Hari itu, Ia Menyadari Satu Hal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 18 March 2017

“Aku tahu sekarang.”
Pria di depannya mengernyit.
“Hanya aku bukan?”
Lipatan di dahinya makin bertambah.
Dia tertawa. Wanita itu mendongak menatap nanar padanya.
“Aku lelah, Di.”
“Vin, ada apa?” Akhirnya ia bersuara.
“Semua sudah selesai. Kamu bebas.”
“Vin..”
“Aku pergi.”

Pria itu termenung. Dia tahu ada yang tidak beres dengan kekasihnya. Maka, tanpa pikir panjang ia bangkit dari duduknya dan mengejar kekasihnya yang sudah keluar dari cafe lebih dulu.

“Vin, ada apa?” tanyanya ketika berhasil meraih tangan kekasihnya.
Hening.

Kekasihnya hanya diam bahkan tak sedikitpun menatap dirinya. Hanya membiarkan tangannya yang ada di genggamannya.

Satu menit lebih dan wanita itu tetap diam tak berniat menjawab ataupun membalikkan badannya. Hingga akhirnya sang pria tak tahan dengan keadaan ini, ditariknya tubuh mungil kekasihnya ke dalam dekapannya. Ia memeluk erat kekasihnya, menyalurkan kehangatan untuk menenangkan wanitanya. Tangannya terangkat mengelus rambut panjang kekasihnya.

“Vin, ada apa?” tanyanya sekali lagi.

Lalu, tanpa diduga bahu kekasihnya itu bergetar. Kemeja yang menutupi bagian bahunya terasa basah. Kekasihnya menangis.
Ia meregangkan pelukannya, menarik dagu wanita itu lalu menatapnya lekat-lekat. Kedua tangannya menangkup wajah cantik kekasihnya. Ibu jarinya menyusuri pipi sang kekasih, menghapus air matanya.

“Katakan padaku.”

“Hanya aku bukan..” lagi, kekasihnya mengucapkan kalimat membingungkan itu. Namun, kali ini dengan suara bergetar diiringi isak tangisnya yang kian menjadi.

“Hanya aku..” tubuhnya berguncang hebat. Air matanya mengalir deras membasahi kemeja sang pria. Namun sang pria tak mempedulikannya.

“Hanya aku…yang mencitaimu.” Suaranya tercekat, bahkan hampir tak terdengar olehnya jika saja jarak di antara mereka tidak sedekat ini.

“Hanya aku yang mencintaimu Dion!” jeritnya disertai isak tangis.

Dion menegang, namun hanya beberapa detik sebelum akhirnya ia meraup lebih dalam tubuh kekasihnya, menenggelamkan wajahnya di celah leher kekasihnya, menghirup dalam-dalam aroma wanita itu.

Hatinya sakit. Sangat sakit. Entah mengapa melihat kekasihnya, tidak! Bahkan lebih dari itu. Vina, itu namanya. Dan dia bukan sekedar kekasihnya. Melainkan kekasih hidupnya.
Terjadi sesuatu, dan itu mengharuskan mereka bersatu dalam suatu ikatan suci. Tepatnya, ikatan terpaksa. Karena keduanya sama-sama tidak menginginkannya.

Namun, mendengar pernyataan Vina, Dion menyadari satu hal…

… Vina telah jatuh cinta kepadanya.

Itu artinya….

“Tidak.”

Vina terdiam.

“Aku… juga mencintaimu, Vin.”

“Aku mencintaimu… istriku.”

Dion pun memiliki perasaan yang sama dengannya.

Cerpen Karangan: Farahdila Zulva Maulana

Cerpen Hari itu, Ia Menyadari Satu Hal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Bersemi Tadi Pagi

Oleh:
“Hei, yang benar saja bagaimana bisa kau tidak membawa buku itu!” seru seorang gadis pada teman sebangkunya “aku rasa tadi sudah kubawa dan kumasukkan ke dalam tas!” jelas gadis

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 1)

Oleh:
Pagi itu langit cerah. Gumpalan awan putih nampak bertebar membentuk suatu formasi yang indah jika dilihat lebih seksama. Namun tidak seperti kemarin, jika pandangan diarahkan jauh ke utara, puncak

My Lovely Teacher

Oleh:
“Free download game Zuma, tinggal ngetik itu aja fer.” Jelas Sam padaku. “Woi lo dengerin gue kagak sih? Kok malah ngelamun,” Ucap Sam kesal padaku “Iya-iya gue denger kok,”

Diary untuk Chaca

Oleh:
Anton terus saja menulis buku diary nya, meskipun sudah 1 minggu dia berpisah dengan kekasihnya. Seakan merasa belum sempurna sebuah kisah yang dia tulis selama hampir 2 tahun bersama

Aku Dan Lembaranku

Oleh:
Mentari menyibak kabut, cahayanya menerobos masuk ke celah-celah jendela. “Kring.. kring.. kring..” suara alarm membangunkanku dari mimpi indahku. Samar-samar aku lihat jarum jam. “Sial aku terlambat,” batinku. Terdengar klakson

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *