Hilang dan Kembali

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 October 2020

Pagi yang sedikit mendung mengantarkan jenazah kakek di peristirahatan terakhirnya, saat ini seharusnya ada seseorang yang menjagaku menyemangatiku namun semua itu hanya sekedar angan belaka, justru disana ku memandang Adam seorang yang sangat kuncintai memegang erat tangan Shinta calon tunangannya.

“non gerly, sudah makan?” tanya assistentku
“lagi tidak nafsu, taruh saja semua disitu.” jawabku
Memang untuk akhir akhir ini aku malas mengerjakan apapun, semenjak kepergian kakekku tidak ada satupun sanak saudara mengunjungiku, mereka mengunjungiku hanya saat rapatin soal warisan.

Kulangkahkan kaki ini keluar rumah mengendarai mobil, mencoba melihat kondisi kehidupan diluar, entah mengapa tiba tiba hujan turun dengan lebatnya dan justru mobilku tiba tiba berhenti, aku yang masih putus asa pasrah begitu saja, lalu dengan bodohnya aku duduk di bawah pohon besar dan menanggis, padahal aku tidak tau kenapa aku harus menangis, mungkin aku lelah dengan keluarga, teman bahkan orang yang kuharapkan.

Hujan yang terus turun dengan lebatnya tiba tiba menjadi redup, kuangkat wajahku keatas melihat apa yang terjadi ternyata ada seseorang yang membawakan payung untukku, tersenyum manis lalu membimbingku berdiri.
“anda kedinginan, coba kita neduh disana” kata lelaki itu
“terimakasih, tapi aku mau disini saja” jawabku
Dia tidak mendengarkan omonganku malah tetap berdiri di dekatku dengan seriusnya
“yakin mau disini, hujan makin lebat ini?” tanyanya lagi
“iya, aku mau disini saja” jawabku

Tapi setuasi hari itu tidak memihak kepadaku hujan justru turun dengan lebatnya hingga aku merasa pusing dan tidak bisa melihat dengan jelas, akhirnya aku tidak bisa melihat apapun.

Beberapa jam kemudian kubuka mataku lebar lebar ternyata aku berada di sebuah ruang penuh cat putih dan aroma obat, saat itulah aku sadar, aku di rumah sakit.
“suster.. suster..” teriakku
“iya mbak, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya
“kenapa saya bisa disini?”
“tadi dokter glen bawa mbaknya kesini, beliau nemuin mbaknya di bawah pohon” jawabnya
Begitulah aku baru sadar, mungkin aku pingsan karena terlalu lama dibawah hujan lebat tadi.

Seminggu kemudian kondisiku telah pulih, kucoba joging di taman depan komplek, disana kulihat Adam sedang berlari lari kecil, disini aku mulai merasa kehilangan, teringat jelas saat aku masih sakit kanker dulu dia sering membawaku kesini, menemaniku untuk berjuang melawan rasa sakit itu, tapi kini semua berubah sejak acara pertunangan yang gagal itu.

“glery?” tanya Adam
“iya,” jawabku dengan ragu
Dia memandangku tanpa ucap kata apapun tampak sekali keraguan di wajahnya.
“kenapa dam? kok malah diam?” tanyaku
“ada luka yang tidak bisa kuucapkan ger” jawabnya
“luka? luka yang mana, luka saat kau meninggalkanku dalam kondisi sakaratul maut itu?” tanyaku penuh emosi
“maafkan aku ger, aku takut dulu, aku tidak bisa melihatmu terluka” jawabnya
“kamu takut aku terluka dam? bayangkan dam saat dimana pertunangan kita akan dimulai dan kankerku kambuh kamu justru ninggalin aku?” tanyaku
“aku takut ger, aku tidak bisa kehilangan kamu saat itu” jawabnya
“kebohongan apa lagi ini dam, dengan kamu ninggalin aku, aku harus koma 3 bulan lebih di singapura, kamu tau saat aku terbangun, tidak ada cincin melingkar di jemariku dan kamu pergi dam kamu pergi” tanyaku penuh emosi.
“maafkan aku ger, aku tau aku salah, aku ingin memperbaiki semuanya”
“tidak ada yang perlu diperbaiki, lihat disana, disana sintapun sudah menunggu kedatanganmu.” jawabku dengan menunjuk sinta yang juga sedang lari” kecil ditaman.

Sejak kejadian di taman itu sikap Adam berubah, dia semakin perhatian ke aku, seperti saat di resepsionis hotel mega, aku sedang kebingungan cari kunci deary dimana mana tidak ketemu dan tiba tiba dia datang.
“kuncinya ada di kalungmu itu ger” katanya
Aku hanya menoleh dan pergi begitu saja, aku takut jika kupandang wajahnya aku akan semakin sulit melupakannya, dia yang berharga tapi telah dimiliki orang lain.

Senja yang indah, cocok sekali untuk perjalanan begitupun aku, aku sedang mau check up ke rumah sakit, begitupun dengan Sinta calon tunangan Adam
“eh, gerly masih langganan rumah sakit kamu, kok jadi orang sakit sakitan kaya gitu” tanyanya dengan judes
“ini urusanku kali, aku mau gimana ya terserah” jawabku
“oh, iya nihh sekalian undangan tunanganku sama Adam ya, dateng ya, tapi jangan sampai pingsan disana dan buat repot lagi”
Aku sudah tidak tahan dengan omongannya langsung saja kuarahkan tamparan ganas kearah wajahnya tapi justru dicegah Adam.
“loe, keterlaluan ya ger, main kasar aja sama calon tunanganku” kata adam
“tapii daam…” belum selesai aku jawab
“sudahlah ger, aku kecewa sama kamu”
Adam dan Shinta lalu pergi begitu saja meninggalkanku disini.

Ku tetap berusaha untuk menahan air mata ini untuk menetes tapi tidak bisa, aku justru menanggis tersedu sedu, dan saat itulah muncul dokter yang memberiku sapu tangannya,
“sudahlah, kalau ada masalah jangan nanggis disini dikirain anak kecil minta permen”
Kutolehkan wajahku ke dia, ternyata dia adalah lelaki yang dulu menolongku dari pingsan
“kamu kan yang dulu tolong saya kan?”
“iya itu aku, oh iya kenalin aku glen”
“aku gerly”
“aku sudah tau kok, papamu banyak cerita tentang kamu”

Aku diam, kan mana mungkin papa inget sama aku, aku saja sudah tidak bertemu dengan beliau sekiar 15 tahunan,
lalu dia cerita banyak tentang papaku yang ternyata masih sangat mengkhawatirkan aku, dan selalu menyiapkan kado spesial saat ulang tahunku berbeda dengan mama.

3 minggu kemudian, hari-hariku kulalui dengan Glen, dia mampu buat hidupku lebih berwarna, dan mampu pertemukan aku dengan papa, rasa bahagia itu muncul begitu tulus dan menyenangkan.
Tepat 27 november 2017, ini adalah hari dimana Adam dan Shinta akan bertunangan, dan saat itulah aku mulai merasa aneh, mengapa aku tidak merasakan sakit lagi, tapi justru aku sangat bahagia karena Glen telah mengenggam erat tanganku dan berusaha menjagaku.

“oke, semua undangan sudah hadir, selamat menyasikan acara pertunangan hari ini” kata MC acara hari ini
Tapi entah mengapa Adam justru berjalan menuju aku dan berlutut kepadaku
“aku tidak pernah bisa bohong ger, aku masih mencintaimu, aku takut kehilangan kamu, aku ingin kamu yang menemaniku” kata Adam
“dam, kamu ini apa-apaan, kamu sudah mau tunangan kan?” tanyaku
Lalu Adam berdiri mengenggam tanganku, memandang mataku penuh perasaan
“jujur ger, jujurlah kamu masih menyimpan rasa cinta untukku, pandang mataku ger dan jawab”
“tidak dam, aku tidak..” aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku karena tiba tiba Shinta menamparku dengan kerasnya, tamparan ini sangan menyakitkan, aku sakit, aku bingung dan aku malu, aku ingin berlari tapi Glen mencegahku.
“semuanya, ini acara kamu dam silahkan selesaikan, dengan calon tunanganmu itu, tapi jangan lukai gerly”
“ini bukan acaraku, ini acara mereka, acara para orangtua yang ingin aku seperti ini”
Lalu Adam lari keluar tanpa kata, aku tau dia terluka dan sekarang aku mengerti dia dulu meninggalkanku karena dia dijodohkan bukan karena dia lelaki pengecut yang takut akan kematianku.

Tiba-tiba terdengar suara “ndraaaak” seperti suara mobil menghantam sebuah pagar dan ternyata benar, aku berlari keluar melihat apa yang terjadi dan ternyata disana ku melihat Adam sudah tergeletak penuh darah,
“adaam, kamu kenapa dam, adam, kamu jangan tinggalin aku dam” aku menanggis dan memeluk erat tubuhnya
“adam, aku ingin kamu disini menemani hidupku dam, adaamm” kataku

Adam tidak cepat sadar dan Glen sebagai dokter langsung memberikan tindakan pertama, untungnya Adam siuman dan mendang wajahku dia tersenyum dan menghapus air mataku
“ger, jangan nangis, aku disini aku akan menemani kamu, senyumlah ger”
“adam, kamu jangan pernah tinggalin aku, aku selalu bohong, bahwa aku sudah tidak mencintai kamu, aku masih berharap padamu dam”
“aku tau itu ger, kita akan bersama dan selalu bersama”

Lalu kulihat Shinta menangis dan ingin menghancurkan momenku dengan Adam, tapi banyak orang yang mencegahnya, kini tinggal aku dan Adam yang menangis bahagia.

Cerpen Karangan: Lisa Frikugeana
Blog / Facebook: Lisa Frikugeana
Saya Lisa Frikugeana, umur 18 tahun, ini hobby saya menulis rangkaian kata,semoga kalian senang membacanya, salam kenal untuk pembaca.

Cerpen Hilang dan Kembali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Takkan Terpisahkan

Oleh:
Namaku dinda asyifah. Aku siswa kelas 3 SMA dan hari ini aku akan melihat hasil ujianku. “dinda cepetan, ntar terlambat” teriak mama Aku pun bergegas mandi dan segera berganti

Kapok Jadi Playgirl

Oleh:
Liburan telah usai, semua siswa maupun siswi SMA Harapan Nusa masuk sekolah dengan ceria terkecuali Rasha. Entah kenapa pagi itu dia nampak kurang semangat masuk sekolah. “Hay Sha, kok

Awan Vs Jingga (Part 3)

Oleh:
Beberapa hari setelah kejadian itu, Jingga bersikap seolah menjauh dari Awan. ”Kenapa lo selalu meluk gue seperti ini?” Jingga tidak membalikkan badannya karena tidak ingin Awan tau kalau dirinya

Surat Usang Dari Samudra

Oleh:
Aku meletakan sebuah surat yang dibungkus dengan amplop coklat dan dihiasi pita pink di atas meja kerjaku. Amplopnya sudah usang warnanya. Tadi sepulang kerja, aku sengaja mengambilnya dari dalam

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *