Hadiah untuk Citra

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

Citra Sulistia, si cewek yang terkenal dengan keceriannya di SMA SANUBARI. Rambut bergelombang, kulit putih, lesung pipi, dan kacamata, itulah ciri wanita ini. Banyak pria yang menyukainya, namun hanya satu yang dipilihnya, Fero, si cowok famous inilah yang dipilihnya.

Tak lupa dengan sahabat-sahabatnya Zayna dan Rena. Namun, suatu hari. Mereka bertiga bertengkar yang diawali oleh Rena. Saat itu…
Citra terjatuh ke dalam jurang. Namun tangan Rena erat memegang tangannya sehingga Citra masih bisa diselamatkan.
“Zay, bantuin dong!” pinta Rena, namun Zayna hanya diam saja karena dia tau bahwa dirinya tidak kuat untuk membantu Rena, mungkin kalau Zayna membantu dirinyalah yang menambah susah beban Rena.

Rena yang merasa Zayna tidak membantu pun marah. Dengan kuat Rena menarik tangan Citra sehingga perempuan itu telah di sampingnya saat itu.
“Loe kenapa gak bantuin gue tadi?! Gue kesusahan tau!” ucap Rena.
Zayna menahan emosinya.
“Kalau loe dalam susah, gue dengan lebar tangan akan ngebantu loe, tapi kenapa tadi…?”
Rena memberhentikan ucapannya, karena Zayna telah menarik tangan Citra dan meninggalkan Rena sendirian.

Sehari setelah itu, Rena meminta maaf, namun Zayna dan Citra mendiamkannya seakan tak peduli. Rena pun memutuskan untuk tidak mendekati sahabatnya itu. Sahabat..?.

10 Desember..
“Kak Fero!!!” teriak Rena di tepi lapangan. Sontak membuat perhatian menuju kearahnya. Rena mendekati Fero yang berada di tengah lapangan, lalu mereka pun bercerita dengan serius. Pada akhir pembicaraan mereka, mereka saling senyum sebelum akhirnya Rena beranjak meninggalkan lapangan.
“Ada hubungan apa Rena sama kak Fero?” tanya Zayna. Citra hanya menggeleng
“Jujur, sakit banget saat gue lihat kak Fero sama Rena saling lempar senyum. Tapi Citra! Kak Fero itu gak ada hubungan apa-apa sama Rena! Iya kan?! Loe udah tau itu! Kak Fero itu pacar loe! Lagipula Rena udah pacaran sama Ali. It’s okey Citra” ungkap Citra dalam hati.

Sudah seminggu Citra menahan emosi dan mulai curiga pada hubungan Rena dan Fero. Yeah, mantan sahabat dan kekasihnya. Mantan sahabat??
Rena dan Fero semakin dekat. Setiap hari Fero pulang bersama Rena, bukan bersama Citra. Apa pun yang diminta Rena, Fero memberikannya dengan tangan terbuka. Citra sungguh terbakar api cemburu.

18 Desember
“Heh Rena! Ada hubungan apa loe sama Kak Fero?” ucap Zayna ketus tanpa menoleh.
“Gak ada hubungan apa-apa”
“Yakin loe? Apa loe suka sama kak Fero?”
“Yup! Gue yakin! Kalo masalah suka, yaaa sedikit sih. Kan awalnya temenan aja dulu, ya kalo kak Fero ngertiin perasaan aku, kenapa enggak?”
Zayna menganga lebar. Apa maksudnya tadi? Kalo kak Fero ngertiin dia, kenapa enggak… pacaran maksudnya?? Batin Zayna.
“Gila loe! Pacar sahabat sendiri diembat!” ucap Zayna.
“Hah? Apa? Sahabat? Yakin loe? Basi!” ucap Rena lalu pergi.

19 Desember
Citra menarik tangan Fero kasar hingga ke belakang sekolah.
“Kak, ada hubungan apa kamu sama Rena?” tanya Citra.
“Gak ada hubungan apa-apa”
“Kamu tau gak sih kalo Rena itu suka sama kamu!”
“Iya aku tau”
“Trus kenapa kamu malah deket sama dia? Suka sama dia?”
“Citra, pertanyaan loe itu gak penting tau gak sih”

Citra menahan tubuhnya yang hampir jatuh. Apa?! Kak Faro berubah?? Kenapa bukan aku-kamu? Trus masalah itu gak penting? Bagi Citra itu penting! Penting mengenai hubungan Fero sama Citra, trus kenapa Fero merasa bahwa masalah itu gak penting??

“Kak Fero” panggil Rena yang berjarak 15 meter dari mereka. Sepasang kekasih itu pun menoleh. Fero tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju Rena.
“Ada apa Rena?” tanya Fero
“Pulang yuk” jawab Rena
“Bentar yah, 3 menit aja” ucap Fero lalu memutar balikkan badannya menuju Citra. Citra memasang tampang kusut.
“Gue duluan yah” ucap Fero lalu beranjak pergi bersama Rena.
BUGGGHHH
“Loe! Rena! Dasar PHO! Pengkhianat loe!!!”

28 Desember
Zayna melirik Citra yang sedang meremas handphonenya. Kening Zayna pun mengerut.
“Ada apa sih?” tanya Zayna.
“Rena! Gue udah bosan tau gak sih lihat mereka tambah lengket aja! Bagi kak Fero ini apaan sih?! Sampah?!” jawab Citra
“Ya kali, gak mungkin lah. Oh yah! Menurut gue sih, si Rena cuma mau manas-manasin hubungan loe aja. Dan menurut gue, loe harus bisa pertahanin kak Fero” ucap Zayna.
“Gue gak habis pikir Rena bisa berbuat kayak gini” lanjut Zayna.
Citra terdiam, ada benarnya juga yang dikatakan Zayna. Yeahh! Citra harus memperjuangkan hubungannya!!!

Pulang sekolah…
Citra merasakan panas di daerah matanya. Fero!!
“Sini gue bantu Rena” ucap Fero lalu mengambil buku-buku yang berada di kedua tangan Rena. Dan
BUGH!
“Awww!” pekik Rena saat kepalanya menyentuh pintu. Alias kejedot!
Hati Citra kini dipenuhi tawa yang menggelegar.
“Rasain loe!” gumam Citra.
“Rena? Kamu gak apa-apa kan?”ucap Fero lalu meraba kening Rena. Meniupnya. Sangat romantis!
Rena menangkap sosok gadis yang berada di ambang pintu. Dengan santai Rena tersenyum sinis. Citra ingin sekali menjambak rambut wanita itu.

Rena nampak kelelahan. Dia pun duduk di tepi ranjangnya.
Drrt!! Drrttt!
“Halo? Iya? Ada apa Ali?”
“APA?!”
“Ali, aku bisa jelasin”
“Ali, jangan tutup teleponnya!”
“Ali!!”
TUUTT! TUUT!
Rena menahan kepalanya yang rasanya mau pecah.
“Ali, aku bisa jelasin. Kenapa kamu minta putus??”

3 Januari
Citra pasrah! Dia sudah mengaku kalah dengan pertandingannya bersama Rena. Citra gak sanggup lagi. Bila memang ini yang diminta sama kak Fero, trus untuk apa dipaksa.
“Gue udah putusin, kalo gue bakal akhiri hubungan ini sama kak Fero. Oke! Gue ngaku kalah” ucap Citra di hadapan Zayna. Zayna mengangguk.
“Kalau itu yang terbaik buat loe, gue bakal dukung loe terus” ucap Zayna.
“Makasih”

Fero sedang duduk di taman dekat sekolah, tepatnya di belakang sekolah.
Drrttt! Drrrttt!!
Fero membuka pesan yang masuk. Dari Citra!
From: Citra
Gue ngaku kalah, gue mau hubungan kita berakhir sekarang.
Dengan cepat Fero membalas isi pesan itu.

Setelah 5 menit mengirimkan sms, akhirnya ada balasan dari Fero.
From: Fero
Temuin aku di belakang sekolah pas pulang sekolah. Setelah itu, terserah apa yang kamu bakal lakuin

Citra tersenyum tipis.
“Mungkin Fero bakal mutusin aku di belakang sekolah”

Pulang Sekolah
Citra berjalan lesu menuju Taman yang ditemani dengan Zayna.
“SUPRISE!!! HAPPY BIRTHDAY!!!” teriak Kak Fero dan Rena bersama.
Citra mematung. Melihat dekorasi taman dipenuhi dengan warna kesukaannya yaitu pink. Sangat menakjubkan.
“Happy birthday Citra! Wish you all the best the buat kamu” ucap Rena lalu memeluk Citra tanda persahabatan.
“Jadi…” ucap Citra yang tidak dapat berkata-kata.
“Sayang, kamu kok diem sih? Terkejut yah sama semua ini? Sebenarnya aku sama Rena udah rencanain ini dari bulan lalu. Gimana? Suka?” ucap Fero.
Udah direncanain? Maksudnya..
“Apa kamu dekat sama Rena itu juga rencana?” tanya Citra perlahan. Rena sama Fero mengangguk.
“Rena”
Citra pun memeluk Rena.
“Rena, aku gak tau harus ngomong apa. Aku minta maaf sama kamu. Sebenarnya aku yang jelek-jelekin kamu di depan Ali, sampe Ali mutusin kamu. Maaf” ucap Citra dengan air mata yang tidak dapat dibendungnya.
Rena mengangguk “aku sudah ikhlas kok”
Zayna yang hanya mematung pun menunduk malu dengan perbuatannya selama ini.
“Zayna, kamu gak mau ngucapin aku happy birthday?” ucap Citra. Zayna tersenyum lalu memeluk Citra dan Rena.
“Happy birthday Citra, langgeng yoo sama kak Fero. Rena, aku minta maaf” ucap Zayna.
“Iya, maafin aku juga yang udah marah-marah sama kamu ya?”
Zayna mengangguk.
“Jadi.. kita masih sahabatan kan?” tanya Zayna. Citra dan Rena tersenyum.
Rena mengingat sesuatu.
“Eh.. gue pamit duluan yah, soalnya ada urusan penting” ucap Rena.
“Hati-hati Rena”

Di Kapal
Rena sengaja memutuskan berangkat ke luar kota, untuk menenangkan pikirannya.
Gelombak yang sangat kuat itu memukul kapal. Aroma air laut dan angin yang melambai-lambai kan rambut Rena. Begitu nyamannya.

“Maaf yah, aku gak bermaksud”
“Oh yah? Kamu mimpiin aku megang tangan kamu?”
“Rena sebenarnya aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacarku?”
“Oke, aku bakal bilang ke mama kamu kalo aku suka sama kamu”
“Rena, aku pergi yah. Aku janji, aku bakal nemuin kamu 7 tahun lagi. Dan aku bakal datang sebagai imam kamu. Kamu jaga hati kamu yah”

Huuffttt!
Rena menghembuskan nafasnya.
“Aihh! Kenangan itu lagi” gumamnya.
“Rena”
Rena berbalik ke arah belakang. Sosok pria itu! Yang membuat janji 7 tahun lalu. Yang membuat harapan untuk Rena.
Dengan senyum tipis, Rena segera memeluk pria itu.
“Aku datang buat nempatin janjiku”

Flashback on…
Rena mengambil buku di atas lemari. Dengan tangga yang dipegang oleh seorang bocah cowok.
“Bagas!” teriak Rena, namun Bagas tak sempat menahan cewek manis itu hingga..
BRUKKK! CUP!
Rena jatuh ke atas badan Bagas. Dan…
Rena segera melepaskan bibir yang tak sengaja bersentuhan dengan bibir Bagas.
“Maaf ya, aku gak bermaksud” ucap Bagas

“Bagas! Aku mau cerita!! Aku mimpiin kamu megang tanganku!” ucap gadis kecil itu
“Oh ya? Kamu mimpiin aku megang tangan kamu?” tanya Bagas. Rena mengangguk.
“Mungkin kita jodoh” lanjut Bagas.
“Maksudnya?” tanya Rena
“Rena sebenarnya aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacarku?”
“Tapi kata mamaku, kalo cowok mau nembak itu harus nembak ke orangtuanya”
“Oke! Aku bakal bilang ke mama kamu kalo aku suka sama kamu”

Bagas berjalan lesu menemui Rena. Mama Rena gak setuju mereka pacaran, dengan alasan mereka masih kecil.
Papa Bagas juga akan dipindahkan ke Bali. Jadi, mungkin ini yang terbaik.

Rena menatap Bagas dengan kening yang berkerut.
“Gimana? Mama izinin?” tanya Rena, Bagas menggeleng.
“Rena, aku pergi yah. Aku janji, aku bakal nemuin kamu 7 tahun lagi. Dan aku bakal datang sebagai imam kamu. Kamu jaga hati kamu yah” ucap Bagas lalu memutar balik tubuhnya.
Rena menangis.
“Bagas” panggil Rena, Bagas tidak berbalik.
Flashback off…

Rena masih memeluk pria itu.
“Kamu tetap jaga hati kamu kan?” tanya Bagas. Rena mengangguk.
Bagas pun memeluk Rena tanpa menggubris tatapan dari banyak orang.
“I love you Rena”
“I love you too Bagas”

Tamat

Cerpen Karangan: Zahara
Facebook: Dis Rainrain

Cerpen Hadiah untuk Citra merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Cinta Nestapa

Oleh:
“Kamu harus tahu, betapa besarnya rasa cintaku terhadapmu.” “Tapi…” “Cinta tak membutuhkan sebuah kata tapi.” “Maaf. Aku jenuh.” “Jenuh terhadap sikapku? Atau kamu telah menambatkan hatimu ke hati pria

Cerita Dara

Oleh:
“Dara…, tunggu!” suara cempreng milik Faya menghentikan langkah kakiku yang tergesa-gesa. Aku berbalik menanti Faya yang berlari-lari kecil ke arahku. Saat Faya sampai tepat di belakang ku, aku kembali

Permusuhan Itu Terulang Kembali

Oleh:
Anjani terdiam. Termangu menatap sahabatnya Mulyani yang sudah meninggalkanya. Tiba-tiba air mata Anjani menetes. Tiba-tiba ia teringat oleh masa lalunya ketika dia bermusuhan dengan Mulyani karena suatu hal lagi-lagi

Cinta Elektronik

Oleh:
Malam ini aku bersumpah untuk jadi orang paling cuek di dunia. Habis makan malam aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu, dan segera saja setelah memasang musik teman belajar.

Cinta

Oleh:
Banyak hal yang telah ku lewati… dan sekarang ku tiba di saat ini. Tapi ku sadari aku masih belum banyak mengerti tentang hidup ini. Banyak tanda tanya di hatiku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *