I Made a Story About You With My Version

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 18 September 2021

Bolehkah aku bertanya kepadamu? Apa dunia itu punya rahasia? Sebesar apa rahasia dunia itu hingga banyak sekali yang masih dipertanyakan tentang adanya hal itu.
Seluas apa sebenarnya dunia ini? Apa benar ada seseorang yang ada tapi tak ada di dunia ini? Apa kalian pernah bertemu dengan orang seperti itu atau bahkan sudah berkomunikasi?
Semua pertanyaan itu membuatku teringat saat ku masih 17 tahun, setahun dalam hidupku yang penuh misteri dan pertanyaan yang terungkap tapi menimbulkan pertanyaan lainnya.
Mimpi, yang selalu sama hampir di setiap malam, sesosok perempuan yang keberadaannya saat itu masih menjadi pertanyaan, darimana sebenarnya perempuan itu?

Di mimpi pertama kali bertemu dia, aku melihat seorang anak perempuan yang sedang meniup kue ulang tahunnya yang ke 7 tahun, aku melihatnya dari sisi depan ku yang cukup jauh jaraknya, dunia putih hanya menampilkan sosokku dan dirinya. Dia membuka kado ulang tahun yang berisikan sebuah kaset video yang membuat ia tergirang kesenangan, lalu dia menuliskan sesuatu di buku diarynya, merobek halaman buku itu dan melipatnya menjadi pesawat, menambahkan motif kupu-kupu di kertas pesawat itu, dan dia menerbangkannya ke arahku tetapi, kertas pesawat itu tertabrak pembatas tembus pandang di antara kami berdua, aku tak sadar ada pembatas disana.

Di mimpi keduanya, aku melihatnya yang terlihat lebih tinggi dari mimpi sebelumnya, dia seperti anak berumur 10 tahun sekarang, pikirku. Dia terlihat sedang menonton sesuatu di televisi, dia terlihat sangat serius saat menonton, sesekali membuat ekspresi terkejut.

Setelah menonton, dia menuliskan sesuatu di buku diarynya, disobek halaman buku itu dan melipatnya menjadi pesawat, menambah motif kupu-kupu dan melemparnya ke arahku, tapi pembatas tembus pandang itu masih ada disana dan kertas pesawat itu terjatuh.

Di mimpi ketiga, aku melihatnya yang sudah semakin tumbuh, aku menebak kalau dia sudah berumur 14 tahun, dia seperti sedang menggambar sesuatu di kertasnya, setelah selesai menggambar dia menempelkannya di lemarinya, aku bisa melihat sebuah gambar lelaki yang sedang bermain basket, namun aku tak bisa melihat muka sosok yang ia gambar karna terlihat sangat buram di mataku, tapi bisa kutebak dia adalah sosok yang selalu ia lihat di televisi, mungkin itu adalah drama dan itu karakter utama? Karna di mimpi kedua aku sempat mendengar suara pantulan bola basket dari televisinya.

Di mimpi selanjutnya, aku melihatnya sedang kegirangan mendapatkan sebuah paket pengiriman, dia membukanya dan isinya sebuah mearchandise dari sesuatu yang ia tonton itu lagi, lagi dan lagi aku tak bisa melihat wajah karakter itu, tapi dia sangat kegirangan memakai mearchandise itu. Dia menulis sesuatu di buku diarynya lagi, merobek halaman itu dan melipatnya menjadi pesawat, menambah motif kupu-kupu dan ia terbangkan pesawat kertas itu dan selalu terhalang pembatas tembus pandang di antara kami, pembatas itu terlihat tak ada celahnya sama sekali.

Dan mimpi selanjutnya, aku melihat dia yang berbincang bersama teman-teman sekolah tentang tontonan kesukaannya, dia terlihat sangat ramah dan mudah tersenyum, namun disaat dia meninggalkan teman-temannya, mukanya berubah menjadi datar, dia terlihat tidak menikmati obrolannya dengan teman-temannya, dia mengambil buku diary dari tasnya, menulis, merobek halamannya, menambah motif kupu-kupu melipatnya menjadi kertas pesawat lagi, dan pesawat itu masih saja terhalang pembatas tembus pandang.

Melakukan sesuatu, menulis sesuatu di diarynya, merobeknya, menambah motif kupu-kupu, menerbangkannya, dan terhalang pembatas seperti kaca, kejadian itu terus terulang di saat ku memimpikan dia.

Karna penasaran aku mulai mencari keberadaan perempuan itu, aku tak terlalu mengingat wajahnya tapi aku mengenal ciri-cirinya. Aku bertanya kepada temanku dan menceritakan apa yang sudah terjadi, namun mereka juga tak bisa memahami kesimpulan dari kejadian itu.

Selalu, hampir setiap malam atau saat aku tidur, bahkan aku pejamkan mata sebentar yang ku lihat bukan kegelapan tapi dunia putih dan perempuan itu yang mulai menatapku dari kejauhan. Namun keberadaan dia sebenarnya di dunia ini tak pernah terungkap, seolah kita hanya bisa bertemu di alam bawah sadar, hampir saja aku mengiranya kalau dia adalah hantu yang menggangguku, tapi aku tak percaya hal mistis.

Di setiap mimpi itu, selalu saja pesawat kertas yang ia terbangkan tak bisa tersampaikan padaku, terhalang dan terhalang, tapi apa maksudnya dia melakukan itu? Dan kenapa setiap mimpiku disaat dia sedang melakukan sesuatu yang berhubungan sesuatu yang selalu ia perhatikan di televisi atau laptop, sebuah drama? Atau apapun itu, aku belum bisa pastikan itu.

Namun menariknya di mimpi ke sekian kalinya (bahkan aku lupa sudah ke berapa kalinya aku memimpikan perempuan itu) aku melihat dia melakukan aktivitas yang sama, membuat dan menerbangkan pesawat kertas, tapi yang membuatku terkejut adalah pesawat kertas itu tak terhalang pembatas yang selalu ada di antara kami, dia terbang perlahan-lahan dan ingin mendarat ke arahku, namun sedikit saja jarakku dengan pesawat kertas, aku sudah terbangun dari mimpi itu.

Dan malamnya setelah aku mengikuti ekstrakulikuler basket di sekolahku, aku sedang beristirahat si kasur, tak sengaja melihat sebuah pesawat kertas yang masuk melalui jendelaku yang terbuka, pesawat kertas itu mendarat di badanku. Aku melihat segala sisinya dan ada motif kupu-kupu, apa itu dari perempuan yang selalu muncul di mimpiku? Aku melihat ke luar jendela namun tidak ada siapa-siapa, bahkan sangat sepi. Aku melihat sebuah tulisan di kertas itu, aku membuka lipatannya dan terlihat tulisan yang cukup panjang.

‘Surat ini, aku sudah tau ini takkan pernah tersampaikan padamu.

Namun kau selalu muncul di mimpiku, mungkin kau juga begitu, bentar itu takkan mungkin terjadi. Tapi aku akan tetap membuat surat ini, tapi mustahil kau membacanya.

Aku melihatmu, setiap hari aku melihatmu, kau akan berpikir aku ini penguntit kan? Tidak, aku tak melakukan hal seperti itu tapi aku selalu melihatmu, dari kaset, televisi, laptop, aku melihatmu dari situ, bahkan buku cerita bergambar.

Aku yakin kau berkata itu hanya bohongan karna kau bukan artis, tapi bukankah ada konspirasi dunia parallel? Kau tau itu kan?

Jika dunia parallel ada, mungkin kau bisa membaca surat ini tapi kecil sekali kemungkinan akan terjadinya. Mungkin bisa kukasih kesimpulan, mungkin di duniamu kamu ada dan nyata, di duniaku juga begitu, ada namun tak nyata.

Mungkin kau sudah menyadarinya sekarang, jangan khawatir, jika dunia parallel ada mungkin di dunia lain aku juga seperti dirimu di duniaku.

Aku, dan pastinya ada orang yang menyukai dirimu juga di duniaku, bahkan menjadi fans. Namamu, alur cerita, teman-teman, dan beberapa hal yang ada di hidupmu itu kami mengetahui itu, dan ada di duniaku, hanya sosok kaunya saja yang tak ada.

Itu ujian yang cukup berat bagi orang yang menyukai sesosok idola yang bukanlah manusia yang benar-benar ada di dunia nyata, tapi walaupun kau menyukai idola yang memang ada dan nyata di dunia nyata, kau juga tak bisa masuk ke kehidupannya kan? Begitu juga diriku terhadap kamu.

Surat ini, rasanya seperti surat anak kecil yang masih mempercayai dongeng itu nyata, tapi aku hanya mengeluarkan apa yang aku pikirkan, jadi gapapa kan?

Surat ini takkan terbaca oleh dirimu, Koichi-kun.
Surat ini, hanya curhatan untuk diri sendiri.
Curhatan tentang yang tak nyata.
Ini Chouko, senang bisa bertemu denganmu di mimpi sebelumnya^^’

Surat itu, jadi aku ini apa? Hidupku ini apa? Aku ada tapi tak nyata di dunia dia? Tunggu, dunia parallel itu konspirasi saja kan? Bukan hal yang benar terjadi kan? Apa aku halusinasi? Apa aku sekarang bermimpi? Tapi aku kesakitan saat aku mencubit lenganku barusan, dan tak terjadi apa-apa. Sepertinya ku harus cuci muka sebentar untuk mendinginkan kepalaku yang terasa berat.

Tapi baru saja aku berdiri dari kasur kepalaku sudah terlalu berat dan pusing, penglihatan ku terasa semakin buram, tapi aku memaksakan diriku untuk terus berjalan ke kamar mandi. Namun badanku semakin lemas, baru tiga kali melangkah dari kasur (dan itu sudah dibantu dengan memegang tembok agar tidak jatuh) aku sudah terjatuh dan pandangan mulai gelap.

Dunia berubah menjadi putih, dari sini sudah kutebak kalau aku bermimpi lagi. Dan perempuan yang bernama Chouko sudah ada di seberang sana.
Dan kali ini, dia menatapku, aku mencoba berjalan mendekatinya, dia pun melakukan hal yang sama sepertiku. Kita sama-sama berjalan mendekat satu sama lain, aku mengangkat tangan ke depan untuk berjaga-jaga kalau ada pembatas kaca lagi disana.
Namun yang tersentuh oleh tanganku bukan pembatas kaca itu, tetapi tangan perempuan itu.

Kami berdua terkejut, melihat senyuman yang terbentuk di wajahnya, seolah dia tau kalau surat yang sangat tidak mungkin untuk kubaca rupanya bisa sampai di tanganku.

“Bagaimana?” Dia membuka suara.
“Kau tau kalau surat itu sudah sampai di tanganku?”
Dia mengangguk, sedikit ada keheningan dan rasa canggung di sana.

“Apa kau pernah menyukai orang yang tak nyata di duniamu? Seperti aku?” tanya Chouko.
“Ya, pernah.”
“Kapan?”
“Setelah surat itu terbaca olehku.”
Terdapat ekspresi terkejut dari wajahnya, apa jawabanku terlalu tidak terduga?

“Tapi kita tak bisa bersama, kau tau kan?”
“Hahaha iya” suara tawa canggung dariku terdengar miris.
“Walaupun aku bisa bersamamu, bergenggaman tangan denganmu, belum tentu aku bisa menjadi tokoh pembantu di hidupmu kan?” tanya Chouko lagi.
“Kita sama tapi beda dunia, agak terdengar tragis yah? Tapi rasanya ini takdir yang permanen, jadi aku harap kau akan menerima itu.”
Oke baiklah aku akan mengakui, aku sekarang sudah menjadi fans untuk dirinya, Chouko.

“Tapi ingatlah, kita punya kehidupan masing-masing, pasti ada jalan cerita yang menarik, kita akan saling mengingat sambil menjalani kehidupan kita.”
“Kita berpisah?” tanyaku dengan suara serak.
“Tidak, kita hanya pulang ke rumah kita masing-masing.”
“Tetap jalani kehidupan kita masing-masing ya, kuharap kau masih bisa melakukan itu untuk esok sampai nanti.”

Cahaya masuk ke kelopak mataku yang membuatku terbangun dari mimpi itu, cukup lama aku pingsan, saat melihat jendela rupanya sudah pagi. Aku masih mencoba mencerna apa yang terjadi, aku ingat tapi aku tak bisa membuat kesimpulan tentang kejadian itu, baru saja aku berdiri tiba-tiba ada pesawat kertas yang masuk lewat jendela kamar, awalnya cuman satu namun tiba-tiba menjadi sekumpulan pesawat kertas yang mendarat ke kamarku layaknya tsunami yang menerjang masuk, aku sampai terjatuh karna pesawat kertas itu, lalu tak ada lagi yang datang. Tapi ini terlalu banyak, di sekelilingku dipenuhi pesawat kertas bermotif kupu-kupu, ini adalah isi robekan kertas dari buku diary Chouko yang sempat tak terkirim di setiap mimpi.

Setiap hari aku mencoba membaca satu-satu surat itu dan selalu sukses membuatku tersenyum, namun setelah kejadian itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya di mimpi. Mimpi yang sama selama satu tahun itu membuatku masih bertanya-tanya tentangnya, tapi aku sedang berusaha menikmati hidupku, seperti yang diharapkan Chouko.

Aku yang sekarang sedang menyelesaikan pekerjaanku sebagai mangaka, aku membuat cerita tentang kehidupan seorang perempuan yang menyukai animasi dan bercita-cita sebagai animator.
Iya, itu tentang Chouko, aku mencoba mendeskripsikan kegiatan yang ia lakukan saat aku memimpikan dia waktu aku masih SMA dan isi buku diarynya, aku harap dia tau kalau dia sudah menjadi diriku di dunianya, yang ada tapi tak nyata.

Chouko, izinkan aku membuat ceritamu dalam versiku, boleh kan?

Cerpen Karangan: Nazahra

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 18 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen I Made a Story About You With My Version merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Spesial Di Hati

Oleh:
Aku Adinda Putri, biasa dipanggil Dinda. Aku berusia 17 tahun dan masih sekolah di SMAN 1 Jakarta Timur. Hari-hariku selalu penuh canda tawa karena kehadiran sahabat-sahabatku. Waktu itu aku

A Secret Fan

Oleh:
Senin yang cerah untuk memulai pagi dengan semangat. Aku masih menikmati pagiku yang cerah di atas tempat tidur dengan selimut menyelimuti seluruh tubuhku.. Kring Kring Bunyi jam alarm bertanda

Hunting My Sister

Oleh:
Sebuah cahaya muncul dari balik sebuah pohon besar yang mereka temukan. Para pemburu itu sesegera mungkin menghampiri pohon besar itu. Salah seorang pemburu yang bernama Hidra menyentuh cahaya itu

Sinar Di Ujung Jalan

Oleh:
“Diandra?” Sapa seorang lelaki kepadaku, sembari menepuk pundakku dari samping. Sejenak aku mengamatinya, berusaha mengingat siapa dia. “Mmm… Willi..am?” Tebakku. “Yes… Lupa ya?” Tanyanya. “Iya… Pangling, wong kamu jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *