Gelang Yang Mengabulkan Permintaanmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 26 February 2020

“Duak!!” Yesy menendang kaleng minuman isotonik yang baru dihabiskannya. Gadis berambut kuncir kuda itu terlihat amat sangat kesal. Bagaimana tidak? Dia baru saja dipermalukan di depan orang yang sangat disukainya.

Di tengah perjalanan pulangnya yang melelahkan itu dia melihat sebuah kilatan cahaya dari bawah pohon di pinggir jalan. Yesy yeng kalut dalam rasa penasaran itu mulai berjalan mendekati pohon yang bermasalah tersebut. Dilihatnya sebuah gelang cantik berwarna perak dengan hiasan permata kecil di pinggiranya. Serta gantungan batu bening yang indah.
“Cantik sekali gelangnya.. sayang sekali” gumam Yessy sambil asyik melihat benda yang ditemukannya itu. Tanpa pikir panjang Yessy memakai gelang cantik tersebut dan membawanya pulang.

Malam itu Yessy tidur sangat lelap dia mengalami sebuah mimpi aneh.
“Gadis manis, aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Apa yang kau inginkan?” Terdengar seseorang yang tak kasat mata Yessy, yang dilihatnya hanya kabut putih dimana mana.
“Aku… ingin semua orang menyukaiku” Ucap Yessy mencoba menjawab pertanyaan suara tersebut.
“akan kukabulkan”.

Tiba tiba Yessy membuka matanya, alarmnya sudah berbunyi. Dia tak ingin ambil pusing soal mimpinya dan bersiap berangkat sekolah.
Seolah De ja vu. Hampir semua orang yang ditemuinya bersikap ramah padanya termasuk Doni pria yang disukai Yessy. Betapa bahagianya Yessy menjalani hari hari indah bagaikan mimpi itu. Tak sedikit pun dia pikirkan gerangan apa yang telah mengubah hidupnya.

Suatu hari, Yessy pulang sekolah bersama Doni yang merupakan kekasih barunya. Mereka bercanda tawa di sepanjang jalan pulang. Beberapa saat setelah itu mereka melewati daerah perumahan yang agak sepi.

“Sudah waktunya kau membayar harga dari hal yang telah kau dapatkan” Tiba tiba terdengar suara yang persis seperti di mimpinya. Kedua remaja itu ketakutan.
“Siapa kamu?!”. Tanya Doni sambil memegang erat tangan Yessy.
“Aku adalah roh yang akan mengambil nyawa gadis itu”. Sesosok makhluk menyeramkan. Matanya merah, kulitnya hitam seperti sudah membusuk dan giginya terlihat tajam dengan air liur menetes. Makhluk itu bergerak mendekati mereka diiringi kabut putih.

“Hihi.. gadis yang polos. Bisa bisanya mengambil benda dari pinggir jalan tanpa berpikir” kata makhluk menyeramkan tersebut sambil menyeringai.
“Ap, apa?!!” Kata Yessy ketakutan. Makhluk itu mengayunkan ayunkan tangannya, Yessy dan Doni terlempar dengan keras beberapa kali.

“Yessy apakah kamu pernah memungut sesuatu daru pinggir jalan?” tanya Doni sambil menahan sakit.
“Itu… aku pernah menemukan gelang cantik di bawah pohon”. jawab Yessy dengan nada gemetar.
“kau bawa kan? Berikan padaku. Makhluk itu sepertinya berkaitan dengan benda itu” kata Doni.
“Apa maksudmu?”. Yessy tidak mengerti.
“Apakah kau.. meminta sesuatu pada gelang itu?”. tanya Doni.
“Aku tidak melakukannya… Ah!! Aku pernah bermimpi aneh soal itu, aku bingung jadi.. aku meminta.. agar semua orang menyukaiku”. kata Yessy dengan nada takut.
“Aku mengerti. Berikan gelangnya” Kata Doni. Yessy memberikan gelangnya pada Doni.
“Apa yang akan kau lakukan!?”. Tanya Yessy semakin ketakutan.
“lihat saja” kata Doni. Yessy memengang tangan Doni. “Ini berbahaya, kau tidak tau hal yang akan terjadi kan’!?”
Doni menggenggam tangan Yessy.
“akan lebih berbahaya jika aku tidaak melakukannya”. Ucap Doni menenangkan Yessy.

Doni menginjak injak gelang itu dengan sekuat tenaga. Makhluk itu tiba tiba terbakar oleh api sama seperti gelang yang diinjak Doni. Yessy gemetar ketakutan melihat hal itu.
“He, hentikan dasar manusiaa!!” Makhluk itu mencoba menyerang Doni sebelum dirinya hangus terbakar. Doni terlempar cukup keras.
Yessy menghampiri Doni yang tengah kesakitan. Mereka berdua kemudian akhirnya bisa pulang dengan selamat.

Esok harinya. Yessy berangkat sekolah dengan hati bimbang. Dia tau persis apa yang akan dialaminya di hari harinya nanti. Hari yang sama sebelum ia menemukan gelang itu, tapi ia tidak menyesal. Walau sesuatu mengganjal di hatinya.

Bel pulang berbunyi Yessy berjalan keluar kelas.
“Yessy!” Terdengar suara yang tak asing memanggil dirinya. Yessy menoleh ke asal suara itu. Betapa kagetnya dia melihat orang yang sangat disukainya tersenyum ke arahnya.
“Doni..? Bagaimana bisa?”
“ah, aku memaksa untuk tidak dirawat inap di rumah sakit..”
“Bukan itu, kau.. padahal gelang itu sudah hancur, mengapa… Padahal semua orang berbalik normal tapi kau tidak..??”. kata Yessy bertanya tanya. Doni berjalan mendekati Yessy.
“Kau tau tidak? Aku sudah lama menyukaimu sejak sebelum kau mendapat gelang itu. Aku sangat senang ketika kau menyapaku”. Ucapan Doni membuat Yessy meneteskan air mata. Yessy pun memeluk Doni.

“terimakasih.. Doni, untuk segalanya” Kata Yessy tersenyum bahagia.

Cerpen Karangan: Amelia Carolina Rodriguez
Blog / Facebook: Amelia Carolina
hoby: menggambar, mengkhayal, makan, tidur.
suka baca komik, cerpen kalo buku pelajaran sih… suka kalo pas mood.
suka ngegame, pengen jadi pro tapi tukang malesan.
udah.

Cerpen Gelang Yang Mengabulkan Permintaanmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seseorang Di Atas Loteng (Part 3)

Oleh:
“Miyaaaa…” Dari balik pintu kamar terlihat seorang wanita memanggil sebuah nama dengan nada manja. Wanita itu mempunyai mata yang sama dengan nama gadis yang dipanggilnya barusan. Begitu ia melihat

Awal Cinta Gadis Kebun Teh

Oleh:
Di pagi yang indah suara burung berkicau dan suasana awan yang cerah juga udara yang sangat segar. Di daerah perkebunan teh Bandung, hidupah seorang kembang desa bernama Kartika Siansari.

Teman Senja

Oleh:
Entah kenapa aku menyukainya. Setiap hari aku menantikannya. SENJA. Itulah yang kusukai. Hari ini pun aku akan menikmatinya. Aku akan menikmati senja melalui jendela kamarku. SENJA… Sesuatu yang indah,

Indah

Oleh:
Aku masih mengingat kala itu. Dua bulan menjelang dilaksanakannya Ujian Nasional tingkat SMA. Aku harus pergi ke bagian gudang untuk mengambil spidol. Aku melewati tangga belakang, entah apa yang

First and Last Love

Oleh:
Pada suatu pagi di SMA Garnie International, ada seorang murid siswi bernama Putvi dipanggil Pak Frans. Pak Frans adalah guru matematika yang terkeren dan terbaik. Putvi adalah anak yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *