Jodoh di Tangan Tuhan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 10 January 2017

Terik matahari yang begitu menenyengat menghiasi hari-hariku di perempatan jalan tempat aku menunggu seseorang yang istimewa. Shiha, begitulah temanku memanggilku. Tepat jam 11.50 seseorang yang aku tunggu muncul di seberang jalan, pria yang berkaos olahraga sepetiku itu adalah pacarku, Kak Rio namanya. Tidak seperti pasangan lain yang memanggil pasangannya dengan sebutan sayang, beb, ayah, kasih dan apalah itu, tapi aku hanya memanggilnya kakak –kebetulan dia kakak kelasku-.

Dia menoleh ke kanan-kiri melihat mobil yang berlalu lalang dan tak lain tujuannya untuk menyeberang menghampiriku, aku masih menunggunya dan melakukan hal yang sama dengannya. Tak lama, akhirnya dia berhasil menghampiriku.
“ayo” katannya sambil meraih pergelangan tanganku.
Aku hanya mengikutinya, ia terus memegang tanganku. Selama perjalanan aku dan dia tidak terlibat dalam perbincangan apapun, ia hanya sesekali menoleh ke kanan-kiri, dan terkadang menyapa temanya yang sedang berpapasan dengannya.
Sampai di sekolah tepat di depan kelasku, Kak Rio memberikan isyarat kepadaku untuk masuk kelas, sekilas ia tersenyum padaku lalu pergi.

“ada apa dengannya?” keherananku begitu besar, selama 2 tahun kita pacaran tidak pernah ia bertingkah seperti ini. Aku selalu yakin dia adalah jodohku, kepeduliannya dan cintanya kepadaku sangat besar –jika dilihat dari tingkah lakunya-. Sudahlah, aku tak menghiraukan hal semacam itu.

Bel sekolah yang menandakan telah usainya jam pelajaran berdering 3 kali, aku segera keluar dari kelas. Aku melangkah menuju kelas Kak Rio.
“Kak, kak Rio udah pulang?” tanyaku pada salah satu teman kak Rio.
“oh, dia gak masuk hari ini katanya ada kepentingan keluarga”
Gak masuk? Pikirku dalam hati, dia mengantarku tadi pagi tapi sekarang dia bilang ada kepentingan keluarga. Apa maksudnya ini?
“makasih ya kak!” aku bergegas pergi.

Di sepanjang jalan, aku masih memikirkan hal itu. Apa yang terjadi padanya? Apa dia berbohong? Apa semua ini ada hubungannya dengan perilakunya tadi pagi?, aku bertanya-tanya tentang semua ini. Tak disangka, seorang pria tertabrak oleh tubuhku yang mungil ini.
“oh ma’af!” kataku sambil membungkukkan badan.
“kamu gak papa?” pria itu bertanya khawatir padaku.
“ma’af ini karena kesalahanku, aku benar-benar minta ma’af” tubuhku masih membungkuk.
Pria itu meraih pundakku, laki-laki tampan bak artis korea ini menatapku dengan tatapan tajam. Ia tersenyum padaku.
“apa yang kau pikirkan, laki-laki yang bertubuh tinggi sepertiku tidak kau lihat”
Apa ini bercanda? Pria tampan ini berbicara padaku. Dia seperti pangeran dari surga.
“hey” gertakannya menyadarkanku dari khayalan yang memalukan ini.
Aku bingung, apa yang harus aku katakan. Dia sangat tampan aku belum pernah melihatnya di sekolah ini, mungkin dia murid baru karena kaos olahraga yang ia kenakan sama dengan kaos milikku.
“siapa namamu?” ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku.
“Shiha Dwi Lestari? Kamu?” jawabku ketus.
“Lee Young Joo, aku pindahan dari jakarta, aku asli Korea”
Betul dugaanku dia adalah murid baru disini. Matanya sipit, tubuhnya tinggi dan berkulit putih, seperti artis korea. Kebetulan aku adalah penggemar korea, apalagi Lee Min Ho yang menurutku sama dengan orang yang berada di depanku ini.
“Shiha, kau mau berteman denganku? Aku belum kenal dengan orang-orang disini”
“baiklah, aku akan menjadi temanmu, Lee Young Yun” tanpa berpikir panjang aku meng-iyakan permintaannya.
Dia tersenyum, aku bingung dengan tingkah lakunya. Apa yang salah denganku?
“namaku Lee Young joo, bukan Lee Young Yun”
Aku tersipu malu, ternyata aku salah menyebut namanya. Kita saling tersenyum, tak disangka ternyata aku dan dia telah akrab.

Di sepanjang jalan, aku dan Lee Young Joo bercerita sekitar pengalamannya di Indonesia, ia mengatakan jika tipe idealnya adalah wanita berjilbab.
“kamu muslim?” tanyaku penasaran.
“iya, aku seorang mu’allaf. Tujuan aku tinggal di Indonesia karena aku ingin mengenal Islam lebih dalam”
Aku semakin tertarik padanya, ia bukan hanya tampan tapi ia baik. Namun, aku teringat pada seseorang (kak Rio), dia adalah pacarku, bagaimana bisa aku mengagumi orang lain sedangkan aku sudah punya pacar yang sayang sama aku. Aku segera pamit pada Lee Young Joo.
“Lee, aku pulang dulu ya. Aku harus bertemu seseorang”
“baiklah Shiha, hati-hati ya!”
“ya” aku dan dia saling melempar senyuman, sungguh ada getaran tak menentu dalam hatiku, tapi sudahlah lupakan !!!

Kakiku melangkah menuju Cafe tempat nongkrong kak Rio dan temannya. Sampai di tempat, ternyata benar kak Rio ada disana, ia meneguk segelas kopi kesukaannya. Aku hendak meghampirinya, tapi… betapa terkejutnya aku saat dia merangkul seorang perempuan. Mulutku yang semula tersenyum, kini menjadi muram. Aku tidak menyangka jika ia berbuat sesuatu yang tidak bisa aku pikirkan. Dia selingkuh!

Aku kembali menuju rumah. Pipiku basah dengan air mata, aku tidak fokus dengan kondisi jalanan yang begitu ramai, sampai suatu saat… “tiiiiiiit” sebuah mobil melaju cepat menuju arahku. Tubuhku lemas aku tak bisa menghindar, kilauan cahaya telah menghilangkan penglihatanku. Namun, seseorang merangkul tubuhku dan menyelamatkan nyawaku.
“kamu gak papa?”
Seseorang mencoba menyadarkanku, tidak jelas siapa dia. Aku benar-benar terasa akan mati.

Mataku perlahan terbuka setelah sekian lama tak sadarkan diri. Seorang pria berdiri di sampingku.
“kak Rio!” ucapku terengah, penglihatanku belum jelas namun aku yakin dia adalah kak Rio yang telah menyelamatkanku dari kecelakaan kemarin.
Setelah mataku terbuka sempurna, dia bukan kak Rio, laki-laki dengan mata sipit dan bertubuh tinggi ini adalah Young Joo.
“Lee, kamu disini?”
Aku berusaha mengangkat tubuhku untuk bangkit, namun rasanya sakit.
“kamu harus istirahat!” Lee merangkul tubuhku dan membaringkannya kembali.
Ternyata Lee yang telah menyelamatkanku dari insiden kemarin. Aku mulai teringat dengan kejadian yang menimpahkku, bukan kecelakaan tapi kak Rio yang selingkuh dariku. Air mataku mulai membasahi pipi dan bantal yang aku tindih. Lee melihatku dengan khawatir.
“Ada apa denganmu?” Lee mengusap air mataku.
“pacarkku selingkuh…” terang-teranngan aku ceritakan semua kejadian kemarin padanya. Bukan hanya baik, dia juga mau mendengar curhatanku. Aku sangat senang memiliki teman sepertinya.

1 minggu kemudian, aku berjalan melewati perempatan tempat diamana aku selalu menunnggu kak Rio. Aku berhenti sejenak, melihat ke arah seberangku, aku melihat laki-laki berdiri tegak. Kak Rio! Pikirku, ternyata dia adalah Lee Young Joo. Dia tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumnya. ia menghampiriku dan menatapku sambil tersenyum. Hatiku berdebar begitu kencang. Aku tidak merasakan kebahagiaan seperti ini saat aku bersama kak Rio pikirku dalam hati.
“aku mencintaimu” 2 kata terlontar dari mulutnya yang membuat aku diam seribu kata.
“Shiha, apa kau mendengar aku!” tegasnya kembali
Apa ini mimpi?
Lee tersenyum, ia paham dengan sikapku dan tidak melanjutkan perkataannya. Aku berjalan berdampingan dengannya, jaraknya sangat dekat hampir tidak ada spasi antara kita. Di tengah perjalanan, aku berpapasan dengan kak Rio. Dia terkejut melihat aku berdua dengan Lee.
“kamu selingkuh” katanya menarik tanganku.
“aku tidak kenal sama kamu lagi” kataku menghempaskan tanganku.
“apa? Hey, kamu cowok murahan! berani sekali kamu jadi PHO”
“Kak, aku udah tau kelakuan kakak yang sebenarnya, kakak menyembunyikan ini selama 2 tahun. Kakak selalu bertingkah baik di depanku, tapi di belakang kakak itu busuk”
Kata-kata kasarku ini membuat kak Rio semakin kesal,
“baiklah, mulai sekarang kita putus” jari telunjuknya menunjuk wajahku.
“baguslah, itu yang aku tunggu-tunggu”

Aku segera pergi dan menarik Lee untuk ikut denganku meninggalkan kak Rio. Setiap langkah, aku dan Lee merasa canggung setelah kejadian tadi, sesekali ia melihatkku lalu merubah pandangannya. Tanganku gemetar, aku sangat mencintai mantan pacarku itu tapi dilain kata aku juga sangat membencinya. Perasaan bimbangku ini membuatku tidak fokus saaat melangkah, “breeek” tubuhku membentur tiang yang ada di depanku, perasaan sakit yang kurasakan tak sebanding dengan rasa maluku. Ya Ampun! aku ceroboh sekali. Lee yang menyadari kecerobohanku itu lantas tersenyum, ia hanya memegang pergelangan tanganku dan menahanku agar tidak terjatuh.
“kamu kenapa?” katanya menyindirku.
Aku hanya tersenyum malu, pipiku berubah menjadi merah, aku genggam tanganku yang mulai basah. Kejadian itu membuat Lee tambah dekat dengankku, setiap aku bertanya mengapa ia peduli padaku, tidak lain tidak bukan jawabannya pasti “karena kamu ceroboh!”.

Setelah beberapa bulan, aku dan Lee semakin akrab dan mengerti satu sama lain. Bukan hanya di Sekolah, terkadang ia mengunjungi rumahku dan bertemu dengan orangtuaku. Lee sangat akrab dengan keluargaku, berbeda dengan kak Rio yang selalu menolak jika aku mengajaknya ke Rumah.
sekarang aku sadar, ternyata seseorang yang selama ini aku cintai bukanlah jodohku. Jodoh itu di tangan tuhan. Kita hanya perlu berusaha dan berdo’a…

Cerpen Karangan: Ismiatul Maula
Facebook: Kim Hye Seok

Cerpen Jodoh di Tangan Tuhan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Waiting To Lose (Part 1)

Oleh:
Setiap kali waktu mempertemukan Edo dan Emily. Setiap kali mereka dihadapkan pada sebuah keputusan, hal itu semakin buram dan kelabu. Dua orang yang saling mencintai namun tak pernah ingin

Ditooo… Apa Lagi (Part 4)

Oleh:
Sore yang dingin, Dito memandang ke langit yang semakin lama beranjak gelap. Tak sampai lima menit kemudian tetes-tetes air hujan mulai jatuh ke bumi. Hiks… hujan lagi… musim apa

Cinta di Puncak Gunung

Oleh:
Aku kembali berada dalam keadaan terpuruk dengan segala kegundahan hati dan kelemahan menerima semua pahitnya kenyataan yang telah ku alami saat ini. Kelemahan yang membuatku putus asa akan bertahan

Ada Cerita

Oleh:
Namaku neila aku mahasiswa perguruan tinggi di yogyakarta aku punya pacar namanya nicko. Dia baik bahkan sangat baik. Awal ketemu dengan nicko secara tidak sengaja. Awalnya aku dan keluargaku

Tentang Lo dan Gue

Oleh:
Seorang cewek menangis di tepi tempat tidurnya, entah apa rasanya hatinya saat ini, dia hanya bisa mengeluarkan air matanya. Seorang itu bernama gladis putri rahayu, keturunan orang indonesia asli.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *