Gara-Gara Caraka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 26 June 2013

“Raka…!!!” teriak Bu Ely (guru Bahasa Indonesia). Seisi kelaspun terdiam, mengalihkan padangannya ke Caraka. Bu ely menghapiri bangku caraka. “Kka, bangun ka” Nano teman sebangku Caraka mencoba membangunkannya, tapi caraka tak menggubrisnya, teriakan bu ely terdengar seperti kicauan burung yang lewat. Caraka terbangun saat bu ely menjewer kupingnya. “Auuuuwww” teriak caraka. Diapun nyengir kesakitan.
“Caraka ini jam pelajaran. Mengerti!” ucap bu ely
“i.. ia bu, saya tau” jawab caraka. Dia menedang-nendang kaki nano untuk meminta bantuan. Tapi nano malah senyam senyum.
“Lalu kenapa kamu tidur” tanya bu ely. Caraka malah meringis. Bu ely akhirnya membawa caraka ke depan dan menyuruhnya berdiri sampai jam pelajaran selesai.
“Angkat kaki kirimu, tangan menyilang memegang kuping!” perintah bu ely. Carakapun menuruti ucapan bu ely. Tetapi sesekali caraka masih menguap, dan beberapa kali hampir terjatuh karena mengantuk.

Satu jam setengah berlalu. Akhirnya pelajaran Bahasa Indonesia berakhir.
“Jangan ulangi lagi caraka” ucap bu ely sambil keluar kelas diikuti siswa lainnya. Carakapun hanya mengangguk. Nano menghampirinya.

“Kantin yok, mas bro” ajak Nano
“Gila lo… teman menderita masih mikirin kantin” caraka merasa dirinya tak diperhatikan oleh sohibnya. “ye… itukan urusanmu, bukan urusanku” ucap nano tenang. “Sialan!” upat caraka. Nano malah merangkul sohibnya ini dan mengajaknya Ke kantin. Nano dan Caraka meraka dipertemukan karena sama-sama masuk kelas X Akuntansi 2 dan hanya ada 4 cowok yang di kelas itu, tapi yang dua sukanya bergaul sama anak cewek jadi, mau tak mau Caraka dan Nano harus bersatu, dan sampai sekarang menjadi sohib. Bagi caraka, nano itu sangat penting karena dia pintar dan berbakat. Lha kalau bagi nano, caraka ini pengacau plus pengganggu. Tapi nano setia banget dengan caraka. Dalam keadaan suka maupun duka mereka tetap bersama. Cerita yang bikin nano kasihan pada caraka adalah saat dia ditolak oleh kakak kelasnya (Asya Rennada). Awalnya nano gak percaya kalau caraka ternyata bisa naksir kakak kelas. Pikirnya, mana mungkin tu kakak kelas mau sama Caraka yang pengacau dan suka ikut campur urusan orang. Tetapi nano tercengan ketika melihat Caraka akrab dengan kakak kelasnya itu. Mungkin memang ada sisi lain yang dimiliki caraka yang membuat orang lain menyukainya.

Caraka dan Nano berjalan menuju kantin, yang letaknya berada di paling pojok sekolahan, dan harus melewati lorong kematian.. ho ho ho ada-ada aja,..
“Nano” panggil seorang cewek, Caraka dan Nanopun menghentikan langkahnya. Tangan nano yang merangkul caraka langsung ia lepaskan.
“Eh .. ayank Silvi. Ada apa?” tanya Nano pada cewek itu yang tak lain adalah pacaranya.
“Kantin sama aku yuk yank” ajaknya sambil menarik tangan Nano. Waduh inilah pilihan tersulit bagi nano, dia pilih caraka atau Silvi. Ya pasti Silvi lah.
“Ayok!” Nanopun meninggalkan Caraka sendirian di lorong kematian. Carakapun hanya melongo melihat sohibnya meninggalkanya sendiri.
“Heh… jangan berdiri disitu!” bentak salah satu kakak kelas yang sedang duduk-duduk di lorong itu, bukan karena mau cari masalah sama caraka, memang lorong itu sempit jadi mengganggu sekali kalau caraka berdiri disitu. Carakapun langsung lari ke kantin.
“Yank kamu bakso apa mie?” tanya silvi ke Nano. Caraka hanya melongo memandangi mereka. “Basko ada deh yank” jawab Nano sok so sweet sambil melirik Caraka, caraka langsung memalingkan wajahnya. Silvipun pergi memesan Basko untuk ayank Nano.
“Kka, gak makan?” tanya Nano pada caraka. “Gak lapar” jawabnya. Caraka memandangi seisi kantin, berharap bisa Liat kak Asya. Caraka langsung berdiri saat melihat Asya berjalan ke kantin. Dia berniat untuk menghapiri Asya. Bruuuukkk…
“Caraka!!” teriak silvi, dia menabrak silvi dan menumpahkan 2 mangkok bakso keseragam silvi. “haiiish… Sialan lo Kka” ucap Silvi. “e… kok aku, lo juga salah kale, udah liat aku mau jalan kesana” elak caraka. “caraka… lo yang tiba-tiba jalan terus nabrak gue…” ucap silvi sebal. Nanopun langsung melerai mereka. “Udah… udah, ayank gak apa-apa?” tanyanya pada silvi. “enggak!” jawab silvi ketus. Caraka melihat Asya tersenyum padanya. ‘ah… kak asya’ batinnya.
“Kka, kamu mau kemana sih?” tanya Nano. Caraka menggeleng seperti anak kecil yang gak mau di kasih makan. Silvi masih terlihat kesal, akhirnya silvi meninggalkan Nano dan Caraka.

Malam ini malam minggu, Caraka hanya termenung dikamarnya. ‘Coba kalau aku punya pacar udah malmingan pastinya’ pikirnya dalam hati. Akhirnya dia memutuskan ke rumah Nano.
“No, mau kemana?” tanyanya
“ya malmingan lah” jawabnya
“Ke rumah silvi” tanyanya lagi. “ya iyalah” Nano menggeleng-gelengkan kepala mendengar pertanyaan caraka.
“aku ikut ya” dengan santai Caraka langsung duduk di jok belakang sepada motor nano
“Hah” Nano bingung dengan sohibnya ini. Karena tak ada pilihan lain akhirnya mereka berdua meluncur ke rumah silvi.

Di rumah silvi
“Ayank” ucap Nano pada silvi saat membuka pintu, silvipun tersenyum manis, tapi senyumnya hilang saat caraka tiba-tiba muncul di belakang Nano.
“Kenapa kamu ajak dia?” tanyanya pada Nano
“Kasian yank, dia kan Jones alias Jomblo Ngenes” hehehe ucapnya pada Silvi, silvipun hanya tersenyum sinis. Akhirnya merekapun masuk ke dalam rumah. Caraka asyik nonton tv di rumah silvi, tertawa terbahak-bahak, gak ingat apa kalau itu rumah orang bukan rumahnya. Untung aja orang tua silvi lagi keluar.
“Yank, caraka berisik tau!” gerutu Silvi. “Biarin yank” jawab Nano.
“Kamu kenapa sih belain dia terus” Silvi mulai sebal
“Kan dia sohib aku yank” ucap nano sok kalem
“Sohib ya sohib, tapi gak kayak gitu” Silvi dan Nanopun bertengkar. Caraka pura-pura tak tau padahal sebenarnya tau.
“Aduh yank, sudalah” ucap Nano
“Kalau kamu tetap temenan sama dia Kita PUTUS!” Jederrr… Gubraaakss… Nano hanya melongo mendengar ucapan silvi.

Silvi menghampiri caraka dan mengusirnya Pulang.
Akhirnya mereka Pulang… kali ini yang menyetir Caraka karena Nano lagi Galau habis diputusin… hahahaha “Gara-gara lo Caraka!” teriak Nano.. caraka hanya nyengir (tampang tak bersalah).

Keesokan harinya, Nano dan Caraka melihat silvi udah berduan sama cowok lain.
“Bilang aja minta putus karena cowok Lain, pake gue yang jadi alasan” ucap Caraka, lalu merangkul Nano sohibnya. Nano hanya menunduk lemas.

Cerpen Karangan: Anitrie Madyasari
Facebook: Anitrie Ganbatte Pholephel

Cerpen Gara-Gara Caraka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Definisi Cinta (Part 1)

Oleh:
Malam begitu terasa sepi. Ingin rasanya aku memiliki seorang kekasih. Seorang pria yang mampu membuatku nyaman. Memberiku perhatian. Dan tentunya melindungiku. Dulu memang aku tak mengenal apa itu cinta.

Sahabat Tercinta

Oleh:
Aku mempunyai 5 sahabat. Namanya Natasya Theresia Switsz dipanggil Theresia, Namira Tania Keisha dipanggil Mira, Putri Chaterine Tenila dipanggil Tenila, Katty Melissa dipanggila Meli, Tania Auriel Missy dipanggil Tania.

25 Anak Tangga Pada 35 (Part 3)

Oleh:
Sepertinya dia telah pergi aku kembali memasuki rumahku. Baru ini ada orang menculikku dengen izin. Masih gelap dan tetap gelap hingga masa depan itu datang mendekat aku bisa bernafas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Gara-Gara Caraka”

  1. Pera Pebrianti says:

    iiihss,, kereen banget cerpen’a,, Sederhana tapi menarik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *