I Will Always Love You

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Sastra
Lolos moderasi pada: 1 July 2015

Dede Risan pov
2010
Cinta, seperangkat rasa yang membalut berbagai ekspresi hati yang tengah merajalela, mengalahkan bentuk lain dari kasih sayang. membentuk lekuk senyuman yang terkadang menyulitkan kegilaan tidak masuk akal, kebutaannya dapat mengikis habis benteng harga diri yang dijunjung tinggi, menyapu bersih debu kehidupan insan yang kesepian.
Hadirnya memancarkan satu sinar terang di tengah badai, mengubah 7 lapisan warna pelangi menjadi satu warna “merah muda”. ya, hanya merah muda warna yang berserakan di cawan hatiku. Cinta itu bersemi untuk pertama kalinya, mendarat tepat di hutan pedalaman yang belum tersentuh satu injakan kaki pun, rimbun, banyak semak belukar tak terurus. dan kini, sosok petualang itu datang, menjelajahi pelosok hutan sanubari dengan membawa cinta di genggamannya, cinta yang membabi buta ilalang liar yang lama bersemayam di kalbu, tapi kini berhasil ia tumpas habis membuatnya terlihat lebih terang tanpa kesan menyeramkan.

Dia menjadi milikku, mungkin itu hanya rengekan anjing liar yang tak pernah didengar, bahkan terlalu mengganggu. kehadiranku mungkin hanya sebatas parasit dengan besar harapan dia yang menjadi inangnya. inang yang siap ku curi separuh hidupnya untuk hidupku, inang yang bersedia menghabiskan seluruh waktunya untuk terus berada di dekatku. mungkin ini pemikiran dangkal, tapi jika keajaiban waktu itu datang, sudah pasti ruang kosong yang kubiarkan selama ini akan terjejal padat oleh kehadirannya.

Namanya Nurjaman, pria sederhana yang mempunyai seringai senyum mematikan, dengan kelihaiannya dia merangkai kata di atas kertas putih dengan goresan tinta yang tertuang dan mulai merasuk membentuk satu gambaran kebahagiaan.
Cinta, ya, ini cinta pertama yang ku dalami kenyataannya, cinta pertama yang melibatkan semua unsur yang ku punyai, cinta pertama yang membuatku kehilangan akal sehatku, dan cinta pertama yang berani mengajakku terbang melayang menikmati imajinasi tentang dirinya.

Virus merah muda ini berhasil memalingkan hak pandangku dan menyeretnya untuk tertuju pada lekuk manis wajahnya saja, mendarah daging menjadi karya seni tiga dimensi yang terpajang rapi di dalam memory.

Sayang, yang ku punya hanya sayap seekor ayam, kalaupun berancang-ancang jauh, tetap kafasitas terbangku nihil, aku tetap jatuh kembali ke permukaan. Khayalanku terlalu tinggi, sampai untuk membayangkannya saja aku tidak mampu. Bidikan jitu yang tepat, sekarang hatiku benar benar melelehkan darah kebencian, terus mengalir tidak akan berhenti sampai dia sendiri yang membalutnya. TEGA, mungkin kata itu yang menjadi perwakilan rasa sakitku, setelah dia memutuskan mengajakku berlayar menjelajahi lautan, di tengah jalan dia terjun dan berenang meninggalkanku, badai datang dan aku sendiri di atas perahu yang terombang-ambing hantaman ombak yang teramat dahsyat. Bahkan, bukan hanya air yang menghujaniku tapi petir pun menyambar telingaku. Aku terbuai dalam selimut ketakutan, takut untuk mencoba menepi dengan melakukan hal yang sama, aku tidak bisa berenang dan mungkin ada ikan buas yang menerkamku.

Cinta ini terus ku percaya, kekuatannya meneguhkan kakiku untuk tetap berdiri, harapan akan dia kembali begitu besar kurasakan. Walau pegal kesemutan, panas hujan menghantam, tapi tidak secuilpun merubah rasa yang terlanjur bermekaran.
Tidak peduli skandal itu telah mencakar dan mengoyak hatiku, tidak peduli dia hanya menganggapku hama yang menghambat dan mengganggu keindahannya. Meski begitu, aku tidak peduli. Inilah aku, seorang wanita yang mempunyai perasaan luar biasa padanya, seorang wanita yang berharap dia menyadari dan menyesali penghianatannya. Penghianatan yang benar-benar mengubah warna merah muda cinta dengan hitam pekat kebencian.

2014
4 tahun aku bertahan dengan tongkat penopang sebagai tumpuan untuk berusaha bangkit dari tendangan yang memaksaku terperosok jatuh ke dalam jurang dendam yang dalam dan kekal.
Sadarkah kau, rasa cinta itu masih ku simpan rapi sebagai kenangan akan sosokmu yang mengerikan, sosok pria dengan racun kedustaan yang siap menumpas segala bentuk kebenaran dan menjadikannya rapuh tidak berpengaruh.
Aku belum menyerah, karena itu aku akan selalu mencintaimu, membuka lebar pintu kesempatan kedua dengan penyambutan hangat untuk memberimu kesempatan merasakan betapa indahnya rasa cinta yang ku miliki untukmu.

Cerpen Karangan: Dede Risan Susanti
Facebook: Derisa Putri
ini kisah nyata ku, mohon komentarnya aku masih pemula.

Cerpen I Will Always Love You merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Email Misterius (Part 3)

Oleh:
Tiba-tiba aku menemukan sebuah buku kecil yang terjatuh namun dengan foto 2 anak yang bersebelahan sambil memegang tembakan air. Aku mengenali wajah keduanya, itu adalah Ray dan Dini ketika

Dia Mencintai Ku (Part 2)

Oleh:
Hari sabtu pun tiba, aku pergi bersama ayahku. Sampai di sekolah, tepat di depan kelasku aku langsung bergabung dengan teman-temanku dan ayahku langsung masuk ke ruang rapat dengan orangtua

Dua Belas Dua Belas

Oleh:
Rasa malas melanda ku berangkat kantor hari ini, muka kusut, mata sedikit sipit karena sembab. Ini karena semalam hujannya deras sekali, trus diiringi dengan suara gemuruh yang cetar banget

Katakan Dengan Hati (Part 1)

Oleh:
Aahhh… Nyamannya… tempat ini begitu membuatku tenang, serasa ku ingin istirahatkan tubuhku yang lelah ini. Aku rasa aku akan memejamkan mata sebentar saja… “andi… andii…” terngiang suara di kepalaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *