Janjimu Hatimu Untukku (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 November 2016

“nona ayo ke kita ke luar aku ingin makan di luar malam ini” Ajak Ola yang tiba tiba sudah berada di sampingku. “kamu pasti menangis lagi, ada apa denganmu sebenarnya” terka ola. “aku tidak apa apa, aku hanya merindukan ibuku. Ayo kita siap siap, aku juga ingin ke luar malam ini” aku begegas menyamtebar handuk dan pergi mandi.

Pukul delapan malam aku dan Ola sudah berada di restoran favorit kami. Karena restoran ini menawakan beberapa menu dari berbagai negara termasuk Indonesia ataupun Malaysia. Restoran ini selalu ramai, seperti malam ini. Begitu kami masuk semua meja sudah penuh. Kami melongok mencari meja kosong, lalu mata Ola membinar setelah menemukan meja kecil dengan tiga kursi kosong di sudut restoran.
“la, tapi kok ada minumannya ya? Jangan jangan mejanya sudah ada yang punya” pikirku setelah melihat gelas moccacino dingin yang tinggal separuh isinya. “ah mungkin belum ada pelayan yang mengambilnya.” Kata Ola, seorang pelayan datang menghampiri kami dan menanyakan pesanan kami “nasi goreng petai and orangejuice” jawab ola. Lalu pelayan itu pergi, kami lupa menyakan gelas yang ada di meja kami. Karena pesanan masih lama aku dan ola mulai asyik mengobrol.

“ehm excuse me” tegur seseorang di belakangku. “tuh kan bener la kalo meja ini udah ada yang puu-nya” aku langsung berdiri lalu berbalik badan dan mendapati dirinya tepat di depanku, dekat sekali. “galuh?” kagetku. “kalian mengenalku?” tanya galuh heran, sekarang menggunakan bahasa indonesia. “kalian mengenalku?” apa itu artinya dia bukan galuh?
“thats right, kita satu kelas di kampus. Apa kamu tidak mengenali kami. Eee.. galuh?” kata ola. “oh jadi kita sekelas? maaf sekali aku tidak tau. Kalau begitu ayo duduk”. Aku masih tercengang seakan tak sadarkan diri. Dia tidak mengenaliku.. dia bukan mas galuh.. kenapa rasanya hatiku sakit sekali..
“kalian berasal darimana, sepertinya kalian berasal dari indonesia sama sepertiku..” ujar galuh dengan polosnya, tak ada raut kebohongan di wajah manisnya “oh tidak, aku dari malaysia.” Sanggah Ola. “perkenalkan, namaku Noor Shinta Rolia, panggil saja Ola“ sambung Ola. “dan ini temanku, namanya Nona.” tambah Ola. “No na?” galuh mengeja namaku. Ada sedikit harapan kalau dia, mas galuh dan mengingatku “iya, namaku Nona. Nona Angelina” tambahku. “nama yang cantik” puji galuh. “terimakasih, namamu juga bagus. Galuh,” balasku. “kamu dari indonesia?” tanya galuh “Ya, Yogyakarta” aku tersenyum. “wah kita satu kota, aku seperti pernah melihatmu. Tapi aku lupa dimana” tambah galuh. Lalu pesanan kami datang, galuh ternyata sudah memesan nasi goreng petai juga. “nona angelina, apa artinya malaikat ke sembilan?” sela galuh, sebelum kami menyantap makanan. “ehmm bisa dibilang begitu, malaikat ke sembilan atau bidadari kesembilan” balasku bangga “boleh kutebak, apa kau lahir dibulan september?” tanya galuh, tepat sekali. “wah kamu hebat, jawabanmu benar”. Lalu kami menyantap hidangan kami..
Aku merasakan kehadiranmu mas…

“namamu siapa?” tanya seseorang pemuda berseragam SMP, kami satu regu MOS. “aku nona angelina, namamu?” balasku. “galuh septiansyah pratama” jawabnya tersenyum. Kami berjabat tangan, tubuhnya tinggi dan dia manis sekali.
“nona angelina, wah artinya bidadari ke sembilan” seru galuh. “kamu benar” aku tersenyum ”boleh kutebak, kamu lahir di bulan september ya?” tanya galuh, aku hanya tersenyum dan mengaggguk. “ternyata kita terlahir dibulan yang sama”.

“Galuh, kamu tinggal dimana?” tanya Ola. “aku, tinggal di sebuah apartamen di dekat kafe ini” jawab Galuh. “kamu tinggal dengan siapa?” tanyaku canggung. “dengan bunda” jawabnya, lalu menyeruput jus nya pelan. –deg, mas Galuh juga memanggil ibunya bunda. “ohh lain kali kenalkanlah kita dengan ibumu” tambah Ola. Galuh hanya mengangguk kecil. “oke kalau begitu aku pamit duluan ya, aku ada janji dengan teman” kata Galuh “oke no problem, see you next time ya” balas Ola. “oke, night luh” aku melihat di mengerjapkan mata seperti mengingat sesuatu, lalu tersenyum dan melangkah pergi.

Aku tidak sedikitpun lupa tentangmu mas, sekalipun ada waktu yang memaksa kita tak berjumpa, ada jarak yang terus memaksa untuk tak bertegur sapa. Tapi mas, selepas kepergianku ke Inggris tak sedetikpun aku mencoba melupakanmu, karena aku takut tidak bisa mengingatmu lagi. Tapi saat ini kamu seolah hadir lagi, dalam tubuhmu, dalam namamu, tapi itu bukan kamu. Tapi kenapa hati rapuh ini mengatakan itu kamu? Kalau galuh itu kamu, tak ingatkah kamu tentang bidadari kecilmu.
“ayo pulang la” aku menarik ola pergi, dan kembali ke apartemen. Pikiranku sedang kacau akhir akhir ini.
Aku langsung menghamburkan diri ke kasur setelah sampai di rumah, lalu aku terlelap.

“nona.. nona.. bangun” aku merasakan seseorang menepuk pipiku lembut. Aku terjaga, aku edarkan pandangan sekeliling, hari masih gelap kenapa ola membangunkanku “non bangun.. kamu kenapa? Kamu terus mengigau dari tadi dan memanggil manggil nama galuh. Kamu mimpi buruk ya?” tanya Ola. Aku mengelap peluh di pelipisku, aku merasa lelah dan lemas sekali. “aku enggak papa kok la.. kamu tidur lagi aja, aku Cuma mimpi buruk” jawabku. Lalu ola bergegas menarik selimutnya kembali. Aku merasakan tenaga tubuhku lemas sekali, aku memilih untuk mencoba tidur lagi.

Pagi ini aku mengalami demam tinggi, Ola sudah mengompresku sejak subuh tadi tapi panasku tidak turun turun, tubuhku sangat lemas dan kepalaku sakit. “la kamu ke kampus aja, aku disini. Hari ini ada ujian loh la.. jangan khawatir aku Cuma capek aja kok” ujarku lemas “tapi non.. kamu masih kelihatan lemes banget aku jadi hawatir ninggalin kamu sendirian.” Kentara sekali wajah Ola yang cemas melihat keadaanku. “enggak apa apa kok aku Cuma butuh istirahat, udah deh sana kamu berangkat” paksaku, akhirnya Ola mengangguk menyerah.

Beberapa saat kemudian apartemen hening, Ola sudah ke kampus beberapa saat yang lalu. Aku meraih obatku yang ada di laci lalu meminumnya, setelah itu aku tertidur.
Aku terbangun karena suara knop pintu yang dibuka, aku mencoba membuka mata. Oh ternyata jhens. “kenapa kamu kesini jhens, ini baru jam 10 pasti kamu bolos kelas lagi” kataku, jhens mengeluarkan sesuatu dari bungkus plastik. Bubur. “yaa apa yang aku lakukan ketika mendengarmu sakit, tentu saja aku langsung kesini.” jawabnya enteng. “jangan repot-repot jhens” balasku “aku tidak pernah merasa direpotkan nona kecilku” kata jhens seraya tersenyum. Eumm manis sekali. “sekarang kamu makan ya…” jhens membuka bubur itu “uhh aku tidak mau jhens” kataku. “ish! Kamu harus makan jika ingin sembuh” katanya, lalu menyendokkan bubur untukku.

Satu sendok, dua sendok “jhens aku sudah kenyang..” kataku lemas, “baru dua sendok nona, pokoknya kamu harus menghabiskannya” balas jhens “ish kenapa aku harus menurutimu, memang aku istrimu” cibirku kesal. Jhens terdiam, lalu hening. “jika boleh, tentu aku mau kamu jadi istriku” ujarnya memecah hening, yang membuatku tersentak. Lihat, wajah polos jhens tak menunjukan orang bercanda padahal aku hanya bercanda. “jangan bercanda jhens, ayo suapi aku lagi” rengekku. Jhens seolah tersadar kembali. “eh.. iyaa, ini’ lalu menyuapkan buburnya lagi” ouh jhens yang aneh.
“jhens apa kamu tidak apa apa membolos sekolah?” tanyaku, lalu jhens menyuapkan bubur lagi. “tentu tidak” balasnya “apa kamu tidak keberatan?” tanyaku lagi. jhens tersenyum mengulurkan tangannya ke sudut bibirku, ada bubur disana. “aku tidak pernah keberatan jika harus terus bersamamu untuk selamanya” –deg jhens memandang lurus ke mataku, tulus sekali. “uhh lagi lagi bercandamu itu menyebalkan jhenss” protesku. Lalu mengusap sudut bibirku sendiri. “aku tidak bercanda nona” jawab jhens menunduk menatap kosong ke mangkuk bubur, lalu melangkah ke dapur.

Aku memandangi punggungnya yang mulai menjauh dariku. “ada apa denganmu jhens?” gumamku. Ketika jhens kembali, aku memintanya untuk menemaniku menonton tivi. “jhens kamu jadi pulang ke jepang nanti?” tanyaku “tentu saja, apa kamu mau ikut?” tanya jhens bersemangat. “ish, tentu saja tidak.” Balasku. “uh dasar” jawanya memberengut.
“uhhh aku mengantuk jhens, bawa aku ke kamar lagi kepalaku masih sedikit terasa pusing” pintaku. Lalu jhens memapahku ke kamar. Karena jalanku yang lambat dan lemas, jhens tidak sabar lalu beralih menggendongku “kau kecil tapi berat juga ya” cibirnya. Aku mendengus kesal “aku tidak gendut jhenss”. Jhens menjatuhkanku di tempat tidur, wajah kami dekat sekali. Aku bisa merasakan nafasnya, yang terengah. Uh apa aku berat?, tiba tiba jhens tersenyum. “apa kamu suka posisi kita seperti ini?” tanyanya membuatku bingung “ti-dak” jawabku terbata, “kalau tidak kenapa kamu terus mengalungkan tanganmu di leherku?” kata jhens seraya mengeluarkan senyum mautnya. Aku segera melepaskan tanganku.. rasanya pipiku memanas “uhh tentu tidak” balasku lalu berbalik. Memunggungi jhens di sisi tempat tidur, kudengar dia terkekeh. Menyebalkan. “tidurlah nona kecilku” lalu kudengar langkahnya pergi

to be continue…

Cerpen Karangan: Alfi Anggraeni
Facebook: Angga Anggraeni
bagaimana ceritanya?
buat saran dan kritik bisa di sampaikan lewat akun fb saya Angga Anggraeni, TERIMAKASIH

Cerpen Janjimu Hatimu Untukku (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perasaan yang Terpendam

Oleh:
Aku seorang pria, tinggi 172 cm berat badan 50 Kg, dan tidak bekerja. Kehidupanku memang begini, sejak 2 tahun silam ketika aku lulus dari SMA. Sekarang aku kuliah di

Kembalinya Senyum Yang Hilang (Part 1)

Oleh:
Hari Pertama Memasuki SMA 20 Hari senin, Pukul 06:30. adalah Hari pertama seorang Zahra Agnesia menginjakkan kakinya di SMA 20 Jakarta, sekolah yang memang sudah menjadi tujuan Seorang Zahra

Dan Hanya Bebas

Oleh:
Atas perintah Mamanya, di pagi yang cerah, seorang gadis cantik nan baik hati bernama Nury pergi ke pasar untuk belanja sayur-mayur dan beberapa keperluan lainnya. Tubuhnya yang mungil begitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *