Jatuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 25 January 2017

Tatapannya sendu, berkali-kali mencoba meyakinkannya. kenyataan telah menamparnya ratusan kali. Tapi ia masih di sini, masih berdiri, walau penuh luka. Tangannya berat memindahkan pandangan ke arah lain, walau hatinya terus menjerit berontak. Fikirannya jauh melayang entah setinggi apa, harapan-harapan yang telah dibangunnya. Harus pupus dalam detik ini juga.

layarnya berkedip, ia menutup laptopnya kasar. menunduk ke arah kedua kakinya, memilin kedua jarinya, seakan-akan ingin merasakan sesuatu yang perih di dadanya, penuh luka, luka lama yang tak akan pernah sembuh, kini terbuka lagi. sangat dalam menyayat.

Dalam detik kesekian, tangannya mengepal, penuh kebencian.

Bukankah mereka telah berjanji?! bukankah dia sudah berjanji.

“Ta, aku gak akan sama dia kok, aku janji”

Lalu sekarang apa?!

“Selamat buat kalian ya..”

Tangannya bergetar.

“Selamat buat kalian ya.. Semoga langgeng”

Ia menggeleng.

Ketiknya ia menghela nafas, berat sekali. Seperti ada beban yang selama ini disimpan erat-erat, namun, tetap akan tumpah sedikit demi sedikit.

Haruskah ia berteriak pada kenyataan bahwa perasaan itu masih ada, masih mengganggunya, masih melukainya disaat bersamaan. Haruskah ia menangis dan mengatakan bahwa ia ingin melindungi orang itu tanpa henti, selamanya. Atau,
Haruskah ia tersenyum bahagia, sambil mengucapkan “Selamat buat kalian ya, semoga langgeng”

Di luar sana, hujan deras menyapu pemukimannya, suara bergemuruh terdengar dari langit. butir-butir embun menyeruak dari bilah bilah jendelanya, hawa yang sangat dingin, sedingin hatinya. Yah, mungkin sekaranglah saatnya. Tak akan ada yang berubah.

“Hei, apa kabar?” jantungnya berdegup kencang, menantikan balasan dari seseorang nun jauh disana.
“Hai”
“Kamu mau nikah ya? selamat” Membuat emoticon senyum itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. setidaknya ia harus merapikan gejolak dalam hatinya saat ini.
“Oke, makasih ya”
Hatinya kembali menghangat. “Oh iya, salam ya buat calonmu, hehe, apa kabar dia? aku udah lama gak ketemu soalnya. semoga kalian langgeng ya,”
“Iya, kusalamkan.”
Jarinya mengetuk berirama, sekarang saatnya. “Apa dia pernah ngasi tau kamu kalo..” jantungnya berdetak kencang,
“Kalo apa?”
Ia menggeleng. “Enggak, hehe,”
Ia menunduk, gagal sudah rencananya, nyalinya masih sangat kecil untuk mengakuinya. sisi logikanya menyetujui, di pelaminan mereka nanti, ia tak akan membahas soal perasaannya yang mungkin akan mengganggu hubungan dua orang berarti dalam hidupnya.

Suara bergemuruh terdengar lagi, kali ini lebih besar, lebih dahsyat, entah tiba-tiba datang dari mana, jutaan kubik tanah menduduki lembah kediamannya, listrik mati, teriakan menyakitkan, rintihan, terbawa air hujan menuruni lereng lembah yang tertutupi tanah, rata seperti hamparan, tak bersisa.

Dan pesan itu datang, melesat dengan kecepatan tinggi melewati ribuan kilometer jauhnya di seberang lautan, dan sampai di tujuannya, di laptop milik seseorang yang terkubur beberapa meter di bawah tanah.

“Oke, makasih ya. sebenernya, ini gak seperti yang kamu pikir kok, aku cuma dijodohin, tenang, ini cuma pertunangan gak usah dibawa baper dong kalo gitu, bulan depan aku mau ke sana, sekalian hunting, kamu mau nemenin aku gak? kan katanya tempat tinggalmu bagus. haha, kamu janji lo sama aku, jangan sampe lupa ya. oh iya, harus banyak bawa bekal juga ya.”
“Ta?”
“Ta? jawab aku ta? kamu tadi barusan online kan? TA?!”
“TA!? Di berita daerahmu kena longsor? iya kan? eh itu bukan daerahmu kan? aku yang salah kan? TA!! JAWAB TA!”
“TA!!!!”

Loving can hurt ~
Loving can hurt sometimes ~
But it”s the only thing that I know ~

“Yapz, disini anda berbicara dengan MITA, hehe, silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi biiiipp, oke!”

The End

Cerpen Karangan: Sahira Fara Nabila
Blog: sahirafaranabila.wordpress.com
A girl who needs archer, galaxy, books, camera, pen and food.
ig: @sahirafn
Snap: sahira226

Cerpen Jatuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salju di Kubutambahan

Oleh:
Tanganmu sedang sibuk merangkai pola berbalut kasih dalam dekapan tanganku. Eratnya peganganmu menyiratkan getir kelemahan meminta perlindungan. Kau menggenggam jari dan menatapku lekat. Aku tak pernah bisa menatap lurus

I’m Fell in Love

Oleh:
Ah, aku masih betah menatap wajah Geo. Dari jauh saja membuatnya cukup. Dengan duduk melamun, aku masih melihat Geo beranjak pergi bersama Hanif. Hari ini, seminggu sebelum acara ketulusan

Tentang Aku

Oleh:
Aku tahu akhirnya akan sama saja seperti angin. Iya, seperti kemarin. Deg. Lagi-lagi hanya angin. Bisa jadi. Bisa jadi angin merindukanmu. Rindu untuk memberimu napas, memberimu hal yang memang

Secret of Love (Part 2)

Oleh:
Dan pada saat aku ingin melupakan Reno tiba-tiba dia datang lagi. Dia menghampiri gue yang lagi duduk sendirian makan bakso di Kantin. “heyyy, Tania Maulida Wijaya” kata Reno dengan

Merindukan Mu

Oleh:
Aku merindukanmu. Merindukan ranselmu, merindukan gulungan lengan baju hitammu, merindukan sunggingan bibirmu, merindukan sapaan pagi harimu: ‘Morning sunshine’. Dan aku terus merindukanmu. Waktu itu seharusnya aku tidak usah membalas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *