Jerat (Please Be Carefull With Your Heart)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 September 2017

“Kenapa wanita itu datang di hidup aku? Untuk apa? Cuman mau buat aku jadi seperti orang gila? Sialan!” bola basket yang baru saja diraihnya kini sudah dibantingnya ke lantai, sampai menggelinding ke luar pintu. Dan sepasang kaki jejang nan mulus, menahan gerakan bola yang mencari tempat perhentian.

Wanita itu membungkukkan badan dan meraih bola berwarna orange dengan garis hitam. Kemudian berjalan ke arah pria yang melempar bola tersebut.
“Apa kamu tidak kasihan dengan bola ini?!” dia memberikannya begitu kasar pada pria yang ternyata bernama Daniel.

Saat dia ingin berbalik dan keluar, tangannya ditarik kasar oleh Daniel. Bibirnya tersungging, dia tersenyum tapi nampak masam.
“Kasihan?!” Daniel begitu sedih dengan perkataannya sendiri.
“Lepas tangan aku. Aku mau pergi!” rontah Kathryn.
“Setelah kamu buat aku gila seperti ini kamu mau pergi begitu saja? Apa ada pria yang sudah menawarimu uang banyak di luar sana?”
Wajah Kathryn memerah mendengar perkataan Daniel yang begitu tidak mengenakkan telinga dan sedikit menyayat hatinya.
“Setelah kamu buat aku jatuh cinta kamu mau pergi begitu saja?!” genggaman Daniel semakin kuat saja. Jelas terlihat dari bibirnya yang menahan sakit.
“Jatuh cinta?!”
“Kamu benar wanita tidak punya hati!” Daniel melepas tangan Kathryn dengan kasar.
“Kamu tidak pantas jatuh cinta. Kamu hanya bisa menyakiti hati wanita!! Dan maaf. Tugas aku di rumah kamu sudah selesai, biarkan aku pergi sekarang!”
“Pergi sana! Dan jangan pernah muncul lagi di hadapan aku!!” Daniel mendorong Kathryn dengan kasar agar keluar dari kamarnya kemudian membanting pintu kamarnya dengan kasar. Sebenarnya dia juga menyesal mengucapkan itu, bagaimana kalau dia sendiri yang tidak bisa mengelak kehadiran Kathryn.
“Ahhhhhh” Daniel tersungkur di belakang pintu.

Hatinya yang mulai bisa merasakan dan mencintai wanita kini kembali trauma melihat sikap Kathryn, wanita yang belakangan selalu membuatnya sesak jika bertatapan. Wanita yang mampu membuatnya resah jika sehari tak mendengar suaranya. Wanita yang membuat malamnya gelisah jika tidak melihat senyumnya sebelum tidur. Selama 5 bulan ini, Kathryn satu-satunya teman pelepas jenuhnya. Tapi sekarang rasanya itu tidak akan terjadi lagi, entah apa yang akan terjadi dengannya setelah kepergian Kathryn.

Mungkin jika waktu itu tidak ada, dia tidak akan merasakan sesakit ini. Dia tidak akan pernah duduk menangis, layaknya orang bodoh. Daniel yang dulunya seorang pemabuk, yang hanya memikirkan minum, menyakiti dan mempermainkan wanita. Kini sudah termakan karma, dia jatuh cinta dengan seorang Kathryn yang secara blak-blakan telah menolak dirinya.

“Hey sini!” pria mabuk itu adalah Daniel, dia melambaikan tangan memanggil seorang wanita yang memakai pakaian seragam.
Wanita yang dipanggilnya itu berseragam merah dengan rok mini sejengkal dari atas lututnya. Dia berjalan mendekati Daniel dan menyapa pelanggan mereka dengan ramah.
“Iya ada yang bisa aku bantu?!”
“Kamu tidak perlu berteriak di depan wajahku. Aku bisa mendengar suaramu!” ucap Daniel yang sudah sempoyongan.
Wanita itu mengangguk. “Apa kamu mau kerja dengan aku?! Tinggal di rumah aku!?”
“Maaf saya bukan wanita seperti itu!”

Daniel berdiri dan mendekatkan wajahnya yang sudah memerah. Mungkin dia marah atas penolakan wanita di hadapannya itu.
Daniel kemudian meletakkan kedua tangannya di masing-masing pundak pelayan itu, dia mencengkramnya sangat kuat.

“Sudah kamu jangan sok suci. Aku tahu wanita yang bekerja di sini sama saja!!”
“Maaf tapi aku!”
“Apa kamu ingin dipecat?!” wanita itu menangis di hadapan Daniel.
“Apa ini? Apa kamu masih gadis? Aku bisa membayarmu mahal!” Daniel menyeret wanita itu jauh dari tempat itu. Dan mendorongnya sampai tersandar di tembok, air matanya terus mengalir.
“Tenang saja!! Aku tidak akan menyakiti kamu. Lagian aku tidak berselera melihat kamu!! Aku cuma ingin menawari kamu pekerjaan di rumah aku. Jadi perawat pribadiku, aku akan membayarmu berapa saja!” bau alkohol langsung masuk di hidung wanita itu, karena jarak mereka sangatlah dekat.

Sejak malam itu semuanya dimulai. Kathryn sang pelayan club malam nasibnya terselamatkan dari gunjingan tetangganya.
Pagi sekali dia sudah datang ke rumah Daniel. Dia memang telah dititipkan kunci semalam, entah kenapa Daniel begitu percaya dengan wanita ini. Bisa saja, Kathryn mengambil semua barang berharga milik Daniel malam itu. Apalagi kondisi Daniel yang mabuk berat.

Jejak semalam masih tersimpan di sana, di ruang tamu tepatnya.
Jaket kulit, kunci mobil, botol minuman yang telah habis tak tersisa setetes pun. Bukan hanya itu, saat Kathryn melangkah lagi dilihatnya sesuatu di sana. Rupanya itu Daniel, dia pasti tidak sanggup lagi berjalan menuju kamarnya semalam.

Kathryn menghampirinya kembali setelah merapikan barang-barang yang berserakan tadi. Ditepuknya pelan wajah Daniel, berharap pria itu segera bangun.
“Hei… Hallo… Pak…!” begitu ucapnya sambil tangannya tak henti menepuk wajah pria yang sudah menjadi bosnya.

Dada Kathryn mendadak sesak saat tangannya tiba-tiba digenggam oleh bosnya. Mungkin dia masih mabuk, tangan Kathryn digenggam dan digosokkannya ke wajahnya. Dia sangat menikmati itu, sesekali dia menciumi tangan mulus Kathryn.
Kathryn mulai merasa risih, dia segera menarik tangannya dan menjauh dari sana. Daniel kembali tertidur, mungkin dia merasa tadi adalah sebuah mimpi.

Sementara itu, Kathryn mulai berjalan memperhatikan semua seisi rumah. Tak ada orang di rumah ini, hanya dirinya dan pria yang sedang tertidur di sofa depan.
Sepanjang langkahnya, Kathryn mendapati pakaian kotor, mulai dari baju, jeans, boxer bahkan sampai celana dalam. Itu sangatlah menjijikkan, bukan lagi. Bukan hanya itu, sisa kardus makanan dari berbagai perusahaan juga berserakan di mana-mana. Rumah ini hanya terlihat mewah dari depan saja, tapi di dalamnya sangatlah berantakan.

“Aku rasa ini sudah berbulan-bulan tidak dipedulikan. Rumah semewah ini sangat sayang sekali!” gumamnya sembari memunguti semua yang berserakan di hadapannya.

Setelah itu, Kathryn melanjutkan dengan menyapu dan mengepel semua lantai. Ini rumah sangtlah luas, bekerja di sini akan menguruskan badannya yang lumayan berisi alias montok. Peluh telah memenuhi wajah gadis cantik ini, dia bekerja begitu telaten bahkan tanpa aba-aba dari sang majikan. Hanya butuh waktu dua jam, seluruh ruangan di bawah sudah bersih dari kotoran. Sekarang tinggal lantai dua, tapi dia tidak boleh bergerak dulu sebelum ada aba-aba.

“Di atas pasti kamarnya!! Mungkin aku masak dulu.!” pikirnya.

Aroma masakan telah mengepul di dapur, Kathryn yang dari tadi bekerja juga terhipnotis dengan masakannya sendiri. Tapi tunggu dulu, ini bukan rumahnya melainkan tempat kerjanya. Dia mengurungkan niatnya untuk makan, tangannya hanya meraih gelas lalu menuang air yang dimasukkannya ke dalam kulkas sebelum mengerjakan semua tugas-tugasnya. Itu sedikit menghilangkan dahaganya, walau sebenarnya perutnya telah keroncongan.

Mungkin karena aroma dari masakan Kathryn, atau mungkin karena suara riah riuh dari perabotan dapur. Daniel bangun, dan terlihat memegangi kepalanya. Dia juga masih berjalan tak fokus, alias masih oleng. Perlahan dia sudah sampai di ambang pintu pembatas dapur dan ruang makan.

“Mmmm… Kamu siapa?!” ucapnya.
Mendengar itu, Kathryn lalu mendongak ke sumber suara dan dilihatnya pria yang tak lain adalah bosnya telah berdiri di sana memperhatikkan.
“Ohh… Bapak sudah bangun!” sebenarnya dia agak risih dengan sebutan bapak yang keluar dari mulutnya. Tapi dia juga bingung ingin memanggilnya apa, toh dia belum tahu pria itu namanya siapa.

Kathryn mulai membawa satu persatu masakannya ke meja makan. Mata Daniel terus mengikuti wanita yang dari tadi sibuk dengan piring-piring dan masakannya itu.

“Bapak pasti sudah lapar!” Kathryn memberikan senyum.
“Oh iya Nama saya Kathryn pak. Dan bukannya semalam bapak yang menarawi saya kerja di tempat bapak?!”
“Dan waktu saya datang, kondisi rumah ini kotor dan berantakan. Tapi bapak boleh lihat kerja saya, semua sudah bersih dan rapih bukan? Sekarang makanlah!” tuturnya tak berhenti.

Daniel mendekatinya dan menatap Kathryn yang sangat sibuk dengan sendok dan kawan-kawannya itu.

Cerpen Karangan: Yani Mariyani
Facebook: Yani Mariyani

Cerpen Jerat (Please Be Carefull With Your Heart) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Aku Dia dan Dirinya

Oleh:
Cintaku bersemi di antara 4 dadu. itulah kisah ku dengan 4 orang sahabatku. dia adalah naya, mega, wahyu dan dimas. wahyu dan dimas adalah salah satu murid SMAN 4

Cintaku Bersemi Di Asrama

Oleh:
Namaku clarain dan biasa aku dipanggil rain, aku adalah seorang gadis SMA yang dimasukan asrama oleh ibuku meskipun telah dilarang keras oleh ayahku untuk tidak masuk ke asrama, perjuanganku

Unpredictable Unbelievable

Oleh:
Hari itu seperti biasa, Lisa mahasiswi baru itu datang ke kampus membawa kamera yang dikalungkan di lehernya. Apapun yang dirasanya menarik pasti tidak luput dari jepretan kameranya. Dari memotret

Sedihku Musnah

Oleh:
Rintik air hujan mulai turun pukul 3 sore, membawa pesan dari matahari yang perlahan mulai tak nampak keberadaannya. Aku tidak tahu apa yang membuat hujan itu turun sore ini.

Cinta Tak Bersuara

Oleh:
Ini adalah kisahku sebelum aku bertemu dengan suamiku, pujaan hatiku. Aku sudah tak dapat lagi kata-kata apa yang dapat menggambarkan keindahannya, karena bagiku keindahan bukanlah dipandang dari fisik tetapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *