Janjimu Hatimu Untukku (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 November 2016

Album kelas XII tahun 2018
Aku pandangi buku itu, alasan air mataku menetes. “Ku begitu merindukan mereka. Apa kabar mereka? Setelah aku pergi jauh. Mas galuh… aku merindukanmu”. Gumamku.

Ceklik
Pintu kamar terbuka, “woy kenapa kamu nangis? Ada apa dengan kau.. tak patutlah anak sebesar kau menangis.” Celoteh ola, membuatku buru buru menghapus air mataku. “enggak la, siapa yang nangis” bantahku. Ola hanya mencibir lalu berlalu dan menghilang di lorong dapur. Aku mendengus kesal, selalu saja ola memergokiku saat aku menangis. Ola gadis malaysia, Noor Shinta Rolia namanya. Kami dipertemukan di salah satu universitas di inggris ola mendapat beasiswa sementara aku dibiayai tanteku. Kami tinggal berdua di apartemen kecil tak jauh di kampus.

Aku Nona, namaku Nona Angelina. Aku terlahir di sebuah kota istimewa di Indonesia. Yogyakarta, dua puluh tahun yang lalu. Aku pergi ke inggris bukan karenaku meragukan pendidikan di negeriku sendiri, apalagi kota kelahiranku adalah kota yang terkenal dengan universitas universitas ternama yang cukup bagus. Hanya saja aku memiliki alasanku sendiri sebelum aku terbang ke Inggris. Meninggalkan kenangan manis di kota gudeg, meninggalkan sahabatku, meninggalkan dia. Mas galuh…

GUBRAK!!
Lagi lagi ola berulah, aku berlari ke dapur “Olaa.. ngapain sih kamu?” kataku, melihat dapur yang sudah berantakan “hehe tak apa non. Aku hanya belajar memasak. Aku bosan dengan masakan disini aku rindu sekali masakan asia. Nasi lemang. Opor ayam.. hmmm lezatnya” balas ola. “huh dasar, anak gadis kok masaknya berantakan gini” gerutu kesal, baru tadi pagi aku membereskan dapur sekarang sudah hancur lagi. “haha kau tau.. aku ini macam anak lelaki. Pakai bedak pun tak mau.. apalagi memasak” ola meringis menggaruk kepalanya yang tak gatal. Aku mencibirnya lalu berbalik meninggalkan dapur.

Secangkir teh di musim gugur. Ah indah sekali, sambil menikmati senja di balkon dan merasakan air yang membelai wajah. Rasanya, aku jadi rindu suasana senja di pantai parangtritis. Menyisir garis pantai dan mengantar sang surya teridur, menggenggam erat tanganya dan tersenyum. Ah kurasa dia tak lagi mengingatku, seperti ukiran namaku dengannya di atas pasir yang ambyar tersapu ombak…

Kalau saja. Kalau bukan karena hal ini, aku mungkin tak berada disini. Jauh dan tak pernah tau tentangnya. Kalau saja tak begini, pasti aku masih bersamanya. Bergandengan tangan melewati senja di pantai atau jalan jalan di malioboro. Aku rindu sekali saat saat bersamanya. Bagaimana keadaanya? Bagaimana keadaan sahabat sahabatku di yoygyakarta ya? Aku tak sempat pamit saat aku terbang ke inggris. Karena semua terjadi begitu cepat dan harus cepat, saat itu aku kritis. Dan esoknya aku sudah disini sampai saat ini. Aku sakit. Penyakit yang menyerang hatiku itu membuatku harus menjalani pengobatan disini.

Semilir angin senja mengibaskan rambut ikalku, tanpa aku sadari ku tadi menangis. Ada rindu yang mengapung di permukaan hatiku. Tiba tiba saja memori indahku semasa SMA terputar kebali, aku jadi rindu Indonesia. Kotaku yogyakarta. “aku janji aku pasyi pulang kok, dengan sehat, pasti aku akan kembali menjadi nona angelina seperti dulu lagi” gumamku lalu meneguk tehku sampai tandas.

Drrt drrt
Poselku bergetar saat aku kembali dari balkon “halo?.. ah iya aku nanti kesana, jangan marah kalau aku telat. Oke see you” kututup teleponku, lalu melangkah ke kamar mandi.

Dia sudah duduk disana sekitar dua puluh menit, laki laki jangkung itu pasti kesal menungguku. Aku buru buru membuka pintu kafe dan menemuinya. “hey.. i’m sorry jhens i’m late” ujarku merasa bersalah. “it’s okey nona, no problem” balasnya singkat tapi aku sudah lama mengenalnya. Aku tahu dia marah. “emm sorry jhens” tambahku tersenyum. “i-ya, a-ku ma-afin” jhens mengacak rambutku. Bahasa indonesianya kaku sekali, aku pun tertawa. Berikutnya Kami tertawa bersama.

Jhens adalah sahabatku sejak pindah ke inggris dua tahun yang lalu. Dia kakak kelasku, kesamaan hobi mempertemukan kami di klub musik kampus. Jhens ricardo, ayahnya tuan Ricard orang inggris sementara ibunya orang jepang, membuat wajah jhens sangat khas sekali. Tampan, bertubuh jangkung, bermata biru tapi sipit, berhidung mancung dan rambutnya coklat. Tentu saja dengan tampangnya yang begitu membuat para gadis banyak yang tergila-gila padanya. Tapi sama sekali jhens tak pernah menggantikan posisi pemuda yogyaku.

Malam ini kami makan bersama, sudah biasa kami melakukannya. Aku dengan jhens memang sangat akrab. Aku bahkan sudah menganggapnya seperti kakaku sendiri. “eh.. kau tau? Liburan musim dingin nanti aku akan ke jepang” ujar jhens “wow.. kau harus membawakan aku oleh oleh sepulang dari sana jhens.” Balasku “tenang saja.. itu masih lama. Kalau kau? Mau liburan kemana? Tidak pulang ke Indonesia kau bilang kau rindu indonesia..” balas jhens lalu memasukkan sepotong steak ke mulutnya. “emm kurasa aku tetap tinggal” jawabku murung ”wahh sayang sekali” kata jhens “aku akan tanyakan pada dokter saja” balasku. “ha? Apa? Dokter apa urusanmu dengan dokter” tanya jhens kaget. Astaga aku lupa. “mm.. anu.. eh, enggak ada apa apa,” aku jadi bingung harus menjawab apa. Jhens mengangkat sebelah alisnya, artinya dia tidak puas dengan jawabanku “haha.. tidak ada apa apa. Kau kan tau aku takut ketinggian, jadi dokter harus memeriksa jantungku kalau aku naik pesawat” uhh maaf jhens aku harus membohongimu. Jhens hanya menggendikan bahu lalu memakan steaknya lagi. Maaf jhens bukan maksudku berbohong, tapi mau bagaimana lagi?
“kau mau langsung pulang?” tanya jhens setelah kami ke luar dari kafe “iyaa.. aku merasa lelah sekali hari ini” balasku. Lagi lagi jhens mengacak rambutku “oh.. adik kecilku yang pendek ini lelah yaa..”. aku berdecak kesal “aku tidak pendek jhens..” jhens terkekeh lalu mengajakku masuk ke mobilnya.

Aku langsung merobohkan diri di kasur sesampainya di apartemen. Aku merasa lelah sekali hari ini, badanku juga panas. Uhh aku tak mau sakit.
“kamu sudah pulang?” tanya ola
“iya, beberapa menit yang lalu. Kamu dari mana?” balasku
“bertemu teman” balas ola.
Beberapa menit kemudian kami sudah terlelap menyongsong mimpi.

Hari minggu kali ini aku memilih tetap di apartemen. Selain karena merasa tidak enak badan, aku juga sedang malas ke luar. Jadi aku memutuskan untuk membereskan apartemen, ola sudah pergi pagi pagi sekali. Dia bilang ingin menemui kerabatnya.

Saat aku membereskan beberapa buku lama, aku menemukan sebuah diary kecil yang usang. Saat aku buka, sebuah foto terjatuh. Aku mengambilnya, seketika aku merasa lemas ditembak rindu dan sedih yang datang sangat cepat, itu fotoku dengan mas galuh. Foto itu diambil dengan latar belakang perpustakaan SMA, kami berdua tersenyum saling berpandangan di antara dua rak buku besar. aku terduduk dan mengamati foto itu lagi, “mas galuh” tubuhku bergetar dan aku kembali menangis..
Aku membuka diary kecil itu.

Senin, july 2015
Aku melihat seseorang yang duduk di perpustakaan. Wajahnya terlihat tenang sekali. Kami satu kelompok saat masa orientasi siswa. Entah mengapa aku merasa nyaman di dekatnya padahal namanyapun aku belum tahu. Siapa ya?

Selasa, januari 2016
Ini sudah semester kedua, satu kelas dengan dia ternyata menyenangkan dia ramah dan baik hati. Namanya galuh septiansyah putra. Kemarin dia menggendongku ke uks saat aku pingsan ketika upacara. Dia menungguiku di uks sampai aku tersadar. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini

September, 2016
Galuh menyatakan cinta padaku tepat dihari ulang tahunnya, dan itu juga hari ulang tahunku. Kami masih satu kelas di kelas dua, aku bahagia sekali.

Desember, 2016
Aku merasa tidak sehat

Semua kenangan itu kembali berputar di kepalaku. Aku membuka lembaran terakhir di buku itu.

Mei, 2018
Mas galuh, maaf aku tidak bisa berada di samping saat acara pelepasan kelas duabelas nanti. Maafkan nona mas galuh, nona harus pergi. Do’akan nona sehat selalu ya.. nona sangat mencintaimu, tapi tak bisa selalu berada di sampingmu. Nanti ketika nona kembali, masih adakah pundakmu untukku bersandar mas? Entah nanti aku kembali atau tidak mas. Rasanya sakit sekali. Besok pagi aku akan terbang ke inggris.. selamat tinggal mas galuh. Kalian semua..

Aku tak bisa menghalangi air mata yang terjatuh. “mas galuh..” aku terisak isak. Aku merasa jahat sekali meninggalkannya tanpa pamit. Padahal kami sudah berjanji untuk selalu bersama, aku merasa bodoh. Harusnya aku memberitahunya tentang semua ini, bukannya menghilang meninggalkan dirinya yang sangat mencintaiku. “mas galuh, maafin nona.. maafin nona”.

“nonaaaa banguuunn..!!” teriakan ola membangunkanku, aku mengucek-ngucek mata dan melongok jam. “baru jam tujuh” gumamku “kita ada kuliah pagi tau…” kata ola. Aku melonjak kaget dan langsung menyambar handukk “huwaaaa kenapa enggak bilang laa..” teriakku. “kamu aja yang tidurnya pules banget sampe gak bisa dibangunin” cibir ola.
Hampir pukul delapan kami baru sampai di kampus, untungnya belum ada dosen yang masuk di kelas kami “huufft untung enggak telat” kataku lalu meletakkan tas di kursi samping jendela, tempt favoritku. “makanya kalo tidur itu jangan kemaleman..” balas ola.

Beberapa saat kemudian seorang dosen masuk. “good morning guys” sapa dosen muda itu. “good morning sir” jawab seisi kelas serentak. “guys, we have a new friends from Indonesia..” kata dosen itu, lalu seorang pemuda masuk. Aku tak terlalu antusias. “hello guys? My name is galuh, galuh septiansyah putra” aku terlonjak kaget dan langsung melihat pemuda itu “mas galuh?” mataku membulat sempurna. “what do you come from?” tanya ola “i from indonesia, Yogyakarta province.” Jawabannya membuatku semakin yakin kalau itu mas galuh, tapi gelagatnya seperti tak mengenaliku. Apa dia benar mas galuh?
“dia tampan sekali ya..” kata ola menyadarkanku. “biasa saja” aku seperti berada di dalam mimpi. Rasanya aku masih tertidur, apa ini jawaban atas rinduku? Mungkinkah itu dirimu mas? Argh aku merasakan kepalaku pening.

Untung saja hari ini kelas berlangsung cepat. Aku belum bercakap dengan mahasiswa baru itu, aku masih belum berani menerima kalau kenyataanya dia bukan galuh. Rasanya aku ingin terus berada di dalam mimpi indah ini, aku merasa sungkan terbangun dan kembali merasakan rindu yang amat menyiksaku. Kehadirannya melenyapkan rindu rindu yang terlalu sering muncul akhir akhir ini. Lihat wajahnya.. matanya.. tubuhnya.. senyumnya.. aku ingat betul semua tentang galuh, mana mungkin aku salah orang. Tapi tidak menutup kemungkinan hanya kemiripan yang kebetulan. Argh aku tidak ingin berharap.

“hey nona kecilku, suatu saat nanti kita akan kembali duduk berdua di sini meskipun seandainya kita tak saling memiliki ya?” kata galuh saat aku dan dia duduk di tepi pantai.
“iya, kita akan kembali duduk di sini, dan aku akan selalu menjadi milikmu” jawabku lalu menyandarkan kepalaku di pundaknya. Kami masih memakai seragam putih abu abu dan memandang matahari yang pulang ke peraduannya.
“kenapa kamu begitu yakin sekali nona”
Jawabanmu begitu membuatku terlonjak tapi sedetik kemudian terseyum “karena hatimu adalah milikku.” Jawabku sambil menatap lurus matanya. “nona, aku mencintaimu” langit senjalah saksinya. Aku juga mencintaimu. Galuh.

Semuanya seolah terekam kembali seperti film yang diputar ulang. Kisa manisku dengan galuh semakin membuatku meindukannya “bolehkah aku berharap kalau itu benar dirimu” gumamku.

Cerpen Karangan: Alfi Anggraeni
Facebook: Angga Anggraeni

Cerpen Janjimu Hatimu Untukku (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Akhir Bahagia

Oleh:
Pada suatu hari di SMA Elezar sedang istirahat pertama. Di sana terlihat Liora dan Olive duduk di depan kelasnya. “Kirim enggak… kirim enggak? Nggak ajalah!!!” kata Liora yang dari

Ini Ceritaku

Oleh:
Di sini, aku akan menjemput pangeranku. Orang paling spesial di hidupku. Aku tidak akan menyia-nyiakannya lagi. Aku tidak ingin kehilangan dan terlambat lagi. Aku sudah berada di bandara sekarang.

Candy my Princess Candy my Love

Oleh:
kring. kring. Bel wekerku berbunyi waktunya pergi ke sekolah baru nih, perkenalkan nama gw Candy Zhaneta Amanda bisa dipanggil Candy, gw punya kakak namanya kak rashky qt slalu brangkat

Selamat Jalan Kasih

Oleh:
ya, semua lelaki, mmm.. mungkin sebagian lelaki memang seperi itu. tidak peduli, cuek dan egois. seperti dia. yang pasti tidak tahu bahwa mataku sembab karena baru saja menangis mendapat

My Love Story

Oleh:
“Mulai sekarang kau adalah milikku dan akan selalu menjadi milikku sampai maut memisahkan kita berdua.” — Namaku Belva Erly Christyna atau singkatnya Belva. Aku sekarang kuliah di UI, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *