Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 14 March 2018

Kasih, ke mana kamu pergi? kau tinggalkan aku di sini tanpa alasan. Tanpa sepatah kata perpisahan. Kasih apa salahku? hingga kau pergi begitu saja. Kasih apa kau di sana baik-baik saja. Apa kau sudah makan, minum atau kau di sana tidur dengan nyenyak? Kasih jawab aku. Aku di sini tersiksa karenamu.
Kasih.. kumohon jawablah pertanyaanku.. Pertanyaan-pertanyaan bodoh itu selalu membayangiku sejak dia meninggalkan aku tanpa alasan apapun.

Namaku Alice. Alicia Sihombing lebih tepatnya. Aku punya seorang kekasih. Namanya Jordy Widyatmoko. Parasnya yang menawan yang membuat aku jatuh hati padanya. Dibilang cakep iya lumayan. Tapi, bukan itu yang membuatku tertarik padanya. Aku suka padanya karena dia berkharisma serta senyumannya yang menawan. Yang membuat semua wanita terpikat jika melihatnya. Termasuk diriku. Semua orang bilang aku beruntung mendapatkannya. Karena bisa menjadi kekasih Jordy. Laki-laki berkharismatik dan menawan itu. Kami telah menjalin hubungan selama 2 tahun silam. Sampai kini aku masih bersamanya. Bersama hatiku yang masih menunggu kepulangannya padaku. Aku selalu bersabar menunggu dia kembali. Kembali ke pelukanku. Pelukanku yang rindu padanya. Namun, dia entahlah bagaimana keadaannya sekarang. Apakah dia juga rindu padaku atau malah sebaliknya.

Beberapa bulan yang lalu..
Kutemui dia di sebuah resto dekat kampus kami belajar. Dia sedang duduk di bangku paling sudut. Tatapan matanya terlihat mengarah ke depan, namun kosong. Lalu kudekati kekasihku itu. Kupanggil dia seraya mengagetkannya.

“Sayang Joo..!” Teriakku disebelah telinganya.
“Aa.. Ah kamu sayang” jawabnya tersentak kaget karena panggilanku.
“Yang, kenapa sih kok melamun gitu? keliatan banget loh dari kejauhan?” Tanyaku sambil aku duduk di hadapannya.
“Eeng.. Enggak ada apa-apa kok, gak ada masalah yang serius juga” Jawabnya sambil memalingkan wajahnya dari hadapanku.
“Beneran nih gak ada yang mau curhat?” Tanyaku kembali.
“Iya sayang emang gak ada apa-apa kok. Tenang aja” Kali ini wajahnya terlihat begitu kesal.
“Oke oke kalau kamu gak mau cerita gak papa kok. Oya dari tadi belum pesen apa-apa nih bukannya kamu jam segini biasanya udah makan?” Tanyaku kembali karena di meja hadapan kami tak ada Dessert atau minuman apapun.
“Iya iya kamu pesen aja, aku juga sudah lapar karena tadi menunggumu” Katanya sambil memengang perutnya. Lalu aku pun melambaikan tangan pada seorang waiters untuk memesan apa yang akan aku dan Jo makan.

Sepulang dari resto Jo mengantarku ke pulang ke kost aku tinggal.
“Thanks ya Jo dah anter aku balik” kataku ketika aku turun dari motor Jo.
“Iya Lice, yauda aku langsung pulang yah soalnya aku cape banget hari ini pengen bed rest dulu”
“Heem. Hati hati yaa”
Belum sempat dia menjawab, dia langsung tancap gas sepedanya dan ngenggg pergi jauh dari hadapanku.

Aku melihat Jo hari ini terasa aneh. Karena tidak biasanya dia seperti ini. Biasanya setelah dia mengantarku, dia selalu menemaniku di kost. Sampai larut malam, lalu dia pulang dan selalu disertai ciuman hangat di kening. Namun, apa yang terjadi hari ini? Dia saja tidak membalas sapaan ku sebelum pulang tadi. Tapi, ya sudahlah mungkin memang dia sedang lelah. Pikirku yang masih terpaku diam mematung di depan kost. Yang masih melihat kepergian Jo padahal dia sudah tidak kelihatan lagi.

Keesokan harinya, Jo tidak ngampus. Mungkin dia sedang sakit jadi tidak masuk pagi ini. Pikirku begitu. “Nanti pulang kampus aku akan ke rumahnya untuk menjenguk Jo” gumamku.

Setelah sampai di rumah Jo aku langsung mengetuk pintunya. Karena tak sabar untuk bertemu kekasihku.
“Tok tok tok.. Assalamualaikum.” ucapku sambil mengetuk pintu.
Terdengar suara langkah kaki dari dalam. Pasti itu Jo, pikirku.

“Waalaikum salam” suara ituu.. Suara wanita. Lalu dia pun membukakan pintu untukku. Ternyata benar dia wanita. Tapi ini bi mah pembantu yang bekerja di rumah Jo.
“Eh bibi, Jo nya ada bi? Soalnya tadi dia gak masuk kuliah” Tanyaku pada wanita paruh baya itu.
“Tuan Jordy tidak ada di rumah neng, tadi tuan berangkat pagi-pagi banget. Iya bibi kira tuan kuliah” Jawab bibi polos.
“Oh gitu bi, ya sudah aku pulang dulu yah. Makasih bi mah” Jawabku singkat, namun masih menimbulkan tanya.
Aku langsung ngeloyor pergi tanpa mempedulikan jawaban bibi. Karena aku bingung akan sikap Jo akhir-akhir ini sejak pertemuan terakhir di resto kemaren. Aku langsung mencari nomor Jo di kontak ponselku. Dan langsung meneleponnya. Tapi nomornya sibuk terus. Dan aku mencoba mengirim pesan.

To: Jordy
Sayang, kamu di mana kok gak ngampus hari ini? Aku dateng ke rumah, kamu juga gak ada. Jo, aku khawatir sama kamu.
send…

Aku menunggu jawaban dari pesanku. Namun tak kunjung terbalas juga. Aku sudah gak tahan menunggu. Aku telepon lagi ke nomor Jo, tapi nomornya selalu sibuk terus. Entah sudah berapa kali aku telepon Jo, dan hasilnya? Nihil! Aku mulai gelisah. Dan aku takut terjadi sesuatu padanya.

Hal ini berlangsung selama satu bulan. Jo tidak pernah ngampus dan setiap aku ke rumahnya hasilnya selalu sama. Aku kini sudah terbiasa tanpa Jo. Meski begitu aku tetap menghubunginya. Karena aku masih kekasihnya. Dan aku masih menyayanginya meski dia tak pernah mengabariku. Aku selalu menanyakan kabarnya. Walaupun selalu tak ada jawaban. Entah dia pergi ke mana aku pun tak mengerti. Mengapa dia pergi meninggalkanku? Apa kesalahanku? Pertanyaan itu selalu menghantuiku. Tapi tidak pernah kuketahui jawabannya. Dia hilang seakan ditelan bumi. Begitu saja. Namun, aku akan selalu berdoa semoga dia selalu bahagia dan baik-baik saja.

Cerpen Karangan: Irma Amaliya
Facebook: Irma Amaliya
Maaf yaa mungkin alur ceritanya mungkin kurang menarik. Soalnya masih belajar. ^_^

Cerpen Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Awalnya Sih Biasa Saja

Oleh:
Rizal.. Orang-orang biasa memanggilku. 15 belas tahun yang lalu, bayi dari keluarga sederhana lahir. Memang pengalamanku banyak, tapi yang paling indah adalah di saat aku pindah sekolah. Aku pindah

Khitbah Bersama Ilham

Oleh:
“Felly!!! Yakin, pakai lagu baru kita?,” tanya Bram di tengah langkah mereka menuju aula bawah. “Tahu, nih!!! Nggak biasanya lo mau ngelakuin hal semurah itu tanpa adanya imbalan yang

Tarian Hujan

Oleh:
Sempurna. Perasaan ini sempurna mengungkungku. Sejak kepergiannya, aku selalu menyendiri, menjauh dari orang-orang yang mencoba simpati padaku. Aku ingin sendiri. Mencoba berdamai dengan masa lalu yang kelam menyakitkan itu.

Dibalik Kisahnya

Oleh:
Semuanya berawal dari ketidak-sukaanku terhadap teman sekelasku yang bernama giovito, banyak hal yang membuatku membencinya: malas, banyak omong, gak pernah ngerjain tugas dan masih banyak lagi. Hal-hal itu yang

Aku, Kamu, Kita

Oleh:
Udah hampir 6 jam gua mantengin layar laptop dan gua gak tau mau mulai ngetik dari mana? gua gak tau gua harus mulai dari huruf apa? bahkan sempat beberapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *