Jangan Lupa Setia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 February 2017

Sekolah masih sepi, hanya ada beberapa motor yang terparkir di parkiran belakang yang biasanya dipenuhi dengan motor yang berserakan dari sudut ke sudut. Namun itu semua tak berlaku di jam sepagi ini. Aku berjalan menuju kelas, sendiri. tak butuh waktu lama, sampailah aku di depan kelas XI ipa 1, kelas yang masih kosong belum berpenghuni karena waktu masih pagi. Memasuki kelas kosong yang agaknya sedikit menakutkan. Duduk di kursi paling depan dengan pintu terbuka lebar, agar sedikitnya rasa takut akan hal-hal mistik yang sering siswa-siswi lain ceritakan berkurang dan memudahkanku untuk bangkit dari duduk, berlari ketika ada suatu mahluk yang terlihat atau menyentuhku.

Baru saja aku membuka buku paket kimia, untuk sekedar membaca menghilangkan rasa bosan dan jenuh karena keheningan. Ada suara seseorang bernyanyi, sepertinya suara seorang siswi. Namun itu tak membuat aku takut, karena aku juga tahu kalau itu adalah suara manusia bukan mahluk lain. “Oh tuhanku Cinta dia, kusayang dia, rindu dia, inginkan dia… ” teriaknya, ya memang bukan seperti orang bernyanyi tapi seperti orang berteriak keras dan tak bernada. Seorang siswi bertubuh mungil terlihat melewati kelasku, pulpen yang sedang aku pegang jatuh begitu saja dari meja di depanku, itu membuat suswi itu menoleh, dia tersenyum miring. mungkin dia mengira tidak ada seseorang di sekitar dia berjalan saat ia bernyanyi tak bernada itu, dia terlihat malu sekali. Lalu kembali berjalan. Sungguh lucu sekali ekspresi wajahnya, didukung dengan mungil tubuhnya yang membuatnya begitu lucu.

Bel pulang berbunyi. Entah kenapa potretan seorang siswi yang tadi pagi bernyanyi tak bernada itu ada di otakku. Membuat beberapa tanda tanya tinggal di otakku “siapa namanya?” “Dia kelas berapa?”. Namun aku tak punya akses untuk bertanya dan jika ada pun rasa malu mencegahku bertanya. Aku tak langsung pulang, karena aku diminta guru matematikaku yaitu ibu Dea untuk menunggu seseorang mengambil sebuah kertas berisikan tugas matematika yang ibu Dea titipkan padaku. Aku duduk di depan koridor menunggu orang itu. Tak lama datanglah siswi yang bernyanyi tadi pagi. Dia melihat ke arahku, dia terlihat sangat lucu di antara semua siswi SMA, dia menghampiriku. dia masih terlihat malu, mungkin karena kejadian tadi pagi.

“Juna ya?” Tanyanya, aku hanya mengangguk “tugas Matematikanya mana?” Dia bertanya, pertanyaan tanpa basa-basi terlebih dahulu, seperti bertanya pada seseorang yang telah dia kenal. Aku segera memberikan selembar kertas berisi tugas yang sudah kupersiapkan dari tadi “cuma selembar?” Tanyanya kembali “iya” jawabku “ohhh, makasih ya” katanya tersenyum. aku hanya mengangguk membalas senyuman manis dan lucunya itu.

Perempuan itu tak mengizinkan pelajaran yang aku baca terpotret di otak, hanya wajahnyalah yang terpotret jelas. Apakah ini cinta? Wajahnya terpotret dengan sangat jelas, senyumnya, suaranya terdengar di telinga. Baru kali ini rasanya aku merasakan hal aneh seperti ini. Aku sungguh penasaran dengan dirinya. Handphoneku berdering tanda ada line masuk

Via line
ibu Dea: juna, tugas udah dikasihin ke Hana kelas xi ipa 6?
Juna: sudah bu
read

Hana? Oh namanya Hana, dia duduk di kelas xi ipa 6, pantas saja aku jarang melihatnya kelas kami terpisah lumayan jauh. Nama dan kelasnya terjawab begitu saja karena line dari ibu Dea. Seseorang siswi yang bernama hana itu membuat rasa maluku pudar, rasa Malu akan mencari tahu lebih banyak tentang dirinya. Aku mencoba menghubungi temanku yang kebetulan duduk di kelas yang sama dengan Hana.

Via bbm
me “PING!!”
Mansyah “iya jun”
Me “ada bbm atau idline Hana tidak?”
Mansyah “ada idline nya aja jun, ciehhh mau apa lo?”
Me “coba kirimin syah, itu syah buat tugas mtk”
mansyah “hanania17, oh kirain”
Me “makasih syah”
read

Setelah kontak linenya ada, aku membunuh rasa malu yang mendiami diriku, aku mencoba menghubunginya. Hubungan kami dari line berlanjut di sekolah. Kadang-kadang kami belajar bersama. Kami seakan lebih dekat dari sekedar teman, karena nyatanya kemarin dia mulai bercerita tentang dirinya, dia curhat tentang masalah privasinya. Dia curhat tentang seseorang yang ia Cintai, sejak kelas sepuluh, namun orang itu malah membencinya. Dia tak sungkan berbicara soal itu padaku. Walaupun senang karena hubungan kami lebih dari sekedar teman, mungkin sahabat namun bukan teman dekat hati tapi ada rasa sedih karena dia menyukai pria lain yang nyatanya jauh berada di atasku. Aku hanya seorang pria kutu buku yang tak terkenal di sekolah, sedangkan dia adalah cowok populer di sekolah. Namun itu semua tak membuat aku menyerah begitu saja memenangkan hati Hana. Sebelumnya dia berkata “aku sudah mencoba melupakan alex, dan membuka hati untuk orang yang benar-benar Cinta sama aku.” Mungkin akulah orangnya. Aku mencintainya sepenuh hati. Suatu rencana tersusun rapi.

Detik demi detik, jam demi jam berlalu begitu cepat tak terasa pelajaran sudah selesai, bel pulang sudah berbunyi, membuat seluruh siswa-siswi meninggalkan kelas masing-masing menuju parkiran. Berbeda dengan mereka, aku hanya meninggalkan kelas tapi tak menuju parkiran, aku hanya duduk di koridor depan kelas menunggu Hana. Suatu rencana membuat tubuhku panas dingin, membayangkan kenyataan buruk yang mungkin terjadi. Hanya 5 menit aku menunggu, Hana sudah terlihat berjalan menghampiriku yang sedang terduduk. “Mau apa jun? Emang gak ada les?” Tanyanya “enggak cuma mau ngomong, absen dulu han” jawabku “ohh, ya udah mau ngomong apa?” Tanyanya kembali “tapi jangan marah ya, aku hanya ingin berkata, kalau aku suka sama kamu han. Tapi gak papa kok kalau kamu gak bisa nerima aku, kita sahabatan aja udah cukup kok” “Mm, gimana ya jawabnya? Kamu tuh nembak aku?” Tanyanya lagi “sepertinya?” Jawabku dengan pertanyaan yang Hana sudah tau jawabannya “iya atau tidak?” Lanjutku. Hana mengangguk dan tersenyum “ya?” Tanyaku untuk yang kesekian kalinya “heem” jawabnya dengan kembali tersenyum “bantu aku ya, lupakan alex” ujarnya “iya han, kamu juga harus berusaha ya untuk Cinta sama aku, tak apa sekarang kalau belum Cinta” Hana kembali mengangguk dan tersenyum seperti sebelumnya.

Tanggal 11 februari 2017, hari yang bersejarah bagi aku dan mungkin juga bagi hana. Walau dia belum sepenuhnya atau mungkin belum memiliki rasa itu untukku, tapi merupakan tugasnya untuk mecoba menumbuhkan rasa itu untuk pacarnya ini.

waktu mengalir bagai air, mengubah statusku dan status ratusan siswa lain dari siswa kelas xi menjadi siswa kelas xii. Hari ini adalah hari pertama di tahun ajaran baru. aku duduk di kelas xii ipa 6 dan hana duduk di kelas xii ipa 2. Namun ada sebuah kenyataan yang membuatku khawatir mengenai kelangsungan hubunganku dengan hana, karena alex juga duduk di kelas yang sama dengan hana. Khawatir sebuah rasa bertumbuh kembali untuk alex dan pudar untukku.

Bel pulang berbunyi, seminggu sudah aku, hana dan ratusan siswa lainnya mendiami kelas baru dengan suasana baru. Kali ini aku yang menghampiri hana, karena kelasnya berada di ujung sekolah dekat dengan tempat parkir. hana sedang memainkan handphonenya, aku hanya duduk di sebelahnya tanpa bersuara. “Han” panggilku “iya jun” “Gimana kelas barunya?” tanyaku “lumayan sih, anak-anaknya baik-baik” jawabnya “ohh, seneng ya?” tanyaku kembali “senang?” jawabnya dengan pertanyaan “sekelas sama dia” jawabku “biasa aja” katanyaa “han, jangan lupa setia ya” kataku “iya lah, tak akan terlupa hal yang satu itu. only you jun.. itu hanya masa lalu, kamu ngerti kan?” “Iya aku mengerti han. Aku percaya sama kamu”

Selesai

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany

Cerpen Jangan Lupa Setia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jadikan Aku Penggantinya

Oleh:
Jadikan Aku Penggantinya Cinta… Cinta itu indah… Cinta itu Anugerah… Cinta itu apa adanya… Dan cinta itu sebuah pengorbanan… Jatuh cinta, itulah yang tengah dirasakan oleh cowok bernama lengkap

Penyesalan Cinta

Oleh:
“Esti, kamu harus move on dan kembali seperti Esti yang dulu” pinta Rina. “Gak mungkin bisa Rin, aku dan Alan itu sudah pacaran selama 5 tahun dan dia mengkhianati

Hydrangea

Oleh:
Pesona bunga Hydrangea selalu nampak bermekaran untuk menghiasi awal musim panas yang cerah. Meskipun hujan kerap kali membasahi Hydrangea, dirinya tetap saja menghasilkan pemandangan yang sangat cantik. Air hujan

Dasar Payah Dasar Lemah

Oleh:
Aku adalah seorang remaja laki-laki yang baru lulus sma. Setelah lulus aku memilih bekerja daripada melanjut ke perguruan tinggi, bukannya aku tidak ingin, tapi kondisi keluargaku yang membuatku memutuskan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *