Harapan Dalam Genggaman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 February 2013

Kamu lihat itu? Iya 2 tangan berbeda yang saling menggemgam. Saling melengkapi.. Kita pernah seperti itu, bukan? Iya aku rindu genggaman mu. Bagiku genggaman itu yang membuat aku takut. Dimana aku selalu membalas genggaman itu erat-erat. Tau kenapa? Aku takut kamu pergi. Takut akan kehilangan mu. Simpel itu saja. Tapi kamu tau segimana takutnya aku? Mungkin kamu sudah tau jawabannya dari sebuah pelukan manis saat kita bersama.. Tapi, apa kamu benar-benar tau? Ah.. aku rasa kamu tidak tahu. Tanyakan saja pada aku.

Aku ingat betul saat kamu refleks memeluk ku dengan tidak sengaja. Membut kamu malu, membuat aku gugup. Itu sangat terlihat dari raut wajah kita, Sayang. Tapi suasana kembali seperti biasa saat kita tertawa bersama. Menertawakan ketidak sengajaan mu itu. Lucu yah.. Aku senang.

Apa yang kamu rasakan saat kamu memeluk aku? Apa yang kamu rasa sama seperti apa yang aku rasa? Semacam sehati, mungkin. Aku belum sempat menanyakan hal ini kepadamu. Ini membuat aku semakin takut. Masih sama.. takut kamu pergi.

I want you today, tomorrow, and next week.. and for the rest of my life.. Iyaa, aku ingin memilikimu sampai kita dewasa, punya anak, beranak cucu, dan sampai maut memisahkan, mungkin. Semoga.

Ah.. aku jadi teringat saat-saat kita membicarakan ini. Membicarakan masa depan. Yang membuat aku semakin sangat berharap bisa hidup bersama mu. Dimana kita sama-sama tau apa isi hati dan keinginan kita. Bukankah kita ingin hidup bersama, Sayang? Menjadi sepasang suami istri. Membuat rumah. Mempunyai anak. Bahkan mempunyai cucu. Sampai kita tersadarkan, itu masih jauh sekali kita wujudkan. Dan pada akhirnya kita berdoa kepada Tuhan akan keinginan kita ini dengan diikuti kata “amin” yang tidak cukup diucap sekali. Ingat? Aku sangat ingat sekali itu.
Indah sekali membayangkannya. Bisa hidup bersama kamu selamanya. Selamanya..

Apa kamu masih tetap ingin mewujudkan keinginan kita, Sayang? Akan tetap menunggu ku entah 8 atau 9 tahun lagi? Semoga saja. Tanpa basa-basi akupun masih tetap pada keinginan kita untuk mewujudkan itu. Sungguh..
Semoga kita bisa terus saling menggenggam.. Selamanya yah sayang.. Semoga. Amin.

Facebook: Januarti Puji A
Twitter: @januartiP
Blog: januartip.blogspot.com

Cerpen Harapan Dalam Genggaman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Jadi Benci

Oleh:
Liburan lebaran tahun ini aku hanya berlibur di rumah. Menghabiskan waktu bersama adik-adikku. Entah kenapa hari ini rasanya ingin sekali aku membuka facebook ku. Lekas ku ambil laptop dan

Kebijaksanaan Sebuah Kisah

Oleh:
Pemuda itu berjalan menyusuri trotoar menuju kedai kopi yang biasa dikunjungi kala sore hari, kali ini kepalanya tertunduk dengan kedua tangan menyusup di saku celana twis nya, cuaca sore

Antara Cinta Dan Keadilan (Part 1)

Oleh:
Aku Ilham, Aku dulu adalah seorang Anak yang patuh, dan sangat menghormati kedua orangtuaku, dan kedua orangtuaku sangat menyayangiku. Alhamdulillah Aku Dilahirkan di keluarga yang bisa dibilang mapan dalam

Menebus Janji

Oleh:
Aku tak mungkin menyalahkan langit, karena di senja sore ini langit kelabu. Aku pun tak mungkin menyalahkan awan, sebab di penjuru langit itu ia hentakkan gundala, hingga satu per

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *