Je T’aime (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 February 2015

“Hai Chika… Dari tadi lo diem aja? Kenapa? Ada masalah ya? Cerita dong.. Gak biasanya lo kaya gini.. Hmm, lo lagi jatuh cinta ya? Cieeee.. buru cerita!!” .. Chika tersenyum mendengar bacotan dari Kyla, sahabatnya. Kyla adalah cewek manis, putih, imut, berbadan kecil, mata bulat hitam dan rambut panjang yang sangat hitam. Kyla nyaris sempurna, jika saja Ia lebih tinggi dan pintar. Bukan berarti Kyla pintar, hanya saja Kyla begitu lemah dalam pelajaran hitung-hitungan. Tetapi di mata Chika, Kyla adalah sosok yang sempurna. Chika dan Kyla telah berteman lama sejak SMP. Mereka bertemu ketika satu kelas di SMP. Dan mereka memutuskan untuk masuk SMA yang sama, tetapi kali ini mereka tidak satu kelas. Tetapi persahabatan tidak pernah mengenal jarak. Walaupun mereka tidak satu kelas, tetapi mereka tetap dekat seperti ketika SMP dulu. Setiap istirahat, mereka selalu berdua. “DImana ada Chika, disitu ada Kyla” seperti itulah yang orang selalu katakan tentang mereka berdua.

“Apaan sih lo Ky, gue gak papa kok..” ucap Chika lirih. Meskipun Chika berbohong, tetapi seorang Kyla tidak akan mudah percaya. “Lo gila apa Chik.. Kita tu udah kenal lama, kita udah kaya kaka adek, masih ada lagi yang mau lo sembunyiin dari gue?” sergah Kyla. Kyla tidak akan pernah terima jika Chika menyembunyikan sesuatu darinya. Dan Kyla selalu tau setiap Chika berbohong.
Chika menghela napas panjang. Ia mulai menunduk berusaha untuk menahan air matanya. Kyla memperhatikan Chika dengan khawatir. “Chika, lo kenapa? Kalo ada apa-apa cerita sama gue. Lo punya gue Chik..” bisik Kyla kepada Chika. Air mata Chika tak tertahankan. Ia kemudian merebahkan wajah nya di dada Kyla. Kyla memeluk dan mengusap bahu Chika. Kyla tau, ada sesuatu yang telah lama disembunyikan Chika darinya.
“Teng.. Teng.. Teng..”. “Chika, udah bel, mending ke kelas yuk, nanti pulang sekolah lo cerita sama gue ya..” ucap Kyla sambil menghapus air mata Chika. Chika tersenyum dan membenarkan penampilannya. Mereka menuju kelas masing-masing.

Kyla Alicia:
Chik, ntar pulang sekolah tunggu gue di kelas lo ya, lo pulang bareng gue aja oke. Kita ke rumah gue. Tenang, ntar gue anter lo pulang kok J

Chika tersenyum membaca bbm dari Kyla, Kyla memang berarti segalanya untuk Chika.

Chikita Annabelle:
Oke..

Kyla Alicia:
Cuma oke doang? Dih songong banget sih nek

Chikita Annabelle:
Elo sih bawel amat

Kyla Alicia:
Gue ini peduli sama lo bukan bawel!

Chikita Annabelle:
Sama aja pea sayang

Kyla Alicia:
Dih sayang sayang kaya lekong aja lo

Chikita Annabelle:
Udah ah gue mau belajar bye

Kyla Alicia:
Sip 😉

Chika tau, dia tidak akan pernah bisa untuk lama-lama bersedih jika dengan Kyla, karena Kyla selalu punya sejuta cara untuk membuatnya tersenyum.
“Jadi, what is your problem sweetie?” sergah Kyla ketika dirinya dan Chika baru saja memasuki kamarnya. Chika merasa bingung, apakah Ia harus menceritakan masalahnya kepada Kyla. Kyla melihat keraguan di wajah Chika, Kyla merasa sangat kesal. “Chika, gue mau nanya, jujur ya, lo itu nganggap gue siapa sih?”. Chika tersentak dengan pertanyaan yang tiba-tiba diucapkan oleh Kyla. “Ky, lo ngomong apaan sih” jawab Chika kesal. “Chika, gue serius, lo nganggap gue apa? Temen? Cuma sekedar temen? Atau saudara? Sister? Yang kaya selama ini lo bilang? Tapi kenyataannya enggak Chik, lo gak pernah mau terbuka sama gue, gak kaya gue yang selalu terbuka sama lo. Gue kecewa Chik sama lo.” Jelas Kyla panjang lebar. Mendengar pernyataan dari Kyla, hati Chika merasa sakit. Chika berpikir bahwa memang benar yang dikatakan oleh Kyla, selama ini mereka selalu berkata bahwa mereka adalah saudara, tetapi memang Kyla lah yang selalu terbuka dengan Chika, Chika jarang sekali ingin bercerita tentang masalah pribadinya kepada Chika. Kyla juga sibuk dengan pikirannya, Ia merasa bersalah telah berkata kasar kepada Chika, yang padahal Ia tau, bukan Chika tak percaya padanya, Chika bukan juga tidak terbuka, Chika hanya malas untuk bercerita, apalagi permasalahan pribadi. Kyla tau, Chika tidak ingin orang lain terbebani oleh dirinya. Tetapi Chika salah besar, Kyla tidak pernah merasa terbebani oleh Chika.

Keadaan kamar sangat hening, Chika dan Kyla terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba handphone Chika berbunyi, nama “Kak Cello” telah tertera di layar handphone nya. Chika kemudian memencet tombol hijau yang ada pada layar handphone nya. “Halo kak, kenapa?” Tanya Chika pada kakak nya. “Kamu dimana? Biar kakak jemput ya, kakak mau pulang nih.” Jawab Cello di seberang telpon. Chika menatap Kyla yang juga balik menatapnya, “Di rumah Kyla kak.” Jawab Chika. “Oh ya udah tunggu disana, kakak kesana ya..”, “Iya kak hati-hati ya” jawab Chika sambil memencet tombol merah pada layar hapenya. “Kak Cello ya Chik?” Tanya Kyla setelah Chika memasukkan handphone nya ke dalam saku rok sekolah nya. “Iya Ky, dia bilang mau jemput gue, dia udah pulang katanya, jadi sekalian” jawab Chika merasa bersalah pada Kyla karena tidak jadi menceritakan masalahnya kepada Kyla. Chika tau bahwa Kyla akan sangat kecewa padanya. “Maaf ya Ky” ucap Chika karena Ia merasa sangat tidak enak pada Kyla. “Sante aja lagi..” jawab Kyla. Chika tau Kyla sangat kecewa, Ia berpikir apakah yang dapat dilakukannya agar sahabatnya itu tidak kecewa padanya. “Ky, gue bakal tetep cerita kok” ucap Chika tiba-tiba. Kyla sangat kaget, Ia memasang tampang heran, tetapi Chika hanya tersenyum. Kyla kesal karena Chika tidak memeberi penjelasan kepadanya. “Chika! Gimana? Kan elo udah mau dijemput? Mana enak ceritanya kepotong gitu!” omel Kyla. “Hahahha.. Ky, lo tuh katrok nya dari dulu sampe sekarang sama aja ya.. Jaman udah canggih kali Ky, ada handphone, sosial media, internet, wifi everywhere, apa yang harus lo takutin?” jelas Chika. Kyla masih memasang wajah bengong tanda Ia sama sekali tidak mengerti. “Kyla sayang, gue bisa cerita lo nanti di rumah pake vn (voice note). Masih gak ngerti juga?” Tanya Chika berusaha sesabar mungkin menghadapi Kyla. Kyla tertawa sejadi-jadinya merasa bahwa Ia sangat katrok, dan juga untuk menutupi rasa malunya. Chika ikutan tertawa. Mereka tertawa bersama.. Eaakk..

Cerpen Karangan: Chintya Widanti
Blog: chintyawidanti.blogspot.com

Chintya Widanti
7 Apr 1997
XI IPA 6 SMAN 1 PEKANBARU
Twitter, Line, Instagram: @chintyawidanti
Facebook: facebook[dot]com/chintya.govato

Cerpen Je T’aime (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Musibah Menjadi Berkah

Oleh:
“dakkk” semua mata langsung tertuju ke pusat suara itu. Semua siswa terkejut ketika melihat nia salah seorang siswi sma harapan bangsa itu sudah tergeletak tak berdaya. Ternyata dia terkena

Perjuangan Sekolah dan Cinta

Oleh:
Telolet.. telolet.. kukira ada bus om tolelot. ehh.. ternyata tukang es telolet. Tiba-tiba hpku berdering, kukira ada yang menelepon dan ternyata bukan, itu cuma alarm saja. Ya ampuun apess

Kalung Pemberian Resa

Oleh:
Zahra sudah lama bersahabat dengan Resa, tapi sayangnya Resa harus pindah ke Perancis, karena Papa dan saudara kembarnya tinggal disana. Resa memberikan sebuah kalung kepada Zahra sebagai kenang-kenangan. 5

What Do You Mean?

Oleh:
‘kenapa disaat aku menjauh kau mendekat, dan disaat aku mendekat kau menjauh?’ Hanny point of view (p.o.v) Pagi yang cerah di kota Jakarta, Matahari bersinar dengan teriknya, dan karena

Elizabeth

Oleh:
Wajah manis itu masih terbayang meski sudah ku coba menepisnya berulang kali. Gadis cantik dan baik hati yang ku temui tadi sore di parkiran kampus memang benar-benar membuatkuku gila.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *