I’ll Be Waiting For You, My Sun

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 6 January 2017

Drtt.. drrrt.. suara handphone berdering membangunkanku, sebuah pesan baru saja masuk “Selamat pagi, maaf ya aku belum bisa menemuimu karena aku harus mengikuti kegiatan di kampusku” Juandra. Ohiya, Juandra adalah kekasihku aku biasa memanggilnya Juan Kami sudah pacaran selama 4 Bulan, dan selama itu pula kami belum pernah bertemu.. Ya aku hanya mengenalnya lewat dunia maya, setiap kali ingin bertemu ia pasti membatalkannya dengan berbagai alasan.

Terkadang aku berpikir betapa anehnya hubungan ini, banyak pertanyaan yang melintas dalam otakku..Bagaimana bisa hubungan ini terjalin? Padahal aku hanya mengenalnya lewat dunia maya! Apakah ia benar-benar mencintaiku? Tapi ia tak pernah meluangkan waktunya untuk sekedar menemuiku! Sebenarnya apa yang aku rasakan saat ini? Apakah Kasih sayang yang tulus atau hanya perasaan nyaman? Nyaman berbagi kisah dengannya! hahhh.. entahlah aku tak dapat membedakan rasa ini, yang jelas aku selalu mengkhawatirkannya, menunggu kabarnya dan menanti sebuah pertemuan, ya pertemuan.. aku sangat ingin bertemu dengan pangeran virtualku itu.

Satu hari.. dua hari.. hingga seminggu, ia tiba-tiba menghilang.. tak pernah menghubungiku lagi. ‘Apa yang terjadi dengannya?’ pikirku. Akhirnya aku beranikan diri untuk meneleponnya..

“Hallo?”
“Hi, kamu kemana aja? Ko gak pernah hubungi aku? Aku khawatir ju, aku kangen sama kamu” Jawabku
“maaf ya akhir-akhir ini aku sibuk banget jadi aku gak sempat hubungi kamu”
“Sesibuk apa sih ju? Sebenarnya kamu anggap aku apa pacar atau…” pembicaraanku dipotong olehnya “Sudahlah, aku mulai muak dengan hubungan ini. Hubungan yang arah kedepannya kurang jelas, aku hanya ingin fokus pada kuliahku. Aku bicara seperti ini bukan karena aku tak menyayangimu, tapi aku kasian padamu yang terus-menerus tersiksa dengan hubungan ini, aku berjanji suatu saat nanti aku pasti akan datang menemuimu”
tuutt.. tutt.. telepon pun diputus begitu saja.
Tak terasa.. air mataku mengalir dan aku baru menyadari ternyata aku benar-benar menyayanginya.

1 Bulan.. 2 Bulan.. setahun.. 2 tahun.. ya 2 tahun sudah aku menunggunya dan berharap ia datang menemuiku. “Kalau memang ditakdirkan untuk bertemu pasti akan bertemu kan? Mungkin bukan hari ini, tapi kita tak pernah tau apa yang akan terjadi esok, lusa dan seterusnya…” “Kalau kita tidak dapat bertemu sebagai sepasang kekasih, semoga tuhan mempertemukanku denganmu sebagai seseorang yang pernah hadir di masa lalumu” “Teruslah bersinar mentariku, jangan khawatir.. aku akan Setia dan selalu menunggumu my sun. Love you” -seseorang yang menyayangimu.

Cerpen Karangan: Erna Noviyanti
Facebook: Ernna Noviyanti

Cerpen I’ll Be Waiting For You, My Sun merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dalam Diam Aku Mencintaimu

Oleh:
Sang surya kembali menapaki ranumnya pagi, kala itu aku sedang mempersiapkan diriku untuk mengikuti kegiatan lintas alam yang dilaksanakan oleh kampus sebagai tanda penutupan Ospek. Setelah menyiapkan semuanya aku

Antara Cinta dan Benci

Oleh:
4 Juni 2013 Di sebuah Desa terpencil, tepatnya di Desa Asmara ada seorang gadis cantik yang pendiam, anggun, pintar, baik dan ramah pada siapa pun. Namanya Mawar. Dia anak

Kecewa

Oleh:
Waktu yang mempertemukan kita berdua. Aku di sini sedang melukis pemandangan yang kuanggap menarik, tapi entahlah ada hal yang terus mengganjal di hatiku, lalu aku mengadahkan kepalaku, saat itu

Move On With You (Part 1)

Oleh:
Pagi ini aku terbangun dengan mercon sebagai alarmnya. Aku langsung menutup kedua telingaku dengan bantal. Duar! Diar! Hanya itu yang aku dengar. “uuuhhhh… berisik banget sih…” keluhku sambil mempererat

Oralda dan Sisiliano

Oleh:
Oralda gadis yang sangat cantik, matanya berbinar binar, langkahnya begitu cepat dia segera mengambil gaun cantik bewarna putih yang tergeletak di atas ranjangnya, tiba-tiba matanya melihat ada sebuah surat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *