Green Tea Latte

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 25 July 2017

Secangkir green tea latte dan dua buah donat dengan topping green tea pun menemani sudut kesendirianku yang mengingatkan aku pada dirimu. Terik cuaca di luar terasa begitu menyengat. Aku menyimpan niatku untuk pergi. Lihatlah bongkahan es di dalam cangkir itu, tepat seperti dirimu kokoh, kaku, dingin, beku lalu tiba tiba mencair, melarutkan diri dalam suasana. Sosok yang sulit dipahami bahkan tak bisa untuk ditebak jalan pikiranmu. Kau bisa membeku dan mencair sesuka hatimu semaumu.

Aku belum memiliki cukup waktu untuk memahami kamu dan segala hal yang ada pada dirimu. Aku ingin mengenalmu lebih dalam, namun ketika aku mulai mencari tau tentang segelas green tea -kau menghilang. Aku tak pernah tau isi pikiranmu, wanita berkacamata, berambut panjang, tak elak mengalihkan duniaku, semua itu ada pada dirimu. Kau menghilang ke mana? Mungkin saat ini aku telah sirna di pikiranmu setelah kau sibuk dengan pelangi dan meninggalkan senja sehingga untuk mengingatku lagi kau tak bisa.

Tempat ini memang biasa. Yap! Tempat yang memang biasa kita jadikan untuk menceritakan sejuta perbedaan sehari-hari. Aku dengan segala ceritaku yang terselip rindu, dan kau dengan ceritamu yang terselip -entahlah. Yang penting kita bertemu, aku masih dapat melihat tawamu, caramu menguncir rambutmu, caramu memakai sweater itu.

Ingatkah ketika kau membawaku kemari? Meja 14 dengan pesanan 2 green tea latte dan 2 donat polos tanpa topping, it is our first time, hingga kemudian aku mencintai green tea dan memasan donat dengan topping yang sama. Entah sebuah kebetulan atau apa ini namanya, setiap kita ke sana meja itu selalu kosong, dan sang pelayan dengan pasti membimbing kita ke meja 14. Seakan itu memang milik kita. Sudut sudut di sini masih membayang tentangmu. Suasana yang hangat untuk bercengkrama dengan orang yang aku kasihi. “Di mana sekarang?” pesan singkat yang tak sering lagi kau kirim. Jika kau bertanya hal itu sekali lagi saja, pasti kau kan tau jawabannya.

Saat itu aku sedang duduk di gazebo fakultas. Tak sengaja meminum green tea yang aku kira tadi milik temanku hehehe konyol memang tampaknya. Sejak itu aku menyukai green tea latte dan … dirimu. Saat itu kau hanya menggelengkan kepala, tersenyum tanpa menunjukan respon yang buruk sedikit pun. Benar sejak saat itu. Aku merasa heran.
Aku sudah menghitung berapa hari yang aku lalui sejak pertemuan terakhir itu. 314 hari sampai aku menuliskan ini pada 9 April 2015. Terhitung sejak tangan kita terlepas setelah bertautan, seusai mata saling menatap— dan pandangan sudah saling memunggungi. Saat itu semua selesai. Pertemuan menemui akhir.

“Huft” aku memasuki toko parfum itu. Tak ingin kehabisan akal mengingatmu aku langsung masuk ke toko itu. Harum aroma itu langsung mengarah kepadamu. Aku jamah memori yang tersingkap di sana. Aku menyebut namamu dalam diam dan lirih terdengar di telingaku sendiri “andira-” aku mencoba mengingat parfum mana yang biasa kau beli. Aku menjamah hingga aku berhenti di satu tempat. Yap. Revlon Charlie White. Kesukaanmu, kau sangat sedih jika stok barang itu sudah habis dan sekarang aku- menemukannya. Aku mengirimnya untukmu, di Surabaya.

Setiap memori di sini masih tetap terekam di pikiranku. Tak luput dariku raut wajah seriusmu saat berusaha mencari benda itu, betapa leganya wajahmu saat sang pelayan toko berusaha mendapatkan barang yang tak bisa kau temukan.
“Lah tadi aku cari di sini gak ada loh mik, kok mbak-nya yang cari ada sih” Lalu kita tertawa lepas. “Barang yang udah kita cari dari tadi di sini rupanya, kok bisa gak ketemu ya?” lanjutnya terheran. Ketawa pun pecah saat rara memasang buka idiot. Terlihat sangat idiot saat itu.

Andira putri rahayu. Aku merindukanmu dan secangkir green tea latte itu. Ingatkah tentang senja itu? Pernahkah kau mendengar desiran angin yang lembut membawa rindu yang pekat? Sudikah kau mencari tau siapa yang meniupkan rindu melewati telingamu? Apakah kau bisa mendengar desiran surat yang tersirat menari terbawa bersama rindu itu? Aku menitipkan itu semua melalui angin yang menepuk pundakmu. I’m in love with you and your green tea latte!

“Mbak! Pesen green tea latte-nya 2 ya. Meja 14”- Andira

Cerpen Karangan: Dymas ilham dharmawan
Blog: dymasilham.blogspot.com

Cerpen Green Tea Latte merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Malu-Malu Kucing

Oleh:
“Ilean, kamu suka sama cowok kaya gimana?” tanya Jose pada cewek yang bernama panjang Ilean Febiola “aku suka cowok yang baik, pengertian, yang pasti smart” jawab Ilean dengan memberi

Aku Cuma Rindu, itu Saja

Oleh:
Oktober yang lalu kau yakinkan aku sebuah harapan, kau beri aku senyuman sehingga aku kembali lagi ke duniaku. Kau begitu menghangatkan hatiku saat hatiku berlumur hujan. Aku yang dulu

Warna-Warni Hujan

Oleh:
Jika merah adalah cinta dan kuning adalah persahabatan, maka Jingga adalah kebahagiaan. Kudengar di luar hujan turun begitu deras seolah menggambarkan kecemasannya akan takdirku. Seolah ikut merasakan segala kegalauan

Palsu

Oleh:
Aku membencimu dibalik semua rasa sayangku, aku membencimu yang meninggalkan ku tanpa kepastian, mengombang-ambingkakan perasaan. Tetapi aku juga merindumu melalui perhatian kecilmu, suara serakmu yang dulu sering menemani malamku,

Hear my Heart, Because Hurt

Oleh:
Perasaan itu memang tak pernah dikehendaki, ya apalagi kedatangannya hanya meninggalkan bekas pada lorong-lorong hati yang kini mulai berdarah. Bukankah cinta itu menjanjikan kebahagiaan? Jawabannya tak semudah yang dikata,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *