Gadis Lily Putih

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata
Lolos moderasi pada: 13 January 2015

Jika kamu berpikir aku akan bercerita tentang seorang gadis yang bernama Lily, itu jelas salah karena aku akan menceritakan seorang gadis bernama Lala. Jika kamu berpikir aku akan bercerita tentang bunga Lily yang berubah menjadi seorang gadis? Aku rasa kamu terlalu berhayal. Jika kamu berpikir aku akan bercerita tentang seorang gadis yang dilambangkan dengan setangkai Lily Putih, aku rasa itulah jawabannya.

Lala sang Lily Putih. Jika kamu mengenalnya, mungkin kesan pertama yang kamu dapatkan adalah kesucian yang fitri. Lalu kesan kedua adalah kerendahan hati yang dibalut dengan kesopanan bak Putri Citrawati. Kesan ketiga adalah keperawanannya yang belum pernah sedikitpun tersentuh tangan-tangan jahil dan dekil. Sepotong kisah yang telah kudengar dari penghuni negeri antah berantah yang membuatku tertarik untuk menceritakan kesucian gadis ini.

Mungkin untuk remaja seusiaku “pacaran” bukan lagi rutinitas asing yang ketika melakukannya harus berkata WOW, dan tidak pula ketika mendengar istilahnya harus bertanya “itu kata dari planet mana?”. Tapi ini semua tidak berlaku untuk Lala. Di usianya yang ke-18 tahun, ia tak pernah menggali rutinitas itu. Jangankan yang jauh lebih dalam, permukaannya pun tak pernah ia sentuh.

Tapiii, bagaimana di usianya yang kini menginjak 19 tahun? Yap, kisah ini masih akan berlanjut. Pernah sekali dia mencoba menggalinya. Berawal dari pertemanan di jejaring sosial facebook. Dia mengenal Pangeran sesaatnya. Pangeran sesaat? begitulah lebih tepatnya. Hampir setiap hari, kala siang berganti malam dan pagi pun bertamu kembali, ia selalu melakukan percakapan melalui via chat facebook. Dari perkenalan singkat itulah mereka saling bertukar nomor HP.

Entah apa yang membuatnya tertarik ketika saat itu hatinya sudah tidak mampu menolak untuk menerima sinyal-sinyal cinta dari sang Pangeran. Tapi aku pun ingat bahwa ada satu hal yang membuatnya senang pada laki-laki itu dalam satu kesempatan perbincangan di via chat.

“Aku ini hanya gadis biasa, berasal dari keluarga sederhana, wajahku juga tidak cantik” ujar Lala dalam pertemuan maya itu.

“Baru kali ini aku temui gadis sepertimu. Hatimu cantik banget ya dek…” jawaban tak terduga dari seorang laki-laki yang masih sangat muda.

Dalam kesempatan beberapa hari setelah hari itu akhirnya mereka berdua resmi pacaran. Uniknya, peristiwa menyatakan cinta itu pun secara maya. Bahkan satu bulan sudah mereka jalani hubungan tersebut tanpa sebuah pertemuan dalam dunia nyata. Hingga di suatu waktu Lala meminta untuk bertemu langsung dengan sang Pangeran. Dengan kesigapan Lala haturkan satu persyaratan bahwa ia ingin pertemuan dua insan ini di rumahnya, tetap Lala tak pernah lupa jati diri kesopanannya. Tapi sayang, sang Pangeran tak menyanggupi permintaan tersebut. Membuatku miris ketika mendengar kisah ini. Mungkin sebagian kalian akan menduga bahwa Lala akan marah. Tidak, Lala mampu menerimanya.

Ketika bulan bertambah hari, suatu kejadian yang mengakhiri kisah cinta maya ini. Suatu hari Lala mendapat pesan dari orang yang tak dikenalnya dan mengatakan bahwa Lala merebut pacar orang. Hati dan pikiran Lala berkecamuk tentang beribu pertanyaan. Akhirnya di hari itu pula Lala mendapat sebuah kepastian. Jawaban yang ia nantikan jelaslah sudah. Sang Pangeran dengan berat hati mengakui bahwa telah menjadikan Lala sebagai gadis simpanan. Seketika hancurlah semua harapan Lala, ia tak mampu menahan emosinya, panah-panah penyesalan telah menyakiti hatinya dan Lala memutuskan mengakhiri hubungan cintanya. Sebenarnya, demi langit dan isinya, laki-laki itu tidak merelakan kepergian Lala tapi ia pun tak mampu berbuat apa. Pun ketika ia mencegahnya.

“Kalau aku inginnya nggak putus” pinta laki-laki itu.

Maka Lily Putih pun masih terjagalah kesuciannya. Sejak peristiwa itu ia berjanji atas nama cinta ia tak kan pernah mendustainya, ia akan selalu menjaganya untuk Pangeran sejatinya, begitu yang ku ingat.

Sesingkat itu kisah cintanya tapi ketika selesai ku mendengarkan kisah gadis Lily putih maka teramat panjanglah hikmahnya. Jika kalian berpikir dia adalah temanku ataupun saudaraku maka itu salah. Aku mengenalnya sejenak ketika aku kuliah dan duduk di semester satu. Sang Lily putih yang mengagumkan.

Cerpen Karangan: Amila Hillan
Blog: sobatmuslimhillan.blogspot.com
Facebook: Amila Hillan

Cerpen Gadis Lily Putih merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary untuk Chaca

Oleh:
Anton terus saja menulis buku diary nya, meskipun sudah 1 minggu dia berpisah dengan kekasihnya. Seakan merasa belum sempurna sebuah kisah yang dia tulis selama hampir 2 tahun bersama

Dia Bukan Kakakku

Oleh:
“Masih belum mau cerita siapa dia?” Kinan terkejut mendengar suara ayahnya. Buru-buru dia mematikan ponselnya. “Apaan sih, Papa? Bikin kaget aja!” “Walaupun cuma namanya?” tanya ayahnya sekali lagi. Kinan

Friendship or Friendzone

Oleh:
“Nira..” Cewek yang merasa namanya dipanggil mencoba mencari suara bass yang memanggilnya. Seketika senyumnya mengembang setelah melihat siapa yang memanggilnya tadi. “Dave, Aaaa…” tiba-tiba saja Nira memeluk cowok yang

Kupercayakan Pada Udara

Oleh:
“Felly!,” seru seseorang yang tidak asing lagi bagi Felly. Yang tengah berlari menuju Felly dengan nafas yang terengah-rengah. “Bram!” “Hufffttt, lu tuh ya, kocek banget jadi cewek. Cantik-cantik kocek!”

Berbagi Rasa (Part 2)

Oleh:
2 Tahun Kemudian. 2 tahun telah berlalu kini aku sudah menjadi seorang mahasiswi, tak ku sangka waktu begitu cepat berlalu dan tak ku duga juga akhirnya aku bertemu dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *