Good Ending

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 4 June 2013

Merdunya kicauan burung di pagi hari serta hangatnya sinar mentari telah terasa di pagi ini, cuaca yang sangat mendukung untuk memulai aktifitas rutinku yaitu belajar dan menuntut ilmu dengan di temani intan teman sebangku dan juga sahabatku sejak smp hingga sekarang kami duduk di bangku sma. Di pagi ini pun raut wajah intan tetap terlihat ceria seperti biasa dengan senyumannya yang khas di kedua lesung pipitnya menambah kecantikannya di pagi hari ini, intan termasuk temanku yang paling ceria dan super aktif di kelas di bandingakan dengan temanku yang lainnya

Setibanya kami di kelas, sebelum jam pelajaran pertama di mulai suasana kelas tetap ramai seperti hari-hari yang lainnya. Aku dan intan hanya bisa diam dan menikmati suasana kelas itu hingga salah seorang teman intan datang menghampirinya.

“hey…

Intan kamu sudah dengar belum tentang murid baru di kelas sebelah?”

“belum, memangnya ada apa?”

“kabarnya sih yang aku dengar orangnya itu tinggi, putih, ganteng”

“hah..

Serius kamu put, siapa namanya?

“namanya putra

Haha, ekspresinya biasa aja, kamu liat tuh ada yang jealous nanti?” ucap putri sambil tertawa dan melirik ke arahku

“haha…

Apaan sih mana mungkin aku jealous” bantahku dengan nada sinis

“hahaha…

Gak boleh bohong dosa tau” ucap intan dan megejekku

Dari ruang guru terlihat ibu sri datang ke arah kelas kami dengan membawa seseorang dan perawakannya sama persis seperti apa yang di ucapkan oleh putri dan lalu memperkenalkannya kepada kami, kami semua yang ada di kelas. Bel jam pulang sekolah pun berbunyi, setibanya kami di depan pagar sekolah suasana nya sangat ramai di penuhi oleh para wanita yang ingin berkenalan dengan murid baru yang bernama putra dan tiba-tiba saja suara klakson berbunyi kencang ke arah kami

“hey..

Cantik kamu yang tadi ada di kelas X 1 kan” tanyanya kepada intan

“iya, benar memangnya ada apa?” tanya intan kepadanya dengan nada sinis

“kamu mau gak pulang bareng sama aku” ajaknya kepada intan

“hmzz..

Aku ijin dulu sama sahabatku ini ya” ucapnya kepadaku dengan nada merayu

“iya udah gak apa-apa kok, tapi hati-hati ya aku takutnya kamu di macem-macemin sama dia” ucapku dan tersenyum kepadanya

“okeh dehh, thankz ya rangga” jawabnya dengan seyumannya yang khas

Tidak terasa hampir setahun pun berlalu sejak intan mengenal putra, hubungan kami pun terasa jauh dan semakin renggang lalu terdengar juga kabarnya mereka sudah berpacaran, hari ini suasana kelas di temani oleh suara rerintikan hujan. Aku hanya menatap kosong ke arah papan tulis sambil memikirkan perkataan temanku bahwa putra bukanlah pria baik-baik namun aku hanya bisa diam seribu bahasa karena aku takut jika aku memberitahukan hal ini kepada intan, aku takut intan menjadi bersedih dan semakin menjauhiku.

Setibanya aku di rumah, hujan pun semakin deras dan aku hanya berdiam diri di ruang tamu sambil menikmati suasana hujan, lalu tiba-tiba ibuku datang menghampiriku dengan nafas terengah-engah

“rangga, apakah kamu tahu intan pergi kemana?” ucapnya kepadaku dengan nada gelisah

“gak bu, memangnya ada apa ibu menanyakan hal seperti itu?” tanyaku dengan nada heran

“tadi ibunya intan menelfon ibu dia bilang intan sampai sekarang belum pulang” ucapnya dengan rasa khawatir

“ya sudah kalu begitu aku akan segera mencarinya” tanpa berfikir panjang aku pun segera bergegas mengambil payung dan jas hujan lalu berlari mencari intan, hingga aku tiba di taman terlihat dari kejauhan intan sedang berjalan sendiri dalam keadaan basah kuyup

“intan..

Kamu kenapa nangis lalu kemana putra?” tanyaku sambil menghapus air matanya

“rangga, ternyata putra itu bukanlah pria baik-baik, tadi setelah pulang sekolah aku gak sengaja melihat dia sedang bergandengan tangan dengan wanita lain” ucapnya dengan suara tersedu-sedu

“ntan, sebenarnya aku sudah tahu semua itu dan aku pun sengaja merahasiakan hal ini karena aku takut kamu semakin bersedih dan menjauhiku dan sebaiknya kita segera pulang karena ibu kamu sangat khawatir kepadamu” ucapku sambil memakaikan jas hujan kepadanya

“iya, maafin aku karena sudah ngejauhin kamu rangga” ucapnya kepadaku dengan suara tersedu-sedu

Tiba-tiba putra datang dan menarik tangannya lalu aku pun segera menepisnya

“heyy, ada apa kamu kesini” ucapku dengan nada tinggi

“aku ingin menjelaskan sesuatu kepada intan” jawabnya dengan nada sinis

“apa lagi yang harus di jelaskan semuanya itu sudah jelas, mulai detik ini hubungan kita sampai disini dan jangan pernah dekati aku lagi. Ingat itu” ucap intan kepadanya dan menamparnya

“putra…

Kamu sudah dengar kan apa yang intan ucapkan tadi dan sekarang cepat tinggalkan kami berdua” ucapku dengan nada tinggi

“ahh..

Sebaiknya kamu diam saja” ucapnya sambil melayangakan sebuah pukulan ke arahku hingga terjadi perkelahian di antara kami, lalu putra meniggalkan kami tanpa minta maaf sedikitpun.

Setahun telah berlalu dari sejak saat itu hubungan kami semakin hari semakin membaik seperti biasanya dan kini tiba saatnya hari yang kami tunggu-tunggu yaitu acara perpisahan sekolah kami yang di adakan di puncak gunung. Aku, intan, teman-teman, beserta semua guru dan staff. Kami semua bersama-sama mendaki gunung hingga puncak, mendirikan tenda, dan bernyanyi-nyanyi bersama-sama dengan di temani api unggun kami pun bersuka ria bersama-sama

“intan hari ini aku tuh seneng banget bisa akrab lagi sama kamu”

“iya…

Aku juga seneng, maaf yah kalau waktu itu aku sempet ngejauhin kamu” ucapnya sambil tersenyum-senyum kepadaku

“iyah, aku maafin kok. Ntan aku tuh sebenarnya dari dulu suka sama kamu cuma aku takut untuk mengungkapkannya” ucapku dengan tersipu malu

“hmzz..

Aku juga baru sadar ternyata selama ini cinta yang aku harapkan ada di depan mataku sendiri dan orang yang bener-bener sayang sama aku itu cuma kamu” ucapnya dan memeluk tubuhku dengan erat.

“cie, cie, cie ada yang baru jadian nihh. Hahahaha…” ucap para teman-temanku dan menertawakan kami

Akhirnya kami pun menjadi sepasang kekasih yang bahagia dan kami pun melanjutkan kuliah di universitas yang sama. Terimakasih tuhan atas anugerah terindah yang telah engkau berikan kepadaku dan aku pun tak akan menyia-nyiakan serta menjaga anugerah terindah ini hingga titik terakhir dari nafasku ini

Tamat ^_^

Cerpen Karangan: Arif
Facebook: http://www.facebook.com/yogi.prayoga.12914

Tips dari admin: Sebelum di kirim coba di baca kembali dulu cerpen nya, soalnya banyak kata kata yang salah ketik sebenarnya di cerpen ini… sebaiknya di perbaiki dulu sebelum di kirim, plus sebaiknya kurangi singkatan singkatan kata dan gunakan spasi setelah tanda titik (.) dan koma (,)

Cerpen Good Ending merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terbanglah Balon Biruku

Oleh:
Aku gadis kecil berumur 13 tahun dan harus menderita dengan penyakitku ini. Penyakit itu yang membuatku menyerah untuk melanjutkan hidup. Kanker. Kanker, merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Setiap

Februariku

Oleh:
Fajar pagi paksaku untuk segera terbangun dari lelapku. Angin menderu seakan bisikan “kau harus terbangun”. Suasana pagi yang sedikit ramai karena tak tentunya cuaca, belum juga menyegerakan ragaku untuk

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

Indahnya Takdir Tuhan

Oleh:
“tokk tokk tokk” Suara orang mengetuk pintu dari luar. Sabtu pagi tepatnya pikul 07.45 tampak seorang pemuda sedang menyambangi rumah Vema yang sepi. “ehh mas Jodi, silahkan masuk mas..

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *