Hanya Terlukis Pedih

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 3 May 2016

Berawal dari tempat kerja, kami memulai komunikasi ini, komunikasi awal yang masih jelas tersimpan dalam ingatanku adalah saat dia meminta tolong padaku untuk menemaninya pergi merujuk pasien ke rumah sakit induk di kabupaten. Aku adalah seniornya satu tahun lebih awal masuk kerja di puskesmas induk tempat kami bekerja, dengan penuh manja ia berkata, “Kak tolong kami, kami takut kalau ada apa sama pasien di jalan nanti.” Aku memaklumi hal itu lagian jalan yang ditempuh untuk merujuk ke rumah sakit sekitar 40 kilometer, dengan kondisi jalan yang berlubang di sepanjang hutan dan pasien yang kritis mungkin tidak etis bila anak baru harus sendirian mendampingi pasiennya. Aku pun iba dan berkata, “Iyalah Nen biar Kakak temani.” Neni adalah namanya.

Akhirnya kami pun pergi, setelah tiba di rumah sakit dan urusan pun selesai waktunya untuk pulang lagi ke puskesmas. Saat telah meninggalkan kota dan kami melintas di hutan yang gelap. Ia pun menggenggam tanganku dengan erat dan berkata, “Kami takut Kak,” dengan segala upaya aku pun menenangkannya. Ada keanehan yang ku rasa saat ia menggenggam tanganku aku merasa genggaman itu sangat nyaman untuk hatiku tapi bukan tubuhku. Setelah peristiwa itu komunikasi kami pun semakin dekat, dan kami memiliki nama panggilan masing-masing seolah-olah kami seperti orang yang memiliki hubungan.

Kenyamanan semakin aku rasakan, sehingga aku lupa akan sekelilingku, hingga suatu hari aku pun harus terluka dengan kenyamanan yang terlanjur aku nikmati. Sayup aku dengar tentang pertunangan yang sudah lama terjadi antara dia dan kekasihnya. Dari situ aku mulai menjauh darinya, hingga suatu hari hp-ku berbunyi dari pesan itu hatiku semakin merintih kepedihan. “Kak maafin kami ya, kalau kami sudah ngecewain Kakak, aku tahu Kakak berharap lebih namun hati aku sudah tidak bisa berpaling lagi.” itu kata-kata yang aku terima dari sebuah pesan singkat darinya.

Aku biarkan saja pesan darinya, sambil berbaring telentang aku menangis, dengan keadaan sakit yang aku rasakan. Tapi hati ini menguatkan dengan berkata bahwa aku sudah sangat biasa dengan keadaan ini. Perlahan aku mulai mencoba memudarkan rasa sakit ini, walau tidak mudah namun aku selalu mencoba. Yang pasti pelajaran paling berharga yang aku dapat adalah menyiapkan hati untuk terluka, hingga mendapatkan kebahagiaan yang sempurna itu lebih indah. Karena skenario hidup tak selamanya indah, adakalanya Tuhan memberi kita kesedihan supaya kita menjadi hamba yang kuat dan tabah.

Cerpen Karangan: P. Sugiarto
Facebook: Ghiar Higuain Sugiarto
P.Sugiarto Amd.Kep. Alamat desa Jangga baru Kecamatan Batin XXIV, Kab Batang Hari Propvinsi Jambi.

Cerpen Hanya Terlukis Pedih merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Pulang!

Oleh:
Kenapa semua cerita dongeng selalu berakhir bahagia? Adakah 1 kisah saja yang berakhir tragis. Agar menemaniku di sini yang sedang mencoba menghilangkan perasaan ini untuknya. Haruskah aku melupakanya karena

Sejarah Kembali Terulang

Oleh:
Namaku siska, aku berusia delapan belas tahun. saat ini aku sedang liburan sekolah dan ingin berkunjung ke cafe yang sudah menjadi langgananku sejak kecil yang berada di dekat rumahku.

Jam Istirahat

Oleh:
Jam istirahat sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu, dan kelas ini pun sudah mulai kosong akibat ditinggal oleh penghuninya yang pergi menikmati jam istirahatnya. Hanya menyisakan rizki dan

Menanti Ketidakpastian

Oleh:
Hembusan angin pagi yang sejuk membuat aku mengingat suatu perasaan yang lama terkubur dalam, dimana perasaanku seakan membawaku terbang bersama semua kenangan indah yang kulalui bersamanya dulu. kenangan yang

Stay Believe Of You Boy

Oleh:
Tiap detik ku menantimu. Tetesan airmata selalu tercurah di tiap malam ku. Yah mengingat mu, mengingat bahwa aku sudah menyayangimu. Terasa singkat bila aku memutuskan untuk takut kehilanganmu, yah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *