Hampir 3 Tahun Penantian Itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 19 June 2015

Siang itu, aku duduk di bawah pohon depan kelasku. Aku kelas X SMA. Melihat cowok manis lewat di depanku dengan sepeda modifannya. Tiap jam istirahat, aku pun sering melihatnya. Entah mengapa sejak itu perasaanku mulai aneh. Mungkin, ini suka? Atau apa? Aku gak tau. Semakin hari, rasa ingin memilikinya semakin kuat. Itu tak akan mungkin terjadi, batinku. Dia cowok yang berstyles, tapi denganku? Perbedaan mungkin sampai 90 derajat. Dia manis, wajah yang bersih itu yang membuatku lebih ingin mengenalnya.

Semakin lama, semakin kuat saja untuk berjuang bisa mendapatkannya. Mungkin dia tak tau jika aku menyukainya. Karena aku sendiri, setiap bertemu dengannya, rasa malu pun sangat besar.

Berjalan sudah semester 1, perpindahan semester 2, perasaanku pun masih tetap sama. Ingin memiliki, ingin lebih mengenalnya. Tapi, aku tak berbuat apa-apa. Karena aku malu dengannya. Lain hari, aku dikenalkan temanku kepada temen cowoknya. Namanya Ardhany. Cowok yang kebetulan satu sekolah sama aku juga. 2 bulan jalan, aku mulai nyaman. Dan mulai bisa melupakan dia cowok manis itu. Hingga akhirnya aku pun jadian sama Ardhany itu.

Kenaikan kelas itu membuatku bimbang, untuk memilih jurusan apa. Ipa or Ips? Dan akhirnya aku terjerumus di kelas Ipa. Pacarku berbeda jurusan denganku. Dia memilih Ips.

Sudah berjalan 7 bulan aku dan pacarku. Seketika, cowok manis yang ingin ku miliki sering sekali lewat di depan kelasku. Ya Tuhan! Kenapa seketika juga rasa yang dulu muncul lagi? Rasa yang ingin ku miliki, namun tak mungkin terjadi. Entah apa ini rahasia Tuhan. Aku tinggal menjalaninya dengan semampuku.

Tengah jam pelajaran, suara speaker pojok kelasku berbunyi, mengumumkan akan direncanakan study tour di kota pelajar selama 3 hari. 3 hari bersama seluruh siswa kelas XI berarti aku juga bakalan ketemu sama dia dan 3 hari juga akan bersama pacarku? Entah aku harus gembira atau sedih. Tepat di bulan Maret, bus kita pun berangkat menuju kota pelajar.

Siang itu di parkiran keraton, samping bus kita. Aku dipanggil pacarku “ayo sini duduk di sampingku” tanpa menjawab, aku pun langsung menghampirinya. Setengah jam aku bercanda dengan pacarku, entah ada apa dia. Cowok itu berjalan di hadapan kita berdua. Yang dengan spontan Ardhany menyapanya, iya mereka kenal karena mereka juga sejurusan. Bingung waktu itu! 2 cowok yang salah satunya sudah menjadi milikku sekarang berguarauan dengan dia cowok yang ku sukai.

Namun, setelah pulang dari study tour itu. Rasa sayang ke pacarku bertambah besar. Dan rasa ingin memiliki cowok itu semakin hilang. 3 bulan pun berjalan sudah, pertengkaran di hubunganku dengan cowokku semakin menumpuk. Dan kita pun berakhir juga. 10 bulan berpacaran dengan Ardhany, rasanya sangatlah berarti.

Naik pun ke kelas XII, kelasku pun berjauhan dengan kelas Ips. Seketika di tangga kelasku, aku melihatnya. Cowok itu, ternyata dia satu band dengan teman kelasku. Ya Tuhan! Very Confused. Rasa yang dulu pernah ada, muncul lagi. Tiap minggu dia berkunjung ke kelasku. Rasa ingin memiliki pun semakin menjadi.

Berjalan sudah kelas XII, disibukkan dengan semua ujian-ujian akhir sekolah. Hingga aku pun juga tak ingin memikirkan asmara. Hanya fokus agar bisa lulus dan masuk PTN yang diharapkan. Kelulusan pun diumumkan, dan siswa kelas XII dinyatakan lulus 100 persen. Betapa bersyukur dan bahagianya. Namun, di malam aku masih bimbang untuk menju ke PTN mana yang bisa mengambil kemampuanku.

Pagi itu aku mendaftar test ujian tulis di Malang. Berangkat ke Malang hanya untuk melaksanakan test masuk PTN. Setelah test selesai, isengnya aku membuka akun FBku. Dan ternyata, ada sebuah pesan dari cowok. Iya cowok, cowok manis yang ku suka dulu, yang ingin ku miliki. Entah ada angin apa dia mengirim pesan kepadakau, dan anehnya lagi dia meminta nomor hpku. Langsung saja ku kasikan nomor hpku kepadanya. Smsan selama di Malang, dia pun ternyata juga pindah rumah disini. Gembiranya tak bisa dihitung ketika dia mau mengajak jalan. Entah rasa itu muncul kembali atau apa yang terpenting hatiku sangatlah gembira!

Namun, setelah dia mengajakku jalan. Kondisi (cuaca) yang tak memungkinkan menghancurkan rencana bisa jalan berdua dengannya. Cowok itu! Di tengah jalan dia kehujanan dan langsung aku batalkan. Betapa bodohnya aku.. Aku pun pulang ke rumah, dan dia pun menghilang. Tak menghubungiku lagi, mungkin dia kecewa. Iya sangat kecewa.

2 bulan sudah dia tak menghubungiku lagi, rindu sangat rindu. Ku buka lagi akun FBku, melihat profilnya. Rasa marah, kecewa, kesal, mungkin juga nangis melihat profilnya. Dia berstatus dengan orang lain, mungkin cemburu? Iya mungkin.. Aku pun seketika berpikir bagaimana menghilangkan rasa itu.

Pengumuman hasil test pun muncul, dan aku dinyatakan lulus di PTN yang di Malang. Bersyukur sekali rasanya.. Menjalankan aktivitas kuliah di Malang, dengan sendiri. Tanpa ada yang menemani, menghibur ketika sepi. Kesepianku hanya ditemani oleh akun FBku. Tanpa terduga, profil FB cowok itu muncul di berandaku. Dan langsung saja ku like status yang dibuatnya. Melihat juga perkembangan hubungannya dengan pacarnya. Dan, aku juga gak tau status yang dulu tak muncul lagi. Apa putus? Ahh gak mikir lagi, batinku.

Mungkin karena dia melihat pemberitahuan, profileku yang like’ers di status dia, mungkin karena hal lain dan aku gak tau apa. Dia tiba-tiba massage aku, sms aku lagi. Kok masih ngesave nomorku? Pikirku. Smsan lama, dia pun ngajak jalan lagi.. Setelah beberapa kali jalan, rasa yang dulu pernah ada itu pasti muncul lagi. Dibimbangkan lagi dengan suasana asmara. Huft!

Tepat di tanggal 23 November 2013 di balai kota, dia memberiku mawar merah. Dan tanggal berapa aku lupa, yang pasti di alun-alun Batu Malang, dia menyatakan rasa yang dulu ku inginkan dia mengucapnya untukku. Sempat tak percaya, sangat tak percaya. Hingga pernyataan itu ku jawab setelah 3 hari, dan iya aku menerimanya sebagai pacarku.. Hingga sampai saat ini pun aku masih di sampingnya…
Cowok itu bernama Andra Gupta…

Cerpen Karangan: Razia Ulfa
Facebook: Razia Ulfa

Cerpen Hampir 3 Tahun Penantian Itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tulus Samar

Oleh:
Kali ini embun menyergap hebat dengan ribuan pasukan yang halangi pandangan luar jendela kamar. Ciptakan tetes demi tetes dari kaca transparan tepat di depan mata. Seperti kita. Mungkin tetes

Surat Kecil Untuk Sang Maya

Oleh:
Dear sang-maya… Ku dengar kau sudah memiliki gadis mungil lain, setelah aku. Ku harap kau awali dengan suatu pernyataan kejujuran bahwa kau memang benar mencintai gadis mungilmu yang sekarang.

Khayalanku Telah Bahagia

Oleh:
Senja berlalu dengan sangat cepat beriringkan rintika hujan yang smakin deras. Petir yang seketika menyambar didahului kilat bagai kamera itu membangunkan lamunanku yang bisa terhitung lebih dari sepuluh menit.

Nostalgia

Oleh:
Langit kuning kemerah-merahan, di ujung sana tampak setengah lingkaran matahari, cahayanya mulai meredup, teduh, terbias di permukaan danau yang terbentang luas. Angin nan dingin menyelimuti daerah puncak. Di dekat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *