Indra Keenam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 17 January 2017

Pagi itu, ada seminar di tempat kuliahku dari ahli psikologi indonesia. Namun, sebelum seminar berlangsung, aku dikejutkan dengan undangan seminar itu, yang membahas tentang “Manusia juga Punya indra keenam”. Perkataannya membuatku terkejut.. indra keenam? Mendengarnya saja, aku tak percaya. Bukankah secara biologis manusia hanya memiliki 5 indra… yaitu indra pelihat, indra pencium, indra peraba, indra perasa, dan indra pendengar. Bagaimana bisa jumlahnya menjadi enam. Mungkin, yang memiliki indra keenam adalah orang dilahirkan dari rahimnya bapak bapak kali. Tapi, bapak bapak kan gak punya rahim!! Saat itu aku sangat bingung, pertanyaan bermunculan di otakku. Aku berfikir, apakah tuhan menciptakan indra baru pada manusia? Tapi jika ia, kenapa baru sekarang? kenapa pada saat aku lahir, aku hanya memiliki 5 indra? Dan apakah ibu-ibu yang sekarang mengandung akan melahirkan dengan bayi yang memiliki 6 indra? Semua pertanyaan itu sangat membuatku pusing.. seolah olah tak percaya dengan semua itu.

“ehh, lo aneh gak sih sama tema seminar itu?” Ucapku pada temanku.
“gak tau, emang apa temanya?”
“temanya, tentang indra keenam gitu”
“ahh, masa sih?”
“iya, bener deh, coba aja lo baca sendiri”.
“tapi, memang aneh sih!!, mungkin, itu hanya pada makhluk selain manusia kali”
“yah, mungkin saja, gua juga gak tau”
“yah udah, kalo pengen tau lebih jelasnya, lo harus ikut acara seminar itu”
“iya, gua pasti ikut”.

Acara seminar pun berlangsung, sengaja aku duduk di depan agar dapat menyimak dengan baik penjelasan mengenai indra keenam itu..
Setelah aku menyimaknya, aku sangat mengerti apa indra keenam itu. menurut ahli psikologi itu, indra keenam adalah indra yang bisa melihat masa depan. semua orang bisa membuka indra keenam itu, dengan syarat, ia harus bisa melatih kelima indranya. Yaitu indra pelihat, indra pendengar, indra peraba, indra pencium, dan indra perasa. melatih kelima indra itu adalah tantangan yang sangat menarik. Contohnya, jika melatih indra peraba, maka kita harus bisa menebak benda atau hal yang kita pegang, tanpa melihat namun dengan meraba, begitupun dengan indra yang lainnya. Jika semua itu berhasil, maka kita bisa melihat masa depan kita. Menarik bukan, ya aku pun tertarik untuk mencobanya. Sebagai lelaki sejati, aku harus bisa merangkai masa depanku.

Kemudian, aku sering melatih kelima indraku. Hampir setiap hari aku melakukannya. Di rumah, di kuliahan, di manapun aku pasti mencobanya. Saat di kuliah, temanku melatih indra penciumku, aku pun sangat tertarik untuk mencobanya, menebak dengan indra penciumku tanpa indra pelihat ataupun lainnya sepertinya menarik. Kurasa, wanginya seperti nasi goreng, wangi bawang, kecap dan bumbunya itu kerasa. Aku yakin, sepertinya ini adalah nasi goreng, namun, setelah aku memegangnya, tanganku malah gatal, dan terasa seperti kain yang terkena minyak, sangat lengket. Ketika aku membuka mata, jiakkk!!! ternyata kaos kaki si asep, siswa yang takut air, tidak pernah mandi, atau mencuci sepatu dan kaos kakinya, truss, lah bagaimna kok bisa baunya seperti nasi goreng? ternyata isengnya temanku, ketika mataku tertutup, yah, memang nasi goreng itu didekatkan ke hidungku, sedangkan kaos kakinya, di dekat tanganku. aduhhh…!! aku dijailin, tanganku langsung gatal gatal. sepertinya aku alergi kaos kaki buluk asep itu, yang kotornya seperti kotor buanged. Parahnya lagi, kaos kakinya dilumuti dengan pupuk organik kotoran kerbau yang warnanya udah kaya kue lapis aja, hijau berlapis hitam, sial banget dah.

Alergi itu cepat merambat ke seluruh tubuh, sehingga tubuhku dipenuhi dengan bintik bintik kuning. Aneh deh, kenapa bintiknya jadi kuning gini, aku langsung ke rumah sakit untuk mengobatinya. Namun, tak ada satu pun rumah sakit yang mau menerimaku, mereka bilang aku terkena virus Jin jahat. Helloo bro, mana ada virus dari Jin, itu dokter udah lulus SD belum sih, ngada-ngada penyakit aja. akhirnya.

Satu minggu aku tidak kuliah. Dan semakin hari, bintik bintik gatal itu semakin menjadi jadi, pertama kuning, trus merah, hijau, biru, hitam dan akhirnya seperti pelangi. Tidak ada yang mau mengobatiku, karena mereka menganganggap aku punya kelainan. Malah ada yang bilang aku anak timun mas yang dikutuk oleh ketujuh bidadari dari gua itu. Aneh banget kan, gak sekalian aja anak emas yang ngampul dikali, yang akan hanyut berjalan dengan derasnya kali. Emangnya aku anak legenda, timun mas lah, keong mas lah, gigi emas lah, BAB mas lah, macam macam saja, sampe sampe kumisnya jokowi juga berevolusi menjadi kuning mas. Haduhh, aku gak tau deh caranya, aku pengen lanjutin kuliah secepatnya, kutukan apa sih asep, susah banget mau sembuhnya, mana gatal dan bau lagi.

Aku berinisiatif pergi ke rumah asep, disana asep sedang tidur santai. Aku menghampirinya dan membangunkannya.
“asep, bangun!!” Sambil menggerak gerakkan tubuh asep.
“asep, bangun dong, ada urusan penting ni”
Namun, asep masih tetap saja tidur. Susahnya bangunin asep, kaya bangunin kolor ijo yang habis mencret di celana.
“sep!! Ada pak dosen sep, bangun cepat!!”
“ahhh, pak dosen? Mana pak dosen? Maaf pak, aku mengantuk”. dengan mata masih tertutup.
“asep, kamu tidak takut sama pak ahmad, kamu kan tau gimana pak ahmad kalo sudah menghukummu. Satu kesalahan, lima bulu ketekmu tercabut sia sia”. Kemudian, dia pun langsung bangun dan lari terbirit birit ke kamar mandi.
“Rasain luh, dikerjain, suruh siapa berani melawan gua” ucapku jahat. Kemudian, asep kembali dari kamar mandi itu.
“ehhh lo ngerjaian gua ya?” seraya menunjukkan jarinya kepadaku, dengan tatapannya yang seram, aku tidak takut sama sekali.
“enggak, gua gak ngerjain loh ko, mungkin lo mimpi kali!”.
“Owhh iya yah, maaf. Lo mau apa ke rumah gue?”
“gua mau minta pertanggung jawaban dari lo atas penyakit gatal gatal gua”
“Lah apa masalahnya sama gua, gua kan gak tau apa apa, itu kan rencananya reza sama dika.”
“tapi kan masalahnya ada di lo, gara gara kaos kaki lo, yang baunya kaya bunga rafflesia itu, gua gatal gatal sampe sekarang”.
“yah, gua gak tau, persaan gua make juga gak gatal gatal.”
“ya wajar kalo lo gak gatel gatel, sebelum make kaos kaki, kaki lu kan udah di pakein pelindung anti air kantong plastik, makanya lo gak gatel”
“ya trus, mau apa?”
“bantuin gue lah, buat ngobatin gatal gatal ini”.
“tapi dengan apa? O’ea nenekku punya daun yang bisa menghilangkan gatal, gua juga sering makai daun itu kalo gatal”
“emang dimana tempatnya?”
“gak jauh kok dari sini, ayo gua antar”

Aku dan asep kemudian pergi ke rumah neneknya. Neneknya memberikan daun itu padaku.
“ehh sep, trus nanti daunnya digimanain?
“dengerin gue yah! pertama, biar lo cepat sembuh gua punya satu persyaratan”.
“persyaratan apa sih, lo mau ngerjain gua?”
“lo pengen sembuh gak?”
“yah pengenlah, gua udah gak tahan banget ama baunya”
“ya udah, turutin apa mau gua”
“iyah, apa persyaratannya?”
“Kemaren, gua gak ngerjain tugas dari pak ahmad, jadi gua dihukum.”
“truss..?”
“yah lo harus gantiin gue buat dihukum”
“Ehhh, lo gak mikir apa, bulu ketek gua sedikit, nanti kalo dicabut gua gak macho lagi sebagai laki laki”
“ehh, emang lo pikir macho itu diliat dari bulu ketek? Emak gua aja mau ama bapak gua yang bulu keteknya cuman lima biji, tiga di kanan, dan dua di kiri.”
“ya itu kan bokap lo, kalo gua mah gak mau lah. Si mancung bulu keteknya kan mau perawatan, biar bersih dan wangi, setelah itu, gua mau foto tuh bulu ketek. Habis itu, gua upload deh ke fb, instagram, dan line. Biar semua cewek tau, kalo gua punya si mancung bulu ketek yang gagah berani”
“Terserah lo ajah lah, berarti gua gak mau ngasih tau lo cara nyembuhinnya, biarin lo bau situ dan gak punya teman”
“aduhh jangan dong.. iya gua mau, ya udah gimana caranya?”
“lo rebus tuh daun, habis itu lo peras, trus saring airnya, dan bekas perasan itu, lo teplokin ke badan lo yang gatal gatal”.
“owhh… ya udah deh. kalo gitu, gua pulang dulu”

Satu hari setelah itu, gatal gatalku hilang, aku kembali ke aktivitas ku untuk kuliah. Setelah kejadian itu, aku masih tetap melatih kelima indraku, kejadian itu tidak membuatku putus asa. Dan yang paling aku suka adalah melatih indra perabaku dibanding indra yang lainnya. meski tak jarang, aku salah dalam menebaknya, namun aku tetap berjuang. karena selain aku menginginkan indra keenam, hal itu pun aku anggap sebagai games untuk mereflesikan pikiran.

Hingga pada suatu hari, aku diundang oleh teman kuliahku di ulang tahunnya. Pada saat itu, aku ditantang di depan semua orang untuk bisa mencari temanku yang sedang ulang tahun itu, tanpa melihat. Tentu, dengan pedenya aku menerimanya, menurutku itu hal biasa yang sering aku lakukan, dan pastinya, aku benar menebaknya. Tantangan pun dimulai, dengan mata tertutup kain hitam, aku mencari temanku dari sekian banyak orang berbaris di situ. Beberapa detik kemudian, aku mendapatkannya, aku yakin, yang ku dapatkan adalah temanku itu. Setelah mendapatkannya, Kupegang dia erat-erat, dan langsung kubawa dia melangkah ke depan. Namun, pada saat langkahan pertama, aku malah terjebur di kolam renang bersama dengan seseorang yang aku dapatkan itu.

“cie.. kesempatan dalam kesempitan” ucap salah satu dari tamu itu.
“iya nie, strateginya jitu banget, udahmah ceweknya cantik lagi”
“pucuk dicinta, akhirnya kecebur juga” hahaha.
Serentak semua orang menertawakanku dan mengejekku. Begitu pun dengan aku, rasa malu dan terkejut bukan main, sampai aku tak bisa berkata apa apa lagi. Kukira dia adalah temanku, tapi ternyata di bukanlah temanku itu, melainkan seorang wanita cantik yang tidak aku kenal sebelumnya.

Aku pun langsung bangkit dari kolam itu, begitupun ia. Aku merasa bersalah karena telah membawanya ikut terjebur bersamaku. Semua bajuku basah kunyup, dan mengharuskanku untuk pulang saat itu juga.

Tiba di rumah, aku langsung mandi dan mengganti pakaian. Aku heran, mengapa semua itu terjadi. aku masih memikirkan wanita itu. Wajahnya yang kesal membuatku resah dan gelisah. Tak seharusnya aku pergi tanpa meminta maaf padanya. Namun, apa yang harus aku lakukan. Aku sudah di rumah, dan aku juga tidak mengenalnya. Apakah aku harus kembali lalu meminta maaf padanya..? tapi bagaimana, aku masih malu dengan semua orang dan tak berani menampakkan wajahku ini.
disamping itu, aku juga harus meminta maaf padanya, agar tak ada lagi bayangan wajahnya yang membuatku resah.
setelah beberapa menit aku memikirkannya.. akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke pesta itu untuk meminta maaf padanya.

Namun, saat tiba di pesta itu, tak nampak satu orang pun di sana. Pesta yang ramai itu sekarang menjadi sepi, langkahku terhenti.. otakku berputar, mataku berjalan mengamati semuanya.. memang tak ada orang satupun. sepertinya, pestanya telah selesai. Aku sangat kurang beruntung, sekarang, tak akan bisa untukku meminta maaf padanya. Aku tak tau, apakah aku bisa bertemu lagi dengannya atau tidak.

Waktu terus berjalan.. dari hari keminggu, minggu ke bulan, latihanku dengan indra kelimaku sudah mulai lancar. aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk melihat masa depanku. Tak sabar rasanya aku melihatnya. Di samping itu, aku pun tak siap jika terjadi hal buruk menimpaku. Namun, biarlah semua berjalan dengan ketetapannya. karena aku yakin, rencana tuhan lebih baik dari pada rencanaku.

Aktivitas kuliah mulai meningkat. Tugas pun menumpuk, sedangkan aku masih asyik bermain dengan kelima indraku. Tak bisa terus terusan aku begini. Aku harus lulus sebagai mahasiswa terbaik. Aku bangkit dan mulai meninggalkan semua hal yang menyita waktu belajarku. Aku harus mulai mengerjakan tugas dengan baik.

Hari itu pun aku pergi mengunjungi toko buku untuk membantu mengerjakan tugasku. Toko buku yang tak jauh dari tempat kuliahku memang sering aku kunjungi, karena selain bukunya yang lengkap, aku suka dengan salah satu fasilitas dari toko buku itu. Sebut saja “WiFi”. Iyaah WiFi yang sekarang menjadi nama panggilanku “Anak WiFi”.. hehehe.. beberapa teman memanggilku seperti itu karena hampir setiap hari aku memakai Wifi, di kuliahan maupun di toko buku ini. Meski aku malu, aku tetap menerimanya. karena memang aku salah satu lelaki yang suka mengirit. Mengirit atau memang pelit? Aku tak tau.

Setelah sampai di toko buku itu, aku langsung mencari buku yang aku inginkan. Setelah dapat, aku membacanya sambil berjalan menuju tempat duduk. Namun, di tengah langkahku, aku malah menabrak seseorang, bukuku pun berceceran. Ingin rasanya aku marah padanya. Namun, sebelum aku marah, aku terkejut melihat wajahnya. Sesekali aku mengusap mata ini karena tak percaya dengan apa yang kulihat saat ini. Iyahhh.. dia yang menabrakku adalah wanita misterius di pesta itu. Ia melihatku dan aku melihatnya. Rasa senang bercampur sedih menyelimuti hati ini. Wanita yang beberapa bulan lalu, aku permalukan telah ada di hadapanku. Tak akan kusia sia kan kesempatan ini untuk meminta maaf padanya.
Tapi, sebelum aku minta maaf. Dia pergi tanpa mengatakan apapun padaku. Lalu, aku mengejarnya dan memanggilnya berulang kali. Dia tetap berjalan dan mengabaikanku.

Langkahnya semakin cepat dan cepat, aku berlari mengejarnya dan terus memanggilnya. Hingga akhirnya aku bisa menyusulnya.
“tunggu nona, izinkan satu menit saja aku bicara denganmu, setelah itu, aku berjanji akan langsung pergi. Kau masih ingat kan dengan aku? Iya, aku yang telah membawamu terjebur di kolam itu saat pesta. Dengarkan aku nona, maafkan aku atas kejadian saat itu, aku tidak sengaja melakukannya, aku ditantang oleh temanku untuk melakukannya. Tak ada niatku untuk membuatmu malu. Sekali lagi aku meminta maaf atas kejadian itu”
“aku memaafkanmu” jawabnya Dia langsung meninggalkanku pergi.
Setelah panjang kali lebar kali tinggi aku bicara padanya, hanya itu saja jawaban darinya. Aku sangat aneh melihatnya. Sepertinya ada sesuatu yang berbeda padanya. Tak pernah kuliat wanita sejutek dia. Sikapnya membuatku penasaran dan ingin lebih dekat dengannya.

Setelah kejadian itu, aku berinisiatif untuk bertanya pada teman yang pada waktu ulang tahun, Siapa tau dia juga temannya. Temanku pun menjelaskan sedikit tentangnya dan memberiku nomor handphonenya.
Malam hari, aku meneleponnya. Dan ternyata, ia mengangkatnya. Namun, aku malah gugup dan tidak bicara sedikitpun saat mendengar suaranya.
“hallo apakah ada yang bisa saya bantu, hallo? Hallo? Dengan siapa ini?” Jawabnya
Namun, aku tetap gugup dan mendengarkan suaranya dalam dalam. Tak lama kemudian, ia mematikannya.
Kemudian, aku meneleponnya lagi. Dan dia pun mengangkatnya lagi.
“Hallo” kataku
“iyah, dengan siapa ini”
“sebelumnya maaf ganggu, ini saya lelaki yang di pesta itu”
Aku mulai bercakap- cakap dengannya, nama, alamat, pendidikan, kesukaan, dan banyak hal yang kita bicarakan malam itu. Hingga pada penghujung, aku mengajaknya bertemu di taman besok sore.

Keesokan harinya, aku bertemu dengannya di taman itu. Namun, lagi-lagi aku ditantang dengannya menggunakan kelima indraku. karena semalam aku bercerita semua tentang kejadian itu, mulai dari aku menyombongkan diri, kelima indraku, sampai indra keenam, aku menceritakan semuanya. Ia menantangku 3 tantangan:

Tantangan pertama, aku harus mendengar suara benda yang samar- samar kemudian menebaknya tanpa melihat, tantangan kedua, aku harus bergaya seperti katak. dan tantangan ketiga, aku dan dia akan berlomba memakan ice cream sebanyak- banyak banyaknya, dan siapa di antara kita yang kalah, maka hukumannya adalah mencari kutu monyet dan membonceng sang pemenang naik sepedah.

Tantangan demi tantangan pun dilalui, tantangan pertama dan kedua, aku lolos, sedangkan ketiga, aku kalah, dan yang menjadi pemenangnya adalah dia, risya. kemudian Aku menerima kekalahan dan menerima hukumannya. Hukuman pertama, mencari kutu monyet tak lolos, monyetnya sangat marah. karena bukan kutu yang kuambil, namun rambutnya yang kucabut.. hahaha. Tinggal hukuman yang kedua, memboncengnya bersepeda.. kubawa dia di tepi pantai yang tak jauh dari taman, dan duduk di sana, sambil makan dan menikmati pemandangan yang indah.

Tantangan demi tantangan pun kami lalui bersama, dengan canda dan tawa yang mewarnai hari itu. Perasaan yang sudah bertahun tahun hanya terpendam, dan tidak dipergunakan, sekarang telah indah, seperti bunga yang mekar, harum dan semerbak.. iya.. perasaan cinta. karena trauma cinta yang dulu ada, aku takut bercinta lagi. Dulu, aku memandang cinta adalah sebuah kejahatan, yang bisa membuat orang sakit hati, frustasi, kemudian bunuh diri. Namun ternyata dugaanku salah, cinta bukanlah kejahatan, melainkan kebahagiaan yang alami yang bisa membuat hidup lebih berwarna. Yahh.. itulah cinta.

Komunikasi diantara kita kemudian semakin dekat, hingga sampai saatnya kita menemukan kenyamanan dan kecocokan diantara kita berdua. Tak menunggu waktu lama, kitapun melanjutkannya kedalam suatu akad yang sah.. yaitu pernikahan. Akhirnya inilah indra keenamku. Masa depan yang telah allah rencanakan sangat indah dibanding dengan apa yang aku rencanakan. Oleh karenyanya, berusahalah menjadi yang terbaik diantara yang baik, agar mencapai kebahagiaan dunia akhirat.

Cerpen Karangan: Maryanah
Facebook: Maryanah
Saya Maryanah anak pagenjahan yang bersekolah di Man 4 tangerang. Ini adalah cerpen pertama saya, jadi saya mohon maaf apabila kurang memuaskan.

Cerpen Indra Keenam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Cinta ku

Oleh:
Berawal dari seorang wanita yang lugu, polos dan belum pernah mengenal apa itu cinta Gina bisa wanita itu disapa. gina wanita yang cantik itu mnurut ku, muslimah, baik dan

Tentang

Oleh:
Kenalkan aku Laura, seorang gadis muda dan pemimpi yang cukup sukses di muka bumi ini. Aku memimpikan banyak hal. Mimpi punya banyak sahabat sejati. Mimpi punya banyak waktu untuk

Diam Diam Suka

Oleh:
Amy adalah seorang anak yang baru masuk SMA. Awalnya dia merasa sedikit canggung, tapi dalam hati kecilnya dia selalu berkata bisa. Amy, adalah seorang cewek yang periang tetapi saat

Jodohku Ternyata Kakak Kelasku

Oleh:
Sebut aja mawar, walaupun cuma sebatas julukan orang-orang iseng di sekitar dia.. Mawar.. mmm dia adalah sosok wanita periang, lugu, ramah, penyabar, humoris, apa adanya, tidak memilih dalam berteman

I Found You, Ciderella

Oleh:
“Nih!,” ucap Leo kepada Arka dengan menyerahkan selembar kertas. “Apaan?,” tanya Arka mendongkakkan kepalanya dengan menerima kertas yang di bawa oleh Felly. “Lu bakalan jadi ketua dalam penyelenggaraan hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Indra Keenam”

  1. arief budiman nacha says:

    Cerpenmu.com sangat membantu untuk mempublish karya tulis aku..terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *