Jodoh Gak Ke Mana Mana (Versi: Air Ledeng)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 24 February 2016

Nama gue Shakira, mirip nama artis dari Kolombia itu kan? Ini kisah gue buat mendapatkan Sang Pangeran Pujaan Hati, Faizd. Agak lucu sih menurut kalau menurut gue yah, udah deh langsung aja. Cekidot. Kira-kira 11 tahun yang lalu, pas umur gue 12 tahun. Jadi umur gue sekarang 23 tahun. Waktu itu gue masuk kelas Akselerasi, jadi gue senang banget karena dengan usia segitu gue udah bisa masuk SMA.

Pada saat itu gue ketemu cowok yang masuk kelas Akselerasi juga, namanya Faizd Rahman. Karena menurut gue cowok yang cerdas adalah cowok yang mapan suatu saat nanti. Mulailah benih-benih cinta tumbuh di hati gue, sayangnya dia mah cuek-cuek bebek. Mungkin karena dulu gue itu anaknya Lebay Alay Cukimay. Faizd bukan lagi PHP tapi memang sama sekali nggak kasi Harapan ke gue, lagi pula dia itu anak yang taat pada agama dan orangtua. Satu hal yang sangat gue sadari bahwa kami mengenal Tuhan dengan agama yang berbeda. Huuu..

Tahun demi tahun berlalu, pas umur gue ke-14 tahun, kami berpisah. Mencari jurusan masing-masing di Kampus yang sekian banyaknya di Indonesia. Hingga dan tahun kemudian gue sama sekali nggak pernah dengar kabar Faizd lagi. Saat itu gue ada di Muara Enim. Gue dikirim oleh perusahaan di tempat gue kerja. Buat ngumpulin informasi di sana, kebetulan perusahaan itu perusahaan Singapura yang kerja sama dengan Indonesia.

Kok bisa? Kan banyak perusahaan Indonesia? Yah, gue dari Jakarta pergi ke Singapura buat ngedapetin gelar S1 jurusan IPTEK. Abis Wisuda, gue kerja di perusahaan itu. Satu tahun gue kerja udah naik pangkat. Tahun berikutnya gue dipindahkan ke Solo di cabang perusahaan yang sama. Suatu sore ketemu dengan cowok yang familiar di mata gue pas gue lagi jogging. Gue ketemu Faizd! Jantung gue udah mau meledak. Setelah gue teliti lebih lanjut, ternyata Faizd tinggal di lokasi yang sama dengan gue. Gue nggak sadar kalau Faizd itu tetangga gue. Tiba-tiba suatu pagi gue dikejutkan sama suara cempreng.

“Shakira, gue boleh kagak minta air ledeng lo?” Faizd mah dari dulu nggak pernah sopan kalau minta sesuatu.
“Lo kok tahu rumah gue?” agak nggak nyambung.
“Lo cuma pura-pura gak tahu. Mustahil kalau sebulan lo tinggal di sini gak tahu kalau lo tetanggaan sama gue,” benar juga perkataan Faizd.
“Oh iya. Keran airnya ada di depan.” tunjuk gue sambil termenung memandang Faizd. Siapa juga yang nggak kaget kalau pagi-pagi udah ketemu pujaan hati. Sejak hari itu gue semakin akrab dan jadi teman ngobrol yang baik. Tapi hubungan antara kita nggak bakal terwujud. Ternyata perkiraan gue meleset.

“Lo masih suka sama gue?” tanya Faizd blak-blakan pada suatu siang.
“What?” gue kaget bukan main, muka gue langsung berubah jadi tomat eh salah maksud gue warnanya aja.
“Jangan akting deh. tanpa lo tahu, gue udah tahu duluan,” perkataan Faizd semakin menyudutkan gue.
“Kenapa sih lo?” gue mulai kesal.
“Jangan tanya kenapa. Sekarang lo tinggal jawab ‘Iya’ atau ‘tidak'” ucap Faizd semakin mendekatkan wajahnya.
“Apanya?” gue malah bingung.
“Gue SUKA sama lo, lo mau kagak jadi PACAR gue.” dengan penekanan pada dua kata itu gue beneran pingsan. Pas bangun gue ada di klinik.

Irsya tertawa terpingkal-pingkal denger kisah gue dengan Faizd. “Kalian berdua memang gokil.” begitu pendapat temen SMP gue. Nah, sekarang gue udah balik ke Solo, sambil kerja gue ngelajutin pendidikan S3. Gak terasa waktu cepat berlalu. Sekarang gue udah resmi menjadi orang yang akan selalu mendampingi Faizd sampai kapan pun. Selamanya. Yah, kalau emang udah jodoh, jodoh gak bakal kemana-mana kok.

Cerpen Karangan: Susan
Facebook: Susan’oo Tanaka
Gue seorang penulis cerpen lebay, walau gitu gue tetap Pede.

Cerpen Jodoh Gak Ke Mana Mana (Versi: Air Ledeng) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kisah Yogi Si Kura Kura Ninja

Oleh:
“dor dor dor dor”, terdengar suara gedoran pintu kamarku. “qo, cepetan bangun udah jam 6” teriak kakakku, Zahra. “iya kak” teriak ku pada Zahra. Aku bangun, dan bersiap untuk

Kisah Cinta Nestapa

Oleh:
“Kamu harus tahu, betapa besarnya rasa cintaku terhadapmu.” “Tapi…” “Cinta tak membutuhkan sebuah kata tapi.” “Maaf. Aku jenuh.” “Jenuh terhadap sikapku? Atau kamu telah menambatkan hatimu ke hati pria

Kalung

Oleh:
Di sebuah ruangan berhiaskan lampu tergantung di tengah-tengah ruangan , tembok berwarna putih gading di beberapa bagian nampak cokelat kusam. Di salah satu sudut terlihat seseorang pemuda berbaring melepas

Cara Tuhan….

Oleh:
Ketika kau ucapkan kata cinta itu hatiku terasa seakan terbang tinggi kelangit,dan enggan jatuh lagi.Ketika kau ucapkan kata rindu itu degup jantungku berubah menjadi lebih cepat.Ketika kau ucapkan kata

Perantara

Oleh:
27 Desember 2016 “Ga mau ah. Kenapa sih kita harus pindah-pindah rumaaaaah terus?” Hahhhhh, aku menghembuskan nafas keras. Memang sudah menjadi kewajiban ayahku memenuhi tugas dari atasannya, jadi ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *