Gara Gara Sekotak Bekal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 April 2018

Sekarang aku sedang berada di Rooftop, tempat biasa aku memakan bekal yang kubawa. Tapi hari ini aku sedang sial, bekal makan siangku dirampas Troublemaker-troublemaker menyebalkan yang ada di sekolahku ini. Tapi aku juga tidak berani melawan, apalah dayaku yang hanya anak cupu biasa..
“Sabar perutku… nanti sepulang sekolah kamu pasti akan kuberi makan” Ucapku sambil mengelus-elus perutku yang malang huhu…

“Kenapa kau tidak makan?” tanya seseorang, siapa sih orang ini? Mengagetkanku saja!
“Kau siapa?” tanyaku padanya. Dan ia langsung tersenyum sambil mengulurkan tangannya, astaga dia tampan sekali saat tersenyum, hehe..
“Perkenalkan namaku Ardi, kau?” aku pun menerima uluran tangannya. “A- aku Mika. Ah ya apa maksud pertanyaanmu ‘tadi’?”
“Ya aku hanya bertnya padamu, kenapa kau tidak makan? Karena biasanya jika ke sini pasti kau membawa sekotak bekal dan memakannya di sini, right? Tapi kali ini kau tidak makan?”
WHAT!! Jadi selama ini dia selalu memperhatikanku saat makan? Tapi bagaimana bisa aku tidak pernah mengetahuinya ..
“Jadi kau selalu men-stalkerriku saat makan?”
“Emm… Sebenarnya aku sangat suka melihatmu makan, kau seperti sangat menghayati saat makan. Sekarang giliranmu yang menjawab pertanyaanku, Mika!” Ihh orang ini benar-benar gila, meskipun dia tampan sih.. tapi kan tetap saja tidak sopan memperhatikan orang diam-diam.
“Huhh.. Look! Kenapa kau mau tahu urusanku!?”
“C’mon aku kan hanya ingin tahu,”

“Okey.., jadi begini. Hari ini sebenarnya aku membawa bekal tapi saat aku sedang dalam perjalanan ke sini, bekalku di rampas oleh anak-anak troublemaker menyebalkan. Then , so… aku tidak jadi makan.”
“Wah mereka keterlaluan sekali! Mika ayo ikut aku!” Ardi menarik tanganku dan mengajakku entah ke mana. Orang ini benar-benar menyebalkan. “Hey lepaskan aku! Jalannya pelan saja bisakan! Bisa beritahu aku ke mana kita akan pergi?”
“Kau diam saja, jangan cerewet!!” Aku pun langsung bungkam karena dimarahi olehnya, huh memang dia siapa mengatur-aturku seperti ini, MENYEBALKAN!!

Dan di sinilah aku sekarang, di kantin. Ardi memaksaku duduk, dan kemudian dia duduk berhadapan denganku. “Kenapa kau membawaku ke kantin?”
“Untuk berobat!!” jawabnya sakartis
“Apa!?”
“Tentu saja untuk makan lah!! Sudah kau mau makan apa? Tenang saja aku yang bayar”
“Tunggu dulu! Kenapa kamu malah mengaturku seenak jidat! Memang siapa dirimu?!”
“Mika kenapa kau susah sekali hanya disuruh makan! Aku kan tidak menyuruhmu mencuci bajuku. Lagi pula kau kan belum makan, nanti bagaimana jika kau pingsan di jalan..” Hah dia pintar sekali berargumen. Tapi, ah sudahlah aku lelah berdebat dengannya, lama-lama membuatku lapar juga.
“Okey Whatever!” jawabku malas. Akupun memesan sepiring nasi goreng dan mencuekinya selagi aku makan, sedangkan dia terus memperhatikanku yang sedang makan. Kuselesaikan makanku secepat mungkin agar aku bisa kembali ke kelas dan menghindarinya.

“Sudah selesai?” tanyanya
“Sudah, apa kau sudah puas sekarang?” jawabku ketus
“Yap tentu saja!” jawabnya antusias, dia terlihat seperti anak kecil jika sedang senang. Emm cutee..
“Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kelas dulu ya, thanks buat tratirannya.”
Baru saja aku beranjak dari tempat dudukku Ardi mencekal tanganku dan menahanku. “Ada apa lagi?” tanyaku.
Besok aku akan menunggu di depan kelasmu!”
“Apa! Tapi untuk apa?”
“Aku akan menemanimu sampai rooftop, agar bekalmu tidak dirampas lagi” jelasnya, ya aku mengerti niatnya baik jadi… “Okey, terserah kau saja!” jawabku sambil tersenyum dan kemudian aku benar-benar beranjak pergi.

Keesokan harinya..
Ardi benar-benar menepati omongannya, saat aku keluar dari kelas Ardi sudah berada di depan kelasku. Dan tanpa sepengetahuannya aku membawa dua bekal yang satu untuk Ardi. Tentu saja aku tidak enak kalau Ardi hanya melihatku yang sedang makan, jadi aku juga membawakan bekal untuknya.
Aku langsung jalan mendahului Ardi, aku tidak mau berjalan beriringan dengannya. Bagaimana nanti jika aku berjalan beriringan dengannya, anak-anak lain pasti akan bilang “hey lihat! Handsome and the Beast lewat”
“Hah dia pasti menggoda Ardi!” itu pasti, karena baru kuketahui ternyata Ardi anak basket yang punya banyak penggemar di sekolah ini.

Dan seperti kemarin saat aku lewat di pertigaan koridor, 3 kunyuk troublemaker itu menghampiriku. Mereka pasti akan merampas bekalku lagi.
“Hey cewek cupu.. mana makan siangnya? Kita udah laper nih nunggu dari tadi..” kata salah satu dari mereka.
“Ti-tidak bisa! I- ini punya k-ku!” jawabku tergagap
“Apa! Ka-“ orang itu langsung terdiam manakala tiba-tiba Ardi tiba-tiba merangkulku, dan aku sangat sangat sangat kaget. “A-Ardi?” gugupku
“Ardi kau-“ uacap orang itu sambil melirik dan menunjukku bergantian dengan Ardi.
“Sudahlah Chris, kau jangan mengganggu Mika lagi!” Suruh Ardi. Apa Ardi kenal dengan mereka?
“WOW… Jadi kau bersama dengan cewek cupu ini sekarang?” tanya yang lain
“Namanya Mika. Kuperingatkan sekali lagi, jangan ganggu Mika” Ucap Ardi yang masih merangkulku
“Oke oke…, heh Mika sekarang kau bisa bebas, tapi lihat saja nanti!” bisiknya tepat di telingaku, sampai aku merinding dibuatnya.
Ardi langsung menarikku pergi dari situ.

Sekarang aku sudah berada di rooftop dengan Ardi yang duduk berhadapan denganku, kukeluarkan kotak bekalku dan kuberikan yang satunya pada Ardi. Tapi dia malah terlihat bingung, dasar aneh.
“Hey ada apa? Kenapa kau malah diam saja?”
“Ini untuk apa?” tanyanya sambil menunjuk bekalnya
“Tentu saja untuk kau makan. sudah jangan banyak tanya, makan saja bekalmu!”
Kulirik Ardi yang sedang membuka tutup bekalnya. Matanya terlihat berbinar begitu juga saat dia menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.

“Maaf kalau makanannya hanya telur orak-arik hari ini ibuku kehabisan bahan masakan dan yang tersisa hanya telur dan beberapa sayuran saja, jadi tidak bisa memasak hal lain”
“Tidak Mika, menurutku makanan ini lebih istimewa dibanding masakan restoran bintang lima sekalipun. Karena apa? Karena makanan ini di buat oleh tangan seorang ibu, dan terdapat banyak kasih sayang di dalamnya” jelasnya dengan tatapan sendu, aku jadi kasihan dengannya..

“Ardi tolong dengarkan aku sebentar. Jika kau punya masalah yang tidak bisa kau ceritakan pada orang lain, please.. ceritakan saja padaku agar kau lega” tekanku padanya. Aku sangat ingin mengetahui apa masalahnya mungkin aku bisa membantunya kan..
“Mika aku-, aku tak apa. Hanya saja sudah lama aku tak memakan makanan buatan seorang ibu, rasanya benar-benar enak” jawabnya. Baiklah sekarang aku mengerti apa masalahnya, sepertinya aku bisa sedikit membantunya.

Kuambil ponsel dari saku bajuku, untuk mengirim sebuah pesan pada ibuku.
“Hey siapa yang sedang chat-an denganmu? Kenapa kau senyum senyum?” tanya Ardi sambil memicingkan matanya.
“Memang kenapa? Kau cemburu yaaa…!??” godaku
“Tidak!!”
“Mengaku saja!” paksaku.
“Tidak Mika!”

Hari ini Ardi mengantarku pulang, tapi saat dia akan langsung pergi aku menahannya dan menyuruhnya masuk ke rumah dengan alasan ada yang ingin kuberikan untuknya. Ardi pun hanya menurut saja
“Di tunggu sebentar ya”
“Okey”
Aku pun langsung masuk dan langsung menyuruh ibu keluar menemui Ardi.

“Eh kamu temannya Mika ya?”
“Ah i-iya bu, saya Ardi”
“Nak Ardi ayo masuk ikut makan malam sekalian sebelum pulang”
“Tidak usah bu, merepotkan ibu saja..” tolak Ardi
“Heh udah ayo ikut aja” ibu pun menarik Ardi dan mengajaknya duduk di meja makan dan kebetulan Ardi berhadapan denganku, dia menatapku terus.
“Ardi, Mika sudahi dulu tatap-tatapannya nanti dilajut lagi. Sekarang kita makan dulu” tegur ayahku
“Ayah!” aku langsung memprotes ayahku, sedangkan ayahku malah hanya tertawa.
“Sudah-sudah. Ayo Ardi makan yang banyak biar gak kurus kaya Mika” ucap ibu sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk Ardi.
“Apa! Aku tidak kurus!” protesku lagi. Ardi hanya tertawa, kami pun makan bersama dengan suasana yang hangat.
Ardi pun bertatapan denganku bibirnya bergerak seakan mengatakan kata ‘thanks’, aku pun hanya membalasnya dengan senyuman.

Di Rooftop
Kusandarkan tubuhku padanya, ku ingat-ingat semua kejadian akhir minggu ini yang sangat aneh. Gara-gara sekotak bekal aku bertemu dengan Ardi seseorang yang sekarang selalu bersamaku, menjagaku, juga menjadi bagian dari keluargaku. Yang awalnya ‘dia’ hanya orang aneh yang selalu menstalkeriku saat makan, dan kemudian dia menjadi teman yang melindungiku. Dan sekarang dia menjadi bagian dalam hidupku.

“Mika kurasa Tuhan sengaja menuntunku ke sini agar bisa bertemu denganmu..” ucap Ardi
“Hmm apakah itu hal bagus?”
“Tentu saja, karena Tuhan tahu hanya kau yang bisa mengerti diriku. Tuhan benar-benar mengabulkan doaku dengan mempertemukan kita”
“Memang apa doamu?”
“Mendapatkan kebahagiaan, dan sekarang kebahagiaan itu kudapatkan darimu..”
“Baguslah…”

Cerpen Karangan: Arachan
Facebook: Ariaty rachimatul azzahra

Cerpen Gara Gara Sekotak Bekal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Matahari di Bulan Desember

Oleh:
Udara segar, belum terkontaminasi polusi pabrik dan asap kendaraan bermotor serta hijau daun, masih asri warnanya. Hanya sesekali tersentuh debu-debu jalan yang ingin menghampiri sekedar bercerita sedikit. Terkadang kupu-kupu

Apa itu Cinta?

Oleh:
Aku melamun di atas rerumputan kering di bawah sinar sang rembulan, memikirkan kata yang sering ku dengar namun tak pernah ku rasakan baahkan aku tak mengerti apa maksud dari

Terlupakan, Gak Mungkin (Part 1)

Oleh:
Namaku Els Muise Waise, aku siswa kelas 11 Sekolah Menengah Atas di sebuah kota yang sangat buruk keadaannya. Huft keadaan udara di sekitar kota semakin panas. Asap kendaraan tersebar

My Name Is Angel Part 5, 6 & 7

Oleh:
Part 5 Angel merebahkan dirinya dikasur nya yang empuk. Angel melihat sebuah boneka Teddy Bear nya yang berwarna pink yang dibelinya ketika liburan di London. Angel mengambil boneka itu

Masih Segalanya

Oleh:
Sekolah pun dimulai, aku sekarang berada di kelas 7, aku sekolah siang dan menempati ruangan setelah kelas 8. Suatu hari temanku bertanya padaku. “kamu kenal Kak Heldy?” tanya dia,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *