Indah Pada Waktunya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 May 2014

Setahun berlalu ingatan ku masih tertuju padanya sampai sekarang dia belum pulang entah kemana. Aku terlalu bodoh selalu nungguin dia selalu mikirin dia belum tentu dia mikirin aku. Perasaan ku masih untuknya aku belum bisa berpaling darinya walaupun sekarang dia pergi ninggalin aku untuk waktu yang cukup lama. Inikah cinta inikah yang indah. Apakah sampai sesakit ini aku menyayangi kamu.

Namaku PUTRI jelasnya PUTRI BINTANG seorang mahasiswa ternama di bandung. Hari hariku sepi tanpa kehadiran dia. Dia yang bisa selalu ngertiin aku selalu bisa bikin aku bahagia.

“Hey put kamu kenapa ngelamun aja dari tadi aku liat”. Tanya deri ketus sembil menatapku
“Gak papa der lagi gak enak badan aja” jawabku dengan nada datar
“Kamu lagi kangen sama si radit ya put?”
“Hehe’ Iya der uda beberapa hari ini aku gak bisa tidur keinget terus sama dia. Aku kangen banget sama dia der apa dia kangen sama aku nggak ya?”
“Aku juga gak tau put.” Saya belum siap ceritain semuanya ke putri dia pasti bakal sedih mendengar semuanya. Aku tau radit dimana aku sering berkomunikasi sama radit di jejaring sosial tapi aku udah janji sama radit gak kan ceritain sebelum dia nyuruh cerita ke semuanya. Gerutu deri dalam hati

“Mau pulang bareng ga put?” sambil ngambil tas sama helm di meja
“Gak ah makasih der aku pulang sendiri aja.” Masih terdiam duduk lemas di bangku kampus
“Oh ya udah aku pulang duluan ya put”. Sambil begegas pergi ke luar kelas
“Iya der hati-hati yah”

Obrolan singkat pun berlanjut sampai jam pulang kuliah tiba. Biasanya tiap pulang kuliah dia pasti nyempetin ngejemput buat aku tapi semenjak dia menghilang hari-hari ku cuman berlalu begitu aja hampir tiap hari aku merasa kesepian padahal masih banyak orang orang di sekitarku yang mungkin bisa ngurangin kejenuhanku selama ini tapi buktinya semuanya tak cukup sebelum dia datang di hadapanku.

Ah! Kenapa sih aku ini selalu saja ngebayangin hal-hal yang seharusnya gak aku bayangin. “Ngomong sendiri sambil ngejeplak kepala berulang ulang.
Banyak waktu terbuang untuk mikirin dia. Aku bingung entah harus gimana harus menunggu sampai kapan lagi. Dia dia dia dan dia…

Malam pun larut aku pun berdoa di malamku. Doa ku: “tuhan hapus semua tentang dia di hidupku jangan biarkan dia membayangiku terus hapuskan dari pikiranku aku gak mau kaya gini terus. Kalau dia jodoh ku hadirkan dia di hadapanku kalau bukan beri aku yang terbaik dan hapuskan dia di hidupku”

Pagi menjelang…
Kringgg.. Kringgg.. Kringgg
Jam bekerku bunyi waktu menunjukan pukul 07.00.
“Maaah maahh kok gak bangunin aku sih aku kan ada mata kuliah sekarang.” ucapku ke mamah Ngelindur padahal hari ini hari minggu sambil raut muka aneh yang selalu saja begini tiap bangun tidur’
“Kamu’ kenapa pagi-pagi gini uda ngelantur, hari ini kan minggu put. Udah cepet sana ke air tuh mamah udah siapin sarapan buat kamu awas kalau tidur lagi!!”.
“Hah!!” Wajah bengong sambil ngelihatin muka mama “Minggu yah mah hehe kirain…”
“Ah kamu ini ada-ada aja.”

Aku pun kembali ke kamar dan ngelanjutin tidurku yang nyenyak yang sedang mimpiin si dia.

Tiba tiba hp ku berdering.
Kring kring kring…
“Halo?”
“Halooo”
“Halooooo”
“Woy siapa sih?”
“Ihh nyebelin siapa sih pagi, udah ngerjain orang gak penting banget lah”. Ucapku di telepon yang gak tau siapa gak da suara, cuma terdengar desahan nafas.

Tak lama kemudian hp ku bunyi lagi. Itu cuman sms Ternyata itu no tadi yang nelpon tanpa suara
“Hai put apa kabar?”
“Maffin aku yah, aku kangen sama kamu.”
Begitu singkat isi sms orang itu. Entah siapa dan bagaimana dia bisa tau no hp ku. Aku gak bales smsnya. “Ah gak penting banget siapa sih ini orang” ucapku sambil melempar hp ke kasur.

Seminggu berlalu aku sudah mulai bisa ngelupain dia. Entah kenapa perasaanku mulai gundah gulana tak menentu. Gak lama kemudian…
“Put… Put..” Ada yang manggil ku dan suara itu tidak asing di telingaku, Aku nengok ke belakang dan ternyata… Aku bengong ngelihat orang yang manggil ku. Dan ternyata itu radit…
Dia menghampiri. Aku masih terdiam menatapnya air mata ku mulai berjatuhan ke pipi ini.

“Hai put apa kabar?”
“Mafiin aku yah selama ini aku pergi ninggalin kamu gak ngasih kabar sewdikit pun”. Ucap radit dan Raut wajahnya yang sangat merasa bersalah.
Aku belum bisa ngomong apa-apa hanya air mata ini yang mampu berbicara kepadanya.

Radit mulai memeluk tubuhku. Aku hanya bisa terdiam merasakan pelukan hangat yang sudah sekian lama tak pernah aku rasakan lagi. Percakapan panjang lebar pun berlalu dia jelasin semua kenapa dia pergi ninggalin aku dan alasannya pun jelas. Ternyata dia pergi ke yogyakarta untuk meneruskan kuliahnya dia cuman fokus di pelajarannya dan dia gak mau diganggu sedikitpun. Dia memang pekerja keras sekali fokus ke satu titik dia pasti gak mau diganggu. Di balik semua itu dia adalah seorang cowok yang sangat pengertian sangat romantis di mataku.

Hari hariku kini mulai terasa indah lagi stelah dia kembali untukku dan kita mulai memulai semuanya dari nol dan aku bisa bahagia menikmati hidup tanpa beban tanpa pikiran karena kini dia selalu ada untukku dan selalu bisa buat aku bahagia.

“Hai sayang jalan yu kangen jalan berdua sama kamu menikmati suasana bandung di malam hari”
“Iya sayang mau banget udah lama nggak keliling kota bandung sama kamu”
“Nanti aku jemput ke rumah ya tepat jam 8 pas nggak kurang nggak lebih. Hehee” ucap radit di telepon

Masih banyak harapan yang tersimpan untuk menjadi yang terbaik untuknya selama mata ini bisa melihat dan kaki ini masih mampu berjalan. Aku bisa berjalan tanpa ada sandaran di belakangku tak ada kata menyerah dan selalu lihat ke depan menyongsong kehidupan yang ada di depan kita bersama radit dan jangan selalu melihat ke belakang karena di belakang kita tersimpan berjuta kenangan mungkin kenangan itu tak selamanya indah. Kita sambut perlahan kehidupan yang indah dan selalu percaya pada tuhan selalu berdoa dan bersujud kepadanya. Teruslah berjalan sampai menemukan titik terang terbaik karena di hadapan kita banyak hal indah yang kita gak pernah mengetahuinya. Ini kehidupan bukan cerita semata. Menikmati hidup lebih menyenangkan daripada memikirkan kehidupan yang takkan pernah ada habisnya. Selama dunia ini masih berputar dan matahari masih menyinari dunia aku takkan menyerah dan harus terus berusaha karena keberhasilan yang kita petik takkan bisa kita nikmati tanpa pengorbanan dan perjuangan. Begitu juga kebahagiaan selama kita mampu memperjuangkannya dan kita mampu memahaminya kita yakin bahwa kebahagiaan akan datang menghampiri.

Seperti biasa aku selalu curhat tentang hubungan aku sama derry sahabat aku dan radit. Walaupun dia jomblo sejati tapi dia begitu mengerti tentang percintaan.

“Der radit lagii sama kamu enggak?” Tanyaku. Sebuah pesan singkat
Tak lama kemudian derry menjawab.
“Iya cit aku lagii sama si radit kenapa kangeen ya sama dia. Hahaha dia lagi tidur tuh pules banget aku kirim fotonya yah.”
“Hahahaa ihh lucunya cowok aku ini yah kalau lagi tidur”.
“Ahh kamu lucu dari mana segini jeleknya juga”

Obrolan singkat pun berakhir. Matahari mulai meredupkan sinarnya tanda siang berakhir bulan pun mulai menerangi langit di dampingi sang bintang yang begitu terangnya. Kita berdua mulai berangkat berkeliling kota semua terasa beda dari mulai kedatangannya semanya terasa lebih indah. “Ya tuhan teriama kasih atas semua jawaban dari pertanyaanku selama ini aku bahagia memilikinya”
Aku selalu berdo’a menikmati anugerah yang selalu di beri oleh sang pencipta.

Senang rasanya hari ini tak terasa mengunjungi tempat tempat indah di bandung. Bahagianya hati ini. Waktu berlalu begitu cepatnya semua hal indah yang pernah terjadi kini menjadi kenangan. Banyak hal yang bisa aku pelajari. Ternyata penantian selama ini berbuah hasil dan hasil itu yang selalu aku tunggu berhari hari bahkan bertahun. Semuanya memang INDAh PADA WAKTUNYA. Terimakasih atas semua kebahagiaan ini aku bahagia memilikimu.

Cerpen Karangan: Deni Indra Priatna
Facebook: Deni Indra

Cerpen Indah Pada Waktunya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tuhan Tahu ku Cinta Kau

Oleh:
Langkahku menyusuri menuruni tangga pesawat, sejenak aku berhenti memandang sekeliling. Ini hari pertama aku pulang setelah hampir 5 tahun aku merantau, Aku rindu sekali dengan tempat ini. kota jakarta

Dear Mama Papa

Oleh:
Pagi yang sunyi, di temani rintikan hujan yang membasahi dunia ini, aku termenung di sebuat kursi di depan balkonku. Di temani secangkir teh hangat. Namaku Sasya Angel Salsabil. Aku

Harusnya Aku Menikah

Oleh:
Harusnya aku menikah tahun ini. Tahun Naga, 2012. Tahun yang akan membawa keberuntungan banyak buatku. Tahun yang akan menguatkan aku dalam berbagai situasi. Tahun yang akan menebarkan benih-benih kebahagiaan

Cinta Di Wonogiri

Oleh:
Malam ini berandaku ramai, tapi aku merasa sangat sepi. Kulihat ada sebuah inbox yang baru saja masuk dari Elvin Octaviana yang menulis ~ Elvin Octaviana Hay ka’… cerpennya bagus

Fajar

Oleh:
Seseorang tidak mengerti seperti apa aku ingin dicintai. Karena ia tak pernah melihatku dengan waktu yang lama, juga tak pernah melihat hanya ke arahku. Ia bertingkah seolah ia mengerti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *