I Still Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 September 2015

Gak terasa gue udah SMP. Di SMP gue milih untuk ekskul pencak silat. Saat itu gue baru tahu dia. Ya dia namanya Kevin. Dan gue baru tahu kalau dia anak 7-G kelas sebelah. Gue masih inget banget kata-kata yang pertama kali gue ucapin ke dia.
“Woy, baris woy” ucap Kevin.
“ini udah baris” ucap gue.
“Gue gak ngomong sama lo” ucap Kevin.

Di saat itu gue kesel banget. Tapi lama-lama perasaan itu mulai muncul. Gue sering banget curhat sama sahabat gue, namanya Athaya. Pdkt pertama gue ketika gue follow twitternya. Athaya adalah orang yang paling baik yang pernah gue kenal. Akhirnya gue kirim pesan ke Kevin.
“Hy” kata gue,.
“ini siapa?” kata dia.
“Sarah” kata gue.

Habis itu dia gak bales. Gue curhat sama Athaya, akhirnya gue dapet pin bb Kevin, terus langsung diaccept sama dia. Akhirnya gue bbm-an sama dia, setelah lama gue bbm-an, gue ngerasa nyaman banget sama dia. Dia cowok terbaik yang pernah gue kenal. Sampai pada suatu hari gue ngeberaniin diri untuk ungkapin perasaan yang selama ini gue pendam. Gue “Ping!!!”
“iya?” Kata dia.
“boleh ngomong sesuatu gak” kata gue.
“boleh” kata dia.
“I love you” kata gue.
“Hah, eh sorry nih gue udah taken, maaf ya” kata dia.

Gue gak bisa berkata apa-apa hanya sakit yang gue rasakan. Gue hanya bisa meneteskan air mata di kamar gue. Kenapa? Gue bagaikan orang bodoh yang gak ada gunanya. Kenapa gue harus mengalami semua ini? Kenapa? Sekarang hanya sakit yang gue rasakan. Walaupun bagi dia kata-kata itu biasa, tapi begitu sakit gue rasakan. Memang gue manusia bodoh. Mungkin dia bahagia dengan pacarnya yang sekarang. Apakah gue bahagia melihat orang yang sangat gue cintai bersama orang lain? gak, yang gue rasakan saat ini hanya sakit dan sakit.

Pada saat itu gue gak berani bbm-an lagi sama dia. Gue takut perkataan gue salah dan pasti gue akan ngerasain hal itu lagi. Harus berapa banyak air mata yang ku buang untuk mengobati hati gue? tidak ada yang bisa mengobati hati gue. Hari demi hari gue laluin tanpa lo di hati gue. Mungkin gue ditakdirkan memang gak berjodoh sama dia. Sekarang aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan. Tapi gue pengen banget nunjukin rasa sayang gue ke lo, bahwa rasa gue ini tulus buat lo. Gue tahu masih banyak cowok yang lebih baik dari lo. Tapi cuma lo yang bisa bikin gue nyaman. Mungkin bagi lo gue bukan siapa-siapa, tapi bagi gue lo adalah orang yang sangat berarti.

Tapi betul kata sahabat gue Adhel, “Kalau kamu mau ngerasain cinta, kamu juga harus siap untuk sakit”. Tapi gue sangat sayang sama dia. Andai dia dapat merasakan apa yang gue rasakan saat ini, pasti rasanya sakit banget. Gak ada yang bisa mengobati luka ini kecuali diobati dengan orang melukainya. Sampai sekarang gue belum bisa ngelupain dia. Tapi gue gak mau jika suatu saat nanti dia tiba-tiba datang, seakan-akan tidak pernah ada rasa bersalah di dalam hatinya.

Semuanya terlalu indah untuk dikenang. Mungkin bagi dia itu semua gak indah, tapi bagi gue semua itu indah. Tidak terasa sudah 3 bulan yang lalu kejadian itu terjadi. Tapi sampai saat ini aku masih menunggu sesuatu yang tidak pasti. Akhirnya temen gue Adhel berusaha untuk bicara kepada dia.
“apakah lo mau ngebuka pintu hati lo buat Maula? Maula masih nunggu lo, kata Adhel, ”
“gue gak boleh pacaran sama Mama gue, nanti deh kalau gue berubah pikiran gue kasih tahu lo” kata Kevin.

Apakah semua itu hanya alasan agar dia gak pacaran dengan gue. Kalau dia memang gak cinta dan gak sayang sama gue bilang aja. Percuma nanti kalau gue pacaran sama dia, tapi dianya gak cinta dan gak sayang. Itu namanya dia kasihan sama gue. Gue cuma mau satu dari dia, gue pengen dia jujur tentang perasaannya. Dan sekarang gue tau satu hal, “Bahwa dia cuma anggap gue sebagai teman, gak lebih”

Suatu saat nanti dia akan merasakan disia-siakan. Tapi sebenarnya gue gak mau dia merasakan apa yang sekarang gue rasakan. Tapi pasti semua orang di dunia ini akan merasakan itu semua. Rasanya menunggu orang yang sangat dia cintai. Mungkin gue bagi lo memang gak berarti lagi, tapi doa gue selalu menyertai ke manapun lo pergi. Dan pada akhirnya gue cuma bisa memendam semuanya, walaupun dia sudah tahu tentang perasaan ini. Sekarang gue cuma kehilangan orang yang tidak mencintai gue, sementara dia kehilangan orang yang sangat mencintainya dengan tulus yaitu gue.

Akhirnya dia tidak akan menjadi milikku. Sekarang aku membulatkan tekad untuk melupakannya, tetapi tetap saja tidak bisa. Tapi perjalanan gue masih panjang banget, gue gak mau cuma gara-gara ini gue kenapa-kenapa. Gue pengen lo menghargai perasaan gue ke lo. “I still love you”

Tamat

Cerpen Karangan: Endrina Maula
Facebook: Endrina Maulaz

Cerpen I Still Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Pemandang Langit (Part 1)

Oleh:
Dia gadis yang menawan, kebiasaannya adalah memandangi langit, siang atau malam di taman kota. Namanya Niky Bilqis, sering dipanggil Kiki, ia akan memandangi langit dengan banyak ekspresi, seperti nangis,

Tangga Simfoni

Oleh:
Senja itu selepas jam kuliah berakhir, “Wi, kita mampir dulu di Pocin yuk ngeprint TA (Tugas Akhir) di tempat langganan lo,” ajak Nadia -teman berangkat dan kuliah bareng yang

Berharap Dengannya

Oleh:
Saat di kelas. “Mir..” ujar Rifki sambil berlari menghampiri tempat dudukku. “Apa Rif?” jawabku berhenti menulis. “Kita kan disuruh bikin kelompok. Kamu kelompoknya sama Rika yah. Aku sama Nia

Photo Bareng Yuk

Oleh:
“Tepuk kanan.. Tepuk kiri.. IIIPPPAAA DDUUAA!!!”. Oh My God, buusyeet dah temen-temen gue ini, seru gue dalam hati. Oke, gue juga nggak mau kalah sama mereka. “Ayoo Iiipaaa duuaaa

Harapan Terakhir Ayahku

Oleh:
Udara berhembus menyelinap masuk melalui jendela kamarku. Aku yang saat itu duduk di depan jendela kamarku merasakan dinginnya angin yang lembut itu menerpa wajah dan rambutku. Aku duduk termenung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *