Hari Pertama itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 10 January 2018

Sekitar dua bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 27 Januari sekitar pukul 09:30 Jumat malam. Aku tidak tau dengan persis kenapa nalam itu bisa menjadi malam terbahagiaku ketika aku masih umur 17 tahun. Banyak orang bilang bahwa cinta pertama adalah hal yang paling mengesankan bagi setiap orang. Dan pada malam itu, Aku pikir hal itu memang benar. Diiringi seberkas rasa di dalam hati, ingatan akan kisah bagaimana Aku bertemu dia sejak duduk di kelas satu SMA, serta hari-hari dimana mulai tumbuh benih-benih cinta dalam relungku yang terdalam, Aku mulai mengetik di keyboard ponselku.

Tanganku gemetar. Selayaknya orang kedinginan, gigiku bergesekan dalam mulut yang terdiam. Sekejap senyum, sekejap lagi cengengesan. Sudah seperti orang lepas kendali ingin ku berteriak! Ingin ku melompat-lompat! Namun suasana di kamar sepupuku malam itu, mengharuskanku untuk tidak melakukannya. Jadi, biarlah hatiku yang berpesta pora.

Kuketik lagi, dengan jelas terlihat di layar ponselku.. “iya, kalo emang kamu beneran single, Aku terima kok..”

Sambil menggigit jari, aku tutup mataku untuk sekejap. Lalu kubuka lagi. Ini benar-benar nyata! Ia mengungkapkan perasaanya kepadaku. Kini Aku bingung, ketika itu mengapa aku sangat senang? Padahal.. lucu kurasa. Dia tidak menyatakannya secara langsung, tapi melalui pesan ke akun facebookku.

Kulewati malam itu dengan penuh bunga bermekaran dalam hatiku. Lalu aku bayangkan bila aku bertemu dia, dia akan memberi warna dan menyirami bunga itu dengan senyumannya. Tapi, aku tidak bisa bayangkan betapa kencang jantungku akan berdetak sedetik saja ketika aku bertemu dengannya nanti.

Dua hari kulewati tanpa dia. Rindu? Jangan kira lagi. Tapi memang dua hari itu libur sekolah. Aku juga tidak mau bertemu dengannya kalau harus di pinggir jalan tanpa alasan, atau di tempat lain selain di rumah atau di sekolah. “Jangan kasih tau siapa-siapa dulu ya..” Itulah pesanku padanya jumat malam itu.

Keesokan harinya, Senin pada jam istirahat pertama, aku pergi ke koperasi sekolah untuk membeli kertas double folio karena kebetulan ada tugas bahasa Indonesia. Sekembaliku dari sana, aku melewati kelas kelasnya. XII IPA 1. Jantungku bedegup kencang, padahal aku hanya lewat saja.

Tiba-tiba saja, seseorang memanggilku persis di depan pintu kelas itu. Suaranya sudah tidak asing lagi. Aku semakin deg-degan. Terdengar lagi.. “Dessy..!” Wajahku mulai memerah. Aku pun menoleh ke belakang. Ternyata benar! Dia yang memanggilku. Dia melambaikan tangan memintaku menghampirinya. Lalu ia sodorkan sebatang coklat kepadaku. “Ini buat kamu..” Tak lupa ia sematkan senyumnya yang begitu manis. Ketika itu, Aku masih sangat malu untuk menatap matanya. Aku takut salting. Aku pun menerima coklat itu. “umm… makasih ya. Tapi.. tulus gak ngasi coklatnya?” tanyaku dan mulai menatap matanya namun sekejap, aku alihkan lagi pandanganku ke lantai. “Yaah.. masa gak tulus sih..” Jawabnya. “Kalo gitu.. aku balik ke kelas dulu ya..” Akupun cepat beranjak dari situ. Namun tak jauh aku melangkah. Aku menoleh lagi. Dia masih di sana dengan seberkas senyum di wajahnya. Aku pun mencoba membalas senyum itu dengan malu-malu dan melambaikan tangan. Aku pun berlalu.

Waktu serasa berjalan begitu cepat. Hingga pulang sekolah, dia sudah menungguku di depan gerbang. “Waduh… bagaimana aku tidak melayang? Dia sudah sebaik itu menungguku pulang. Hufft..” desahku dalam hati. “Aku anterin ya..” katanya. Aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju. Entah kenapa aku menjadi begitu pemalu. Padahal sebelum ini, Aku dan dia sering saling usil-usilan. Mungkin inilah yang namanya cinta. Bisa membuat sesuatu berubah drastis… Itulah hari pertamaku bersama dia, dengan status yang lebih dari teman. Inilah hidup Life Is Never flat. Tidak selamanya aku akan usil-usilan satu sama lain. Ada kalanya untuk kami saling bahu membahu menyatukan perasaan kami. Aku harap dia akan selalu bersamaku.

Cerpen Karangan: Nila Marwa
Facebook: Nila Marwa
Aku Nila Marwa. Aku masih menduduki bangku kelas sebelas di SMAN 1 Kopang Lombok Tengah.

Cerpen Hari Pertama itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Destiny

Oleh:
Alona membuka matanya perlahan. Kedua matanya bengkak dan merah. Kemudian dia menutup keduanya menggunakan jari tangannya. Malas membayangkan hari ini setelah mimpi buruk semalam. Pertengkaran dengan mamanya. Ah, bukan

Wait Me

Oleh:
Tuhan sangat baik, Tuhan masih mengizinkanku untuk jatuh cinta lagi, setelah beberapa kali aku gagal. Aku menyukai seseorang, yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakak kelasku. Namanya Daris.

Segi Empat

Oleh:
Mereka adalah 5 sahabat. 5 sahabat yang tak terpisahkan dari SMP sampai sekarang sudah lulus kuliah. Mereka terdiri dari Revand, Fadil, Johan, Mutiara dan Shasa. Kemana-mana, mereka selalu bersama-sama.

Perjodohan Dengan Sang Gadis

Oleh:
Bandara dalam keadaan ramai pagi ini. Tak heran jika banyak orang membawa tas koper atau sekedar membawa sepotong kardus bertuliskan nama. Mulai tampak dari kejauhan, seorang lelaki yang tak

Bolehkah Aku Merasakannya

Oleh:
Sevha, seorang remaja SMA yang tidak pernah merasakan cinta. Ia sangat rajin belajar sehingga tak sampai memikirkan masalah cinta. Sevha juga seorang anak yang pemalu sehingga susah untuk bergaul.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *