Inilah Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 December 2017

Aku adalah perempuan pengecut yang hanya bersembunyi dibalik tembok disaat orang-orang berlomba-lomba mengejarnya. Aku hanyalah gadis kaku yang tak tahu caranya untuk menarik perhatianmu. Aku hanyalah gadis yang berani menyimpan perasaan lebih untukmu beberapa tahun belakangan ini.

“Fa, isi biodata nih untuk buku tahunan sekolah kita.” Ujar Fina sahabatku.
“Nomor telepon juga?” Tanyaku.
“Iya, itu anak-anak juga pada nulis nomor handphonenya.” Jawabnya.
“Ada nomor Rafa juga tuh di situ.” Lanjutnya.
“Hah masa?” Tanyaku meyakinkannya.
“Iya Zifa, catet gih.” Ucap Fina sambil terkekeh.

Tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, aku pun mencatat nomor telepon Rafa. Ya, Rafa. Seseorang yang beberapa tahun menjadi bayang-bayangku.

Pertama kali, aku memberanikan diri mengirimnya SMS yaitu pada saat Rafa berulang tahun. Aku menunggu sampai jam 12 malam untuk memberinya ucapan selamat ulang tahun untuk yang pertama kalinya. Aku yang menamai Rafa dengan nama ‘Bolu Kukus’ di kontakku.

To: Bolu Kukus
‘Selamat ulang tahun Raf, semoga panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu.’
Dan Rafa baru membalasnya jam 12 siang saat aku pulang sekolah.

From: Bolu Kukus
‘ini siapa dah?’

Mulai saat itu, aku selalu mengirimnya pesan saat bel masuk sekolah, istirahat, maupun saat pulang sekolah. Dan aku bisa melihat wajah bingungnya yang celingak-celinguk mencari si pengirim pesan.

To: Bolu Kukus
‘Hai Fa, Pagi!!! Hari ini Pelajaran pertama, bu Sita loh, tapi gak pernah masuk. Semangat ya pas pelajaran bu Reta ‘
31 januari 2017 06.46

To: Bolu Kukus
‘Gak ke kantin? Gak laper?’
31 Januari 2017 09.45

To: Bolu Kukus
‘Semangat ulangan MTK ya Fa!!!’
31 Januari 2017 09.57

Dan masih banyak lagi pesan-pesan yang aku kirimkan ke Rafa, namun tak ada balasan yang pernah aku dapatkan. Sampai akhirnya disaat aku sedang mengerjakan tugas IPA, Rafa sedang ngobrol tepat di sampingku dengan ketua kelas.

“Eh lo tau nomor ini gak?” Tanya Rafa kepada Nessa, ketua kelasku.
“Emang kenapa sih, dari kemarin lo nanyain nomor ini mulu?” Tanya Nessa.
“Dari kemarin, dia SMS gak jelas mulu ke gue.” Jawab Rafa.
“Kalo lo tau, lo bakal kaget banget.” Jawab Nessa.
“Emang siapa sih, kasih tahu apa.” Tanya Rafa.

Sejak saat itu, aku mulai jarang mengirimnya pesan lagi. Sampai pada saat ada informasi bahwa dia akan tanding basket untuk pertama kalinya mewakili sekolahku yang sudah lama kehilangan ekskul basket. Aku pun memberinya sedikit masukan untuk mengelabuhi lawan, karena dulu aku sempat mengikuti khursus basket. Namun, lagi-lagi tak ada jawaban darinya. Hingga pada akhirnya, aku pun meneleponnya dan dia menjawab teleponku yang ke-12 kali dengan ketus dan dingin.

‘Lo, gak usah ganggu gue lagi.”

Mulai saat itu, kalau aku bertemu dengannya. Dia selalu menatapku sinis dan membuang muka. Mungkin dia sudah mengetahui perasaanku. Aku berhenti mengirimkan pesan untukknya. Namun, perasaanku tetap sama untuknya.

Cerpen Karangan: Kirana Rizki
Facebook: Kirana Rizky Ramadhan
Instagram: Kiranarizki_

Cerpen Inilah Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Butuh Waktu

Oleh:
Hamparan bintang malam terlihat jelas di mata Willy, terlihat indah bagaikan rangkaian bunga di taman luas baginya. Benaknya selalu berpikir tentang semua hal yang ia rasakan, seperti pedih yang

Kau Terindah

Oleh:
Di pagi yang cerah ini, tiba-tiba hp ku bergetar “selamat pagi kiting, kamu ngasi kado apa besok buat ku?” ya Ismail nama seseorang yang saat ini dekat dengan ku,

Ajari Aku Teori Cinta (Part 1)

Oleh:
Kuperhatikan semua kata-kata yang terucap dari mulut ibu siska selama kurang lebih 5 menit sampai akhirnya “sarah ibu sangat bangga, pertahankan nilai prestasimu ya” Hah’ binggo! tak tahan ku

Between

Oleh:
7.07 AM. Pagi itu hujan. Saat kebanyakan orang mulai melakukan kegiatan di awal hari. Pagi yang ramai karena bukan hari libur. Tidak salah lagi, jika salah satu dari puluhan

Gue Sayang Loe Lebih Dari Sahabat

Oleh:
“CHICI! CHICI! BERANGKAT YUK~!” teriak Rio ketika di depan rumah Chici. Chici yang sudah siap-siap dari tadi langsung keluar dari dalam rumahnya. Ia menghampiri Rio lalu menoyor Rio. “Lama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *