Je T’aime (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 February 2015

“Dek cepetan ke sini sekarang!! Emergency!!” teriak kak Cello tiba-tiba setelah Chika mengangkat telponnya. Chika menjawab dengan bingung, “Kemana kak? Apa yang emergency?”. “Pokoknya sekarang kamu ke rumah sakit, nanti kakak jelasin okey” “tuut.. tuut.. tuut” telepon langsung ditutup. Chika sangat bingung tak mengerti apa yang dimaksudkan oleh kakak nya. Tetapi Chika tau bahwa ada sesuatu yang tidak beres karena kakak nya menyuruh nya datang ke rumah sakit. Tanpa pikir panjang, Chika langsung pergi menuju rumah sakit yang dimaksud menggunakan taxi.

Setelah membayar taxi, Chika langsung bergegas menuju UGD, disana Ia melihat kak Cello dan temannya Robby tengah berdiri di depan salah satu ruangan di UGD. Chika berlari menuju kakak nya. Cello menyadari kedatangan Chika dan langsung memeluk Chika erat. Chika sangat bingung, Cello kemudian melepaskan pelukannya, dan segera menjelaskan apa yang terjadi.

Mata Chika terasa sangat panas setelah mendengar penjelasan dari kakak nya, tak terasa air mata telah membasahi pipi Chika. Ia tak percaya, sangat tidak percaya dengan penjelasan yang baru saja diberikan oleh Cello. Ia berharap bahwa Ia bermimpi, bahwa ini tidak benar-benar terjadi. Tetapi percuma, ini adalah sebuah kenyataan yang harus Ia hadapi. Ia tidak bisa menolak, ini sudah ditentukan oleh Tuhan.

“Jadi tadi Ravi lagi di kampus, tiba-tiba dia sesak napas parah, terus temen-temen dia pada bawa dia kesini, mereka hubungin kakak suruh kesini, denger itu, gak mungkin kan kakak gak kesini. Waktu kakak sampe disini, temen-temen mereka rame banget, tapi karena kakak udah sampe, kakak suruh aja mereka pulang, karena gak mungkin kan mereka ninggalin kuliahnya. Terus kakak ketemu sama dokter yang nanganin Ravi, dan, kamu tau gak? Dokter itu bilang kalo Ravi kena AIDS dek.. Aids!! Kamu tau aids kan?? Kakak tau dek, kamu gak akan percaya.. Tapi emang itu yang dibilang sama dokternya.. Jadi kakak minta penjelasan dari dokter, dia bilang Ravi udah sering ngeluh tentang semua yang dia rasain, Ravi udah sering berobat kesini, tanpa sepengetahuan kita. Ravi udah tau tentang penyakitnya, tapi dia sedikitpun gak bilang ke kita! Disitu kakak marah sama dokter itu, karena dokter itu juga gak nyuruh Ravi buat bilangin ke kita tentang penyakitnya. Tapi dokter itu bilang, dia udah maksa Ravi, Cuma Ravi nya yang gak mau. Dan lo tau gak dek? Ravi bilang gini ke dokter, “Saya gak mau nyusahin mereka dok. Saya udah terlalu nyusahin, biar aja saya tanggung ini sendiri dok” .. Kamu percaya gak? Ravi bilang kaya gitu.. Selama ini kakak udah salah nilai Ravi :’) Chika, doain kak Ravi terus ya sayang, kakak tau dia sering jahatin kamu, tapi kakak mohon, kamu jangan dendam ya sama dia. Gimanapun dia kakak kamu, dan sekarang dia lagi sangat butuh kita dek”.
Penjelasan panjang lebar Cello itu selalu terngiang di telinga Chika, bahwa kakak nya Ravi mengidap AIDS, penyakit mematikan yang sampai sekarang tidak ada obatnya. Chika menangis sejadi-jadinya, walaupun Ravi selalu jahat kepadanya, tetapi tetap saja, Ravi adalah kakak nya, dan Chika sangat menyayangi nya. Chika telah sering mendapat penyuluhan tentang Aids, dan tak pernah Ia bayangkan bahwa kakak nya akan mengidap penyakit itu. Sungguh semuanya terasa mimpi bagi Chika. Kenapa harus Ravi? Kenapa harus kakak nya yang mengidap penyakit itu?

Chika membuka pintu ruangan Ravi, Ia melihat Ravi tengah terbaring di tempat tidur. Ravi melihat ke arahnya, Chika menunduk, Ia tau bahwa Ravi tidak menginginkan keberadaannya disini. Tetapi Ia tau bahwa Ia berhak berada disini, karena Ia adalah adik nya Ravi. Ravi adalah kakak nya sendiri, dan tidak ada larangan bagi dia untuk menemui kakak nya.

“Lo udah tau kan? Gue itu bejat. Jadi ngapain lo masih ada disini?” Tanya Ravi tiba-tiba memecah keheningan. Chika tersentak, Ia tak tau harus menjawab apa. “Gue bukan kakak yang baik buat lo. Gue gak kayak Cello yang bisa dibanggain. Gue Cuma bikin susah. Cuma bisa malu-maluin keluarga. Udah lo pergi aja sana, biarin gue sendiri” . Chika memberanikan diri untuk menatap Ravi, Ia melihat Ravi tengah menatap ke atas, ke arah atap, wajah nya jelas menunjukkan bahwa Ia sangat putus asa, bahwa Ia tidak terima dengan kenyataan ini. Chika merasa sangat sedih melihat keadaan kakak nya, Ia berharap agar Cello segera datang, Ia benar-benar tidak nyaman dengan keadaan seperti ini.

“tok tok tok..” pintu diketok, Chika tersenyum bahagia, Ia tau bahwa itu Cello. Chika berlari menuju pintu dan langsung membuka kenop nya. Chika salah besar, bukan Cello yang berdiri di depan pintu nya, tetapi seorang cewek tinggi, berkulit putih mulus, rambut yang blonde, dengan menggunakan softlens berwarna biru. Cewek itu sangat cantik, Chika yakin bahwa cewek itu adalah cewek blasteran. Cewek itu menunjukkan raut wajah tidak senang. “Hmm silahkan masuk..” ucap Chika sopan kepada cewek itu. Segera cewek itu menabrak Chika dan berjalan cepat menuju Ravi. Raut wajah Ravi terlihat kaget, dan tanpa disangka, cewek itu langsung memberikan tamparan kepada Ravi. Chika sangat kaget melihat hal itu, tetapi Ia tidak bisa melakukan apa-apa.
“Gue gak nyangka kalo ternyata lo sebejat ini Rav.. Selama ini gue udah sering denger kata temen temen gue, mereka pada bilang lo gak baik! Tapi apa? Gue gak percaya Rav.. Karena gue Cuma percaya sama lo! Tapi apa? Kenyataannya mereka memang benar! Gue nyesel Rav karena udah gak percaya sama mereka! Terimakasih banget Rav udah bohongin gue, udah main di belakang gue, udah khianatin gue! Ternyata memang bener kata mereka, lo itu bejat! Lo itu memang cowok brengsek Rav! Gue benci sama lo! Sekarang lo kena AIDS kan?! Lo tau Rav, umur lo gak berapa lama lagi, sebaiknya lo habisin sisa umur lo untuk tobat! Untuk mikirin semua kesalahan yang udah lo perbuat! Mulai sekarang, gue mau bubar sama lo! Gue gak butuh cowok kayak lo Rav! Thanks for nothing, Ravi..”

Seketika setelah selesai berbicara, cewek itu langsung bergegas meninggalkan ruangan. Ravi hanya terdiam di tempat tidurnya, Chika sangat bingung dengan sebenarnya yang terjadi. Tetapi dari perkataan cewek tadi, Ia bisa memastikan kalau cewek itu adalah pacar Ravi. Ravi melihat ke arah Chika yang tengah mematung di depan pintu. “Keluar lo!” bentak Ravi, Chika sangat kaget dan langsung keluar dari ruangan Ravi.

Cerpen Karangan: Chintya Widanti
Blog: chintyawidanti.blogspot.com

Chintya Widanti
7 Apr 1997
XI IPA 6 SMAN 1 PEKANBARU
Twitter, Line, Instagram: @chintyawidanti
Facebook: facebook[dot]com/chintya.govato

Cerpen Je T’aime (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Adira

Oleh:
“Untuk apa kamu masih berteman dengan orang gila seperti dia? Apa harus aku berkata padanya agar dia menjauhimu?” Plakk!!! Spontan saja tanganku mendarat di pipinya. Seperti tersambar, terguncang hebat.

Keadaan Meyakinkanku

Oleh:
Jingga mulai merekah, mentari mulai lelah dan kembali ke peraduannya seperti biasa. ‘Apakah hidupku bisa kembali indah seperti langit sore yang selalu indah di mataku?’ Detikku dalam hati. Langit

Mimpi

Oleh:
Ya, inilah aku seorang gadis kecil yang hidupnya tidak seberuntung kalian. Ya, inilah aku gadis kecil yang setiap hari mengamen di pinggir jalan demi untuk sesuap nasi. Namaku Celvia

Gadis Pemandang Langit (Part 2)

Oleh:
3 bulan kemudian. “Bun, sepertinya Ayah sudah tak sanggup lagi untuk hidup, lihatlah.. Ayah sudah tak diterima lagi untuk kerja di perusahaan-perusahaan, mereka menolak Ayah, lalu bagaimana dengan Diky

Sahabat Cinta

Oleh:
Setelah lulus SMA aku baru sadar aku mencintai sahabat ku sendiri, bahkan telingaku pun sering mendengar curhatan tentang dia dan pacarnya, ragaku tersenyum tapi hatiku menangis bahkan rasa sesak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

7 responses to “Je T’aime (Part 3)”

  1. Next ya! seru abis ceritanya (y) I like it! 🙂

  2. Yulaika isningati says:

    Ko’blm kluar jg lnjtanx. . .
    Pdhal bgus critax,pgn tau endingx kyk g5n

  3. Fuji Purnama Sari says:

    lanjut dong! ceritanya seruuu

  4. safira says:

    Terus? mana lanjutannya?

  5. sindy alifa says:

    next dong,seru ceritanya ^_^

  6. Ghina Nadhifah says:

    Seru!!!lanjutannya yaaa

  7. ayu endah yuniar says:

    Lanjutannya dongg,seru ceritanya:-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *