I Love U My Haters

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 June 2017

Siang merangkak mengusir pagi. matahari sudah ada di puncaknya, aku tidur nyenyak di atas ranjangku yang empuk.
“resa bangun, kamu kesiangan!”. mama menarik tanganku untuk bangun, tapi kuacuhkan saja. ia mulai kesal dan menarik seprai ranjangku hingga aku jatuh dari ranjang.
“ada apa ma?, masih pagi juga”. aku berdiri dan mulai menguap.
“masih pagi?, ini sudah siang. ya ampun resa!!, kamu sih pake bergadang aje tadi malam. pokoknya mama nggak mau tau, kamu harus sekolah!”. mama memarahiku.
Aku mengangkat jari jempolku pada mama. mataku masih terpejam, dengan rambut berantakan, tubuhku terasa berat. aku melirik jam dinding sudah jam 9, seperti tersengat listrik. aku melupakan kantukku, dan bergegas pergi ke kamar mandi.

Aku berlari ke luar rumah, tampak mama sedang menyiram bunga.
“ma, aku berangkat ke sekolah!”. aku tergesa gesa dengan baju seragam yang lumayan rapi.
“iya, pinter pinter cari alasan biar nggak dihukum”. teriak mama.

Aku memanjat pagar sekolah, menyelinap masuk ke kelas. untungnya, bu anita belum masuk ke kelas. aku duduk di bangku dengan napas tak beraturan, melempar pandangan pada kipas plastikku yang ada di laci. tanpa pikir panjang, aku mengipaskannya ke arah wajah dan leher yang penuh keringat.

“kenapa loe guys. tumben terlambat, nggak kangen anak cupu?”. beni memegang pundak kiriku, aku terkejut, kukira aku disentuh setan. aku memang suka membully anak cupu dan sedikit ketus.
“males ah, entar gue kena cacar lagi sentuh kulit mereka”. aku membela diri.
“belagu loe!, tapi keren juga sih”. ucap pria itu padaku.
“sudah deh, gue capek mending loe pergi!”. aku mulai ketus.
“ciahh, iya deh. pemarah amat sih”. cengirnya.

Bu anita masuk ke ruang kelasku, diikuti murid baru yang dikenal oleh semua orang. ia seorang selebritis, faiz samudera. sontak, semua kaum hawa teriak histeris. kecuali aku, karena aku adalah haters artis itu. dari dulu aku benci padanya karena berlagak sok cakep di depan kamera.
“good morning everbody, he is new student in your class. you all know, what his name?. he is the actor”. ucap bu anita yang merupakan guru bahasa inggris.
“hai, perkenalkan. aku faiz samudera!”. ucapnya ramah. aku memandang sinis padanya, akan kubuat ia tak betah di sekolah ini.
“ibu rasa kalian sudah tau biodatanya, silahkan kamu duduk di belakang sana!”. bu anita menunjuk bangku di sebelahku. apes kurasa, harus ada di dekat artis papan bawah itu.

Aku duduk di teras rumahku, memikirkan rencana untuk mengerjai artis itu. semua cara sudah kulakukan, tapi tak kunjung berbuah hasil. aku sudah kehabisan ide. mama duduk di sampingku, lalu menuangkan teh ke dua cangkir.
“kenape, kok mendung tuh muka nye. galau ye?”. tanya mama.
“resa itu paling anti pada galau, nggak mungkinlah!”.
“hmmh.. Sok Y aja nih anak”. mama mengejekku.
Aku mengambil cangkir berisi teh dan meminumnya pelan. “resa ke kamar ya ma!”. aku meninggalkan mama.

Aku datang ke sekolah pagi sekali. sudah kuduga, artis itu sudah berjalan memasuki gerbang sekolah. aku mengoleskan lem ke kursinya, berharap ia akan segera mendudukinya. benar aja, ia duduk di kursi itu. aku bergegas meninggalkannya.
“rasakan loe, mamam tu lem”. desisku.
“apa yang dimamam?”. artis itu menguping. aku terkejut ia tidak terjerat lem itu, usahaku lagi-lagi gagal. apalah jimat artis ini, hingga selalu selamat dari kejahilanku yang biasanya ampuh membuat anak cupu pindah sekolah.
“ah, mamam apa?. Itu bukan apa apa kok. maksudnya tikus itu”. aku mencari alasan.
“tikus apa?”.
“tikus muka loe!, ya maksud gue itu kucing yang makan tikus. gue cuma kesal sama tikus yang nginap di rumah gue itu”.
“oh, kirain. loe mau jahilin gue lagi”. ucapnya dengan wajah menyelidik ku.
“hah!. y.. ya nggak lah. gue udah tobat jahilin loe. udah pada bosan hehe”. aku berbohong dan sedikit gugup.

Aku mondar mandir di depan kelasku yang ada dilantai dua, pikiranku kosong. memainkan kertas jadwal mata pelajaran baru. tak kusangka kertas itu terbang tertiup angin dan tergantung di ranting pohon mangga yang tinggi. aku memanjat pohon itu, dan berhasil kudapatkan kertas itu. tapi aku tak bisa turun.

“resa, loe ngapain di situ”. tanya faiz
“gue nggak bisa turun faiz, bagaimana nih”. aku gelisah.
“loncat aja biar gue tangkap”.
“gue takut!”.
“loncat aja!”. perintahnya. dengan pasrah aku meloncat, ia menangkapku. mata kami bertemu, aku merasa ada getaran hebat dihatiku. disaat itu kusadari aku menyukainya, tapi aku tidak peka. aku terlalu sibuk pada jiwa hatersku, sehingga aku tidak peduli pada perhatian lebihnya.

“tuh kan, tidak apa apa kan?”. ia tersenyum padaku, ia menurunkanku.
“thanks ya”. ucapku.
“apa?”.
“thanks”. teriakku ke telinganya.
“ea, akhirnya kucing dan tikus damai ni yee!”.
“terserah loe aja deh!”. aku meninggalkannya, dengan tersipu malu. “cie, baper nih haha”. teriaknya.

Entah kenapa aku mulai mencintainya, kini aku berpacaran dengannya. hingga di suatu pagi, setangkai bunga mawar berada di laciku. aku binggung siapa pemberi bunga ini.
“itu bunga dari gue, gue cuma mau bilang happy birthday and I love U my haters”. ucap faiz.
“i love u too my boy!!”. balasku.

Cerpen Karangan: Ramdini Aldianti
Facebook: Ramdini aldianti
Ramdini aldianti. Cita cita menjadi pengarang dan sutradara film.
Jika ada yang ingin memberi masukan atau bertanya silahkan berteman difacebook saya ‘ramdini aldianti’. Ikuti terus cerpen saya, dan terimakasih atas antusias nya!!

Cerpen I Love U My Haters merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Ada Yang Sempurna (Part 1)

Oleh:
Aku dilahirkan dari rahim seorang ibu, seperti anak-anak yang lain. Aku terlahir dengan jalan yang normal. Tapi kenapa? Kenapa aku tak seperti mereka? Mereka yang mempunyai kaki sempurna. Mereka

Mungkin Aku Buta

Oleh:
Hai Desember, hampir setengah dari usiamu menyapaku dengan jutaan kisah yang menawan, bahkan teman-temanmu sebelum kehadiranmu pun melakukan hal yang sama begitu hangat, namun entah kenapa aku masih tak

Si Kinclong

Oleh:
“Al!” “Paan?” “Ada si kinclong!” “Mana?”, ujarku penasaran. “Haha! Cieeee nyariin… Wkwkwkwk”, Bela menertawakanku. Pipiku langsung memerah. “Apaan sih?! Nipu aja kerjaan lo!”, ujarku sambil menjitak Bela. “Aduh duh…”,

Caution With Your Friend

Oleh:
Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayang? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *