I Don’t Know When But I Love You (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 January 2017

Pagi pun tiba aku bangun dan melirik jam. Aku berjanji akan pergi dengan Reno hari ini. Dia akan menjemputku Pukul 09.00 aku bergegas mandi dan bersiap. Tidak seperti biasa oma membangunkanku untuk sarapan. Aku keluar kamar dan menuju ruang makan. Aku tidak melihat oma di ruang makan. Tapi aku mencium harum makanan yang sangat enak dan aku tau pasti oma sedang masak sarapan. Aku berjalan menuju dapur dan aku kaget bukan oma yang sedang memasak tapi Reno. “Selamat pagi nona Tiara. Sebentar yah sarapannya sudah hampir jadi” Reno tersenyum melihat kedatanganku. “Oma kemana kok kamu yang masak?” Tanyaku berjalan mendekat ke arahnya. “Dia ada janji sama orang di Jakarta jadi berangkat pagi-pagi gak sempet masak katanya. Jadi aku putuskan untuk menggantikan jobnya pagi ini.” Reno menjelaskan sambil tangannya dengan lincah memasak. Tak lama semua makanan selesai dimasak. Aku membantu Reno menata semua makanan. Kami menuju ruang makan dan mulai sarapan. Sangat enak masakan Reno, dia pandai sekali memasak. “Kamu hebat Ren, enak banget” Pujiku sambil menyuap sarapan pagi buatan Reno. Sup Ayam dan ikan gurame fillet ini sungguh nikmat. “Kamu suka?” tanya Reno tersenyum melihatku makan dengan lahap. “Tentu dong” Aku menjawab dan kami berdua tertawa. Hari ini dimulai dengan waktu yang menyenangkan, sarapan bareng Reno. Kami berangkat menuju salah satu tempat wisata di Bandung.

Kami memutuskan untuk pergi ke daerah lembang. Dari Dusun Bambu, D’Ranch, Floating Market, Rumah Strawberry dan berakhir di Grafika cikole. Kami berisitirahat di salah satu Bungalownya. “Kamu setuju dengan perjodohan ini Ra?” Tiba-tiba Reno menanyakan hal yang membuat aku kaget. “Enggak” Jawabku singkat menatap jauh pemandangan di depan ku. “Aku juga..” Lirih Reno berkata, dan aku menatap ke arahnya. “Aku mau wanita yang kunikahi benar-benar jatuh cinta padaku. Saat aku ketemu kamu pertama kali aku berpikir akan mencoba menerima perjodohan ini dan kedua kalinya aku berfikir untuk tidak” Kalimat Reno terhenti. “Kenapa?” tanyaku singkat penasaran dengan kalimat selanjutnya yang akan Reno katakan. “karena aku melihat ketidak bahagiaan di mata kamu, dan aku gak mau kamu bahagia. karena itu aku serahkan semua masalah pernikahan ke kamu karena biar kamu yang memutuskan kamu siap atau tidak menikah dengan aku.” Reno tidak menatapku ketika mengucapkan kalimat terakhir itu. “Kamu baik Ren. Aku nyaman sama kamu tapi aku masih ragu apa bisa kita berdua sejalan dan sampai di pernikahan. Aku ingin kita punya waktu banyak seperti ini agar aku kenal kamu dan kamu kenal aku. Kita seperti itu saja dulu boleh?” Tanyaku menatap Reno, dia hanya menjawab dengan anggukan dan tersenyum. Kini semua jauh lebih baik, aku lega sudah bicara pada Reno dan dia setuju. Kami pulang setelah seharian bepergian.

“Ra.. kita sudah sampai” Reno dengan hati-hati membangunkan aku. “uwmt.. maaf Ren aku ketiduran.” Aku membuka mata dan Reno hanya tersenyum. “Gak apa-apa sudah masuk sana istirahat, salam yah buat Oma.” Reno pamit dan meninggalkan rumah Oma. Aku masuk dan langsung menuju kamar melanjutkan tidurku karena sangat lelah.

Aku terbangun mendengar suara handphoneku, setengah sadar aku mengangkat telephone. “Kamu belum bangun?” Suara Oma terdengar dari ujung telephone. “Aku baru bangun oma, capek sekali.” Jawabku agak malas. “Ya sudah hari ini oma pulang kamu cari sarapan sendiri yah oma mungkin agak siang dari Jakarta.” Ucap Oma dan menutup telephonenya. Aku beranjak dari tempat tidur dengan malas aku keluar kamar dan duduk di ruang tamu. Tiba-tiba aku ingin bertemu dengan Reno, entah kenapa aku jadi memikirkan sosok itu. Aku membuka galeri di handphoneku dan aku tersenyum sendiri melihat foto-foto kemarin. Aku kembali mengingat Reno, entah kenapa aku jadi ingin selalu tersenyum mengingat waktu bersamanya. Aku memutuskan untuk pergi ke kantor Reno siang ini dan mengajaknya makan siang. Aku bergegas bersiap dan mengendarai mobilku ke kantor Reno. Setelah bertanya pada receptionis keberadaan Reno aku menuju ruangannya. Aku melihat pintu ruangannya terbuka, aku hendak masuk namun langkahku terhenti karena melihat ada seorang wanita di dalam. “Kemana kamu hampir 1 minggu ini?” Ucap wanita itu duduk di hadapan Reno. “Ngapain kamu datang kesini sih Cin?” Tanya Reno dengan nada tenang. “Sejak kapan aku harus datang dengan kasih tau ke kamu dulu. Kita sudah pacaran 2 tahun dan bukannya biasa aku datang ke kantor kamu seperti ini.” Aku kaget mendengar ucapan wanita itu. Aku tidak tau bahwa Reno sudah punya pacar. Kenapa dia bisa baik sekali dan seolah ingin menerima perjodohan ini padahal dia punya pacar. “Kamu bilang kamu akan tolak perjodohan itu” Wanita itu melanjutkan ucapannya. “Reno!!” wanita itu membentak karena Reno tidak menjawab. “Kamu sudah selesai, kalo sudah ayo keluar.” Reno menyelesaikan kalimatnya dan membuka pintu lalu kaget karena aku ada di depan pintu. “Tiara” Reno bersikap serba salah, aku hanya tersenyum. “Oh.. jadi dia? Jadi wanita ini Ren? Asal kamu tau yah Reno tidak ingin dijodohkan karena dia sudah punya pacar” Bentak wanita itu padaku yang membuat aku menjadi tidak nyaman. “Cindy jaga sikap kamu” Reno bernada membentak. Aku tidak pernah lihat Reno semarah itu. “Kenapa kamu gak jujur saja mumpung dia juga ada di sini kan jadi kamu gak perlu buang waktu untuk sudahi perjodohan itu” Wanita itu masih dengan nada tingginya. “Aku pergi Ren” Aku bergegas meninggalkan tempat itu, aku merasa sudah tidak nyaman apalagi dengan apa yang dikatakan wanita itu. Aku mengendarai mobil menuju rumah oma. Pikiranku kacau dan tanpa sadar aku meneteskan air mata. Aku melirik handphone dan berkali-kali panggilan dari Reno.

Aku masuk ke kamar dan bergegas merapihkan pakaianku, aku ingin kembali ke Jakarta. Setelah semua selesai aku memasukan barang-barangku ke mobil dan ketika hendak masuk ke dalam mobil. Mobil oma datang dari Jakarta. “Tiara.. ada apa sayang” Oma menatapku yang berurai air mata. “Tiara pamit oma” Aku memeluknya lalu bergegas pergi meninggalkan Bandung. Aku merasa begitu bodoh karena sudah percaya dengan Reno yang ternyata sudah punya kekasih. Aku sampai tengah malam di Jakarta dan langsung masuk ke kamarku. Aku tertidur dalam tangis.

Pagi pun datang dan aku menemui orangtuaku. “Tiara” Ucap mama kaget karena aku sudah ada di rumah. “Tiara ingin ke Singapore mah, pindahkan Tiara ke cabang di sana dan Tiara tidak ingin menikah dengan Reno.” Ucapku terisak. Selama 27 tahun aku tidak pernah menunjukan kelemahanku pada orangtuaku namun tidak kali ini, aku sudah tidak bisa lagi bersama Reno. “Kesini sayang” mama memelukku menenangkan. Tumpahlah semua rasa sakit itu, aku tidak ingin Reno sama sekali tidak ingin. Aku ingin melupakan kenangan singkat bersamanya. “Baik.. nanti papa bicara pada orangtua Reno.” papa menyerah dan akan menyelesaikan semuanya. Aku tenang bahwa mereka akhirnya mengerti tentang perasaanku. Aku mempersiapkan diri untuk pindah ke cabang di Singapore. 2 minggu berjalan semenjak kejadian di Bandung. Aku sudah tidak lagi ingin berhubungan dengan Reno. Perjodohan kami disudahi.

“Besok saya akan pindah ke Cabang di Singapore, terima kasih untuk kerja samanya selama ini.” Ucapku menutup meeting hari ini. Aku berpamitan pada semua staffku karena mulai besok aku tidak lagi bertanggung jawab untuk kantor ini. Setelah berjabat tangan pamit aku berencana untuk pamit dengan Oma terlebih dahulu. Aku minta izin ke orangtuaku untuk ke Bandung dulu sebelum berangkat ke Singapore dan mereka setuju. Aku berangkat menuju bandung di antar oleh supir karena besok aku akan langsung ke bandara. Sekitar pukul 14.00 WIB aku sampai di Bandung dan Oma menyambutku dengan hangat.

“Kamu sudah yakin Ra?” Tanya Oma saat kami sedang mengobrol di ruang tamu. “Iyah Oma, aku rasa aku bisa menjalankan bisnis di sana lagian aku kan sempet sekolah di sana. Aku punya banyak teman di sana.” Jawabku tersenyum tidak ingin membuat oma khawatir. “Oma sudah tau semuanya, Reno sudah jelaskan semuanya ke oma, akan lebih baik kalo kamu selesaikan dulu kesalah pahaman ini dan mulai kahidupan bari kalian masing-masing.” Oma berucap dengan hati-hati. Aku hanya diam dan tak tau harus menjawab apa. karena jauh di dalam lubuk hatiku, aku sudah tidak ingin bertemu dengan Reno. Aku mengobrol banyak hal dengan oma, dia tidak membahas tentang Reno lagi. Malam pun tiba dan aku pun beristirahat di kamar karena besok aku harus kembali ke Jakarta langsung menuju Singapore.

“Tiara pamit yah oma, jaga kesehatan oma dan kalo sempat oma main yah ke Singapore.” Aku memeluk erat oma. “Iyah Sayang oma schedule kan yah nanti.” Oma mengecup pipi dan kening ku. Aku pun bergegas menuju Jakarta kembali dan langsung ke bandara.

Aku landing di Singapore dan aku akan memulai hari yang baru di sini. Aku menuju apartment yang sudah disiapkan oleh orangtuaku. Apartment yang bagus. Aku menghempaskan diriku ke kasur dan terlelap karena lelah perjalan panjangku.
“Good morning” Aku menyapa semua rekan baruku dengan senyum. Sebagian besar mereka sudah mengenal baik aku, karena beberapa kali aku berkunjung ke sini bersama orangtuaku.

Hari ini hari pertama aku memulai kerja di sini. “Ms. Tiara, we already finished prepare your meeting room.” Ucap sekretarisku dan aku bergegas menuju ruang meeting. Aku duduk dan akan memulai persentasi. Aku berhenti saat mendengar ketukan pintu, salah seorang staffku membuka pintu “Sorry I’m late” ucap seseorang masuk dan aku begitu terkejut. “Reno” Ucapku lirih dan bersikap serba salah. “Please continue” Ucapnya seolah tidak mengenalku. Aku melanjutkan presentasiku dan semua berjalan dengan lancar. Ini project pertamaku dan Reno adalah pemimpin dari project perusahaan yang akan menentukan akan menggunakan jasa perusahaanku atau tidak. Aku menghela nafas panjang ketika berpapasan dan berjabat tangan. “Long time no see” ucapnya lirih dan aku hanya pura-pura tidak mendengarnya. Hari pun berlalu dan aku tertegun memikirkan apa yang terjadi hari ini.

“Dunia sangat sempit” suara seseorang memecahkan lamunanku, dan aku begitu kaget ketika ada Reno di hadapanku. ternyata aku dan dia satu apartment. Aku bergegas ingin pergi namun ia menahan tanganku. “Aku lelah begini sama kamu, ayo kita selesaikan.” Ucapnya menuntunku untuk duduk kembali. “Maaf aku tidak cerita bahwa aku sudah punya pacar, cindy maksudku. tapi setelah perjodohan itu aku sudah menghindar darinya karena memang percuma dipertahankan karena tidak mungkin orangtuaku setuju. Aku tidak bisa begitu saja pergi dari cindy, bukan berarti aku plin plan hanya aku tidak ingin menyakitinya” jelas Reno “Dan kamu lebih memilih menyakitiku dari?” Ucapku ketus menatapnya. “Aku tidak tau kenapa kamu semarah ini, kamu bilang belum yakin sama perasaan mu. Aku jatuh cinta sama kamu Ra sejak dulu. Ingat waktu aku ambil lukisan di galeri oma? Kamu gak tau itu lukisan apa, ayo aku tunjukan.” Reno membawaku apartmentnya. “itu lukisannya” tunjuk reno ke salah satu dinding dan aku begitu terkejut karena itu lukisan diriku. “Aku datang ke galeri Oma waktu itu bermaksud untuk membuat lukisan untuk hadiah. Aku ingin memberikan kamu hadiah pada saat proyek bandung selesai dan kita akan bertemu untuk ketiga kalinya. Dan tuhan punya rencana lain dia mempertemukan kita tiba-tiba. Aku bahagia Ra dan semakin yakin bahwa ingin menikah dengan gadis yang dijodohkan olehku ini. Tapi semua hanya rencana ternyata dia membatalkan perjodohannya denganku. sejak itu aku pergi ke Singapore untuk melupakan gadis itu dan lagi.. lagi dan lagi Tuhan mempertemukan kita dengan tidak sengaja. Aku sayang kamu Ra entah kapan rasa itu mulai tumbuh tapi aku sayang sama kamu.” Reno menyudahi penjelasannya dan aku hanya terdiam meneteskan air mata. “Aku tidak meminta kamu untuk membalas rasa sayangku, aku hanya mau kamu tidak salah paham lagi.” Reno membalikan dirinya ingin melangkah maju entah apa yang aku rasa aku menahan memeluknya dari belakang. Dia membalikan badannya dan balik memelukku. “Jangan pergi lagi yah Ra, aku sayang kamu” Ucapnya lirih dan aku mempererat pelukanku. Reno melepaskan pelukannya dan mencari sesuatu di dalam lemarinya.

“Tiara.. will you merry me?” Dia berlutut di hadapanku membuka kotak yang ada cincin indah di dalamnya. Aku terharu melihat apa yang Reno lakukan. “Yes.. I will” Aku menjawab dan mengambil cincin itu. Reno memakaikan cincin itu di jari manis kiriku.

Tuhan memang selalu punya rencana dengan kisah yang selalu berakhir indah. Reno adalah peran Utama dalam kisah indah itu. Dan tidak dari perjodohan yang di rencanakan bahkan aku dan dia bisa jatuh cinta begitu saja.

Cerpen Karangan: Dika Rosamala
Blog: dikarosmala.blogspot.com
Jakarta, 13 Desember 1991
0812 83000 764

Cerpen I Don’t Know When But I Love You (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ditilang Cinta

Oleh:
“Dinda…!!! udah siang! kamu nggak ke kampus?” teriak mama dari dapur. “Apaaa…! mama kok baru bangunin aku sih?” aku teriak sambil menuju kamar mandi. “kok mama sih…? kamu tu

Boarding Love On (Part 1)

Oleh:
Ini adalah langkah awal bagiku untuk kembali menata dan merancang masa depanku, dan ini adalah saatnya aku untuk menghabiskan masa remajaku dengan berjuta cerita yang akan menjadi memori terindah

Di Bawah Hujan

Oleh:
“Ana! Tunggu!” Aku menghentikan langkahku dan menengok ke belakang. Sahabatku, Tasya, berlari ke arahku. Setelah sampai dia menghembuskan nafas panjang karena kelelahan berlari. “Cepet banget sih jalanmu! Aku capek

Ketemu Jodoh Di Gereja

Oleh:
Namaku Dea Wijaya, umur aku 17 tahun, aku bersama keluarga baru saja pindah rumah di sebuah kota, aku anak pertama dari dua bersaudara, aku mempunyai adik bernama Andre Wijaya,

PSPH (Part 2)

Oleh:
“Bos!” “Napa Ga?” “Lu belum denger ya?” “Belum, apaan?” “Si Reza, katanya dia malming kemaren jalan bareng sama Tiara.” “Tiara kelas 11 IPS-3?” sahut Acuy yang baru saja tiba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *