Janjinya Benar Benar Terjadi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 4 May 2014

“Aku akan tetap menunggumu sampai kapan waktu itu terus menghantuiku, walau ku tahu sebenarnya hatimu dan hatiku tak lagi sama. Tapi ku yakin suatu saat nanti kita akan sejalan dan satu arah, sampai dengan tujuan. Percayalah” Kalimat itu selalu membuatku terbayang padamu. Entah apa alasannya kertas kecil ini kusimpan baik baik. Apa agar aku selalu mengingatmu? Apa surat ini mendorong supaya aku mencintaimu? Ahh lupakan. Aku hanya butuh waktu untuk hal seperti ini.

Waktu semakin cepat berlalu, semakin aku ingat masa lalu dan semakin aku bingung dengan perasaanku. Entah kenapa.. masa lalu itu buat fikiranku terbuka tentang cerita lalu yang pernah dibuatmu. Kamu yang memulai dan kamu juga yang melukai. Tapi hati ini tak mungkin bisa dipungkiri, sudah beberapa kali ku pergoki kamu dengan wanita lain? Dan beberapa kalinya itu aku menangis, bahkan lebih. Aku bodoh, aku bodoh mempertahankanmu. Tapi semuanya dibalikkan lagi ke hati, aku gak mau kehilangan kamu. Makanya aku pertahankan hubungan ini walau aku yang harus berulang kali terlukai.

Ku langkahkan kaki memasuki gerbang pintu sekokah. Terlihat sepi. Apa mungkin aku yang terlalu pagi. Segera ku memasuki ruang kelas dan duduk di bangku ku sendiri. Sambil mengambil earphone di tas dan memasangkannya di kedua telingaku. Disaat sepi ini justru yang ku sukai. Dimana aku bisa leluasa mendengarkan lagu yang cukup untuk menemani hari-hariku karenamu. Saat ini ada dua hal yang buatku senang dan sedih. 1. Setelah tanpa adanya kamu di hidupku, tak ada lagi tissu yang menumpuk karena tangisan dari kedua mataku. 2. Kenangan kenangan dulu buatku ingat akan sosok bayangmu. Terkadang air mata ku keluar begitu derasnya. Tetapi aku mencoba untuk tetap tegar. Setidaknya aku hanya berpura pura akan hal itu.

Langit begitu tak bersahabat. Ketika aku ingin keluar mencari keindahan malam. Hujan turun sangat deras. Jadi aku hanya bisa melihatnya di balik jendela kamar. Seenggaknya terlintas lagi wajahmu di fikiranku. Heran. Sampai kapan kamu menghantui hidupku terus menerus? Jika aku punya rasa yang sama pun hubungan kita tak akan seindah dulu. Kamu yang pernah berkata “Aku pergi cuma sebentar, agar cinta kamu pulih kembali karenaku. Dan ketika kamu udah sembuh. Aku akan kembali. Sebagaimana janji ini kukatakan padamu” Memang sudah 3 bulan kamu meninggalkanku dan pergi ke luar negeri. Tapi selama itu aku sudah mampu sedikit untuk melupakanmu. Hanya saja kenangan itu tak bisa hilang begitu saja dari otakku. Apalagi ketika hatiku sudah tak merasakan sakit lagi dan kamu datang kesini untuk bertemu denganku. Hal itu bisa membuatku mengingat masa lalu lagi. Kenapa kamu tak menetap disana? Untuk apa balik kesini. Ahh sakit kepalaku untuk memikirkan hal ini.

2 tahun berlalu Saat ini aku sudah bekerja di suatu Kantor terbesar di daerah Ibukota Jakarta. Selama 2 tahun itu pula aku sama sekali sudah tak mengingatmu lagi. Bahkan wajahmu, aku hampir lupa. Karena dari dulu aku sudah berniat, berniat untuk sungguh sungguh melupakanmu. Kalau saja aku sampai sekarang masih mengingatmu. Ku yakin hidupku tak bakal maju.

Suatu hari disaat aku pulang, kudapati seorang laki laki berada di depan pintu rumahku. Aku heran, dan bertanya dalam hati “siapa laki laki itu?” Kuberanikan untuk menanyakan hal ini padanya. “Maaf kamu siapa ya?” Kataku sembari menepuk pundaknya dengan pelan “Aku Farel, ini rumahnya Putri kan? Putri nya ada?” Aku tercengang. Menatap wajahnya kosong. Farel? Ada apa dia kesini, bagaimana dia tahu bahwa hatiku sudah tak sakit lagi? Apa dia sengaja datang padaku karena ingin disakitinya lagi? Apa ada hal yang serius ingin dia katakan untukku? Ahh kenapa? Kenapa sekarang dia baru kembali? Aku masih terus saja bertanya tanya dalam hati. “Hallo, Putrinya ada?” Katanya sambil melambaikan tangannya di depan mataku. Aku kaget. “Putri? Putri itu aku..” Tanpa ada hitungan detik ia langsung memeluk tubuhku. Memeluknya dengan erat. Kurasakan lagi kehangatan tubuhnya, terlintas lagi bayangan masa lalu ku dengannya. Perasaan yang dulu telah tiada, sekarang hadir kembali. Cuma hanya karena ia memelukku. Apa selama ini aku memang masih mencintainya..?
Dilepasnya pelukan itu. Dan dia berkata “Maaf Put aku baru kembali saat ini. Maaf atas kesalahan dulu yang selalu ku ulangi, membuatmu sakit hati. Aku khilaf, aku baru sadar sekarang. Selama 2 tahun ini aku tak bisa berhenti untuk memikirkanmu. Maka dari itu aku kembali. Aku kangen kamu, aku kangen kebersamaan kita yang dulu. Aku kangen semuanya. Aku kangen di saat kamu nangis, marah, bahagia sama aku. Hubungan itu tak mungkin berakhir jika bukan karena ku. Aku selalu yang memulai dan membuat hatimu terluka. Put.. maafin aku ya. Berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaikinya..” dipegang eratnya kedua tanganku. Aku masih tak terima atas kenyataan ini. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Kenapa hati ku selalu memaafkan perbuatannya. Kenapa hatiku dengan mudahnya untuk mencintainya kembali? Dari sekian lama dia pergi dan baru kembali saat ini? Dan mulutku berbicara “Iya, rel. Aku udah maafin kamu. Yang dulu biarlah berlalu. Nggak usah kamu inget-inget lagi…” “Makasih banyak ya, put. Aku salah nilai kamu dulu. Aku sayang sama kamu, aku masih sayang seperti pertama kita bertemu. Kamu mau jalani hubungan ini kembali? Sekarang aku janji gak akan khianatin cinta kamu lagi. Aku sekarang tulus sayang banget sama kamu” “Iya rel. Aku juga sangat sayang padamu” Kupeluk erat tubuhnya.

Aku terharu dengan pertemuan ini. Dikit demi dikit airmataku menetes begitu juga dengan Farel. Ternyata selama ini aku masih mencintainya. Buktinya aku masih bisa menerimanya kembali. Bertahun tahun telah berlalu. Hubungan ku dengannya masih seperti biasa. Tak ada yang harus dipermasalahkan lagi. Janjinya padaku, telah ia tepati. Dan akhirnya kita berdua bahagia dan hidup bersama untuk selamanya~

Cerpen Karangan: Feby Fitriyani Putri
Facebook: Feby Fitriyani Putri

Cerpen Janjinya Benar Benar Terjadi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tetaplah Bersamaku (Part 1)

Oleh:
“Assalamu’alaikum Bu, Pak.. Nia berangkat,” “Wa’alaikumsalam nduk, seng tenanan yo.. Semoga kamu jadi orang sukses,” “Aamiin,” Tak lama kemudian kereta api gajayanan membawaku hijrah ke kota pelajar, Jogjakarta. Alhamdulillah,

Saudaraku Kekasihku

Oleh:
Hai, namaku Dhila. Aku bersekolah di SMA N 7 Purworejo. Dulu waktu aku SMP, aku suka sama Kakak kelasku, namanya Vreda. Dia anaknya baik, pinter, ganteng lagi. Jadi banyak

Secret Admirer

Oleh:
Mengagumimu adalah sebuah anugerah indah yang diberikan tuhan padaku, lewat dirimu aku mengerti arti indahnya cinta, lewat dirimu pula kujajaki selangkah demi selangkah jalan yang berbatu.. Tajam dan menusuk.

Demi Boyband

Oleh:
“GRB Tool” adalah salah satu boyband yang naik daun saat ini. Bahkan aku salah satu penggemarnya. Aku adalah seorang cowok. Tapi kenapa aku menyukai mereka? Apa aku seorang gei?

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *