Jealous

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 27 October 2018

Lili diam, tatapannya menekun pada laba-laba yang kerap merangkai jejaring di depannya. Tarian bunga juga tak luput dari sesekali lirikannya. Banyak yang ia pikirkan, namun tak satupun ia mengerti. Ada satu hal yang menjadi beban, namun boro boro ia memikirkan hal itu, alih-alih kalau saja berwujud makanan pasti sudah Lili buang. Atau jika berwujud bola, sudah pasti dia tendang. Kini ia menjadi seorang visioner, yang mencoba terbang dalam dunia antah berantah ciptaannya. “Berarti wanita itu masih ada rasa pada Dion (Tunangan Lili)” gumamnya dalam hati. “Ah tapi kan mereka sudah putus, dan Dion sudah jadi tunanganku” Lili menepis citra awalnya. “Lili ngambek yahh” Celetuk Dion garing. “Ih apaan sih” sementara Lili mendelik sok sangar. “Kamu cemburu ya, ngaku dehh,” Bertanya, memaksa. “Boro boro cemburu, mah saya tau kalo” Lili terdiam, ia tak meneruskan kalimatnya. Namun kali ini, feelingnya normal. Lili memang dibakar api cemburu, Namun dia lebih memilih diam dari pada harus memaki orang, apalagi Dion kekasihnya sendiri.

Senja sore mulai menyapa, seakan tersenyum hangat dan pamit untuk bermalam di angkasa. Berbeda dengan suasana hati Lili, ketika senja mulai menepuk bahu langit, tunanganya berhasil membuatn Lili marah. Sedari pagi ia menikmati waktunya dengan Dion penuh semangat riang, kala pertamanya bertemu usai ditinggal Dion kerja ke luar kota. Lili juga disibukkan dengan beberapa kegiatan kampus. Ia berharap hari itu menjadi hari yang tak ada satupun kucing memancing emosinya. Lili sosok wanita pemarah, ia sangat menyayangi Dion, Begitu juga sebaliknya. Namun Lili berhasil dibuatnya ngambek lantaran mengetahui sikap aneh Fifi (mantan pacar Dion) mulai sedikit bertingkah. “Bagaimana bisa dia memblokir kontakmu hanya karena lihat poto kita” ujar Lili seraya mengernyitkan dahi. “Loh saya tidak tau, katanya dia sudah putus dengan pacarnya” Dion menjawab tenang sementara Lili geram, bulu bergidik seolah rambut berdiri terkena setrum. ingin sekali merobek wajah Dion jika saja ia bahannya dari kertas. “Berarti dia cemburu kan lihat foto kita, makanya dia marah, lalu ngeblock kamu” Lili nyambar dengan mata mendelik. Dion bersikap tenang, sok profesional, sesekali ia tersenyum melihat tingkah tunangannya. “Wahh ada yang lagi jealous nih” Dion tergigik, ia sengaja menjahili tunangannya. “Dasar kamu, tak bilangi ibu” Lili berlalu dengan membanting beberapa bunga kecil yang sedari tadi dijamahnya.

Dion lelaki penyabar, ia tak lengah sedikitpun dengan keras watak tunangannya. Karena ia ingat perjuangannya selama 7 bulan menunggu gadis keras kepala yang jahil itu. Umurnya sedikit lebih tua dari Lili, hanya selisih berapa bulan. Dion hafal dengan gerak gerik Lili, baginya Lili wanita yang enggan mengungkap kemarahannya dengan kata kata yaa walaupun ia cerewet, tapi gadis itu sangat menjaga perasaan orang lain. “Lili mau ke mana” Dion tak lagi bercanda kali ini saat Lili berlalu. Rupanya tunangannya belum bisa diajak bercanda. Lili menjauh, hingga Dion beranjak dari posisi duduknya. Dion tersipuh mengejar gadis berkepribadian koleris yang beberapa detik meninggalkannya. Tak ada jawaban dari Lili, pandangannya jauh menembus dinding langit yang mengiring matahari enyah dari langit indonesia. Begitulah Lili, jika marah ia seperti gadis bisu lagi tuli. Ia diam dua ribu kata dan tak menerima alasan. Baginya Dion juga bertingkah, hanya saja Lili diam dan terus beralih.

Dion berlari layaknya hansip mengejar maling. Ia sadar Lili benar benar cemburu hingga ia pergi, Lili berjalan tenang bagai tukang jamu gendong yang diberatkan bebannya. Jika difoto, mungkin ia sudah seperti karakter anime Angry Bird dengan alis nyambung, dan bibir munyut. Untung saja ia berjalan di lapangan, kalau tidak apapun di depannya suda Lili tabrak.

Akhirnya Dion berhasil meraih tangan Lili dengan lugas agar ia tak lebih jauh bertualang entah ke mana. “Ihh apaan sih narik narik” ucapnya berbalik. “Eh li, ngambek beneran ya? sudahlah dia hanya mantanku, toh sekarang pasanganku kamu” Dion menyakinkan Lili, ia mulai takut tunangannya mengambil tempat sampah dari dunia lain, dan membuang semua kenangannya dengan dion. “Li udah dong, mana mungkin aku balik dengan mantanku, aku minta maaf udah bikin kamu cemburu” bagai kereta berjalan di atas kramik, dion meminta maaf dan berusaha meyakinkan.

Lili berbalik arah, sekarang ia menatap lelaki di depannya, memasang wajah melas, namun penuh keseriusan. Lili merasa kasihan, namun pertanyaan “Bagaimana bisa” tetap mnggelantung di ranting jantungnya. Lili menarik nafas lega, sepertinya ia menyiapkan kata kata sejak tadi untuk meluapkan amarahnya. Dion siap menerima apapun yang dikatakan Lili, asal wanita koleris itu berhenti marah. Namun Lili hanya mengangguk “oke deh” begitulah gadis itu, dia seperti singa saat marah. Ingin rasanya menghancurkan seluruh isi hutan, namun ia tak mau menyakiti mereka. Dion tak menyerah, seperti apapun Lili, ia tetap tunangannya yang akan menjadi teman hidupnya kelak. “Terimakasih orang jelek” ucapnya menghibur Lili. Lili membalasnya dengan senyum separuh bibir. Hingga tak terasa beberapa bintang senja sudah mulai nampak, ikut merasa lega karna pertengkaran mereka sudah selesai. Dan seolah juga mendoakan semoga dion sabar menghadapi Lili, dan Lili bisa memperbaiki sikapnya.

Cerpen Karangan: Husnul Khotimah
Blog / Facebook: HusNul ips
Nama: Husnul khotimah
tanggal lahir: 31 Desember 1998
Alamat: Bondowoso jawa timur
PT: Institut Agama islam negeri jember
Email: Khotimahh304[-at-]gmail.com
IG: @Husnul_31ss
fb: HusNul ips

Cerpen Jealous merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenanglah Sahabatku

Oleh:
Saat kenaikan kelas aku duduk di bangku kelas XII-A, kesekian kalinya aku mengatakan pada diriku sendiri kalau aku tidak akan suka dengan orang yang telah mngecewakanku. Saat di kelas

Mam, Cinta itu apa?

Oleh:
Bu Rosa, pak Wijaya dan kak Kelvin tengah menyantap roti bakar yang telah disiapkan di atas meja makan yang berornamen dedaunan hijau itu. Keyla berjalan menuruni tangga menuju meja

Destiny

Oleh:
Malam ini tak seindah malam malam yang lalu. Sunyi. Sepi. Tak ada warna yang menghiasi malam ini kecuali. Hitam! Warna yang amat kelam. “Chici, makan dulu sayang entar sakit

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Setahun berlalu ingatan ku masih tertuju padanya sampai sekarang dia belum pulang entah kemana. Aku terlalu bodoh selalu nungguin dia selalu mikirin dia belum tentu dia mikirin aku. Perasaan

My Love Story

Oleh:
“Mulai sekarang kau adalah milikku dan akan selalu menjadi milikku sampai maut memisahkan kita berdua.” — Namaku Belva Erly Christyna atau singkatnya Belva. Aku sekarang kuliah di UI, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *