Goodbye My First Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 January 2013

Januari 2013 ini seseorang yang pernah berada di hatiku dalam waktu yang cukup lama melangsungkan pernikahan. Aku dapat kabar dari teman dekatku yang kebetulan juga tetangga satu RT, smsnya berbunyi “ Mba Ros, mantanmu nikah lho uda tau blm?”

“Uda….” , balasku

“Emang siapa coba?” Tanya dia lagi

“heheheh…Pi’in kan? Q ma dia tuh ga pernah ada hubungan apa-apa, biasa…. Dia kan suka gombal!”

“Yeeee…bukaaannn!!!! Wasel tau….” Sms dia

“Oh ya…. Kesalip lagi deh q!” Balasku tanpa terbersit sedikitpun perasaan cemburu ataupun kecewa. Masih banyak lagi sms-sms yang dikirimkan setelah ini, akupun membalasnya tanpa melewatkan satupun sampai dia yang menyerah menghentikan sms tersebut.

Saat aku masih duduk di bangku SD, di kampung sebelah setiap pulang sekolah aku selalu melihat dia bermain bersama adiknya. Sepertinya dia sayang sekali dengan saudaranya tersebut, aku jadi salut dengannya. Ini ternyata bukan hanya sekedar kekaguman sesaat saja, tapi menjadi sebuah awal simpati yang berkelanjutan karena secara kebetulan kami satu sekolah saat SMP dia kakak kelasku. Satu lagi yang tidak bisa ku lupa dari dirinya yaitu senyum dan lirikan matanya, benar-benar telah menancapkan anak panah tepat di jantungku. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya sedetikpun, tak jarang juga aku begadang sampai pagi karena dada ini sesak merinduinya dan akupun sering menangis karena cinta inin . Oh Allah…. Inikah perasaan cinta? Betapa menyakitkan sekali.

Setiap kali berpapasan aku jadi salting sendiri, aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaanku. Semua orang yang mengenalku pasti bisa membacanya dari bahasa tubuhku, saat membicarakan tentang dia mataku jadi berbinar-binar dan senyuman tak lepas dari bibir.

Guys….apa kalian tahu apa tanggapan Budi (Wasel adalah nama julukannya, aku baru tahu kalau nama itu diberikan kepadanya karena namanya sama Pak Deku yaitu Pak De Santoso yang di panggil Wasel) yang mengetahui perasaanku terhadapnya? Dia sangat mengacuhkannya dan terkesan menghindariku, tapi apa aku menyerah? Tidak sama sekali, justru aku tertantang untuk mempertahankan perasaan menyebalkan ini. Masa SMP sudah berlalu tapi perasaan cintaku kepadanya semakin membara, pengalaman pertama yang tidak pernah bisa terlupakan. SMA yang menjadi tujuanku adalah SMA dimana dia berada.

Meskipun aku tahu Bud sudah punya pacar, aku belum bisa melupakannya dan ada juga beberapa teman yang menunjukkan perhatian lebih kepadaku tapi perasaanku tetap tak tergoyahkan satu inch pun. Baru setelah meginjak kelas 2 SMA aku menyadari ada teman sekelas yang mempunyai kemiripan dengannya, Upa namanya. Senyum dan lirikan mata yang dia miliki sangat mirip dengan Budi Santoso, tapi ada bedanya yang Upa ini sangat berkharisma sangat menghormati kaum Hawa dan berpegang teguh pada syariah Islam untuk tidak pacaran.

Perasaan cintaku kepada Budi hilang dengan sendirinya dihapus rasa kagumku yang beralih kepada Upa. Puncaknya yang baru ku sadari kalau rasa cinta ke Budi sudah punah adalah malam dimana saya dan Mus teman sekolah satu angkatan tapi beda kelas diminta untuk menginap ke rumah Guru ngaji kami karena mereka sedang pergi keluar kota. Saat di perjalanan di depan rumah seorang teman ada beberapa orang sedang berkumpul, tiba-tiba kami dihadang oleh seseorang. Kejadian itu terasa sangat cepat sampai-sampai aku tidak menyadari apa yang sedang terjadi, justru si Mus yang cengar-cengir ngecengin… “cieeeee….di tembak ne yeee!!!!” kata dia.

“Apaan sih…!!!!” kataku yang memang benar-benar masih belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi, heheh… karena waktu itu aku dalam keadaan setengah sadar, habis tidur pulas dipaksa bangun oleh Mus untuk nemenin dia menginap di rumah Bu Nur.

Belakangan baru ku ingat ada apa barusan dengan diriku, memang benar Budi santoso sudah menyatakan cinta kepadaku. WOW…..OMG!!!! Tadi itu si Bud memegang kedua pinggangku dan ‘mengatakan aku cinta padamu’, heheheh…tapi sayang aku malah ngeloyor pergi dan bilang ‘apaan sih’…

Ros… wake up!!! Finally perasaan cinta yang kamu pendam selama 4 tahun berbalas…!!!! heheh ternyata rasa cintaku ke dia memang sudah benar-benar punah, setelah itu semua seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Banyak sekali pelajaran yang bisa aku petik dari ujian cinta pertama ini yang kurasakan sekarang ini adalah ujian cinta terberat dalam hidupku. Dan aku sangat bersyukur Allah masih melindungiku dengan tidak memberiku kesempatan untuk berpacaran karena diharamkan oleh Islam.

Setelah kisah cintaku pudar dengan Budi, hatiku sudah diisi oleh cintanya Upa. Dan mau tahu, kisah inipun tidak jauh berbeda seperti cintaku yang pertama…yaitu penuh perjuangan, karena awalnyapun bertepuk sebelah tangan. Nantikan kisahnya y

Kisah cintaku saat aku masih duduk di bangku SMP dan SMA

Cerpen Karangan: Rusmiyati Suyuti
Facebook: Rusmiyati Suyuti

Cerpen Goodbye My First Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Askar

Oleh:
Untuk masalah cinta, kita bisa memilih siapa orang yang ingin kita cintai, siapa orang yang ingin kita jadikan teman hidup. Tapi pada kenyataannya kita tak bisa mengelak ketika si

Balada Hape sama Pemilik Hape

Oleh:
Pada suatu malam gue jalan-jalan sendiri di pinggir kali Brantas. Pemandangannya gelap. Maklum malam hari kan gelap. Lalu gue duduk sambil memejamkan mata. Pandangannya semakin gelap. Karena udah tempatnya

Sampul Biru Bermakna

Oleh:
Sepi tak ada orang yang menemaniku dalam hari yang istimewa ku ini dan menemaniku duduk disini, Apakah mungkin dia sibuk?, atau ada ganguan yang menghambatnya datang kesini? Saat ini

Pertanyaan Cinta

Oleh:
Apakah itu cinta? Sebagian orang mendengarkan kata cinta selalu tersenyum bahkan tertawa, hmm tapi kenapa aku tidak pernah merasa seperti itu. Pertanyaan itu selalu menjalar di otakku. Aku adalah

Idealis Sang Pendaki

Oleh:
Embun pun masih menempel di dedaunan, sinar sang mentari masih tertutup awan pagi, belum ada tanda-tanda terik hari ini. Di lapangan hijau pagi sekali sudah ramai pecinta olahraga, sibuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *