Jadikan Aku Penggantinya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Sedih
Lolos moderasi pada: 6 August 2015

Jadikan Aku Penggantinya
Cinta…
Cinta itu indah…
Cinta itu Anugerah…
Cinta itu apa adanya…
Dan cinta itu sebuah pengorbanan…

Jatuh cinta, itulah yang tengah dirasakan oleh cowok bernama lengkap Tristan Kurniawan. Ia menyukai teman sekelasnya yang bernama Salsabila. Namun, perasaan itu harus kandas saat ia mendengar berita bahwa gadis itu sudah menjalin hubungan dengan Levi yang merupakan sahabat terdekatnya.
Kenapa aku harus jatuh cinta pada cewek sahabatku sendiri?

Ia berusaha memendam perasaan itu dan melupakan Salsa. Berbagai upaya telah ia lakukan agar bisa mengusir perasaan yang tak ia inginkan itu. Namun, perasaannya terhadap Salsa begitu besar sehingga membuatnya sangat sulit untuk memusnahkan perasaan itu dalam sekejab.
Aku butuh waktu sedetik untuk mencintaimu, namun aku butuh waktuku seumur hidup untuk melupakanmu. Cowok berkulit putih itu masih sibuk menulis kata hatinya, setelah akhirnya kertas itu ditarik secara tiba-tiba oleh makhluk usil bernama Levi.

“Ciye… ciye… lagi nulis puisi buat siapa nih?” ledeknya sambil berusaha membaca tulisan di kertas itu.
Tristan yang tidak terima, spontan mau merebut kertas miliknya dari tangan sahabatnya itu.
“Kembaliin gak?” suara Tristan dibuat seperti sedang marah. Namun, Levi sangat memahami bahwasannya ia tidak pernah bisa benar-benar marah padanya.
“Kalo gue gak mau gimana? Lagian gue Cuma mau lihat puisi lo aja kok.”
“Itu bukan puisi.”

Mereka terus saja berebut buku itu, sampai akhirnya buku itu terjatuh ke lantai tepat di depan seorang gadis cantik bernama Salsabila. Gadis itu kemudian mengambil buku yang sudah kusut itu. Tristan tercengang dan takut Salsa akan membaca tulisannya. Tadi, aku nulis namanya di buku itu gak ya?
Ingin rasanya Tristan berlari ke arahnya dan langsung merebut buku itu dari tangannya, tapi ia tidak berani untuk melakukannya. Ia hanya diam dengan ketakutan yang tidak ia tampakkan.
Levi menghampiri gadis itu.

“Hei sayang?” Sapanya.
Levi yang melihat hal itu hanya menguatkan dirinya agar tidak pingsan di tempat itu. Ia mengalihkan pandangannya, karena ia takut dengan melihat kemesraan mereka akan membuatnya sakit hati yang tidak ada obatnya.
“Ini buku apa sih, sampai kamu berebutan kayak anak kecil gitu?” tanya Salsa heran.
“Tadi aku lihat Tristan nulis puisi di buku ini untuk cewek yang dia suka.” Jelas Levi sembari menertawai Tristan.
“Oh ya, kamu suka sama siapa Tristan?” tanya gadis itu kemudian.
“Aku suka sama kamu Salsa. Hanya kamu, yah hanya kamu di hati ini tidak ada yang lain.” Teriaknya dalam hati.
“Loh, kok bengong sih?”

Tristan merasa sudah tidak kuat lagi berada di tempat yang sama dengan Salsa dan Levi. Setiap hari ia harus merasakan sakit yang mendalam setiap kali melihat sahabatnya itu bermesraan dengan cewek yang dicintainya. Berbagai upaya telah ia lakukan, tapi semua itu sia-sia jika ia masih berada di tempat yang sama dengan Salsa.
Dan akhirnya, Tristan memutuskan untuk pergi dari kehidupan Salsa juga Levi. Sekalipun ia berat untuk meningalkan cinta dan sahabatnya, tapi akan ia lakukan untuk melupakan Salsa. Dan ia juga tidak ingin perasaan itu diketahui oleh Levi, karena bagaimanapun ia dan Levi sudah seperti saudara sendiri.

14 Februari 2012
Tristan memulai hidup barunya di sebuah kota yang sering kita kenal dan sering kita sebut dengan nama Bandung. Di jawa barat itulah ia memulai melupakan masa lalunya. Masa lalu yang sangat menyakitkan baginya. Dengan keberangkatannya ke kota itu, ia ingat betul kalau ia sama sekali tidak memberitahu ataupun meningalkan pesan untuk Levi.
Ia tidak ingin Levi menghalangi keberangkatannya. Karena ia tahu, kalau sahabatnya itu tidak akan mengizinkan dirinya pindah ke luar kota.
Tristan sudah benar-benar akan melupakan masa lalunya. Ia tidak akan berkomunikasi dengan orang-orang dari masa lalunya, karena itu sangat menyakitkan untuknya mengingat masa lalu yang akan ia kubur dalam-dalam.

Setahun lebih, ia meninggalkan kota kelahirannya. Sekarang ia sudah kembali dan suasana sudah banyak yang berubah. Keadaan rumah itu juga sangat jauh berbeda dari ketika ia masih menempatinya. Pikirannya sudah sedikit jernih begitupun dengan hatinya. Namun, cintanya untuk Salsa tetap tak bisa ia musnahkan. 1 tahun 5 bulan itu tak cukup untuk melupakan cinta di masa lalunya. Namun, ia memutuskan untuk pulang ke kota kelahirannya karena rindu yang sudah tak tertahankan lagi pada sahabatnya, juga pada Salsa. Tapi ia tidak tahu gimana caranya bisa bertemu dengan mereka, secara mereka putus komunikasi.

Dua hari setelah kepulangannya, sengaja ia mendatangi Café tempat biasa mereka hange-out bersama. Ia teringat dan merindukan masa putih abu-abu bersama sahabatnya itu. Ia berharap kedatangannya ke kota itu bisa bertemu dengan Levi dan Salsa, walaupun pada akhirnya ia akan merasakan sakit hati lagi.
Setelah beberapa lama ia duduk di Café itu, tak sengaja ia dalam penglihatannya ia menangkap sosok seseorang yang sudah tak asing lagi baginya. Tak disangka ia akan melihat gadis berambut panjang itu lagi, setelah mereka lama tidak bertemu. Namun, ia tidak yakin jika itu nyata. Apa ini hanya halusinasiku saja?

Ia mengucek kedua matanya layaknya orang yang baru bangun tidur. Benar, itu Salsabila. Perlahan ia mendekati gadis itu.
“Salsa?” Panggilnya. gadis itu melihat ke arahnya.
“Tristan?” Ujarnya terkejut.
Ia hanya tersenyum.
“Kapan kamu ke Jakarta?”
“Dua hari yang lalu.” Jawabnya. “Oh ya, kamu sendirian?” tanyanya sambil melihat-lihat seperti ada yang ia cari.

Salsa, tidak menjawab. Ia hanya menunduk sedih. Melihat hal itu membuat Tristan mau tidak mau harus menemaninya. Ia duduk di sebelah salsa.
“Kamu kok gak bareng sama Levi, aku kangen. Pengen ketemu sama dia.”
Tiba-tiba air mata itu menetes di kedua pipinya.
“Salsa, kamu kenapa, apa ada yang salah dengan kata-kataku?”
“Gak kok.” jawabnya singkat. Kembali ia meneteskan air matanya, membuat Tristan semakin tidak mengerti.
“Ada apa dengan hubungan kalian?” tanya Tristan lagi.
“Tristan, Levi udah pergi, dia udah ninggalin aku.” Lirihnya.
“Apa, dia udah ninggalin kamu?! tapi kenapa, bukannya dia sangat mencintai kamu?”

Salsa tak bisa menjawab pertanyaan Tristan.
“Brengsek! awas aja kalau aku sampai ketemu dia, aku akan kasih perhitungan sama dia.” Katanya dengan geram.
“Gak Tristan. kepergiannya bukan atas kemauannya.”
“Maksud kamu apa?”
“Levi udah bersandar pada batu nisan. Tuhan sudah mengambilnya dari kita.” Salsa sudah tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya.
“Gak mungkin! Ini gak mungkin. Kamu bohong kan Salsa?” suara Tristan meninggi.

Lalu, Salsa membawa Tristan ke sebuah makam yang di batu nisan itu bertuliskan “Dwi Fahlevi”
Kenapa kamu harus pergi secepat ini? Tuhan, kenapa aku harus menyaksikan wanita yang sangat aku cintai terluka. Aku tidak sanggup dan tidak rela melihat dia terluka dan meneteskan air mata. Aku ingin mengobati luka itu dan menjadi penggantinya, aku janji, aku akan menjaga dan melindungimu.

Hari-hari ia lewati bersama Salsa dengan tanpa kehadiran Levi. Memang ini yang ia inginkan, bersama Salsa, tapi juga bukan tanpa Levi.
Ia sangat setia dan sangat menyayangi salsa. Ia sadar kehadirannya tidak akan mampu menggantikan Alm. Levi. Tapi sekuat tenaga ia akan membuatnya tersenyum dan akan setia menemaninya meskipun Salsa tidak bisa menerimanya menjadi kekasihnya.

Salsa sedang menyeberangi jalan saat akhirnya mobil sedan melaju dengan sangat cepat, Salsa terkejut. Tiba-tiba ada seseorang yang menariknya dalam pelukan orang itu dan membuatnya terjatuh bersama orang itu. Perlahan, ia menengadahkan kepalanya dan melihat seseorang yang sudah menjadi pahlawan dalam hidupnya, seseorang yang sudah menyelamatkan hidupnya.
“Tristan…” Ujarnya terkejut.
Ia hanya terdiam. Dan berusaha berdiri.
“Astaga, kepalamu terluka.” Salsa terkejut begitu melihat kepala Tristan yang penuh dengan darah. Tristan tak menolaknya begitu Salsa mengajaknya untuk mengobati luka di kepalanya.
“Tristan, kenapa kamu ngelakuin hal yang dapat membahayakan nyawamu. Kepalamu terluka karena kamu menyelamatkanku.” Ujarnya bersalah.
“Aku ngelakuin ini, karena aku gak mau cewek yang aku cintai terluka.” Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya.
“Kamu…”
“Ia, aku mencintaimu sejak kita SMA. Tapi aku memendam perasaan ini begitu aku tau kalau kamu sudah jadian sama sahabatku, Levi.” Ujarnya terus terang. “Ma’af kalau aku lancang.” Lanjutnya.
“Sebenarnya, aku juga mencintaimu. Aku menerima Levi, biar aku bisa ngelupain kamu.”

Seketika raut wajah Tristan berubah.
“Kamu gak sedang bercanda kan? Kamu serius kan?”
“Ia aku serius.” Jawabnya disertai senyum.
Kedua insan itu pun mengikat cinta mereka dengan bertunangan.

The End

Kisah ini terinspirasi dari sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Kangen Band yang berjudul “Tentang”

Cerpen Karangan: Alief Dealova
Facebook: Alief Dealova

Profil Penulis:
Gadis pecinta warna coklat ini suka menulis sejak ia duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Awalnya, ia hanya menuliskan semua inspirasinya lewat sebuah kertas yang hanya dibaca oleh teman-temannya. Saat ini ia mengenyam dunia pendidikannya di sebuah sekolah islam di Bondowoso. MAN Bondowoso
Alief Dealova

Cerpen Jadikan Aku Penggantinya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Bukan Orang Setia Dan Baik (Part 1)

Oleh:
Kata simbahku kalau ketemu wanita, melihat jangan sampai memalingkan muka. Salah satu petuah yang sangat berat melaksakannya bagiku. Apakah bapak dari ibuku itu, begitu kuat seperti yang dikatakannya. Tetapi

RS Dan GM Simo

Oleh:
Ada seorang gadis remaja yang rajin, pintar, baik hati, dan cantik. Gadis remaja itu namanya Irin Susilo Widyawati atau bisa dipanggil Rin. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya di Desa

Setahun Lalu (Part 1)

Oleh:
Menunggu. Ya, Sisi memang selalu berada di taman itu setiap harinya. Sendirian, dan selalu saja sendirian. Entah apa yang selalu ditunggu Sisi disini. Seakan-akan dia sedang menanti seseorang untuk

Masihkah Kita Teman?

Oleh:
“Wah, luar biasa ya penampilan tadi, Souma!” kataku. “Yah, betul juga. Gak sia-sia latihan kita” balas Souma. Aku dan Souma adalah teman masa kecil, sejak kecil kami sering bersama,

Rasanya Cinta

Oleh:
“hey… hey… hey, semuanya dengar. Kalian udah dengar gosip hari ini?” teriak sisi saat memasuki kelas “memangnya gosip apaan, penasaran gue” tanya linda. Linda memang adalah ratu gosip di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *