Jangan Pernah Meragukanku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 March 2016

Namaku Liana Nisa panggil saja Na. Aku kebetulan sedang bosan hari ini aku juga sedang bingung hari ini dan aku juga sedang tidak ada kerjaan karena hari ini aku sedang menunggu kereta “tiba pukul berapa” jadi aku ingin berbagi ceritaku pada kalian. Aku punya seorang pacar namanya Ahmad Adil aku memanggilnya Adil. Adil adalah tipe cowok yang cuek aku sadar itu dari pertama kali bertemu dia, ia juga tipe cowok yang pemalu mungkin iya mungkin tidak ya.

Aku bilang begitu karena dulu saat kami belum jadian Adil tidak berani menatapku atau bicara padaku padahal begitu bicara dengan yang lainnya ia biasa saja. Aku sampai heran padanya. Dulu semua orang bilang bahwa Adil suka padaku tapi aku tidak percaya karena ya.. memang dia tidak pernah bilang kepadaku bahwa dia suka aku, aku tidak salah kan? Karena menurutku ada sebagian hal yang harus dikatakan terlebih dahulu baru bisa dimengerti. Semua teman berkata bahwa aku terlalu cuek aku pura-pura tidak tahu tapi kenyataannya aku memang tidak tahu, see aku tak salah kan.

Seiring berjalannya waktu terlihat bahwa Adil bersikap aneh padaku, ia perhatian padaku, tapi terkadang sangat cuek dan bisa di bilang jahat padaku dia aneh dan membuatku semakin bimbang apakah dia suka aku atau tidak dan ini semua membuatku menjadi gila. Hubunganku dengan Adil semakin tidak jelas saja, ya… tentu saja kita dekat seperti sepasang emm ya sepasang begitulah tapi kita tak ada ikatan semua berlalu apa adanya dan semakin membuatku bingung. Lebih menyebalkan lagi aku terus saja didesak. Ahh menyebalkan sekali.

Semua kisah ini pun menemui titik terangnya. Saat seusai sesudah ujian nasional, ya.. dia pergi aku juga pergi. Aneh. Rumit. Aku pun bingung dengan apa yang ku jalani kita dekat namun akhirnya tak jadian. Aku memutuskan untuk pergi ke kota Malang dan dia pergi ke Jogja aku kesana dan dia ke sana. Kita berdua saling berkebalikan dari dulu hingga sekarang kita tak pernah sama dan dia selalu membuatku marah, dia selalu membuatku ragu, dia selalu membuatku salah, dia selalu membuatku aneh, dia selalu membuatku bingung dan susah jadi mungkinkah kita untuk bersama? Namun aku tak segan bergantung padanya. Ahh semua ini terasa absurd sudahlah kenyataannya kita memang tak bersama.

Aku menyelesaikan pendidikan guruku selama 5 tahun dan aku telah mendapat gelar S1. Entah angin apa yang menerpaku aku kembali memikirkan Adil. Aku teringat janjiku padanya ah meyusahkan saja benarkan kataku dia selalu membuatku susah. Dan janji itu yang membuatku seperti orang gila yaa.. karena seminggu setelah teringat janji itu dengan gilanya aku pergi ke jogja dan mendaftar untuk menjadi guru di sana dan tentu saja sambil mencari dia, ku rasa aku benar-benar gila karenanya. Karena janjiku adalah bisa menemukan dia… gila, aneh, dan pikirlah sendiri.

Entah jodoh atau apa tepat seminggu setelah aku di jogja dan tepat pada tanggal dimana aku mengucapkan janji itu aku bertemu dengannya. Ya aku bertemu dengannya di tengah kerumunan orang di alkid dan yang lebih gilanya lagi di tempat pedagang siomay dann lebih stresnya lagi kita bertengkar di sana hanya karena berebut untuk dilayani lebih dulu. Aku tidak mengaku padanya kalau aku ke sini untuk mencarinya dan untuk bertemu dengannya. Dan tambah bungkam ketika aku tahu bahwa kini dia tidak sendiri lagi oh entah kenapa hatiku hancur saat itu. Aku teringat pesan Cla bahwa jika kita sudah menemukan seseorang yang mungkin tepat maka janganlah kau mencari yang lain yang lebih baik karena setelah kamu sadar bahwa dialah yang terbaik dan saat kau kembali untuknya dia telah dengan orang lain maka janganlah kau menangisinya karena itu adalah salahmu sendiri.

Kau tahu aku sangat merasa sedih, namun aku mencoba untuk sabar dan berdoa jika ia jodohku pasti akan didekatkan padaku amin. Oh ya karena terlanjur di jogja dan aku telah mendapatkan pekerjaanku yaitu mengajar di Tk Harapan Bunda maka aku mencoba untuk singgah di sini karena terlalu gila jika aku langsung pergi. Selama aku mengajar di sini Adil selalu datang, entah perasaanku salah atau tidak aku merasa perasaan yang dulu ia rasakan padaku masih ada dan bahkan mungkin masih sama, tapi mungkinkah itu? ahh aku tak mau kecewa lagi jadi ku putuskan untuk menganggapnya ya sebagai prasangka yang tak nyata saja. Adil, kehadirannya yang terus menerus membuatku tidak bisa move on dan semakin menderita saja ya jelas saja dia seperti membolak-balikkan hatiku aku pusing dibuatnya dia seperti membuat harapan palsu kepadaku.

Genap 2 bulan aku di jogja dan ku putuskan untuk kembali. Adil yang seperti biasa selalu mendatangiku bingung tak menemukanku di TK itu. Ia mencariku. Aku pulang ke solo naik kereta api. Dan seperti biasa di indonesia keberangkatan kereta molor. Aku menunggu di kursi tunggu menunggu kereta yang kemungkinan akan telat selama 30 menit lamanya. Eh tak ku sangka tak ku duga saat kereta datang dan aku akan naik ada yang menarik tanganku, aku tersentak dan menatapnya eh, ternyata si Adil dia menatapku dengan tajam mengunci matanya merah dan seperti mata elang yang ingin menerkam aku tak pernah melihatnya menatapku seperti ini. Eh tak disangka sedetik.. dua detikk… tiga detik dan doarrrr dia marah padaku.

“Kamu itu bisa ngomong kan? kenapa gak ngomong mau pulang hah? Kamu kenapa? kamu gak bisa bersyukur ya? banyak orang butuh pekerjaan ehh sekarang kamu tinggalin, kamu itu bodoh ya?” dan banyak kata-kata lain yang ke luar dari mulutnya dan aku hanya biasa melongo ya jelas saja dia bicara seperti tanpa jeda sedetik dua detik aku lihat ia enggan untuk berhenti bicara. Aku pun berteriak padanya ku katakan semuanya bahwa aku ke sini untuk menemuinya aku butuh dia. Aku sadar dia yang terbaik, tak ku sangka dia sudah punya yang lain. Aku menangis sesengukan di hadapannya.D ia kemudian mengangkat kepalaku yang tak tahu kenapa sudah tertunduk dia menatapku dan berkata, “Dasar, bodoh kenapa gak ngomong sih?” Ahh aku semakin mau nangis satu tahun lagi dia bilang apa bodoh?

Gimana mau ngomong emang aku cewek jahat apa yang tega ngerebut pacar orang? Dan ternyata seperti dalam cerpen-cerpen aku salah paham ternyata oh ternyata dia belum punya pacar. Setelah mendengar itu bukannya aku senang aku malah nangis lagi dan seperti yang sudah ku bilang sebelumnya bahwa kita itu berkebalikan. Saat aku menangis dia malah tertawa sambil mengusap kepalaku dia berkata padaku, “Jangan pernah meragukanku dan mencari yang lain yang lebih baik dariku ya.” aku pun menatapnya dan tersenyum dia balas tersenyum padaku dan senyumnya entah aku sudah gila atau memang baru menyadarinya senyumnya saat ini manis sekali.

Aku dan Adil sekarang sudah sebulan jadian ya bukan jadian sih tapi ya begitulah. Adil bagiku memang bukan lelaki sempurna tapi Adil bagiku ya Adil. Begitulah secuek-cueknya dia asal dia senyum padaku aku juga sudah menganggapnya romantis. Adil bagiku adalah yang pertama dan yang terbaik. Aku saat ini tidak ragu padanya lagi. Dan tak akan pernah meragukannya lagi. Oke cukup sudah berbagi cerita pada kalian. Dan hari ini sebenarnya aku dan Adil akan kembali ke Solo guna untuk yah seperti itulah. Namun seperti biasa aku dan Adil berbeda dan hari ini kita bertengkar tapi aku tak tahu. Kami bertengkar dan marah satu sama lain tapi tidak pernah meninggalkan senyum di wajah masing-masing ya. Ia marah tapi ia tersenyum padaku. Aneh. Tapi lucu.

Cerpen Karangan: Maya Ayu
Sekian dan terima kasih.

Cerpen Jangan Pernah Meragukanku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Pergi Atau Menghilang

Oleh:
Kata cinta Selayaknya tak ada angkara di antara kedustaan, kenistaan dan penghancuran dalam kesucian cinta Kata cinta Sejatinya selalu ada jeda di setiap ruang, pun tiap semesta ada jeda.

Gadis Cantik Berkerudung Merah

Oleh:
Aku terbangun dari mimpi ku yang jauh melambung tinggi. Pandangan ku menuju keluar jendela. Kulihat dedaunan dan halaman rumah ku masih basah terkena air sisa hujan semalam. Matahari pun

Waiting For You

Oleh:
“Hatiku sakit melihatmu bahagia dengannya… saat dulu engkau memberi harapan yang indah ku bahagia tapi harapan itu tak bisa jadi kenyataan karena itu semua hanya mimpi bagiku…” gumam Ica

Cinta Yang Telah Pergi

Oleh:
Pada sore hari Aku duduk di teras belakang rumah, sambil liatin ikan hias piaraan papa di kolam kecil samping teras. Aku kepikiran terus kata-kata Mutia sahabat baik aku di

Aku Mengagumimu Selalu

Oleh:
Aku adalah seorang siswi yang kata orang cukup pintar. Aku sangat bersyukur atas kelebihan yang Allah berikan padaku. Sekarang aku duduk di kelas XI IPA 1 Madrasah Aliyah. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *