Hap Hap Tangkap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 October 2014

Suasana hening diikuti suara angin sepoi-sepoi mengiringi pekarangan sekolah, aku menari nari sambil bernyanyi “hap… hap… hap.. hap…”. tiba-tiba terdengar suara lelaki “tangkap… tangkap…”. Melanjutkan lirik lagu nyanyianku. aku kaget dan tersentak berhenti mendengar suara tersebut, seketika aku melihatnya dia mengusap wajahya lalu tersenyum kepadaku dan secara spontan aku pun membalas senyumnya. Aku tersipu malu sambil berjalan meninggalkannya

Sepulang sekolah aku bertemu lagi dengan lelaki itu, lagi lagi dia tersenyum kepadaku dan aku pun membalas senyumannya entah mengapa jika dia tersenyum kepadaku hati ini terasa aneh, entah apa yang terjadi tiba-tiba jantungku berdebar debar. Apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama? “tuhaaan help me… mengapa wajahnya selalu membayang bayangiku? dan kurasa ini memang betul yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama” tanyaku dalam hati.

Seiring berjalannya waktu, perasaan ini semakin tak wajar. pertemuan yang awalnya tak terduga kini membuatku penasaran dan ingin mencari tau tentang nya. aku sangat terkejut ketika mengetahui ternyata dia adalah seniorku. yaa… kurasa ini hal yang menarik bagiku. Entah mengapa juga setiap aktivitasku selalu saja berkaitan dengan nya mulai dari kebiasaan ku internetan seperti main twitter hingga aktifitasku di sekolah.

Perasaan jenuh menghampiri sela-sela keseharianku saat di rumah, aku pun melakukan kebiasaanku bermain twitter, beberapa menit kemudian username dia muncul di timeline ku. perasaan itu datang lagi, dengan perasaan malu aku pun memberanikan diri menfollownya. “@muhAkbar follback kak” kataku ketika mementionnya. beberapa jam kemudian getaran handphone mengagetkan ku dan ternyata itu adalah mention darinya. “@nabilaa_ sudah dek” balasnya singkat. yeah perasaan senang menghampiri perasaanku. aku pun buru-buru membalasnya “makasih kak @muhAkbar”. Tiittt… handphone ku berbunyi lagi, ternyata ada direct message dari dia “dek bisa minta pinnya gak?” balasnya “boleh kak ini 2710IG1” balasku sambil tersenyum senyum sendiri.

Setelah lama berkomunikasi lewat dunia maya, dia pun meminta nomer handphone ku. lagi.. lagi.. perasaaanku sangat senang membacanya.

Dua minggu telah berlalu, tepat pada tanggal 10 oktober aku pun memintanya mengantarku ke acara ulang tahun dan syukuran teman ku. aku pun mengambil hp segera mengirimkannya pesan “kak? mau ikut gak?” tanyaku dalam pesan yang kukirimkan “kemana dek?” balasnya. “ke acara temen kak” tanyaku penuh harap. “emangnya kamu gak malu jalan sama aku?” balasnya. “malu? malu kenapa kak? kan kakak gak mencuri kan?” balasku dengan lirih. “iya sih dek, tapi.. teman kamu kan keren keren sedangkan aku?” ketusnya “biasa aja kali kak, gak apa-apa kok. jadi..? mau gak?” tanyaku lagi sambil menenangkan. “okelah, ntar aku jemput yah dek” balasnya “oke” jawabku singkat.

Pukul 7 lewat sekian malam dia pun menjemputku. selama di perjalanan kami berdua berbincang-bincang, dia pun mengeluarkan gombalan dahsyatnya yang membuatku serasa melayang. perasaan nyaman muncul saat aku berada di sampingnya. aku pun berharap dia menjadi kekasih hatiku.

Seiring berjalannya waktu, Tepat pada tanggal 27 oktober, tiba-tiba “kring.. kring.. kring…” handphone ku berbunyi, aku melihat ke layar ponsel tertera nomer tak dikenal. “halo siapa ini?” kataku. terdengar suara lelaki dari telepon itu “akbar dek, kamu bisa keluar gak?” dengan nada panik. akupun bergegas keluar rumah membukakannya pagar “kenapa kak? silahkan masuk!” sambil berjalan masuk ke dalam rumah. “silahkan duduk kak! Oh iya ini nomer siapa kak?” kataku sambil melihat nomer yang tertera di panggilan masuk ku. “itu nomer orang yang lewat tadi dek, hpku… hilang ketika aku olahraga” katanya dengan raut wajah sedih. aku pun tersentak kaget mendengarnya “kok bisa kak?” tanyaku. dia pun menceritakan kejadian yang dialaminya tadi. setelah lama bercerita aku pun mengambilkannya minuman, setelah dia meminumnya tiba-tiba suasana hening dan dia berkata “bil, sebenernya aku… aku pengen ngomong sesuatu…” Katanya dengan nada serius “ngomong apa kak? silahkan” kataku dengan penasaran, dia pun hanya diam. beberapa menit kemudian diapun melanjutkan pembiaraannya “dek.. sebenernyaaa… Aku suka sama kamu. kamu.. mau gak…?” menghentikan sejenak pembicaraannya sambil menatapku. “mau apa kak?” tanyaku dengan perasaan heran dan deg deg an. “kamu… Mau gak… jadi pacar aku?” katanya. aku pun kaget dan tak bisa berkata apa-apa. keheningan pun tercipta, kemudian dia memecahkan keheningan itu “gimana Bil? diterima gak? php itu sakit loh” katanya dengan penuh harapan, aku pun menatapnya sambil tersenyum dan menganggukkan kepala pertanda aku mau jadi pacarnya. Raut wajah yang tadi terlihat tegang kini berubah menjadi senyuman manis yang menakjubkan. senyuman manisnya kini membuatku merasa yakin bahwa dia memang tulus. Kemudian dia pamit pulang “dek aku pulang dulu yaa, makasi sayang” *eh” katanya sambil memasang sepatu kemudian dia berkata “tuhan itu adil yah” dengan wajah penasaran “emangnya kenapa kak?” tanyaku. “yah iya adil kan aku lagi kehilangan handphone tapi aku dapat pengganti yang jauh lebih baik lagi yaitu kamu Bil.” katanya dengan penuh keikhlasan. Perasaanku pun sangaat senang seakan terbang ke angkasa, satu kalimat yang mungkin tak bisa saya lupakan. kemudian dia meminta ku untuk membantunya berdiri, bentuk bibirnya pun melengkung membentuk sebuah senyuman aku pun membalasnya sambil menarik membantu nya berdiri.

Kini kata dek sudah berubah menjadi sayang. “kriing.. kring.. kring…” panggilan dari nomer yang tak di kenal. “halo, ini siapa? kataku. “Akbar.. Bil, ini nomer papa aku pinjem” dengan nada lembut. “oh gitu” jawabku singkat “iya, lagi ngapain Bil? oh iya? jadi kita resmi nih pacaran?” tanyanya sambil tertawa kecil. “hehe sepertinya begitu kak” kataku dengan malu sambil tertawa geli. “loh kok panggil kak sih? Panggil akbar dong atau sayang sekalian hehe seakan mimpi yah Bil, eh iya udah mandi?” Tanya nya “hehe iya ya deh akbar akbar, belum kamu sendiri?” sambil senyum-senyum. “udah dong, ya sudah. kamu mandi gih! huu bauuu” dengan nada mengejek. “iya.. iya.. aku mandi dulu deeh biar harum. bye” ketusku. “iya sayang, kabarin yah kalau udah” katanya kemudian menghentikan pembicaraan.

Perasaanku serasa berbunga-bunga, memainkan handphone sambil senyum-senyum sendiri seakan layaknya orang gila, seperti kata orang-orang bahwa inilah perasaan seseorang yang lagi jatuh cinta, sikapnya aneh tapi nyata.

Teng.. teng… teng… bel berbunyi tanda siswa siswi SMAN 11 menandakan jam pelajaran pertama akan dimulai. Seluruh siswa pun masuk ke kelasnya masing-masing dan mengikuti pelajaran. Saat ini pelajaran bahasa Indonesia pun sedang berlangsung di kelas XI IPA 6 “cieee.. yang baru jadian” terdengar bisikan pelan ke telinga ku sambil menyiku lenganku, aku pun kaget dan menghentikan catatan yang sedang ku tulis “apaan sih kamu, siapa yang jadian?” bisikku pelan pura-pura tidak mengetahui sesuatu “alaah, sok gak tau lagi.. tuh.. tuh.. akbar.. akbar.. allahu akbar hehe” kata teman sebangku ku yang jail itu diikuti dengan ketawa kecilnya yang membuat pipiku seakan kayak tomat karena malu” haha.. iya iyaa aku ngaku deeh, udah.. udah.. lanjutin belajar ih ntar dimarahin ibu loh” tawaku pelan sambil melanjutkan catatanku yang sempat terhenti tadi.

Teng… teng… teng… bel istirahat pun berbunyi, siswa pun berhamburan keluar kelas “Bil, kantin yuk!” ajak teman sebangku ku itu “yuk!, Irma kamu gak ikut?” tanyaku ke teman belakang bangku ku “gak ah Bil, kamu duluan aja aku masih pengen mencatat nih nanggung soalnya, ntar aku nyusul kok” jawabnya “oh iya, yuk key” kataku sambil berdiri dan menarik teman sebangku ku. Aku dan keyla pun keluar kelas “Bil, aku mau bicara sama kamu” kata seorang perempuan sambil menahan pergelangan tanganku dengan erat, hingga aku pun menghentikan langkahku. aku pun mengalihkan pandanganku ke keyla “key, kamu duluan aja yah. aku mau bicara dulu dengan Fika” Keyla pun pergi meninggalkan ku, pandanganku kini beralih ke Fika “ada apa Fik?” tanyaku heran “kamu pacaran sama Akbar?” sambil nyodorin hpnya melihatkan status bm ku, aku pun tidak bisa mengelak “hm… iyaaa fik itu be..naar” jawabku gugup “Bil, kamu gak ingat yah janji kita dulu? hah?” katanya dengan nada marah “janji? janji apa? bukannya waktu itu kita lagi bercanda bahas soal itu?” tanyaku “apa? kamu bilang hanya bercanda? kamu tuh ya” menghentikan pembicaraannya sejenak “kamu tuh… berubah drastis tau gak semenjak kenal sama dia” melanjutkan pembicaraannya dengan nada keras mengeluarkan amarahnya yang meluap hingga orang-orang yang lewat pun mengalihkan pandangan ke arah kami “kenapa fik?” tanya suara lelaki itu sambil menghampiri kami “ini Bim, ada yang ngelanggar janji” katanya dengan nada kesal “haah? ngelanggar janji apa?” Tanya bimo heran “janji kita dulu, dia tuh sekarang pacaran sama AKBAR” kata Fika menebalkan nada nya saat menyebut nama Akbar “Akbar? senior kita itu?” Tanya Bimo lagi seakan kayak wartawan “iya bim, ada yang baru lupa yang lama tuh” katanya dengan nada yang masih kesal, aku pun hanya bisa diam mendengar celoteh mereka berdua “pantesan aja.. kalau diajak keluar alesannya berjibun” kata Bimo menyindir “kalian tuh salah..” belum sempat aku melanjutkan pembicaraan Bimo pun memotong pembicaraan “alaah.. sudah jangan banyak alesan, yuk Fik kita pergi” menarik fika dan pergi meninggalkanku.

Aku pun masuk ke kelas dan termenung “kamu kenapa Bil? Fika dan Bimo?” terdengar suara perempuan dari belakang bangku ku, aku pun bergegas duduk di sampingnya “tau tuh ir, mereka marah sama aku” dengan nada pelan dan raut wajah yang menyedihkan sambil menyandarkan kepalaku di samping tembok “marah? marah kenapa Bil” Tanya nya sambil melanjutkan catatannya “mereka marah ir, soalnya aku.. hm.. aku pacaran sama Akbar” jawabku sedih “kok mereka marah? emangnya kenapa kalau kamu pacaran sama kak Akbar?” tanyanya lagi masih melanjutkan catatannya “gak tau deh ir, katanya sih aku tuh ingkar janji kita waktu itu yang bercanda itu loh bahas tentang pacaran” jawabku kesal “astaga, jadi mereka marah cuman gara-gara itu? haha..” tawa Irma meledak menghentikan catatannya kemudian dia membalikkan badannya kearahku “udahlah Bil, sabar aja yah.. gak usah diambil hati, masalah pacaran itu hak kamu yang jelas kamu bahagia aku dukung kok” katanya menenangkan “iya nih ir, bukan karena itu juga sih. katanya aku tuh berubah karena waktu itu mereka ajak aku jalan tapi aku gak bisa soalnya dadaku sesek ir mamaku juga ngelarang keluar, mereka tuh salah pahaaam… mereka kira aku tuh gak mau jalan karena pacaran sama Akbar” ketusku “haha hanya soal itu? astaga, mereka tuh kayak anak kecil banget sok ngambekkan lagi. iya… iyaa.. ntar aku bantu jelasin ke temen-temen yah” jawabnya santai dan lagi lagi tawanya meledak “makasih yah ir, kamu memang sahabat aku yang paling mengerti” aku pun tersenyum dengan perasaan lega “iya sama-sama. udah kamu kembali gih ke bangku mu, udah bel masuk nih” katanya mengingatkan ku akan hal itu.

Irma mengajak Fika dan Bimo ke café tempat mereka biasa ngumpul tapi saat ini Irma tidak mengajak Bila, soalnya Irma ingin membicarakan masalah kemarin. “Fik.. Bim.. kalian tuh harus ngertiin Bila, dengerin dulu dong penjelasan dia jangan langsung ambil keputusan aja” kata Irma sambil melahap nasi goreng pesanannya “ala udahlah, intinya dia udah berubah kan? orang begitu gak usah dibelain ir!” kata Fika sambil mengesap minumnya “iya bener tuh Fik, kamu dibayar berapa Ir? sampai belain Bila sampai segitunya?” kata Bimo melanjutkan kata Fika tadi, Irma pun menghentikan makannya “kalian ini apa-apaan sih? pikiran kalian tuh kayak anak kecil tau gak! aku gak dibayar kok sama Bila, tapi aku sudah dengerin penjelasan dia. kalian tau kenapa Bila gak ikut waktu itu? Dia tuh sakit tapi dia gak bilang soalnya kalian itu terlalu banyak bercanda nya, terlalu banyak negative thinking nya tau gak! jadi percuma dia bilang ke kalian pasti kalian gak percaya, sekarang aja kalian gak percaya kan?” kata Irma menjelaskan sambil menahan amarahnya kemudian mengesap minumannya “kamu kok nyolot banget ngebelain Bila sih Ir? Lagi pula bukan cuman itu kan? dia juga udah ngelanggar janji kita dengan pacaran sama senior!” kata Fika dengan kesal, “janji? waktu itu cuman bercanda kan? Lagipula emang kenapa sih kalau Bila pacaran sama senior kita? itu hak nya kok dia juga udah besar. kenapa kalian mau marah? kalian cemburu? gak punya pacar? cari dong” kata Irma sedikit mengejek Fika dan Bimo hingga membuat tawa di bibir mereka “haha.. cemburu? gak lah ngapain juga cemburu? aku bisa kok dapetin pacar 3 sekaligus dalam sehari” kata Fika layaknya seorang putri paling cantik sedunia. “songong kamu fik, gue juga bisa kok kalau aku mau.. cewek di dunia itu banyak… tinggal nembak udah diterima status jomblo berakhir deh hehe” kata Bimo menyombongkan diri sambil bercanda “huu lebih songong kamu kali Bim! udahlah intinya kalian itu gak usah musuhin Bila lagi, dia kan sahabat kita juga.. ngertiin dia dong. masa hanya karena masalah kecil begini kalian ngambek sama dia, kasihan kan dia. biarin dia bahagia fik.. bim.. kalau memang kalian gak suka kalau dia pacaran sama senior kita, kalian kan bisa bicara baik-baik dengan dia” kata Irma mendakwahi mereka yang hanya bisa diam mendengarnya, keheningan pun tercipta.

Beberapa menit kemudian Fika memecahkan keheningan tersebut “iya juga sih, kalau dipikir-pikir kita itu terlalu egois Bim sampe ngelarang Bila pacaran” kata Fika kemudian mengambil hp nya menekan salah satu tombol hijau “halo Bil” kata Fika pelan “iya kenapa fik?” kataku “Bil.. aku…aku minta maaf ya atas kejadian kemarin yang bentak-bentak kamu” kata fika dengan rasa bersalah “hm.. iya fik” jawabku singkat kemudian isak tangis pun menyertaiku “kami tuh cuman gak mau kamu tuh ngelupain kita Bil” kata Fika melanjutkan dengan nada pelan “iyaa aku ngerti fik, aku juga udah putusin dia kok. maafin aku juga yah” kataku menahan tangis sambil menjelaskan “apa? putus? kok bisa?” kata Fika kaget, Irma dan Bimo pun yang mendengar kata fika juga ikut kaget “iya.. aku gak mau persahabatan kita hancur fik” kataku “duhh.. maaf yah Bil, aku ngerasa jahat banget deh” dengan perasaan menyesal “iya fik gak apa-apa kok, apa sih yang gak buat kalian? hehe” kataku memecahkan kesedihan “hahaa.. dasar kamu Bil, alay nya kambuh deh. sekali lagi maaf yah Bil” katanya “iya iyaa fik, udah yah minta maaf nya” kataku kemudian menghentikan pembicaraan. Akhirnya Bila, fika, Irma dan bimo pun bersahabat kembali dan akbar melanjutkan kuliahnya.

SELESAI

Cerpen Karangan: Sagita Dwi Pratiwi
Facebook: Sagita Dwi Pratiwi
nama penulis: sagita dwi pratiwi
twitter: https://twitter.com/dwi_sagita
siswa SMAN 11 makassar

Cerpen Hap Hap Tangkap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita Sahabat

Oleh:
Teet.. Teet.. Teeet.. Bunyi bel sekolah tanda untuk masuk kelas. Vyo, vina dan yani memasuki kelas “vyo, si udik kemana, kok gak keliatan dari tadi?” kata vina sambil melihat

Impian Kecilku

Oleh:
‘Dimana ada Dina, disitu ada Amel’, itulah yang selalu dikatakan teman-teman kami. Ya, aku dan Amel memang sudah berteman sejak TK sampai sekarang, kelas 8 SMP. Kami sudah seperti

Ending Question

Oleh:
Ini tentang pertemuan singkat antara dua orang yang mulai merasakan jatuh hati, jatuh yang benar-benar jatuh. Ini bukan cerita tentang dua orang yang bertemu, lalu bahagia. Kalau kalian mengharapkan

Bestfriend

Oleh:
Hari ini adalah hari spesial bagi Bennedict Noel yang berasal dari German karena ia akan tinggal di Indonesia dan juga bersekolah disini. Ia tak bisa membayangkan bagaimana dia kelak

Vivin yang Humoris

Oleh:
Kriing… kriing..!!! Bel tanda masuk sekolah telah berbunyi. Aku dan teman-temanku segera berbaris di depan kelas. “Siiaaappp… grak!” atur Julio, ketua kelas 6 B. Aku melirik sejenak salah seorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Hap Hap Tangkap”

  1. maizahtul says:

    cerpennya bagus tuh.

  2. Carolina ayu says:

    Fika dan Bimo jahat banget .. kasian akbar di putusin .. not happy ending …

  3. Alisa says:

    bagus juga ya ceritanya… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *