Gara Gara Handphone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Andre. Seorang pria lajang usia matang, memiliki pekerjaan tetap. Andre adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan minyak sangat terkenal dan tentu saja multi nasional. Andre adalah seorang pria yang hidup sendiri di ibu kota Indonesia. Aktifitasnya hanyalah semacam rutinitas yang sudah biasa ia lakukan.

Semua aktifitas itu dia lakukan setiap hari tanpa ada sesuatu yang spesial. Semua ia jalani seperti biasa saja.
Semua teman semasa sekolahnya dulu sudah lama hilang kontak dan sudah lama tak berkabar. Namun walau mereka sudah tak bertemu secara fisik, melalui teknologi canggih bernama media sosial mereka tetap terhubung.

Sebagai pemuda masa kini dan tidak gagap teknologi, Andre selalu tertarik dengan apa pun yang berbau teknologi canggih termasuk juga handphone. Menurutnya handphone adalah sebuah alat penunjang bagi kehidupan sehari-hari dia. Handphone adalah sekretaris pribadi Andre, selain alat untuk menunjang pekerjaaannya, handphone bagi Andre juga merupakan alat penunjang gaya hidup.

Semua hal dia simpan di dalam memori card handphonenya. Mulai dari daftar kontak nomor telp, kontak BBM, kontak WA maupun semua file yang menyangkut pekerjaan semisal presentasi meeting, schedule meeting, kontrak kerja sama dan lainnya. Andre benar-benar tergantung pada gadgetnya itu, saking tergantungnya Andre pada handphone, dia sudah menganggap handphone adalah sebagai pacarnya dia.

Hari-hari dilalui Andre seperti biasa, seperti senin pagi ini dia berangkat bekerja seperti biasanya walaupun pada pagi harinya sudah turun hujan begitu lebatnya. Berhubung dia hari ini ada janji meeting, ia tetap berangkat ke tempat dimana ia meeting dengan menggunakan ojek setelah memesannya terlebih dahulu melalui aplikasi online di hapenya.

Namun naas bagi Andre, saat dalam perjalanan, ojek yang dia tumpangi bersenggolan sedikit dengan mobil di belakangnya, sehingga driver ojek dan juga Andre pun terjatuh. Tidak ada luka serius, mereka berdua baik-baik saja namun pada saat kejadian tersebut Andre sedang sibuk memegang handphonenya dan pada saat Andre terjatuh, hapenya pun ikut terlempar dan sialnya lagi terlindas mobil di belakangnya.

Andre pun langsung dievakuasi oleh warga sekitar namun karena tidak ada luka serius, andre tetap melanjutkan pertemuan dengan kliennya dikarenakan kliennya sudah menunggu lama. Namun Andre tidak bisa berbuat banyak dengan hapenya, hapenya mati total dan layarnya pun sudah pecah. Andre merasa bersyukur karena memori card dan kartu sim yang tertanam di hapenya tidak ikut rusak.

Sorenya setelah pulang bekerja, Andre pun segera meluncur ke sebuah pusat perbelanjaan di kotanya dengan maksud membeli hape baru. Ia pun langsung menuju lantai atas mall tersebut yang merupakan pusat penjualan handphone. Ia pun masuk ke dalam salah satu gerai handphone besar dan mulai melihat-lihat handphone.

Saat melihat-lihat calon handphone barunya, seorang gadis muda cantik yang merupakan karyawati di gerai handphone tersebut menghampirinya dan bertanya: “apakah ada yang bisa dibantu?”, Andre yang kaget langsung saja menoleh ke wanita muda ini dan menatap bengong.
Andre terdiam beberapa detik sampai akhirnya mba karyawati handphonenya menepuk bahunya. Andre kaget plus tanpa sengaja langsung berkata “ehh iya mba, cantik amat sih, pacaran yukk?” dan si karyawati ini pun tertawa kecil dan andre pun segera tersadar dan tertunduk malu lalu meminta maaf kepada gadis tersebut.
Sang karyawati pun hanya tersenyum dan kembali menanyakan sedang mencari handphone apa.

Setelah memilih dan memilah disertai dengan penjelasan mendalam dari sang karyawati cantik itu, jatuhlah pilihan Andre pada sebuah handphone yang memang bukan keluaran terbaru namun dapat mengakomodir segala kebutuhan dia. Setelah membayar handphone tersebut, Andre pun langsung membawa handphone tersebut dan bergegas kembali ke kostnya.

Yang tidak disadari oleh Andre adalah sang karyawati cantik tadi menyelipkan sebuah kertas di dalam kotak handphonenya, sebuah kertas yang bertuliskan “kalau kamu mau tau aku mau atau tidak jadi pacar kamu, hubungi no. ini 085210766xxx.” Di dalam perjalanan pulangnya, Andre tidak membuka kotak tersebut dan hanya sibuk mempelajari handphone barunya tersebut.

Sesampainya di kost, andre segera membersihkan diri dan segera menyantap makanan yang sudah dia beli sesaat sebelum meninggalkan mall. Setelah semuanya beres dan saat Andre sedang santai di atas tempat tidurnya, barulah ia memeriksa kotak handphonenya dengan maksud mengambil charger hapenya dan disaat itulah dia menemukan selembar kertas kecil yang diselipkan oleh sang karyawati cantik tadi.

Andre yang membaca tulisan itu merasa senang namun ada keraguan untuk menghubungi gadis karyawati handphone itu. Keraguannya itu dikarenakan Andre merasa saat ini masih jam kerja si gadis cantik tersebut sehingga andre menahan diri untuk tidak sesegera mungkin menghubungi gadis cantik tersebut. Ia memutuskan untuk menghubungi gadis itu setelah mall tempat gadis itu kerja tutup.

Setelah agak larut, barulah ia mencoba menghubungi gadis tersebut. Pertama sekali, ia mencoba mengirim SMS kepada gadis tersebut, yang berisi “terimakasih no. hapenya. Maaf kalau saya lancang tadi, saya andre, kamu?”, selang beberapa lama kemudian, masuklah balasan dari wanita cantik itu. Isi balasannya adalah: “iya, sama-sama ya. Tidak apa-apa ndre, muka kamu tadi lucu banget waktu malu tadi. Aku Dita, Andita, salam kenal ya andre”.
Dan begitulah awalnya, pada malam itu andre dan dita selalu berbalas sms sampai lewat tengah malam. Andre sangat senang karena kini ia punya teman mengobrol di saat ia sedang santai, dita selalu membalas setiap pesan yang andre kirim. Bahkan, setelah malam itu, mereka tidak lagi saling SMS, namun sudah saling bertukar pin BB dan mulai mengobrol di aplikasi chatting semisal WA dan BB.

Semakin hari, intensitas obrolan andre semakin meningkat dan semakin dekat, hingga setelah mengenal dan bertemu selama hampir 4 minggu, andre kembali mengajak dita untuk ketemuan. Namun pada pertemuan kali ini Andre berniat menyampaikan isi hatinya kepada dita dan berniat meminta dita menjadi pacarnya. Saat ia meminta dita ketemu, dita mengiyakannya, dita berkata bahwa mereka bisa bertemu saat dita off/libur kerja dan andre tidak ada masalah dengan itu.

Saat yang andre tunggu pun tiba, hari dimana ia akan bertemu dita dan meminta dita menjadi pacarnya. Andre gugup luar biasa, selain gugup, Andre juga khawatir bila nanti dita menolak andre untuk jadi pacarnya. Namun tekat andre sudah bulat dan andre sudah siap mental dengan apapun jawaban dari Dita nantinya.

Setelah sampai di sebuah kafe yang memang merupakan tempat mereka janjian, andre pun segera memberitahu dita bahwa ia sudah menunggu di kafe.
Dan dita pun langsung bergegas menuju kafe tempat ia janjian dengan Andre. Setelah bertemu dan selesai menyantap makanan yang mereka berdua pesan, barulah andre menyampaikan isi hatinya kepada dita.
Andre membulatkan keberaniannya dan berkata pada dita “Dita, aku terimakasih karena kamu memberikan no. hape kamu waktu itu dan aku juga bersyukur kita jadi semakin dekat seperti sekarang ini, namun jujur saja, aku tidak hanya ingin sekedar menjadi teman kamu saja Dita. Dita, maukah kamu menjadi pacarku?”
Dita yang agak kaget mendengar ucapan Andre tadi pun tersipu malu. Sebenarnya, jauh di dalam lubuk hati Dita, Dita juga menyukai Andre. Di mata Dita, Andre adalah sosok pria sederhana dan lucu yang apa adanya, terkesan tidak dibuat-buat dan tidak macam-macam. Bagi Dita, Andre juga sosok pria perhatian dan penyayang.

Dengan sengaja Dita agak lama menjawab pertanyaan andre dan andre pun menunggu dengan wajah cemas tapi juga berharap. Setelah sekitar 20 menit diam, dita berkata “iyaa, aku bersedia jadi pacar kamu andre”. Andre yang mendengar jawaban itu sangat senang setengah mati sampai lupa bahwa ia masih berada di kafe. Andre berteriak kegirangan “Yeee, gue diterimaaa…”. Sontak seluruh pengunjung kafe melihat ke arah teriakan andre dan andre pun langsung meminta maaf kepada seluruh pengunjung. Dita yang melihat hal itu hanya tertawa saja.

Dan mulai hari itu, Dita dan Andre pun resmi menjadi sepasang kekasih yang saling mengasihi dan menyayangi. Mereka pun dikelilingi oleh bunga-bunga asmara yang membara di hati masing-masing.

Cerpen Karangan: Romy Hadi
Blog: dombaaries.blogspot.com
Cuma suka menulis tentang apa aja, suka jalan-jalan, suka makan juga.

Cerpen Gara Gara Handphone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Percakapan Tiga Setengah Jam

Oleh:
Tiga jam berlalu sejak kami saling duduk berhadapan di antara hamparan kartu, uang, kulit kacang dan gelas-gelas wine kosong. Wajah Greg memerah sambil kedua alisnya bertaut, memandang hampa pada

Azfan, Aku Cinta Kamu!

Oleh:
Aku terpaku melihat cowok itu. Yah, namanya Azfan. Oh iya, perkenalkan, namaku Refania. Kalian bisa memanggilku Refania atau Refa. Lho, lho…? Kok tadi kayaknya ada yang nyenggol bahuku, yah?

Cinta Musim Gugur

Oleh:
Hari ini hari pertamaku melihat musim gugur, sungguh pemandangan yang sangat indah, jatuhan daun sakura yang cukup indah menghiasi jalan jalan di kota seoul, ku buka jendela apartemen untuk

Hujan

Oleh:
Tikaman hujan yang mendera bumi. Melengkapi Dea yang sedang menyendiri di sebuah halte bus. Roy yang sejak tadi ditunggunya selama berjam-jam tak kunjung datang. Raut wajahnya terlihat gelisah. Sebab

Antara Kita

Oleh:
Dalam sebuah keterasingan aku berjalan kaku. Aku tak ingin menoleh sedikitpun ke belakang. Aku ingin terus menatap masa depan. Tapi di depan sana banyak sekali tikungan. Sebenarnya dalam hati

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *