I Hate Because I Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 December 2014

Suatu pagi yang cerah di SMA ternama di Jakarta. Hallo, namaku Almeira Nadya Putri, panggil aja aku Nadya. Aku punya sahabat yang namanya Bella Gionniva, Bella nama panggilannya. Aku sekarang kelas 3 SMA.
“Bell! Bella!!” sapaku di sekolah pagi itu. “Eh, Nadya, ada apa? knpa lo?” jawab Bella. “Kelas bareng yuk” ajakku, “Ok”. jawabnya.

Hari ini di kelasku kedatangan murid baru, dia itu cowok. Namanya Reihan Tegar Saputra. Aku dan teman-teman yang lain memanggil dia Reihan. Sejak saat itu aku mulai merasakan rasanya jatuh cinta kepada Reihan. Namun aku hanya bisa memendam rasa cintaku kepadanya. Aku takut jika Reihan tidak bisa menerimaku, maka aku menjadi teman dekatnya. Rasanya senang sekali. Kadang aku dan Reihan bersama pergi ke kantin, perpustaaan, belajar kelompok pun sering. Hemm, benar-benar very nice.

Setelah aku mengenal Reihan lebih dalam, aku mulai menceritakan hal ini kepada sahabatku, Bella. “Bell, gue mau ngomong sesuatu sama lo!”. “Ngomong aja, Nad” jawabnya. “Bell, kayaknya gue suka deh sama Reihan”. jawabku. Tersentak Bella pun kaget sambil memuntahkan minumannya yang sedang ia minum saat itu. “Haa, apa Nad? gue gak salah denger kan?” tanyanya. ” iya, gue serius tapi gue malu ngomongnya, gue udah jadi sahabatnya sekarang, masa cewek duluan sih yang ngomong”. “Hey, dimana-mana cewek dulu yang bilang sama cowok juga udah banyak, lo ketinggalan kereta sih!”. “Hemm, ya udah nanti malem gue sms lo ya, bantuin gue, pliss” aku memohon pada Bella. “hemm, ok deh”. Setelah itu, aku dan Bella pun menuju ke kelas, di jalan aku bertemu dengan Reihan. Mukanya menunjukkan kalau ia sedang patah hati. Aku pun menengok ke belakang, namun Reihan tidak menoleh. Seakan ku ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Di Kelas..
“Bell, Reihan kenapa sih, kok mukanya gitu kayak lagi habis putus”. “mana gue tau, lo kan temennya sekarang”. “Kan dari tadi gue sama lo, ya mana gue tau lah, kalo gue tau gue gak bakalan tanya sama lo!” sahutku. “Ohh, jadi gitu ya sekarang, mentang-mentang udah punya sahabat baru, gue ditinggalin nih ceritanya”. “ya bukan kayak gitu lah Bell”.
Bel masuk pun berbunyi, pelajaran dimulai lagi. Setelah itu pulang.

“Rei, gue bareng ya jalannya sama lo” ajak Nadya. “Nad, Lo gak usah deketin gue lagi deh, gue lagi bad mood!” jawab Reihan lalu pergi dari Nadya. “Rei, lo kenapa sih? cerita donk sama gue! pliss!! gue bakalan bantu lo, Rei! Reihan!!” teriak Nadya, namun Reihan terus berjalan dan tak memperdulikan omongan Nadya.

Sebenarnya Reihan itu sudah punya pacar, namanya Febby. Mereka sama-sama sayang, tapi mereka sekolahnya berbeda. Suatu hari si Febby tiba tiba minta putus sama Reihan. Katanya ia pengen sekolah ke Amerika, wajar donk karena Febby udah sampai di Amerika dan pas mau berangkat gak pamit sama Reihan, Reihan marah dan sakit hati. Tapi dia bagi kemarahannya sama Nadya. Karena dia anggap Nadya suka ikut campur urusan orang lain, walaupun ia adalah sahabatnya sendiri. Sekarang Reihan jadi orang yang jutek dan cuek kalo sama Nadya. Nadya pun semakin benci kepada Reihan.

1 bulan kemudian, ada inbox dari Reihan. Isinya:

Nad, lo gak usah deketin gue lagi ya, pliss, gue gak mau jadi sahabat lo lagi, mulai sekarang kita udah bukan sahabat ya, bye! From Reihan.

Nadya tidak membalasnya, ia hanya menangis. Suatu hari Nadya bertengkar dengan Reihan di taman. “Rei, lo kenapa sih gak mau ketemu gue!?” tanyanya. “Bukan urusan lo, lagian lo itu siapa, lo bukan sahabat gue, gue benci sama lo!” jawabnya. “Gue salah apa sih sama lo, kan yang minta putus pacar lo, Febby, kenapa lo marahnya sama gue?”. “Karena lo udah ikut campur dan bikin gue tambah sakit Nad!”. Nadya pun menangis. “Asal lo tau ya, Rei, selama ini gue udah berkorban buat lo, gue terima PR gue gak gue selesaiin cuma karena gue pengen sms-an sama lo, dan akhirnya gue terima gue dihukum sama Pak Heri, gue rela relain bikin kaos, bikin kue khusus buat lo, Rei! tapi apa balasan lo? Lo bagi kemarahan lo sama gue, cuma sama gue! Gue salah ya nilai lo, gue nyesel jadiin lo sahabat gue, gue benci sama lo!”. Reihan membalikkan badannya. “Kenapa lo lakuin itu ke gue?” tanyanya. “Gue juga gak mesen, gue gak butuh juga Nad! kenapa lo lakuin itu?” sahut dia lagi. “Karena gue sayang sama lo! gue cinta lo Reihan!” jawab Nadya sambil menangis. Kemudian Reihan pun membalikkan badannya lagi. “Apa?” tanya dia. “Iya, gue suka sama loe dari dulu!” jawab Nadya. Reihan pun memeluk Nadya. “Gue juga sayang sama lo, Nad! sayang banget!!” sahut Reihan. “I Hate Because I Love You!” jawab mereka. I hate U, I Love you. Sejak saat itu, aku dan Reihan pun berpacaran.

End

Cerpen Karangan: Selly Alkona’ah
Facebook: Zelly Rukhster Sejathie
Hallo, namaku Selly Alkona’ah. Aku tinggal di Yogyakarta. Kalo mau kenalan lewat facebook ku aja ya, Zelly Rukhster Sejathie. Kalo udah baca cerpenku, mampir ke komentnya ya, kasih saran yg bagus, biar bisa buat yg lebih bagus lagi. Like juga ya,, makasih 🙂

Cerpen I Hate Because I Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beside You

Oleh:
Rere tahu jika Rere sudah lama dengan prianya yaitu Vito tapi entah kenapa ada saja terselimut keraguan dari Rere kalau Vito tidak akan menikah dengan Rere karena sekali pun

Randa Tapak (Dandelion)

Oleh:
Seperti dandelion, wanita itu rapuh. Seperti dandelion, wanita ingin diperhatikan. Seperti dandelion, wanita ingin dilindungi. Seperti dandelion yang tertiup angin, terombang ambing tak tentu arah. Fina. Gadis jelita penyuka

FREE!!

Oleh:
Aku hanya ingin berenang gaya bebas. Yah perkenalkan namaku Ardi Shaputra panggil saja Ardi. Aku bisa dibilang penggila berenang gaya bebas. Aku mempunya tim yang sangat hebat. Aku tidak

The Rainbow Express

Oleh:
Jessie merasa bahwa dialah wanita yang paling beruntung di dunia. Mungkin ada benarnya, karena ayahnya adalah seorang pebisnins sukses, dilahirkan dengan wajah cantik, pintar, dan juga populer. Berbeda dengan

Sedikit Masalah Dengan Karma

Oleh:
Semua dimulai saat itu ketika sebuah balon udara yang besar jatuh tepat di depan sekolah kami. Semua isi sekolah kami, bahkan sekolah tetangga bergerombol di sekitarnya. Tapi aku, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “I Hate Because I Love You”

  1. affiantara says:

    Kisahnya seperti yang dialami keanyakan remaja pada umumnya, tapi tetep menarik bagi saya 🙂

    Cuma kurang konsisten di sudut pandang, pas awal cerita kan si aku itu nadia, tapi kenapa di pertengahan si aku jadi pencerita?

    Secara keseluruhan masih bisa dinikmati, tetep semangat berkarya ya, saya juga masih belajar buat cerpen hehe.. 🙂

  2. winda sipayung says:

    cerita nya terlalu singkat,tapi dari segi isi nya udah bagus

  3. Nur Hidayah says:

    Menurut saya sihh bagus dan menarik..walaupun masih ada sesikit kesalahan dari sudut pandangnya. Tapi ttp kerenn..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *