I Love You, Kaka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 24 July 2017

Cindy menghembuskan napas, mencoba menetralisir degup jantung yang sedari tadi membuatnya gugup. Perlahan, dia menaiki satu per satu anak tangga. Semakin dia melangkah, degup jantungnya semakin kencang. Ingin rasanya dia maju mundur cantik, namun jika dia melakukannya maka besar kemungkinan resiko jatuh dari tangga akan membuatnya harus menahan sakit juga rasa malu.

“Selamat pagi,” sapa Cindy ketika telah sampai di depan pintu rumah yang dibiarkan terbuka begitu saja.
“Pagi… Eh, silakan masuk Nak,” ucap wanita paruh baya dengan raut wajah ramah.
Cindy pun segera masuk.
“Ayo silakan duduk dulu, mau ambil pesanan kamu kan?” tanya wanita paruh baya itu, memastikan.
“I-iya, barangnya sudah ada kan?” tanya Cindy.
“Iyaa, sudah ada…,” jawab wanita paruh baya itu lalu melanjutkan memanggil anaknya, “Kakaa, tolong ambilkan kotak biru di dalam rak stok orderan, Nak!”

Namun beberapa menit kemudian tak ada suara balasan, membuat wanita paruh baya itu segera berdiri hendak mengambilnya sendiri. Gerakan kain gorden lalu seorang pemuda muncul dari balik kain tersebut membuat wanita paruh baya itu kembali duduk. Dua netra berbeda warna pun kita saling menatap, namun detik-detik berikutnya Cindy segera memalingkan tatapan matanya dari netra coklat milik Kaka.

“Ini Bu,” ucap Kaka, menyerahkan benda yang dipinta ibunya.
“Ehem, maaf masih ada sepatu yang sama dengan ukuran yang lebih besar?” tanya Cindy, ragu.
Wanita paruh baya itu menatap Cindy heran, begitu pun dengan Kaka, di pikirannya dia menebak-nebak maksud di balik pertanyaan Cindy. Seberkas jawaban muncul dalam pemikirannya, namun segera ditepisnya cepat-cepat.
“Ada, memangnya untuk apa Nak?” tanya wanita paruh baya.
“Untuk saudara tiriku, ka-karena aku takkan menjatuhkan sepatu kacaku,” jawab Cindy, gugup.
“Mengapa tak kau jatuhkan? Bukankah itu sudah menjadi alur dalam cerita?” tanya wanita paruh baya.
“Sebab aku ja-jatuh hati pada pengawalnya,” jawab Cindy.

Perasaannya kini lega, sebab bebannya yang sedari tadi dipikirkan kini telah dikeluarkan. Namun tidak bagi wanita paruh baya dan anaknya, Kaka. Keduanya terkejut bercampur gelisah namun tak bisa dipungkiri ada seberkas raut bahagia.
Kini, di benak ketiganya berserakan kemungkinan-kemungkinan yang kan terjadi kelak.

Cerpen Karangan: Itin Lessy
Facebook: Yosphina CL

Cerpen I Love You, Kaka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku, Ibuku

Oleh:
Kini Rika tinggal di sebuah gubuk kecil yang sederhana bersama dengan Bibi Mirtha. Kedua orangtuanya menitipkannya pada si Ibu. Namun, meskipun begitu, Rika tak merasa marah pada siapapun. Ia

Diabetes

Oleh:
“Lagi ngapain, Gy?” aku duduk mensejajarinya. “Liat danau.” Dia tidak menoleh sama sekali. “Aku tau, Gigy sayang. Kok murung? Jelek tau, kaya ayam pengen kawin aja.” Aku tertawa. Dia

Pilihan

Oleh:
“Gila banget nih artikel!,” gumam Bram saat ia melihat majalah di sofa studio bersama Billy. “Udah biasa lah kayak begitu. Gosip!,” lanjut Riska tegas. “Sorry gue telat! Tadi, ban

Miss Night

Oleh:
Sounds of owls and howling dogs on the hills tease the eternal loneliness at to night. Momentary voice shouted to each other. Dogs or a owls, I don’t know

I… I… Love You (Part 2)

Oleh:
Setelah peristiwa yang tidak disengaja itu, Aku dan Vita pun menjadi semakin akrab dan sering mendatangi panti asuhan. Aku selalu bersama dengannya layaknya orang yang sedang hangat-hangatnya berpacaran. “Woooeeii…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *