaan yang gajinya lumayan tinggi. Lalu, aku menikah dengan wanita yang kucintai selain dia dan kami dikaruniai 2 anak.

Suatu hari, Aku ditugaskan oleh perusahaan ke daerah rumahku yang dulu. Lalu, kami pindah dan setelah kami tiba di rumah itu kami langsung menyusun barang-barang kami. Setelah selesai, aku pergi ke tebing itu sendirian. Aku melihat pemandangan dari situ sambil mengingat-ingat kenangan saat bersamanya dan sekilas waktu terhenti. Tiba-tiba seperti ada bisikan lembut di telingaku dan berkata “Kau kembali.” Aku tersenyum dan menangis bahagia karena dapat mendengar suaranya untuk terakhir kalinya. Aku berharap aku dapat berjumpa dengannya lagi di surga.

Cerpen Karangan: Ryan Rizqullah
Facebook: Ryan Rizqullah
Ane Otaku…

Cerpen Gadis di Tebing Dekat Pantai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Perjalanan

Oleh:
Jarum jam di tangannya masih menunjukkan pukul 6 pagi ketika Keira menginjakkan kaki di terminal kota. Udara pagi yang dingin menusuk-nusuk tulangnya tanpa ampun. Keira merapatkan jaket denim yang

Cinta Yang Selalu Terjaga

Oleh:
“BRAAK!!!” Shinee mendongak. “sorry, aku sengaja ha.. Ha.. Ha..” cessa berlalu pergi sambil tertawa puas. Shinee menggerutu sebal sambil menyimpuni bekas-berkasnya yang berhamburan setelah ditabrak cessa. “butuh pertolongan” tawar

Sampul Biru Bermakna

Oleh:
Sepi tak ada orang yang menemaniku dalam hari yang istimewa ku ini dan menemaniku duduk disini, Apakah mungkin dia sibuk?, atau ada ganguan yang menghambatnya datang kesini? Saat ini

Seharusnya Bertanya

Oleh:
Untukmu yang kini membenciku, ku ucapkan beribu maaf untuk pengkhianatanku sebagaimana kau sangka, namun seharusnya kau bertanya bukan? Bukan kepada mereka, mereka tau apa tentangku, bukankah kau juga pernah

Janji

Oleh:
“Tentang janji yang kamu ucap sepuluh tahun lalu. Bukan kucatat hanya saja terasa. Ucapanmu terasa seperti ingin sekali bersamaku. Bahkan setelah entah dimana kamu. Janji yang terucap oleh bibir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *