Hujan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 21 January 2017

“Mungkin ini terakhir kalinya aku melihatmu, selamat tinggal Arya” aku melangkah agak menjauhinya.
“Jangan pergi, aku mohon. Jangan tinggalin aku In, aku benar-benar sayang sama kamu” terang Arya yang masih ingin melihat orang yang ia sayangi ada di dekatnya.
“Tapi, aku harus pergi, aku harus pergi sekarang Arya, kumohon.” Pintaku agak memohon padanya.
“Nggak, nggak boleh” Arya berusaha keras untuk membuat Intan mengerti, tapi apa yang ia usahakan ternyata sia-sia. Intan harus pergi juga.
“Tapi aku tidak bisa”
“Baiklah kalau begitu aku akan tetap menunggumu di sini, apapun yang terjadi.” Tekat Arya pada Intan.
“Terserah kamu,” ucapku yang segera pergi meninggalkannya di taman yang tak jauh dari rumahku.
“Apapun yang terjadi aku akan ada di sini, aku tak peduli” tekat Arya.

Terlihat awan mendung yang nampak keabu-abuan di langit, nampaknya hujan sebentar lagi akan turun, dan rinai air hujan pun telah membasahi tubuhnya.

“Biarin aja dia disana, lagian dia terlalu membuatku sakit, lebih sakit dari yang aku bayangkan, lagian dia pasti cuma membohongiku lagi, tak mungkin dia menungguku disana, lagian apalah artinya diriku untuknya.” Ucapku seraya melangkah pergi.

Selang beberapa saat hujan pun turun dengan derasnya, untunglah aku telah sampai di rumah, tapi kenapa aku sangat khawatir dengan Arya. Apakah dia benar-benar menungguku di sana! Tapi ah kenapa aku jadi mikirin dia, mungkin saat ini dia udah pulang ke rumah, pikirku.

Tapi pada kenyataannya tidak, Arya masih belum meninggalkan taman itu, ini dilakukan Arya karena, ia benar-benar sayang pada Intan. Ia benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan orang yang tulus menyayanginya.

“Apapun yang terjadi aku harus tetap di sini. Aku akan menunggu Intan di sini” tekat Arya.

Hujan semakin deras saja. Arya masih di tempat itu ia tak mau meninggalkan tempat itu sebelum ia berhasil bertemu dengan Intan, dan pada keesokan harinya.

Intan datang di taman itu lagi, ia sangat khawatir akan Arya dan benar saja Arya masih ada di tempat itu, terlihat wajah Arya yang sangat pucat. Mungkin karena semalam Arya ada di tempat itu.

Intan menghampiri Arya yang tertunduk lemas di tanah, ia seperti menyesali apa yang telah ia perbuat kepada Intan dulu.

“Arya” Intan duduk bersebelahan dengan Arya.
Arya mengangkat kepalanya dan segera memeluk Intan “Maafkan aku In, aku menyesal, aku benar-benar sayang sama kamu, memang dulu aku cuma mempermainkan perasaanmu saja, tapi kamu harus percaya bahwa aku, benar-benar sayang dan cinta sama kamu” tegas Arya.
“Iya aku percaya, kenapa kamu bisa seperti ini, apakah kamu masih menungguku kemarin! Kenapa kamu melakukan ini Semua?” Tanyaku ingin tau.
“Karena aku benar-benar sayang sama kamu, aku cuma mau membuktikan jika aku benar-benar sayang sama kamu, dan aku janji tak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu lagi” aku seakan di buat luluh karenanya.
“Apakah kamu mau balikan lagi sama aku” tanyanya membuatku diam. Aku hanya mrnggangukkan kepalaku dan tersenyum padanya.
“Terima kasih” perlaha Arya menutup kedua bola matanya, sontan membuatku panik.
“Arya kamu kenapa?” Tanyaku seraya menepuk pipinya.
“Kamu nggak apa-apa kan?,” tanyaku sangat khawatir padanya.
“Enggak, aku cuma merasa pusing aja,”
“Intan maafkan aku ya, aku janji akan membuatmu bahagia” aku tersenyum mendengar apa yang selama ini aku harapkan, akhirnya dia bisa berubah menjadi pria yang lebih baik lagi.

Cerpen Karangan: Sri Ambar
Facebook: Sri Ambar

Cerpen Hujan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Terpendam

Oleh:
Awalnya hanya rasa kagum tapi lama kelamaan rasa ini berubah menjadi rasa sayang dan kemudian berkembang menjadi cinta. Hai namaku Ai Melani umurku 15 tahun aku bersekolah di SMAN

Pesawat Kertas

Oleh:
Sahabat Pesawat Kertas Senja telah tiba Siang telah berlalu… Gelap malam telah menanti dengan senyum beribu bintang…. Yang setia menemani bulan…. Seperti Kyky Larasasti yang setia mendengar cerita Andika

Rahasia Jean

Oleh:
“Sudah 6 tahun ya..” Ia menatap keluar jendela kelasnya, kelas XII IPA 1. Sudah 6 tahun berlalu sejak ia diizinkan untuk bersekolah seperti remaja pada umumnya, tapi tak ada

Silly Feeling

Oleh:
Hari ini perasaanku nggak enak banget. Pagi-pagi dimarahin sama atasan ditambah dari semalam pikiran dan perasaanku memang sudah terasa nggak enak banget. Nggak tahu, rasanya pengen teriak, jerit-jerit, sampai

Peri Cintamu

Oleh:
“Sampai kapan hubungan kita akan backstreet terus, Qory?” “Aku.. Aku..” Aku pun menangis dan memejamkan mata erat–erat. Kurasakan sebuah pelukan hangat Steven. Kini, aku menangis dalam pelukannya. “Aku tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *