Ingkar (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 8 April 2021

Keesokan harinya
“Hai, maaf yah udah lama nunggu” ucap Kak David yang telat datang menemui Adel
“Iya Kak, nggak papa kok. Oh iya kalo gitu kita berangkat aja yuk, aku udah pesen Taxi online”.
“Oke”

Mereka berdua pun pergi ke-taman dengan naik Taxi. Adel yang baru pertama kali jalan sama cowok, ia terlihat sangat senang, apalagi cowoknya adalah Kak David.

Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di taman.
“Kak, aku mau ngomong” ucap Adel terlihat gugup
“Dari tadi kan, kita udah ngomong” jawab Kak David sedikit penasaran
“Tapi ini penting Kak, ini soal perasaan aku ke Kak David”
“Perasaan”
“Iya, sebenarnya aku udah suka sama Kak David, sejak partama Mos di Sekolah. Waktu itu Kakak belain aku, dari senior yang lain, karena aku lupa bawa bahan untuk kegiatan Mos”
“Jadi sekarang aku memberanikan diri, untuk nembak Kakak. Kak David mau nggak, jadi pacar aku” lanjut Adel menyatakan perasaannya kepada Kak David
“Tunggu-tunggu, kamu itu-kan cewek. Masa perempuan yang nembak duluan”
“Tapi Kak David mau kan, jadian sama aku?”

“Oke. Aku mau jadi pacar kamu”
Kak David menerima Adel menjadi pacarnya, yang sebenarnya dia tidak cinta dengan Adel. Kak David hanya menjadikan Adel sebagai pelarian saja, karena dia baru putus dari pacarnya.
“Bener Kak. Makasih yah, makasih…!” seru Adel kegirangan, seperti baru menang lotre
“Iya. Asal kamu mau nurutin semua keinginan aku”
“Iya Kak, aku bakal nurutin semua permintaan Kak David”
“Panggilnya David aja, kan kita udah jadian”
“Iya. Yaudah kalo gitu kita makan yuk Kak, eh maksud aku David”
“Yaudah ayo”

Mereka berdua pun pergi ke sebuah kafe, mereka berdua pun merayakan hari jadiannya. Pada saat makanannya tiba, Adel ditelepon oleh Niki.

“Halo Del, lo dimana?”
“Gue lagi di rumah, emangnya kenapa” jawab Adel berbohong dengan sahabat-nya Niki
“Rumah lo lagi rame? Lo beneran di rumah kan Del”
“Iya, gue emang lagi di rumah kok”
“Tapi bukannya, lo mau jalan-jalan ama Kak David”
“Gue nggak jadi pergi sama Kak David”
“Owh. Yaudah kalo gitu kesini dong ke rumah gue, ada Putri juga nih di rumah”
“Gue nggak bisa nih, soalnya hari ini gue lagi nggak enak badan”
“Lo sakit! Yaudah kalo gitu, kita ke-rumah lo yah. Entar gue ama Putri yang bakal jagain lo”
“Eh nggak usah, nggak usah. Gue udah dijagain kok, sama Mama juga Bi Ani disini”
“Nggak papa kok, nanti biar kita bawain martabak kesukaan lo”
“Nggak usah, kalian nggak usah kesini. Udah dulu yah, aku pengen istirahat dulu. Bye Niki, Putri”
“Iya, istirahat yang banyak yah”

“Kamu kenapa bohong sama temen kamu?” tanya David kepada Adel
“Aku itu terpaksa bohong, karena mereka itu sebenarnya nggak suka, kalo aku pacaran dan jalan sama cowok” jawab Adel menjelaskan sifat sahabat-sahabatnya kepada David
“Owh…, ya udah kalo gitu kita makan aja yuk”
“Iya Kak”

Adel menghabiskan Wekeendnya bersama David, yang sebenarnya setiap Wekeend, Adel, Niki dan Putri akan pergi ke pantai atau ke tempat wisata lainnya.

Keesokan harinya
“Del!” teriak David yang baru saja keluar dari kelasnya
“Iya, ada apa?” balas Adel lalu berbalik badan
“Nanti pulang Sekolah, pulang bareng yuk”
“Mau sih. Tapi, kalo ketahuan Niki sama Adel, gimana?”
“Yaudah kalo emang kamu nggak mau!”
“Eh…, mau kok, mau. Tapi, nanti kita ketemunya di samping Sekolah yah”
“Oke kalo gitu. Aku tunggu yah, nanti di samping Sekolah”
“Iya…,”

Pulang Sekolah
“Del, pulang bareng yuk” ajak Niki dan Putri
“Emmm…., gimana yah. Gue udah dijemput sama Nyokap. Next time aja yah” ucap Adel berbohong lagi, dengan kedua sahabatnya.
“Dijemput!! Bukannya kemarin kamu bilang, Nyokap lo pulangnya 4 hari lagi”
“Emmm… maksud gue, dijemput sama Sopir gue, Pak Udin”
“Owh…, Pak Udin. Yaudah kalo gitu, kita duluan yah. Bye…”
“Iya, bye…”

Di samping Sekolah
“Dav!!!” teriak Adel dari jauh
“Lama banget sih, untung nggak gue tinggalin” balas David agak kesal
“Iya maaf. Soalnya tadi ngobrol dulu sama temen aku”
“Owh…, yaudah kalo gitu, naik gih”
“Emangnya kita mau kemana?”
“Aku itu lagi pengen makan bubur, di warung depan”
“Kamu suka juga makan bubur, di warungnya Kang Mamat?”
“Iya…,”

Di warung Kang Mamat sangatlah ramai pembeli. Kang Mamat sudah berjualan bubur, sejak 6 tahun yang lalu. Jadi jangan heran, jika banyak pembeli yang datang. Setelah memilih tempat duduk ternyata, kedua sahabat Adel juga ada di warung Kang Mamat.

“Owh…, tadi katanya udah dijemput sama Sopir. Sejak kapan Sopirnya, pake baju sekolah? Terus bukannya Pak Udin itu, udah tua yah. Tapi, ini kok malah lebih muda dan ganteng yah!!” ucap Niki memergoki Adel dan David yang sedang makan berdua.
“Niki, Putri. Gue bisa jelasin ini semua”
Niki dan Putri pun menjauh dari warung Kang Mamat. Agar tidak menganggu pembeli yang lain.

“Udah lah Del!!! lo udah boong sama kita, gue ama Niki udah telanjur kecewa sama lo”
“Tttapi gue bisa jelasin ini semua. Gue mohon kalian dengerin penjelasan gue dulu” ujar Adel bermohon-mohon kepada kedua sahabatnya
“Gue kecewa sama lo Del!! Gue udah nganggep lo kayak sahabat sejati gue, bahkan kayak saudara gue sendiri”
ujar Niki
“Eitss…, dia udah nggak pantes lagi, dipanggil sahabat. Tapi, mantan sahabat!!!” ucap Putri yang sudah telanjur marah dengan Adel
“Kok kalian tega sih sama gue?”
“Apa, tega! Lo nyadar Del, yang tega itu lo. Kemarin lo bilang, lo lagi sakit. Tapi, kenyataannya lo malah jalan ama Kak David. Udah deh, mendingan sekarang kita nggak usah sahabatan lagi. Gue benci sama lo!!!”
“Iya bener kata Niki, gue juga benci sama lo”

“David…, tolong bantuin gue ngejelasin ke mereka. Kok lo malah diem aja sih?”
“Ngapain juga gue tolongin lo. Yang nembak duluan siapa, lo kan”
“Kok lo gitu sih sama gue? Seenggaknya kan, lo bantu ngomong gitu, sama mereka”
“Ayo Put, kita pulang aja. Ada orang munafik disini”
“Kalian jangan pergi dong. Dengerin penjelasan gue dulu, gue mohon dengerin dulu. Gue tau, gue salah. Hiks… hiks”

“Dorr…
Happy birthday to you…
Happy birthday to you…
Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Adel…” ucap Niki, David dan Putri

“Hiks… hiks…hiks” Adel yang tak menyangka ini hanya Prank, dia malah menangis lagi
“Eh…, udah, udah. Ini cuman Prank kok. Kamu kan lagi ulang tahun. Selamat ulang tahun yah Del” sahut Niki lalu memeluk Adel dan disusul juga oleh Putri.
“Bener ini cuman Prank?” tanya Adel yang masih tidak percaya
“Iya cuman Prank. Ini semua itu idenya Niki sama Putri. Mereka nyuruh aku buat pacaran sama kamu, biar rencananya bisa lebih tegang” ujar David
“Emmm… kalo emang ini beneran, gue minta maaf yah. Gue janji, gue bakalan jujur sama kalian berdua”
“Iya, kita pegang omongan lo”

“Yaudah kalo gitu, karena kalian bertiga udah buat gue nangis gini. Kalian harus traktir gue makan bubur”
“Yaudah ayo, tapi cuman hari ini aja yah”
“Iya…,”

Mereka pun pergi merayakan hari ulang tahunnya Adel. Kini Adel tak ingin berpacaran dulu, dia ingin menikmati masa remajanya bersama sahabat-sahabatnya. Bukan dengan seorang pacar.

Tamat

Cerpen Karangan: Nurfadilah
Blog / Facebook: faDhyla

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Perkenalkan namaku Nurfadilah. Orang-orang memanggilku Dila. Umurku 15 tahun dan pelajar disekolah SMP 35 Bulukkumba. Aku tinggal di Sulawesi Selatan, kota Bulukkumba desa Benjala. Aku sudah gemar menulis kumpulan Cerpen sejak berusia 10 tahun. Selama pandemik ini waktuku kuhabiskan dengan menulis kumpulan Cerpen. Ayahku bekerja sebagai buruh bangunan dan ibuku menjadi ibu rumah tangga. Aku mempunya 1 kakak perempuan, dan 1 adik perempuan. Semoga penerbit bisa membantuku untuk menjadi penulis cerpen?

Link kumpulan cerpenku
Di aplikasi wattpad
wattpad.com/story/235005102

Terima kasih ^_^

Cerpen Ingkar (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Move On

Oleh:
Siang ini Maura lagi di taman, dia sedang mikirin sesuatu lalu mengambil buku harian yang ada di dalam tasnya. “Dear diary, hari ini gue nemuin tempat yang romantis banget,

My Mother, I Miss You

Oleh:
“Bu, minta duit mau pergi kerja kelompok!” pinta Rina maksa pada ibunya. “Ibu sedang tidak ada uang nak, tinggal Rp. 20.000 inilah uang ibu untuk belanja besok!” jawab ibu

Satu Tahun Perjuangan

Oleh:
Aku Gino seorang pemuda berumur 20 tahun, aku tinggal di kota Yogyakarta. Aku suka dengan teman SMA-ku dulu namanya Rita, namun sayang sehabis lulus dia pindah ke kota Jakarta.

Kantin Kenangan

Oleh:
Sinar matahari yang begitu hangat menembus celah-celah jendela kelas. Suasana tenang menyelimuti ruang kelas pada pagi itu. Hanya suara Bu Mira dan bunyi detik jam yang terdengar. Jari-jemari Bu

Jangan Renggut Pangeranku, Dik

Oleh:
“Terima! Terima!” riuh suara terdengar dari halaman kampus. Puluhan mahasiswa sigap berdiri memandangi pemandangan yang ada di depannya. Berkerumun dan berkasak-kusuk mengomentari sesuatu yang diimpikan oleh hampir seluruh wanita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *