Geeky Gamers

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 March 2018

Di kelas, hampir semua siswa keluar kelas ke kantin, kecuali aku. Aku merasa seperti tak dianggap di kelasku ini. Aku merasa sendirian di tengah keramaian kelas ini. Aku tak punya teman, hanya game lah yang menjadi “teman setiaku”. Akankah game bisa membuatku punya banyak teman, dan lebih dianggap sebagai “kaum mayoritas” di kelas?

“Alikaa! Ayo duel main get rich sama aku” kata Rico menantangku
“Ayo, kamu yang invite ya” kataku
“Iya” kata Rico

“Hahahaha cupu lo, ngalahin gue aja lu gak bisa, wekk!” kata Rico
“Ahh curang lu, lu pake kartu yang “ability-nya” tinggi, huh” kataku
“Ya itu mah nasib lu keles, terima aja nasib lu sis, hahaha!” seru Rico mengejekku
“Iya deh gue ngaku gue gamers cupu, puas lo?” kataku
“Ciahh akhirnya nih bocah ngaku juga hahaha!” kata Rico

*kringgggg*
“Woe udah bel masuk tuh, nanti lanjut lagi main gamenya, kalo lu kalah, lu harus jadi budak gue, oke?” kata Rico
“Oke fix, kalo lu yang kalah, lu yang jadi budak gue ya?” kataku
“Oke, siapa takut!” seru Rico
“Woe ada guru!” seru anak lain

“Selamat pagi anak-anak” kata Bu Guru
“Pagi buuu!!” seru semua siswa di kelas
“Hari ini ibu punya tugas kelompok untuk kalian, satu kelompok tiga orang ya, silahkan bentuk kelompok sendiri-sendiri” kata Bu Guru

Aku sebenarnya paling trauma sama yang namanya tugas kelompok, karena setiap ada tugas kelompok pasti aku selalu gak dapat kelompok. Sampai hari ini, aku pun tidak mengerti dimana letak kesalahanku, aku merasa tidak pernah menyakiti atau menyinggung hati mereka.

“Hey, aku sama kamu ya Kay?” tanyaku
“Hmm maaf ya, kelompokku udah penuh, hehehe” kata Kayla
“Indah, aku sama kamu ya, aku belum dapet kelompok nih” kataku
“Ihh jijik gue sama lu, gue gak mau, titik!” seru Indah
“Oh ya udah deh gak papa” kataku tertunduk lemas

“Eh Alika, sini sama aku aja” kata Doni
“Eh Don, lu gila ya? Gue gak mau satu kelompok sama dia!” seru Rico
“Kalo lu gak mau satu kelompok sama Alika, lu bisa cari kelompok lain!” seru Doni
“Selow bro, iya deh gue mau satu kelompok sama Alika” kata Rico
“Maaf Don, aku udah buat kalian bertengkar” kataku dengan raut wajah sedih
“Iya gak papa, gak usah merasa bersalah gitu Ka” kata Doni menenangkan ku

“Anak-anak sudah dapat kelompok semua?” tanya Bu Guru
“Sudah bu!” sahut siswa di kelas berbarengan
“Buka buku Sosiologi halaman 121, di materi itu, kalian buat powerpoint, lalu kalian presentasikan ke depan, minggu depan kalian presentasi, jelas?” tanya Bu Guru
“Jelas bu!” kata siswa di kelas berbarengan

*kringgggg*
“Anak-anak karena bel pulang sudah berbunyi, kita akhiri sesi ajar-mengajar ini, selamat siang!” seru Bu Guru
“Siang Bu!” kata siswa di kelas berbarengan

Pulang sekolah…
“Woe, jadi main get rich lagi? Inget ya perjanjian kita Ka!” kata Rico
“Iye bawel!” seruku

“Hay Alika!” sapa Doni merangkulku
“Hmm hay juga Doni!” sahutku dengan gerogi
“Kamu pulang sendiri?” tanya Doni
“Iya” sahutku
“Pulang sama aku yuk!” seru Doni
“Hmm maaf ya, aku udah bawa motor” sahutku
“Oh gitu, ya udah hati-hati ya!” kata Doni
“Iya, aku duluan ya!” kataku
“Sip!” sahut Doni

Di Rumah
“Woe, cepet invite gue” kata Rico di chat
“Iya, wait” kataku

Aku pun kalah lagi main Get Rich dengan Rico.
“Hahahaha kalah lagi lu, mulai besok lu jadi budak gue selama seminggu!” seru Rico di chat
“Gak bisa dikurangi jadi 3 hari?” tanyaku di chat
“Enak aja lu, gak bisa!” seru Rico di chat
“Ya udah deh, ampun bosque!” seruku di chat

“Yaelah, apes banget gue, pake jadi budaknya si Rico pula, huft!” seruku
“Nak kenapa nge-dumel sendiri?” tanya Mama
“Hmm gak papa mah” kataku
“Ohh oke, nanti inget belajar ya, jangan main game terus” kata Mama
“Iya mah” sahutku

Keesokkan harinya…
“Woe cepet bawain tas gue!” seru Rico
“Iya, ngomongnya selow aja bos!” seruku

“Lah kamu ngapain bawain tasnya Rico?” tanya Doni menghampiriku
“Eeee… Aaa.. Aku kalah taruhan main game sama Rico” sahutku dengan gugup
“Ya ampun Alika, kamu ya main game terus” kata Doni mengusap kepalaku
“Hehehe udah hobi Don” kataku cengar-cengir
“Eh nanti buat tugas kelompok di cafe sukamundur ya, biar bisa pakai “wifi” buat nyari referensi tugas” kata Doni
“Siap!” seruku

Pulang sekolah…
“Ayo ke cafe mentari!” seru Doni
“Ayo!” seru Rico dan aku berbarengan

Di Cafe Sukamundur
“Aku bagi tugas ya, Alika, kamu ngetik ya, Rico, kamu yang nyari materi ya” kata Doni
“Oke sip” kataku
“Lah, terus lu ngapain bro?” tanya Rico
“Gue ngelihatin Alika aja, hehehe” kata Doni merangkulku
“Ah kamu bisa aja” kataku tersipu malu
“Awas lo baper!” seru Rico
“Enggak sih, b aja!” kataku
“Udah jangan ribut, kalian kerjain ya tugas masing-masing, gue nanti yang rapiin powerpoint-nya” kata Doni
“Sip sip oke!” kataku

Karena hari sudah mulai gelap, aku dan teman-temanku pulang ke rumah masing-masing.
“Nak, kok pulang jam segini?” tanya Mama
“Maaf mah, tadi aku kerja kelompok, maaf lupa ngabarin” kataku
“Lain kali kalo ada tugas kelompok kabarin ya!” seru Mama
“Iya mah” kataku

*tingtong*
“Hay Alika, aku boleh nanya sesuatu sama kamu?” tanya Doni di chat Line
“Boleh kok” sahutku di chat Line
“Maaf ya sebelumnya, kamu kok sering sendirian di kelas, udah gitu kamu kayak orang “kaku”, padahal kamu aslinya asik kok” kata Doni di chat
“Hm, jadi gini, pas pertama kali aku masuk kelas, aku udah bisa adaptasi sama keadaan kelas, aku juga punya temen kan, nah semenjak temen-temenku pindah ke IPA, aku jadi minder, ngerasa gak punya temen” kataku di chat
“Oh gitu, kalo gitu temenan aja sama aku, aku seneng kok temenan sama kamu” kata Doni
“Makasih ya udah mau jadi temen aku” kataku
“Sama-sama, santai aja Alika, gak usah kaku gitu” kata Doni
“Hehehe maaf” kataku

Keesokkan harinya…
“Huft untung hari ini libur ya, jadinya gak ketemu teman-teman sekelas deh” kataku dalam hati

Di Rumah Doni
“Bro, gue pinjem hape dong, hape gue low bat nih” kata Rico
“Buat apa?” tanya Doni
“Gue mau pake main bentar” kata Rico
“Tuh ambil hape gue di atas meja” kata Doni
“Gila nih anak, banyak amat cewek yang nge-chat, eh tapi ini kok Alika chat sama Doni ya, gue buka ah” kata Rico
“Kok gue jadi ngerasa bersalah ya sama Alika” kata Rico dalam hati

“Woe, sini bawa hape gue!” seru Doni
“Ah? Apa lu bilang tadi?” tanya Rico
“Sini bawa hape gue Rico ganteng!” seru Doni
“Oh, nih” kata Rico memberikan hape ke Doni

“Lu kenapa sih, tumben bengong?” tanya Doni
“Gue ngerasa bersalah sama Alika setelah gue ngelihat chat lu sama Alika” kata Rico
“Lu lihat chat gue? Ya tapi gapapa lah, untung setelah lihat chat gue sama Alika lu jadi sadar” kata Doni
“Menurut gue Alika itu cewek yang unik ya, tingkahnya unik, gamers pula, jarang lho ada cewek gamers” kata Rico
“Jadi selama ini lu suka sama Alika?” tanya Doni
“Mungkin sih ya, dari pertama kali masuk kelas, gue rasanya pingin deket terus sama dia, ya udah gue sengaja cari gara-gara terus sama dia, kan jadi bisa ngomong terus sama dia” kata Rico
“Itu namanya lu cinta sama Alika, tapi dengan cara lu kayak gini kemungkinan dia malahan benci sama lu” kata Doni
“Ya tapi gimana lagi, gue pikir itu cara satu-satunya buat deketin dia” kata Rico

Keesokkan harinya…
“Hay Alika, ke kantin yuk!” kata Doni
“Hm ayo!” seru Alika
“Rico, yuk ikut ke kantin sama gue, ini kesempatan lu buat deketin dia” bisik Doni pada Rico
“Iye bos” kata Rico

Di Kantin
“Eh gue ke toilet dulu ya, mau ikut Al?” tanya Doni
“Ah elu mah ada-ada aja” kataku
“Eh Alika, jangan kaku dong” kata Rico
“Maksudnya?” tanyaku
“Ya pas lu chat sama Doni, gue lihat isi semua chatnya, lu kaku karena temen-temen lu pindah kan, terus lu jadi minder, iya kan?” tanya Rico
“Eeee i.. iya” sahutku dengan gugup
“Makanya lu jangan kaku lagi ya, kan ada gue yang support elu” kata Rico
“Ternyata Rico sweet juga ya” kataku dalam hati
“Lu gak kesambet kan?” tanyaku menepuk wajahnya
“Eh ngawur lu, ya enggaklah!” sahut Rico
“Selow bro hahaha!” seruku

“Eh maaf ya gue tadi lama di toilet, ini nih perut gue minta setor makanan ke kloset hehehe” kata Doni
“Hahahaha kamu ini lucu banget ya” kata Alika
“Lucuan gue kalik” kata Rico
“Ih elu mah sirik aja” kata Alika

“Tes 1 2 3!” kata Guru
“Woe diem ada pengumuman!” kata Rico
“Anak-anak, berhubung hari ini ada rapat dewan guru, para siswa dipulangkan lebih awal” kata Guru
“Yey pulang lebih awal” kata Alika
“Eh Alika, ikut gue yuk ke taman!” kata Rico
“Hm ayo! Eh tapi Doni gak ikut?” tanya Alika
“Enggak, katanya dia disuruh pulang langsung sama Mamanya” kata Rico
“Oh oke” kataku

“Alika, gue minta maaf ya selama ini gue sering ngeremehin lu” kata Rico
“Iya gak papa, gue pinjem bahu lu buat nyender boleh?” tanya Alika
“Boleh” kata Rico
“Jujur, gue gak pernah sedeket dan senyaman ini sama cowok sebelumnya, cuma elo satu-satunya cowok yang bikin gue nyaman, walaupun nyebelin hehehe” kata Alika
“Terus gue mesti bilang wow gitu? Hahaha” tanya Rico
“Ya udah deh gue pergi” kata Alika
“Jangan Al, gue cuma bercanda” kata Rico memegang tangan Alika
“Gue juga nyaman kok sama elu, malahan gue suk..” kata Rico menutup mulutnya
“Suk apa? Lu suka sama gue? Udahlah kalo suka ngaku aja” tanya Alika
“Ih enggaklah, gue udah suka sama cewek lain!” kata Rico
“Siapa? Indah?” tanya Alika
“Bukan, inisialnya L” kata Rico
“L? Lego?” tanya Alika
“Hahaha bukan” kata Rico
“Terus siapa?” tanya Alika
“L itu… LO!” seru Rico memegang tangan Alika dengan tatapannya yang tajam
“Maksud lo gue?” tanya Alika
“Ya pikir aja sendiri wekk!” seru Rico
“Ah lu nyebelin, tapi ngangenin hehehe” kata Alika memeluk Rico
“Kita udah jadian nih?” tanya Rico
“Belum!” kata Alika
“Udah aja ya hehehe, gak sabar gue” kata Rico
“Gak sabar kenapa?” tanya Alika
“Gak sabar pengen deket sama lu” kata Rico

Cerpen Karangan: Ayu Riana
Facebook: facebook.com/dewaayuriana

Cerpen Geeky Gamers merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Terindah

Oleh:
Ternyata benar tuhan akan selalu menguji insan yang menjalin cinta. Aku Reni siswi SMA, aku duduk dikelas XII IPA 1. Ini berawal dari putih abu-abu. Aku mempunyai seorang kekasih

Kesederhanaan Yang Rumit

Oleh:
Senja yang berguguran kelabu, seketika tampak merah merona penuh warna. Merekahlah malam yang dingin dan mencekam kemudian. Tapi selimut kehangatan dalam goresan raut wajahmu tetap menerangi. Itulah apa pun

Sekarang Aku Kembalikan Jaketmu

Oleh:
Malam ini hujan deras mengguyur di kota Oase. Jika malam hujan terjadi di kota ini, maka kota ini bagaikan kota mati. Semua lampu mati di tengah derasnya hujan. Tak

Potret Hitam (Part 1)

Oleh:
Di ujung jalan aku melihat seorang anak kecil yang sedang membawa sekeranjang kue dengan wajah berbahagia. Entah apa alasannya yang pasti banyak alasan yang bisa melukiskan senyum manis anak

Facebook Adalah Awal Perjalanan Cintaku

Oleh:
Hhhooaamhh… Mentari mulai menampakkan sinarnya di pagi yang cerah ini. Seakan ingin menyapa ku. “pagi dunia” ucapku dari ambang jendela. Perkenalkan namaku Nirmala Sari, aku bersekolah di SMPN 1

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *