Jembatan Asmara Penghubung Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 29 December 2017

“kukuruyukkk… kukurruyukk”
Kumendengar suara ayam jantan berkokok, pertanda hari akan menjelang pagi. Kubuka dua kelopak mata ini dengan rasa penuh semangat. Kulihat jam dinding sudah menunjukan pukul 5 pagi. Segera, aku bergegas keluar kamar. Sambil membawa Handuk ditempelkan pada pundak.

“Semangat bener mandinya, jam segini udah mau mandi. Biasanya kamu suka susah kalau disuruh mandi” Ucap ibuku yang baru pulang membawa belanjaan dari pasar. “Hehe, iya ema. Hari ini aku ada janji sama teman. sebelum sekolah aku harus ada di jembatan Kasih” sahutku sambil berjalan menuju kamar mandi yang terletak di belakang rumah.
“Teman apa pacar? Hayo jujur saja. Ema juga pernah muda” ucap ibuku sambil cekikikan dan membawa belanjaannya menuju dapur. “Huu.. ema suka pengen tau aja ah” aku pun melanjutkan kembali menyiram tubuhku dengan guyuran air dari gayung.
“Cepetan mandinya, Nanti kita makan bareng” kembali aku mendengar suara ibu dari dalam kamar mandi dan aku melanjutkan mandi paginya.

Setelah selesai mandi aku pun berpakaian lengkap dan mengikat kaki dengan sepatu kesayangan. Aku menghampiri ibuku di dapur dan makan bersama.
Kami hanya tinggal berdua, ibuku bekerja keras untuk membiyayai kebutuhan hidup. karena ayah udah meninggal 2 tahun yang lalu.

Sehabis makan dan minum serta mempersiapkan segala yang akan aku bawa untuk keperluan sekolah, aku pun membawa tas dan tak lupa bermamitan kepada orangtuaku.
“Ema Nun pamit dulu untuk sekolah, minta izin dan restunya” sambil mencium tangan ema
“iya nak, ema doakan semoga ilmu yang kamu dapat bermanfaat dan bisa menaikan harkat derajat kita. Aamiin” ibuku mencium rambutku

Aku melangkahkan kaki dengan Hati riang dan Gembira, Kulihat pohon-pohon di sepanjang jalan yang aku lalui menari karena tertiup angin, Cahaya matahari yang hangat menambah keindaahan dunia pada pagi hari itu.

Kulihat seorang gadis sudah menungguku di jembatan sambil melihat ke arah sungai.
“Diana kamu udah menunggu lama?” Tanyaku Sambil mendekati dirinya. “Nggak kok, aku baru aja nyampe jembatan. Ada apa kok kamu nyuruh aku untuk Bertemu di sini” Balasnya “Ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu” balasku dan sambil memegang tiang jembatan.

Namun tiba-tiba ada pengendara sepeda di jembatan dari arah Diana yang hampir saja menabraknya. Aku segara menarik tangan diana hingga tanpa disengaja membuat kami Berpelukan. Kulihat bola matanya begitu indah sekali, jantungku seakan berhenti ketika melihatnya. “Eh maaf yah” kataku “Iyah gak papa kok” balasnya dengan senyuman.

“Oh ya tadi katanya ada sesuatu yang mau diomongin, emang mau ngomong apa?” kembali dia menyakan akan hal itu. Dengan sedikit gemetar aku mengungkapkan bahawa aku menyukainya “Aku suka sama kamu, apa kamu mau jadi kekasihku. Nerima aku aku apa adanya.” Pertanyaanku ragu sambil memegang kedua tangannya, kulihat dia hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata apapun sambil wajahnya menunduk malu. Aku pun tersenyum dan mengucapkan “Terimakasih” padanya. Dia kembali menatapku dan membalas senyumanku.

Setelah ada ikatan itu, kami selalu bersama ke manapun berada, ke sekolah, bermain, mengerjakan PR atau hal lainnya. aku selalu memikirkannya dan merindukannya jika tidak bertemu sehari saja Dengannya.
Meskipun dia tinggal di kampung seberang terpisah oleh sungai yang airnya begitu deras. Namun cinta kami bisa bersatu layaknya sebuah jembatan kokoh saksi cinta kita berdua.

Ibuku sudah kenal dengan Diana dan aku juga sudah mengenal baik keluarga Diana, Rencanya kami akan menikah Kalau sudah lulus kuliah.

Cerpen Karangan: Nana Subana
Facebook: Nana Subana (Cadel)
Cerita pertama karangan Nana,
Mohon bantuannya untuk memberikan masukan. Agar bisa lebih baik lagi kedepannya.
Nama: Nana Subana
TTL: Majalengka, 07 Mei 1999
Twitter @Colokop

Cerpen Jembatan Asmara Penghubung Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menjaga Hati

Oleh:
Hari ini harusnya menjadi hari yang paling bahagia bagi Karin Aoyama karena dia telah resmi menjadi istri Benedict Smith beberapa jam yang lalu. Karin benar-benar pandai memanipulasi ekspresinya. Memang,

Penyesalan Nara (Part 2)

Oleh:
Sudah hampir seminggu anaknya Rayan, Danar dan bibinya menginap di rumahku karena Rayan harus tugas keluar pulau selama dua minggu. Aku sebenarnya yang menawarkan diri untuk menjaga mereka, kasihan

Bidadari dalam Ketidakpastianku

Oleh:
Namanya ziezie. Usianya memang terpaut jauh dibawahku. Gadis belia berambut ikal yang memesona. Aku menyayanginya, ya! Ketika peliknya masalah tengah membelenggu kehidupanku. Dia satu-satunya yang mampu mengukirkan canda tawa

Beautiful

Oleh:
Jarum sudah menunjukan pukul 6.10 saat seorang Kinan bangkit dari kasur empuknya dengan perasaan ogah-ogahan. Sebetulnya jiwa dan raganya protes berat. Tetapi panggilan alam sudah menuntut disertai suara mamanya

Cinta Yang Menuntunmu Untukku

Oleh:
Gue Nadine, gue baru masuk SMA, dan ini hari pertama gue di MOS. Hampir semua OSIS dari kelas XI sampai kelas XII hadir. Gue kebagian di MOS sama OSIS

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *