Galau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 6 October 2012

Percakapan kedua orang tuanya masih terngiang-ngiang di otaknya.
“Argggghhh!!!”gerutunya
“Kenapa sich orang tuaku selalu ikut campur masalahku? Ini hidupku,aku yang menjalani,aku yang tau mana yang tebaik untuk hidupku. Aku juga tau kalau aku tak mungkin sendirian selamanya”pikirnya sewot sendiri
Memang begitulah Nita kalau disinggung masalah pribadinya dia langsung sensitive Dan marah-marah tak jelas. Padahal maksut orang tuanya tu baek. Orang tuanya ingin di usianya sekarang yang telah menginjak 24 tahun udah seharusnya ada orang yang menjganya. Mengingat sekarang orang tuanya telah tua. Mereka takut bila suatu saat nanti orang tuanya telah tiada nita belum mempunyai pasangan hidup. Dan memang begitulah orang tua pada umumnya, selalu ingin melihat anak-anaknya hidup bahagia, meski dengan begitu mereka harus berjuang mati-matian.
Percakapan yang didengarnya semalam membuat hati nita teramat galau. Sebenarnya masih banyak impian yang ingin diraihnya.setelah menyelesaikan kuliahnya sebenarnya dia ingin berwirausaha membut warung makan lesehan dekat tempat tinggal neneknya. Selain lokasinya yang memang bagus, karena terletak dekat tempat wisata alam air terjun,disitu juga belum banyak yang menggeluti bisnis tersebut, jadi seandainya diterapkan mungkin akan menjadi bisnis yang menguntungkan. Tapi untuk itu dia harus menunggu waktu 2 tahun lagi karena modalnya tidak cukup.
Sebenarnya ia telah banyak teman-temannya yang menawarinya cowok,yang kebetulan juga senang dengan nita. Namun hatinya belum terbuka untuk hal itu.jadi semua orang yang pernah menyatakan suka baik secara langsung maupun tidak langsung ditolaknya semua. Dia adalah orang yang perfectionis. Segalanya harus dilakukan secara sempurna, termasuk urusan menikah ia rencanakan secara matang, ia hanya mau menikah jika ekonomi maupun jiwanya telah benar-benar matang.
“Nit bangun dah pagi sayang,cepetan subuh!”
“iya buk,ni aku bangun”
“Habis sholat ikut ibuk ya kerumah lik Bayumu”
“Ibuk mau ke Pekalongan?emangnya ada acara apa kok tiba-tiba ibuk ngajak aku kerumah lik Bayu”
“udah jangan banyak Tanya,segera mandi sholat subuh,karena jam 7 nanti travel akan datang”
Tanpa banyak bicara lagi Nita segera mandi,dalam hati ia bertanya-tanya,ada apa gerangan?kok tiba-tiba ibunya ini ngajak ke pekalongan.
“Sugeng rawuh mbakyu Darmi dan mbak Nita, monggo pinarak!”paklik Bayu mempersilahkan
“Inggih pak lik,sebenarnya ada apa to kok tiba-tiba ibuk ngajak saya kesini?apa piklik mau mantu dek ratna?perasaan dek ratna baru kelas 5 SD.”Tanya nita penasaran.
“Lha wong saudara masa ya harus nunggu ada hajat dulu baru mau maen to nduk-nduk!”jawab ibuku tanpa kuketahui rasa penasaranku.
“Uis segera dimakan hidangannnya, ya seperti itulah yang ada, karo sego kucing tok.”
“Sambel goreng kentange dimana lik?”tanyaku
“oh iya bentar yo nduk durung mateng mau”
“Bu sambel gorenge nita dah matang belum?”Tanya paklik
“iya sebentar lagi datang.”
Beberapa saat kemudiaan muncul seorang pria tinggi besar,dengan jenggot tipis menghidangkan sambil goreng kentang kesukaan nita.
“Kentang goreng special buat dek Nita!”kata pria itu
“Lho sampeyan siapa kok tiba-tiba ada disini?tanya nita
“Aku adalah calon suamimu dek Nita.”katanya
“what,calon suamiku?darimana?”
“Iya nduk ni adik sepupuku yang rumahnya di baturaden dekat rumah nenekmu itu lho.”kata lik Bayu
“kok aku nggak pernah lihat sebelumnya lik?”
“Iya orang selama ini dia merantau ke Arab,baru pulang seminggu yang lalu.”
Maksudnya apa-apaan kata Nita dalam hati.Kenal aja blum sudah bilang calon suamiku. Oh jadi ini maksud ibuku ngajak aku kesini. Ini kan bukan jaman Siti Nurbaya lagi.Ya sudahlah aku ikutin aja apa maunya ibuk. Toh lagi calon belum resmi ini.
“Eh kok melamun aja nduk .Ya ini maksud ibuk ngajak kesini,ngenalin calon suami buat kamu.Kamu kan dah cukup umur,kurasa dah saatnya menikah,biar ibu tenang karna kamu dah ada yang jagain, ora apik nduk cah wedok sendirian lama-lama”
“Tahu buk,aku juga dah mikirin hal ini,sejak semalam waktu aq dengar percakapan ibuk ma bapak semalam, tapi kasih aku waktu untuk mengenalnya dulu yah?”
“iya nduk, silahkan berkenalan dulu, setidaknya ibu sudah tau latar belakang keluarganya”

Pada sore harinya, Bagus ngajak Nita ke alun-alun pekalongan. Mueter-muter nggak jelas ngelilingin alun-alun yang terkenal dengan getuk gorengnya itu.
“Kurasa dah muter 5 kali kuhitung. Sebenarnya mau kemana sih kamu itu?”
“Mau kehatimu?”Jawab Bagus bercanda
“Nggak lucu ah, turunin nggak!kalo nggak aku melompat nih.”
“Yach gitu aja ngambek, iya-iya tuan putri ntar dulu aq turunin,cari suasana yang enak dulu”
Bagus turun di sebuah warung lesehan yang menjual pecel lele. Sejenak Nita tertegun melihat suasana warung lesehan sederhana tapi menarik itu. Beberapa pasangan tampak asyik makan sambil memadu kasih dibawah pohon cemara yang tertata apik itu.
Beberapa saat kemudian ada seorang pelayan membawa bermacam-macam makanan special di meja Bagus dan Nita.Bagus member isyarat tangan pada pelayan tanda bahwa kerjanya telah ok.Sedangkan Nita masih belum mengerti dengan semua ini.Pesan aja belum sudah ada makanan sebanyak ini.maksudnya apaan,pikirnya.
“Udah makan aja, ni semua makanan yang special di sini.”
“Baru tau sekarang ada warung makan yang langsung ngasih makanan tanpa mengetahui apa yang dipesan oleh pelanggan.”kata Nita
Makanan itu sungguh lezat,belum pernah Nita memakan makanan seperti itu sebelumnya.tak terasa hampir semua makanan yang terhidang di meja habis semua. Bagus hanya senyum-senyum melihat tingkah laku Nita yang kayak orang tiga hari belum makan itu. Setelah makan Bagus langsung mengajak Nita pulang. Tanpa membayar makanan Bagus langsung mengambil motornya yang terpakir tak jauh dari situ. Nita yang kebingungan karena merasa belum bayar makanan buru-buru memanggil Bagus untuk membayar makanan tadi. Dan Bagus malah menarik tangan nita dengan kencang . Dan membawa lari motornya. Sepanjang jalan nita ngomel-ngomel, namun Bagus tidak mendengarkannya.Sesampainya di rumah Bagus mengucapkan terima kasih pada ibu Nita dengan wajah yang sok manis danetelah itu berpamitan pulang.
Malam itu Nita menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibunya, ibunya malah senyum-senyum mendengar cerita Nita. Lalu ibunya menceritakan bahwa warung itu merupakan warung Bagus sendiri. Sedangkan resep tersebut ia dapatkan perpaduan antara makanan arab dan jawa, karna di arab sana kebetulan Bagus menjadi chef di salah satu restaurant terkenal yang ada di Dubai,dan begitulah hasilnya. Nita kebingngan mendengar cerita ibunya, gimana mungkin ibunya tahu begitu banyaknya tentang Bagus,sedangkan mereka baru saja 2 hari yang lalu ketemu. Nita ingin bertanya lebih banyak lagi namun niat itu diurungkannya karena matanya sudah benar-benar mengantuk. Beberapa saat kemudian Nita terlelap dengan sejuta pertanyaan yang tak terjawab.
Melihat putrinya yang sudah terlelap, ibu Nita segera mengambil handphone yang tak jauh berada di dekatnya. Dicarinya nama Bagus yang telah tersimpan dalam kontak handphone nya.
Tut..tut ..tut
“Halo!!”kata suara di seberang
“apa benar ni nomornya Bagus?”
“Iya benar , tapi Bagusnya lagi ke kamar mandi Bu..”
“Terus ini dengan siapa?”
“Dengan Sifa”
Ibunya Nita buru-buru mematikan handphonenya.Tidak habis pikir ternyata orang sesopan dan sebaik Bagus kehidupan sehari-harinya seperti itu.Suka mainin cewek,Sore hari sama anaknya Nita, sedangkan malam harinya sama Sifa. Siapa Sifa?Setahunya dia tidak mempunyai kakak atau adik perempuan, misalkan itu suara ibunya juga tak mungkin. Pasti dia akan bilang ini dengan ibunya Bagus,bukannya langsung nyebutin namanya.
Keesokan harinya Ibu Nita menyuruh Nita segera berkemas-kemas, padahal mereka berencana akan tinggal dirumah lik Bayu selama seminggu ini baru tiga hari malah ibunya sendiri yang mengajak pulang. Lik Bayu yang mendengar kalau kakaknya ini mau pulang segera menanyakan apa yang telah terjadi sehingga kakaknya ini memutuskan untuk segera pulang.
“Tujuan aku kesini itu sudah jelas Yu, mau ngejodohin anakku wedok Nita dengan adik sepupumu Bagus.Semalam waktu aku mau nelpon dia ternyata perempuan yang menjawab, siapa itu Yu?”
“Masak sih Mbakyu setahuku Bagus itu tinggal dirumahnya sendirian, tidak ada siapa-siapa dirumahnya. Kan mbakyu ini sudah aku kasih nomor handphonnya sebelumnya,ya mungkin aja ada temennya atau saudaranya yang lagi maen.”
“Iya dulunya aku memang percaya pada dia tapi setelah kejadian semalam aku sudah nggak percaya lagi sama dia. Aku ini menjodohkan anakku dengan dia supaya anakku bisa hidup bahagia,tapi kalau kejadiannya akan seperti ini yam oh aku.”
Setelah berkemas-kemas kedua ibu dan anak itu segera berpamitan pulang dan meninggalkan kota pekalongan. Sedangkan ditengah perjalanan Nita menenangkan ibunya yang terus menangis karena hampir saja menyerahkan anak semata wayangnya itu kepada lelaki buaya.
“Sudahlah bu, belum tentu apa yang ibu dengar itu seperti kenyataan yang ada, aku lihat sebenarnya dia orangnya baek kok, walaupun kadang nyebelin dikit. Nanti sampai rumah aku akan menelponnya dan menjelaskan apa yang telah terjadi “
“Sekali lagi ibu minta maaf ya nduk”
Ketika nyampai rumah hari sudah larut malam. Ibu Nita yang tampak kecapekan langsung beristirahat. Nita menanyakan segala kejadian yang telah terjadi kepada Bagus, Bagus yang masih kebingungan berusaha menjelaskan apa yang telah terjadi,sebenarnya wanita yang mengankat telepon itu adalah keponakannya. Memang waktu itu kebetulan Sifa kemalamam pulang dari tempat les gurunya yang tidak jauh dari rumah Bagus. Daripada terjadi sesuatu di jalan lebih baek nginep di tempat Bagus dulu ,terus keesokan harinya rencananya mau dianterin kerumahnya,dan kebetulan orang tuanya ngijinin. Tapi memang Sifa tidak berkata apa-apa pada Bagus karena mungkin itu hanyalah seorang perempuan yang ingin ngisengin bagus aja. Kalau tau yang nelpon itu ibu Nita pastilah dia akan menelepon balik dan menjelaskan semuanya.Bagus janji akan kerumah Nita dan akan menjelaskan pada ibu Nita semuanya.Dengar itu Nita jadi lega,dan segera mengakhiri teleponnya.
“tok tok tok.”
“iya tunggu bentar!”
Ketika pintu dibuka Bagus sudah didepan pintu. Nita yang kebetulan membuka pintu tercengang melihatnya.jarak antara Pekalongan dan Jogja kurang lebih 6 jam. Kapan dia berangkat pikirnya.
“Naik apa kesini?”
“Naik motor,emang nggak disuruh masuk dulu aku ini?”
“Siapa nduk?”Tanya ibunya
“Bagus bu.”
Ibunya yang sedang memasak di dapur segera keluar dan menemui tamu yang tidak diharapkan itu. Bagus sudah siap seandainya ibu Nita akan memarahinya habis-habisan karena kejadian semalam. Seperti yang telah diduga sebelumnya ibu Nita memarahi Bgus habis-habisan, namun Bagus saja mendengarkan omelan ibunya, baru setelah ibunya diam Bagus segera menjelaskan apa sebenarnya yang telah terjadi. Namun penjelasan itu malah membuat ibu Nita jadi semakin marah karena mengira kalauBagus sedang mengarang cerita. Nita yang sedari tadi diam tidak menyangka kalau ibunya akan berbuat demikian bahkan ibu Nita malah mengusir Bagus dari tempat tinggalnya. Nita buru-buru mencegah perbuatan ibunya. Namun Bagus tetap pergi , karena tak ingin terjadi pertengkaran antara ibu dan anak itu.
*********

Nita menjalani aktivitas seperti biasanya, kuliah dan kerja part time untuk menmbah uang jajan dan membuat tugas-tugas kuliah. Sebentar lagi ia akan menyelesaikan kuliahnya. Kini ia sedang mencari bahan yang akan digunakan untuk menulis skripsinya.
“Nit yuk jalan .”ajak Reno
“Ngak ah”
“Yadah kalau nggak mau jalan gimana kalau kita makan,aku yang traktir dech?kebetulan aku lagi ada rezeki dikit nich?”
Laper juga piker Nita.
“iya dech mau kalau ditraktir.”
“ih dasar muka gratisan “
“biarin mumpung ada yang nawarin”
Café dekat kampus menjadi pilihan mereka,selain dekat dengan kampus makanan yang dijual juga lumayan murah cocok untuk kantong mahasiswa yang pas-pasan, dan yang lebih penting rasanya tidak kalah dari restaurant-retauran mewah yang ada. Nita dan Reno memesan makanan yang sama,tak tahu kenapa Reno ikut-ikutan aja apa yang dipesan Nita,padahal biasanya kedua sahabat itu tidak pernah kompakan dalam hal apapun. Ketika ditanya Nita kenapa pesennya sama Reno hany menjawab suka-suka lah. Ditengah-tengah acara makan Reno mengungkapkan isi hatinya, Nita menganggap Reno hanya bercanda saja, namun Reno menyatakan serius dan ingin menikahinya. Reno mengeluarkan cincin indah bermatan berlian sebagai tanda bahwa dia tidak main-main.
“Kurasa 5 tahun sudah cukup bagiku untuk mengenalmu Nit, aku dan kamu tidak perlu berpacaran sebagai tahap yang sering dilakukan orang lain untuk mengenal pasangannya. Yang kadang malah berujung dengan MBA karena tak kunjung melangsungkan ikatan suci karena takut belum siap materi, sedangkan hasrat kian membara. Aku ingin menikahimu Nit, apapun kekuranganmu, bukankah ada pepatah jawa yang menyatan, Witting Tresno Jalaran Saka Kulina. Sepertinya ini terjadi padaku Nit.”jelas Reno Panjang lebar.
“Aku hargai keberanianmu itu, Ren,tapi aku butuh waktu. Kasih aku waktu ya”
Reno akhirnya member waktu Nita seminggu untuk menjawab pertanyaannya, sebelum mereka pulang karena aktivitas yang masih banyak dan harus segera diselesaikan.
*****
Nita nampak lari ketakutan seperti dikejar hantu. Hari itu dia berniat untuk membelikan oleh-oleh khas pangandaran kepada ibunya. Tak disangka-sangka dia melihat Bagus ditempat itunbersama seorang cewek cantik. Entah kenapa hatinya terasa sakit melihat kejadian yang dilihatnya. Harusnya dia bisa menyapa atau sekedar basa-basi menanyakan kabar karena lama tidak pernah bertemu. Tapi nita malah lari ketakutan seperti melihat hantu di siang bolong. Napasnya yang masih terengah-engah membuatnya kayak orang begok ketika ditanya mau pesen apa . Tak pernah menyangka kalau larinya mengantarkan kepadanya pada sebuah warung lesehan pecel lele yang ada disitu. Akhirnya ia pun memesan nasi pecel lele dan es degan, Beberapa lama kemudian pesanan datang. Nita buru-buru menghabiskan makanannya. Ketika suapan pertama, ia tercengang merasakan makanan yang telah dipesannya. Rasa bumbu dan pengaturan makanan sama persis seperti yang pernah dimakannya dengan Bagus. Walaupun sudah lama tidak makan makanan itu bahkan baru sekali memakannya waktu di Pekalongan, namun rasa itu tidak pernah ia lupakan.
Nita hampir menabrak dengan seorang lelaki yang ada didepannya.
“Nita!”sapa orang yang ada didepannya
Nita yang sedari tadi jalan sambil menunduk menoleh ke sumber suara. Tak disangka orang yang ada didepannya adalah Bagus. Mati aku gumamnya dalam hati, aku kesini kan untuk menghindari dia kenapa sekarang dia ada didepanku. Mungkin benar firasatku kalau ini warung milik Bagus.
“Kok diam aja, oh ya Sifa keponakanku yang membuat hubungan kita berantakan.”
“Sifa mbak.maafkan aku yak arena membuat hubungan kalian berantakan.”
“Tidak apa-apa kok mungkin memang belum jodoh.”
“Siapa tahu memang kita jodoh, buktinya setalah lama tidak ketemu,kita dipertemukan lagi disini.Ini salah satu cabang makananku, Aku masih mencintaimu tuan putri.”
“Gimana kalau kita kerumahnya mbak Nita lik, sekalian aku mau menjelaskan kejadian waktu itu.”ajak Sifa
“ndak usah ibuku tak akan mau mendengar penjelasanmu. Lagian aku sudah punya calon sekarang.”
“Baru calon kan?”tanya Bagus
Bagus lalu menrik paksa tangan Nita yang kecil itu kedalam mobilnya,Sifa mengikutinya di belakang. Posisinya Nita dan Bagus didepan sedangkan Sifa di belakang.
“Untuk apa Nit kamu kemari.”
“Cewek itu nggak baik sendirian jalan. Di wilayah lain lagi.
“Siapa yang sendirian,orang rame-rame ma temen,pasti temen-temenku pada keingungan nyariin aku,Aku tu sedang nyari bahan untuk menulis skripsi,aku memilih pantai pangandaran untuk bahan skripsiku. Tadi itu aku mau beliin oleh-oleh buat ibuku,eh malah ketemu kamu.”
“jadi yang lari-lari tadi dirimu to.oalah…apa aku ini kayak hantu to kok nyampe begitu ngelihat aku”
“tut tut tut”
Hanphone nita berbunyi,telepn dari temennya rupanya.ia menjelaskan pada temennya kalau ia pulang duluan karena ada urusan mendadak.
Didepan rumah Nita, ada ada beberapa tamu yang datang .Berpakaian rapi seperti acara lamaran. Siapa gerangan? tanya nita dalam hati. Ketika memasuki rumah, Nita kaget melihat Reno dan orang tuanya datang. Sudah seminggu rupanya Reno ngasih waktu untuk Nita memberikan jawaban,maka dari itu Reno datang kerumah Nita dengan membawa keluarganya. Nita tampak kebingungan untuk memberikan jawaban karena ada Bagus didepannya. Sebenarnya hati Nita sudah terpaku pada Bagus, tapi melihat kebaikan Reno, yang sellu sabar mendampinginya akhir-akhir ini, dia mulai luluh. Sifa yang sudah ada niatan untuk mengembalikan kepercayaan ibu Nita kepada Bagus tiba-tiba saja mengambil alih pembicaraan.
“Maafkan aku bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian kalau aku ikut campur masalah ini. Disini aku hanya ingin menjelaskan tentang kejadian 6 bulan yang lalu,yang karena ketiadasengajaanku membuat kepercayaan yang selama ini ada pada ibu nita kepada bagus kandas,Sebenarnya yang mengangkat telepon malam itu aku keponakannya lik Bagus. Setelah hal ini aku tidak akan ikut campur lagi masalah yang ada.”
Ibu nita menitikkan air mata mendengar penjelasan itu. Sedangkan Nita yang kebingungan dan galau hatinya menyerahkan semuanya pada ibunya.karena bagi Nita kebahagian itu karena adanya restu dari orang tua.
Ibunya pun memilih Bagus sebagai calon pendamping putrinya. Walaupun perih, Reno dengan lapang dada menerimanya,dan mengucapkan selamat atas kemenangan Bagus

Cerpen Karangan: Syofiyati
Facebook: Syofiyati

Cerpen Galau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rest Area

Oleh:
Entah apa yang menjadi alasan Ayumi seringkali menolak ajakan Nathan untuk bertemu. Namun Nathan enggan menyerah agar bisa bertemu Ayumi. Setelah 3 tahun lamanya mereka hanya bersua via media

Firasat

Oleh:
Namaku Zihni Fathina Azni, orang-orang biasa manggil aku Prizy, Princess Zihni itulah julukan aku. Gak heran orang-orang di sekolah manggil aku princess karena penampilan aku yang cantik dan anggun.

Sebatas Teman

Oleh:
Pagi itu, seorang gadis berlari di koridor kampus dengan tergesa-gesa. Ia Reya Latifa, seorang k-popers akut dan suka halu yang saat ini berada di semester empat jurusan Ilmu Komputer.

Salam Rindu Di Album Kenangan

Oleh:
Malam ini aku masih menikmati malam yang begitu indah menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit, angin kumbang pun terasa dingin mendesir menggugah pori-poriku. Namun, semua itu bertolak belakang dengan

Tentang Mencintai dan Dihianati

Oleh:
Suara gemuruh sorak bergembira teman teman sekolahku memenuhi halaman sekolah mendengar pengumuman hasil UN di SMA ku (Salah satu SMA di Pekalongan) 100% lulus. Begitupun aku dan teman teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *