Indah Pada Waktunya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 October 2017

Talia, mahasiswi semester akhir jurusan perbankan di Fakultas Ekonomi Universitas Budidaya Jakarta. Semenjak menjadi Maba (Mahasiswi Baru) gelar primadona kampus sudah disandangnya.
Paras wajah ayu perpaduan Indonesia Australia, alisnya lentik, bibir sensual, kulit putih merona, ditambah tubuh tinggi seksi. Namun sayang sifatnya yang tertutup membuatnya sangat sulit didekati. Wajar saja hanya beberapa cewek yang dekat dengannya.
Meskipun begitu, tak habis-habisnya para cowok berusaha menaklukkan hati Talia. Ada gosip yang beredar kalau Dia suka sama mahasiswa satu angkatan dengannya. Zico.

Zico, mahasiswa idola para cewek. Bukan karena kegantengannya sejajar dengan artis-artis layar kaca, tapi sifatnya yang ramah, friendly, suka membantu. Dan kepandaian akademik juga organisasinya yang bikin cewek-cewek kelepekan.
Namun cewek-cewek harus mengurungkan niat kalau ingin menjadikan Zico pacar. Komitmennya bersungguh-sungguh dalam studi membuat Dia tidak ada pikiran untuk hal-hal bermesraan dengan lawan jenis layaknya cowok yang seumuran. Harus digaris bawahi untuk saat ini. Dia sekarang sedang menempuh dua studi, Pascasarjana jurusan Hukum dan jenjang sarjana strata satu jurusan ekonomi.

“Hai Talia!” panggil Zico sembari lari menghampiri.
“Ada apa, Zico?”
“Boleh pulang bareng?, Kamu gak dijemput kan” Rumah Zico dan Talia satu arah dari kampus.
“Boleh, tapi tumben banget?”
“Ada yang pengen Aku obrolin sama Kamu.” Keduanya pun pulang bersama menggunakan mobil Zico.

Selama perjalanan Zico bertanya perihal kakak Talia yang tidak disengaja ditemuinya di kampus beberapa hari yang lalu. Hampir seluruh obrolan keduanya saat itu tentang Elma. Kakak Talia.
Semenjak itu, Zico jadi sering ketemu Talia, masih dengan topik pembahasan Kakak Talia. “Kenapa Zico pengen tau banget soal kakak” gumamnya. Ada rasa cemburu di hati Talia. Tapi juga ada rasa senang karena Dia bisa dekat dengan Zico. Cinta memang aneh.

2 minggu berlalu.
“Talia, hari minggu orangtua kamu di rumah?” tanya Zico lewat pesan singkat.
“Iya, ada apa emang?”
“Keluargaku mau datang melamar.”
Bagaikan terkena bom atom, hati Talia hancur bak kepingan runtuhan bangunan.

Hari minggu tiba. Keluarga Zico datang menyampaikan maksud untuk melamar. Sementara Talia berpakaian luka dengan membawa hati yang pecah berwajahkan putus asa.

“Maksud kedatangan kami ke sini ingin melamar putri Bapak, Elma untuk anak kami Zaki” tutur Ayah Zico. Sontak Talia yang mendengar dari ruang keluarga kaget. Belum hilang keterkejutannya.
“Sekaligus juga ingin melamar putri Bapak, Talia untuk anak kami Zico” lanjut Ayah Zico merobek pakaian luka Talia, menyatukan hati yang pecah dan tentunya memunculkan wajah berseri yang tadinya tertutup mendung kemurungan.
“Saya sangat setuju, apalagi ini kan sudah menjadi niatan kita semenjak masih kuliah bersama dulu, untuk menjodohkan anak-anak kita” sambut Ayah Talia.

Tanpa diketahui oleh Talia, Zico, Elma dan Zaki, ternyata Ayah mereka sudah bersahabat sejak dulu.
Selama ini Zico bertanya perihal Elma tidak lain atas permintaan kakaknya, Zaki. Sebenarnya tanpa perjodohan itu pun telah tumbuh benih-benih cinta di hati Zico semenjak kedekatannya dengan Talia.

Selesai

Cerpen Karangan: M. Madichus Surur
Facebook: surur smart boy

Cerpen Indah Pada Waktunya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Ingat

Oleh:
Setiap hari ada sebuah bayangan dari mataku yang begitu jelas, bahkan bayang itu tersenyum, sebuah bayangan dari seseorang laki-laki yang selalu aku perhatikan. Dia… Laki-laki yang telah menjebakku dalam

Salah

Oleh:
Pagi itu aku masih menjalani aktivitas seperti hari-hari sebelumnya. Menjalani rutinitas yang memang tiada habisnya. Aku selalu sampai di kantor terlebih dahulu ketimbang munculnya matahari. Cukup lama sudah aku

Merangkai Bingkisan Kalbu

Oleh:
“Ju, jangan di kamar terus! Sekali-kali liburan gitu. Jangan belajar terus, nanti capek lo!” “Nggak Ma, Juania masih banyak tugas.” Liburan memang tak ada di mata Juania. Baginya waktu

Hujan (Part 2)

Oleh:
Sesampainya di kamar Kost, Hanni pun memikirkan apa yang dibicarakan Sherly saat bertemu dengannya tadi. Apa benar karena sebuah rasa benci yang terpendam dihatinya yang menyebabkan Hanni menjadi pendiam

Percakapan Tiga Setengah Jam

Oleh:
Tiga jam berlalu sejak kami saling duduk berhadapan di antara hamparan kartu, uang, kulit kacang dan gelas-gelas wine kosong. Wajah Greg memerah sambil kedua alisnya bertaut, memandang hampa pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *