Hadiah Terindah di Hari Ulang Tahunku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 30 March 2015

Besok adalah hari ulang tahun Mira. Mira sangat berharap, semoga orang yang dia sayangi, tidak melupakan hari ultahnya. Namanya Mira, Mira yang selalu mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin. Bahwa sebenarnya dia tau itu tidak akan terjadi. Mira sudah tidak sabar lagi menanti hari ulang tahunnya. Sampai-sampai, Mira tidak bisa menutup matanya walau hari sudah gelap. Mira sangat gugup, serta takut, takut jika orang yang Mira sayang Forget her birthday. Mira bosan menghitung waktu, menatap detik demi detik jarum berputar dan menunjukkan pukul 00.00.

Menunggu, menunggu memang suatu yang tak mudah. Kita bisa mengorbankan waktu luang hanya untuk menunggu. Itulah fikiran Mira, sambil menunggu hari ulang tahunnya tiba, siang ini Mira mengajak Sindy untuk bertemu di tempat biasa. di bawah pohon cinta, Yupp.. semua orang (lebih tepatnya mereka sendiri) memang mengatakannya pohon cinta karena bentuk daunnya berbentuk LOVE. Di pohon itu juga banyak orang-orang yang menemukan cinta sejatinya. Mira harap dia juga bisa begitu. di pohon itu juga lah tertuang kenangan-kenangan manis Mira bersama Dika. jika Mira duduk di pohon itu, rasanya seperti ingin mengulang kembali kenangan itu dengannya. Tapi seiring berjalannya waktu, rasa ingin memilikinya begitu besar datang di benak Mira.
Tapi, itu semua mustahil. karena Mira tau, Dika sudah memiliki kekasih yang sudah dinantinya dari dulu. tapi.. seperti kata mutiara, “aku percaya janjimu tuhan, di setiap rencanamu aku tau itu yang terbaik bagiku, aku percaya mujizat itu nyata dan indah pada waktu-Nya”.. karena itulah, Mira tidak akan pernah putus asa untuk mengejar cinta Dika. karena tuhan pasti akan menyatukan Aku dan Kamu… Kita… Batin Mira.

Hari ini hari yang telah Mira tunggu-tunggu telah tiba. Mira berulang tahun yang ke-14. Saat jam 3 pagi, Mira bangun untuk sahur. setelah makan sahur, mira mengambil hpnya di meja. Dia berharap ada sms. ternyata tadi sekitar jam 00.00 ada sms dari dika dan 5 menit kemudian Sindy. Betapa bahagianya Mira, saat mereka mengucapkan “happy birthday” kepadanya. ternyata mereka tidak lupa hari ulang tahun mira.

Pagi-pagi sekali Mira sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah. matahari telah bersinar dengan cerahnya. seakan ikut merasakan kebahagiaan yang Mira rasakan saat ini. Mira bernyanyi sambil menyusuri jalan setapak. matahari, bunga-bunga dan rerumputan pun seperti ikut bernyanyi bersamanya. sebelum sampai di sekolah, Mira menyempatkan untuk membeli komik kesukaannya di toko buku terdekat. Sampai di sekolah, banyak teman-teman yang mengucapkan happy birthday untuk Mira.

Ketika bel istirahat berbunyi, Sindy mengajak Mira untuk membeli buku di koperasi. hampir 15 menit kita berada di koperasi. Entah apa yang akan dibeli Sindy. Mira hanya duduk menunggunya.
“Sin, kok kamu gak jadi beli buku?” tanya mira heran
“hehe enggak mir, bingung mau beli yang mana” jawab sindy
“ya ampun sindy, aku udah 15 menit nungguin kamu loh. eh kamunya malah ngerjain aku, aku kan belum sempet bahas nama kelas sama temen-temen, yang paling penting belum sempet ketemu dika jugaa.. hehe.”
“halah, kamu yang dipentingin Dika mulu” kata Sindy sambil tertawa.
Sambil berjalan, mira pun bicara terus tanpa henti. Tapi Sindy hanya tertawa melihat tingkah Mira itu.

Ketika sampai di depan kelas, temen sekelas Mira pada melihat ke arah Mira sambil tersenyum dan berkata “ciieeee” dengan kompaknya. Mira bingung dengan sikap mereka yang mendadak menjadi aneh seperti ini. sampai di tempat duduknya Mira melihat ada sebuah kado yang lumayan besar terdapat di mejanya. karena penasaran, Mira langsung membuka bungkusan kado yang berwarna merah dengan gambar love itu dengan cepat-cepat, sampai-sampai kertas kadonya sobek.
OMG! Ceroboh banget sih gue!! padahal kan aku gak mau kalau kertas bungkus kado itu robek. Batin Mira. Karena Mira ingin menghargai pemberian dari orang lain sekecil apapun itu. Tapi ya karena sebelum Mira mikirin itu, ya Mira nggak kepikiran buat nyimpen bungkus kado itu, jadi Mira buang saja. Lalu Mira membuka bungkusan kado berwarna merah dengan gambar love itu. setelah Mira buka, kado itu ternyata berisi sebuah boneka yang sangat lucu. mira sangat menyukainya. Lalu Mira dan Sindy memutuskan untuk berkumpul di depan kelasnya.
“sin, kamu tau gak siapa yang kasih aku kado itu?” tanyaku berbisik
“ituuu… emmm sebenernyaa..”
“apa sin? tanyaku penasaran
“itu kado dari dika” jawab sindy bisik2
“hahh? beneran? gak boong?” tanyaku girang
My God! Aku seperti meledak.. apa ini mimpi? enggak.. ini bukan mimpi. ini kenyataan.. KENYATAAN!!! ya tuhan.. ternyata orang yang aku sayangi masih peduli sama aku. Ucap Mira dalam hati. Mira loncat-loncat kegirangan, seakan Mira tidak peduli dengan orang-orang yang memperhatikan sikap Mira itu.

Saat kita masih ngobrol-ngobrol di depan kelas, tiba-tiba dika dan kawan kawan lewat, Mira ragu, tapi akhirnya Mira langsung memanggilnya dan…
“dik?” sapaku ragu-ragu
Lalu dia menoleh ke arahku.
“makasih ya?” lanjutku
Dia tersenyum. Senyuman yang manis.. manis banget.. bahkan lebih manis dari gula dan Lebih manis dari tebu pastinyaa.. *lebay

Sampai di rumah, Mira memutuskan untuk mentraktir teman-temannya makan bersama, karena ini adalah hari ultahnya. Mira ragu, apakah dia akan mengundangnya? mengundang orang yang sudah tidak lagi menyimpan perasaan Mira di hatinya? tapi, apa Mira salah jika Mira mengundangnya? hem.. entahlah. bagiku, ada atau tiada aku di hatinya itu tidak penting, yang penting hari ini aku biasa melewati hari-hariku dengannya. Aku tau kalau aku salah besar, aku juga tau kalau dia sudah memiliki pacar, tapi apa aku salah jika aku hanya ingin bersamanya, walau hanya sebentar saja? mungkin ini pertemuan terakhirku dengannya.

Mira tersentak kaget ketika dia menyadari bahwa jam sudah melewati angka 4, ini tanda jika sebentar lagi Mira akan berangkat ke Rumah Makan. Sampainya disana, rupanya Mira lah yang datang terakhir. Mereka semua sudah berada disana, dan berdiri menyambutnya. Aku bahagia. Mereka menyiapkan kue ulang tahun dan Mira “make a wish” kemudian dia meniup lilinnya. Dika memberi ucapan selamat pada Mira..
“HBD ya.. kamu cantik hari ini, em.. bolehkah aku minta 1 permintaan padamu?” kata Dika
“iya” jawabku
“karena ini adalah hari ulang tahunmu, aku cuma pengen kamu nyanyi lagu Happy Birthday.. please”
“tapi, kan seharusnya kamu yang menyanyi, kan ini hari ulang tahunku”
“ayolah, please.. demi aku.. UNTUKKU” sambil tersenyum

“(menyanyi) gyeoure taeeonan areumdaun dangsineun
nun cheoreom kkaekkeutan namanui dangsin
gyeoure taeeonan sarangseureon dangsineun
nun cheoreom malgeun namanui dangsin
hajiman bom yeoreumgwa gaeul gyeoul
eonjena markgo kkaekkeutae
gyeoure taeeonan areumdaun dangsineun
nun cheoreom kkaekkeutan namanui dangsin
saengil chukhahamnida saengil chukhahamnida
saengil chukhahamnida dangsinui saengireul
Happy birthday to you. (Happy birthday to you.)
Happy birthday to you. (Happy birthday to you)”

Aku bahagia. Akhirnya aku bisa bernyanyi di depan orang yang aku sayang. Walau suaraku tak seindah yang dia kira. Aku tau dan aku mau bernyanyi karena aku pernah melihat film yang mengajarkanku, “ketika lagu dinyanyikan, tidak perlu berakting, tidak perlu ekspresi wajah, hanya satu bernyanyi karena kau mengerti bagaimana rasanya bisa bernyanyi”. aku memberikan kue ulang tahunku yang pertama kepada Dika. Lalu dia memberikan sesuap kue itu untukku. Wow, hari yang penuh kenangan. Aku bahagia karena tampaknya teman-temanku sangat menikmati pesta ini. Kata Mira dalam hati. Setelah pesta selesai, aku dan Dika menyalakan kembang api bersama-sama di tengah-tengah indahnya malam. Ya walau tanpa kita sadari ternyata nyalanya tidak seindah yang kita kira. Sangat lucu sekali.
“ya ampun adek, maaf yaa cuma kayak gini” kata dika
“iya gak papa. Aku seneng kok”
“(tersenyum)”

Lalu Mira dan Dika duduk di pohon Cinta. sambil melihat bintang-bintang. Tiada suara pun yang keluar dari mulut mereka. Hanya suara hewan malam yang terdengar. Tiba-tiba dika berbicara memecah keheningan.
“tempat ini mengingatkan kembali kenangan kita, Mir”
Mira menoleh ke arahnya dan tersenyum.
“iya, kita biasa mengobrol dan tertawa bersama di tempat ini, berbagi canda dan tawa bersama. Aku ingat terakhir kali kita kesini saat aku menangis di tempat ini”
“iya Mir, kamu menangis karena aku membohongimu kalau aku kecelakaan.. kamu lucu sekali”
“Mir, kamu masih suka ya sama aku?” lanjut Dika
“(kaget) eh, eng.. enggak”
“jangan bohong, ini bulan puasa loh. Aku tau kok isi hati kamu”
“(menunduk) udah malem ini, pulang yuk”
Mira berjalan mendahului Dika yang masih terdiam di tempat itu lalu Mira berhenti dan berbalik ke arah Dika..
“em, Dik makasih ya untuk hari ini” lanjut Mira
“iya, aku juga ya, maafin aku ya. Aku sebenernya masih ada rasa sama kamu. Tapi aku udah punya pacar”
“hem, udahlah lupain aja. Pulang yuk” duhh sakit hati banget pasti

Kini aku sadar, ketika cinta itu datang, kita tidak harus memilikinya. Tapi, biarkanlah cinta itu pergi dengan sendirinya bersama cinta yang lain. Sakit rasanya ketika cinta itu datang hanya dengan membawa harapan, tanpa membawa kebahagiaan yang abadi. Sekarang aku harus belajar mengerti, bahwa selama ini perhatian yang Dika kasih ke aku itu hanya sebatas mantan dan hanya sebatas teman. Kini aku bukanlah Mira yang dulu. Mira yang selalu memiliki harapan yang tinggi, Mira yang selalu menanti cinta orang yang sama, dan Mira yang selalu mengharapkan balasan seseorang yang aku tau bahwa itu adalah Mustahil. Tapi aku Mira yang selalu optimis, yang memiliki dream high tapi aku berusaha untuk mencapainya. Makasih ya Dika karena kamu telah mengajarkanku bagaimana arti cinta sesungguhnya. Aku nggak akan pernah lupa kalau kamu pernah menjadi bagian terpenting di hidupku. Walau bagaimanapun ini adalah kenangan indahku yang takkan pernah kulupakan. Karena Inilah hadiah terindah di hari ulang tahunku.

Cerpen Karangan: Mellania Putri Ratnawati
Facebook: Mellania Putri Ratnawati
Nama: Mellania Putri Ratnawati
Sekolah: SMP N 1 WONOGIRI
Hobby: mendengarkan musik, menyanyi, & Menulis cerpen.

Cerpen Hadiah Terindah di Hari Ulang Tahunku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Benarkah Ini Cinta

Oleh:
Adelia Hinata itu namaku, di sekolah aku terkenal sebagai primadona yang cantik dan tomboi. Karena kebencianku terhadap papa yang meninggalkan keluarga kecilku membuat aku menjadi cewek tomboi. Banyak cowok

Keluarga Kopi

Oleh:
Aku duduk di balkon ditemani sebuah cangkir tembikar yang isinya selalu saja sama, kopi. Hidup ini selalu saja tentang pilihan, berawal dari kesenangan bapakku menyeruput minuman pahit bernama kopi

Bidadari dalam Ketidakpastianku

Oleh:
Namanya ziezie. Usianya memang terpaut jauh dibawahku. Gadis belia berambut ikal yang memesona. Aku menyayanginya, ya! Ketika peliknya masalah tengah membelenggu kehidupanku. Dia satu-satunya yang mampu mengukirkan canda tawa

Jomblo Stadium 4

Oleh:
Di pelataran parkiran belakang kampus tepatnya di bawah pohon Akasia, tampak si Andi yang dari tadi merayu Nita. Ribuan rayuan gombal sudah Andi terapkan demi meluluhkan hati Nita, namun

Termyata Aku Jatuh Cinta

Oleh:
Saatku masuk kejenjang SMA, aku mulai dapat merasakan semua perubahan yang ada di lingkunganku. Pada saat di kelas, guru meminta tolong kepadaku untuk membawakan buku tulis yang barusan kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *